Bertamu ( Pasang Cincin )

.

.

.

Beberapa jam kemudian, tepat pukul 14.00 siang acara wisuda selesai dan para siswa siswi yang sedang berfoto pun akhirnya pulang bersama. Mereka mengabadikan berfoto sebagai kenangan pada masa putih abu – abu untuk di ceritakan kepada anak nya kelak nanti betapa bahagianya masa sekolah nya kedua orang tua meskipun banyak tugas yang harus di kerjakan tapi membuat semangat yang membara.

" Far , ayo pulang kamu masih nunggu siapa ? " Ajak Reni sedikit heran.

" Iya bentar Ren, katanya Kak Afi mau bareng kerumah ku sama anak-anak juga kamu nggak mau ikut juga ? " Jawab Faria kepada Reni.

" Wah,wah bakal ramai ni namanya bentar aku ke mobil dulu buat ijin ke mama papa ya ? " Ucap Reni begitu semangat.

" Oke " Jawab Faria singkat.

" Hubby, ayo itu di tunggu Vicky sama Wahid di mobil boleh kan aku bertamu di rumah mu ? " Ajak Afi

" Iya bentar Kak ini masih nunggu Reni dia mau ikut juga " Jawab Faria

" Ya sudah aku tunggu parkiran ya hubby " Ucap Afi sambil tersenyum ke arahnya.

" Iya Kak " Jawab Faria

Beberapa menit pun Reni datang menghampiri Faria.

" Boleh kan Ren ? " Tanya Faria

" Iya boleh kok tenang aja aman hehehe

Oiya nanti aku pinjam baju kamu nggak papa kan ? " Jawab Reni .

" Iya nggak papa , ayo udah ditungguin parkiran sama mereka " Ucap Faria sambil menggenggam tangan Reni

" Iya sabar Faria " Jawab Reni

Mereka pun berjalan menuju parkiran, ternyata geng trio sedang menunggu begitu sabar di depan mobil Afi.

" Wih , keren banget mobil Kak Afi Far !! .

Jangan bilang dia anak kaya ni hehehe " Ucap Reni sambil berbisik dan terkekeh pelan

" Ish mana aku tau Far, udah ayo jangan banyak ngomong itu kasian mereka " Jawab Faria sambil menunjuk ke arah trio.

" Ayo hubby , masuk keburu hujan ini udah mendung loh hubby ? " Ajak Afi sambil membukakan pintu depan mobilnya.

" Iya kak , terimakasih " Jawab Faria begitu tulus

" Eh kamu cremy ngapain ikut masuk mobil mau kemana ?" Ucap Wahid menatap ke arah Reni.

" Aku mau ikut lah kerumah Faria ,emang kenapa situ kok swot banget ! " Jawab Reni melengos kepada Wahid

" Hadeh kamu ini jadi buntut aja ya !! " Ucap Wahid menghela nafas beratnya

" Udah jangan tengkar lama – lama jadi cinta kapok tau rasa kalian berdua " Ucap Vicky melihat mereka berdebat.

" Amit – amit jabang bayi tujuh turunan nggak mau aku sama ini cremy , cantik nggak yang ada ngomel melulu kerjaannya " Jawab Wahid menggerutu.

" Siapa juga yang mau sama kamu hah, GR banget jadi orang " Jawab Reni melongos kearah jendela mobil

" HUft, kapan kalian rukun sih ini kuping rasanya panas banget dengarnya " Ucap Faria menghela nafas nya.

" Entah lah sampai kapan mereka begitu " Jawab Vicky mengedihkan kedua bahunya , sedangkan Afi fokus menyetir mobil sambil tersenyum sendiri mendengarkan perdebatan mereka dan mencuri pandang melihat Faria dari samping.

" Cantik , pintar perfect banget hubby " Ucap Afi lirih menatap sekilas kepada Faria.

" Hah, Kak Afi bilang apa tadi aku nggak denger loh coba ngomong lagi dah " Jawab Faria menjahili Afi

" Eh nggak itu tadi ada yang lewat di depan lampu merah iya itu orang lewat " Sahut Afi gugup

" Hahaha Kak Afi ada ada aja ya " Ucap Faria sambil tersenyum menggelengkan kepalanyam

" Oh iya hubby kita mampir di toko 99 bakery dulu ya buat oleh – oleh calon mertua " Ucap Afi

" Nggak usah repot – repot kak " Jawab Faria tersenyum manis

" Udah Far , terima aja aku juga mau beli sesuatu" Ucap Vicky menimpalinya.

" Iya sudah terserah kalian ya , aku tunggu dalam mobil aja nggak papa kan Kak ? " Jawab Faria

" Ayo turun kamu bisa pilih apa aja yang kamu sukai " Ajak Afi sambil membukakan pintu mobil.

" Iya iya , ayo Ren " Jawab Faria sambil mengajak sahabatnya.

" Aku di mobil aja Faria sama ini anak itu tidur udah kayak kebo hehehe, oh iya aku titip salad buah sama red velvet ya " Jawab Reni terkekeh sambil menunjuk kearah Wahid.

" Iya sudah , udah kamu titip itu aja " Jawab Faria

" Udah itu aja " Ucap Reni tersenyum manis.

Mereka bertiga pun berjalan menuju toko bakery sesampai nya memilih beberapa roti yang mau dibawa dan titipan sang sahabat.

" Hubby kamu Cuma ambil itu aja , nggak mau nambah kah ? " Tanya Afi sambil melihat yang Faria bawa

" Eh iya kak ini aja cukup kok " Jawab Faria tersenyjm manis

" Bentar kamu diam sini dulu aku pilih yang lainnya ya ? " Ucap Afi

" Iya Kak " Jawab Faria

" Vicky kamu udah beli rotinya ? " Tanya Faria melihat paper bag 99 bakery begitu banyak.

" Udah Far, ini dua buat kamu salad buah dan roti kesukaan kamu " Jawab sambil menyerahkan paper bag nya

" Alhamdulillah makasih ya Vicky " Ucap Faria sambil tersenyum manis

" Sama – sama Far , yaudah aku masuk mobil dulu ya ? " Jawab Vicky sambil melangkahkan keluar menuju mobil.

" Loh kok udah dapat paper bag sampai dua Hubby ? " Ucap Afi menatap paper bag yang di bawa oleh Faria.

" HEhehe iya kak ini di kasih Vicky " Jawab Faria begitu jujur

" Oalah iya udah ayo aku udah selesai ini " Ucap Afi sambil memberikan paper bag begitu banyak

" Kak Afi ini banyak banget buat apa coba " Ucap Faria menatap nya.

" Buat keluargamu , kan banyak juga itu tetangga , bisa dibagi – bagi juga kan ? " Jawab Afi

" Hem, hem yaudah terimakasih banyak banyak Kak Afi " Ucap Faria

" Iya hubby sama – sama " ucap Afi tersenyum manis.

Mereka pun mengendarai mobil dengan begitu oelan agar selamat sampai tujuan, beberapa menit kemudian sudah sampai di depan halaman rumah Faria mereka pun segera turun dan menjinjing paper bag roti yang sudah di beli tadi untuk buah tangan.

" Ayo hubby udah sampai kita turun " Ajak Afi sambil membukakan pintu mobil

" Eh udah sampai Kak, iya ayo kak " Jawab Faria

" Bro bangun jangan kayak kebo gini udah sampai rumah Faria ini " Ucap Vicky sambil menepuk pipi sahabatnya

" Hah apa sudah sampai kenapa kamu baru banginin aku sih gus " Jawab Wahid keblabakan segera bangun

" Kamu itu mulai tadi udah dibangunin tapi malah ngorok !! " Ucap Vicky begitu ketus.

" Hadeh nasib nasib gini amat !! " Jawab Wahid sambil membuka pintu mobil.

Sesampai di halaman rumah mereka berjalan bersampingan , para tetangga julid pun berbisik syaiton sendiri

" Eh lihat itu Faria bawa teman nya cowok lagi katanya alim tapi bawa cowok-cowok "

" Eh iya dasar gadi sok alim "

" Tapi ganteng juga teman – teman nya ibu – ibu lihat coba speak opa opa "

" Eh iya juga juga pintar juga itu anak "

Begitulah bisik – bisik tetangga julid yang selalu kepo dengan kehidupan keluarga Faria entah apa yang di irikan dari keluarga nya sampai ada aja yang super julid bin medit juga lengkap semua tetangganya.

" Hubby mereka emang gitu ya selalu merendahkan kamu ? " Ucap Afi begitu heran

" Hem, iya gitu sudah kak aku mah bodoh amat biarpun sampai berbusa nanti mah diam dengan sendirinya " Jawab Faria sambil berjalan dan mengetuk pintu rumahnya dan Afi Cuma mengangguk paham dengan perkataan Faria.

Tok

Tok

Tok

" Assalamualaikum Umi , Ayah " Ucap Faria sambil mengetuk pintu

" Waalaikum salam nak " Jawab Umi membukakan pintu rumah betapa terkejutnya Faria pulang bersama beberapa temannya.

" Loh nak tadi di sekolah kok nggak bilang kalau bawa teman kerumah ? " Tanya Umi menatap heran

" Hehehe mereka semua dadakan sih Umi yaudah aku langsung iyain aja " Jawab Faria sambil mencium tangan umi yang di ikuti semua temannya

" Oalah ya sudah ayo masuk nak maaf ya rumahnya kecil mungkin nggak seperti rumah kalian " Ucap Umi tersenyum.

" Iya umi terimakasih , nggak kok Umi sama aja " Jawab Tri sahabat menjawab serempak kompak

" Oh iya umi ini ada sedikit oleh – oleh buat Umi sekeluarga " Ucap Afi menyodorkan paper bagnya

" Wah, wah kok banyak banget toh bawaannya nggak usah repot gini nak " Jawab Umi sambil mengambil nya.

" Ini juga Umi dari saya di terima ya ? " Ucap Vicky menyodorkan paoer bag nya juga tidak mau kalau dengan Afi

" Ya Allah kalian repot banget gini sih, ya sudah Umi terima ya .. Terimakasih banyak buah tangannya ayo silahkan duduk semua " Jawab Umi tersenyum

" Iya Umi " Sahut Mereka.

" Iya sudah Umi buat minuman dulu ya , mau yang dingin atau hangat nak ? " Ucap Umi

" Hangat aja umi nggak papa kan ? " Jawab Afi sambil tersenyum .

" Oalah iya sudah Umi buatkan dulu " Jawab Umi sambil menuju ke dapur

" OIya Ren , ayo kita ganti baju dulu " UcapFaria kepada Reni

" Eh iya iya ayo " Jawab Reni

" Kak Afi , Vicky , Wahid aku ke kamar dulu ganti baju ya ?" Ucap Faria ke arah mereka.

" Iya Faria " Jawab Mereka

" Gus Vicky deg deg banget jantung ku ketemu sama calon mertua " Ucap Afi sambil berbisik lirih

" Hadeh santai aja , mereka nggak galak kok malah sabar banget !! " Jawab Vicky sambil menepuk jidat nya sendiri.

" Hah, kok Gus tau sih kalau mereka sabar ? " Ucap Afi yang bingung

" Siapa dulu gitu loh aku Vicky " Jawab Vicky tersenyum smirk.

" Jangan bilang sering main kesini gus ? " Ucap Afi menilisik

" Enggak kok Afi kamu tenang aja dah rileks oke jangan berpikiran yang enggak – enggak " Jawab Vicky meyakinkan Afi.

Beberapa menit kemudian Umi, dan ayah keluar dari arah dapur beliau membawa makanan dan minuman untuk di suguhkan kepada mereka.

" Ini nak makanan dan minumannya, maaf ya seadanya ? " Ucap Umi tersenyum.

" Iya Umi ini udah lebih cukup malah kita ngerepotin umi aja " Jawab Afi membalas dengang senyuman manis.

" Nggak repot kok " Ucap Umi begitu tulus

" Ini teman Faria semua ya ? " Ucap Ayah menyela nya

" Iya pak temannya " Jawab Mereka sambil mencium tangan nya begitu takzim.

" Oalah siapa nama kalian ? " Tanya Ayah

" Saya Afi , ini Vicky dan satunya Wahid pak ? " Jawab Afi memperkenalkan

" Iya iya iya, kamu yang lagi dekat sama Faria ya nak Afi ? Ucap Ayah tersenyum.

Deg

" Iya yah " Jawab Afi begitu takut dan menundukkan kepalanya

" Santai aja nak nggak kira aku gepok sandal hehehe " Ucap Ayah terkekeh

" Eh iya pak " Jawab Afi begitu gugup

" Iya sudah kalian ngbrol aja dulu ya ayah, umi mau ke halaman belakang " Ucap Ayah sambil berdiri pergi ke arah halaman belakang.

" Iya pak " Jawab Mereka

" Gus bener ya kedua orangtua Faria welcome banget sabar pula , aku kira beliau galak " ucap Afi sambil terkekeh.

" HAhahah, gitu aja kamu takut Afi " Ucap Wahid tertawa.

" Namanya juga baru pertama kali kesini Wahid " Jawab Vicky

" Iya juga sih " Ucap Wahid

Tap

Tap

Tap

" Wih, wih banyak makanan juga ini pasti umi yang buat " Ucap Reni sambil menyomot donat dengan lahap.

" Bismillah dulu jangan asal ambil " Tegur Wahid menggeplak tangan Reni.

" Nyebelin banget ini anak !! " Ucap Reni begitu kesal.

" Udah jangan tengkar melulu nggak baik ah di dengar Umi, Ayah " Ucap Faria melerai nya.

" Betul banget itu " Ucap Vicoy menimpali nya.

" Hubby sini ngapain jauh – jauh gitu ? " Ucap Afi sambil menepuk sofa yang ada di dekatnya.

" Disini aja kak, kan sama aja toh " Jawab Faria tersenyum.

" Heh, bukan muhrim jangan dekat banget kalau duduk di halalin dulu baru boleh grep grep " Tegur Vicky

" HEhehe iya iya maaf " Jawab Afi sambil mengggaruk kepala nya yang tidak gatal.

" Ya udah aku, Reni sama Wahid di depan dulu " Ucap Vicky sambil menepuk bahu Afi

" Oke bos " Jawab Afi

" Oiya Hubby Umi, ayah kalau jam segini sering ke halaman belakang ya ? " Ucap Afi

" Iya Kak Afi , kenapa Kak ? " Jawab Faria

" Iya nggak papa sih , aku Cuma mau bicara bentar sama beliau apa boleh ? " Ucap Afi tersenyum.

" Em boleh kok Kak . Bentar aku panggilkan mereka ya ? " Ucap Faria sambil berdiri menuju ke halaman belakang.

Beberapa menit kemudian mereka pun berada di ruang tamu , dapat dilihat Afi begitu serius berbicara sesuatu kepada keduanya dan tak lupa jantungnya berdebar.

" Iya nak mau bicara tentang apa ? " Ucap Ayah membuka percakapannya

" Gini ayah em , em "Ucap Afi gugup

" Tarik nafas dulu buang , kalau nggak gitu minum dulu " Ucap Umi sambil terkekeh melihat salah tingkah laku Afi.

" Hemmm , bismillah .. Ayah ,umi kedatangan saya kesini mau bicara kalau saya benar serius sama Faria , saya nggak mau lagi terjerumus dengan masalah pacaran lagi tapi disini bertekad untuk berhubungan lebih serius lagi dengan Faria Ayah , umi Ijin kan saya membahagiakan nya sampai akhir hayat berikan restu untuk kami berdua " Ucap Afi begitu tulus

" Ayah , Umi memberikan restu untuk kalian berdua tapi semua itu tergantung dengan Faria mau menerima atau tidak nak kan sebentar lagi Faria kuliah apa kamu mau menunggu nya hingga lulus nanti ? " Jawab Ayah tersenyum.

" Iya aku siap menunggu Faria sampai lulus ayah, setidaknya kita ikat cincin dulu sebagai simbol dia sudah milik saya " Ucap Afi meyakinkan kedua orang tuanya

" Iya nak, saya serahkan semua kepada Faria dia yang berhak memutuskan semuanya.

Gimana nak Faria apa kamu setuju ? " Ucap Ayah

" Bismillah, iya kak aku mau tapi apa kak Afi bersedia menunggu?" Jawab Faria sambil meneteskan air mata.

" Aku siap menunggumu lulus hubby, sampai kapan pun aku akan menunggumu pulang " Jawab Afi begitu tulus

" Baik kak terimakasih " Ucap Faria tersenyum bahagia.

" Udah jangan sedih gitu nak " Ucap Umi sambil menghapus air matanya begitu terharu ada seorang pria yang berani mengungkapkan isi hatinya di depan kedua orang tuanya

" Oiya Ayah, Umi ini saya membawa cincin apa boleh saya sematkan kepada Faria ? " Ucap Afi meminta ijin.

" Silahkan nak ? Tapi sebelumnya apa orang tua kamu tau tentang ini semua apa mereka setuju ? " Jawab kedua nya

" Alhamdulillah Ayah, Umi mereka setuju banget dengan keputusan saya " Ucap Afi meyakinkan keduanya.

" Alhamdulillah kalau begitu nak , silahkan nak " Jawab Ayah mengijinkan Afi memasang cincin ke jari Faria

" Ijin kan aku memakai kan cincin ini kejari tangan kamu hubby ? Ucap Afi menatap Faria.

" Iya Kak silahkan " Jawab Faria sambil memberikan tanganya dan akhirnya pun cincin itu tersematkan begitu bahagianya perasaan Faria dia tidak mengerti kalau Afi akan begitu berani untuk mengambil keputusan ini.

Di luar para sahabatnya terharu melihat mereka dapat restu dari kedua orang tuanya dan merasa bahagia perjuangan selama ini sontak Vicky bergumam lirih membelakangi sahabatnya .

" Ya Allah ku serahkan semua kepada Engkau , tapi tolong jaga dia untuk ku jika dia tidak bersamaku berikan selalu kebahagiaan setiap waktu, detik, menit amiin !! " Ucap Vicky lirih sambil menghapus air matanya.

" Alhamdulillah ya Allah " Ucap Ayah, Umi sambil merangkul Faria

" Terima kasih banyak ayah , umi sudah memberikan restu " Ucap Afi begitu tulus

" Iya sama – sama nak " Jawab Kedua nya

" Nanti acara pertunangannya gimana nak ? " Tanya Keduanya

" Kalau langsung menikah saja bagaimana setelah lulus kuliah Ayah, Umi jadi tidak ada acara pertunangan yang seperti biasanya " Jawab Afi.

" Iya sudah kita menurut saja bagaimana baik nya , tapi ingat satu hal jangan melebihi batas karena belum halal ini sekedar ikatan cincin saja. Ucap Ayah begitu tegas

" Iya siap Ayah " Jawab Afi begitu semangat.

" Iya sudah Ayah , Umi mau kabari nenek Faria dulu ya kalian lanjut ngobrol aja " Ucap Mereka

" Iya Ayah, Umi " Jawab Afi

" Hubby gimana perasaan kamu bahagia kan ? " Tanya Afi menatap nya

" Iya Kak aku sangat bahagia , kirain kak Afi bercanda kemaren bilang mau minta restu eh ternyata sat set juga " Jawab Faria terkekeh

" Iya habis nya takut keduluan orang lain gimana coba merana dong aku nya hehehe " Ucap Afi terkekeh

" Hem, oiya emang kak Afi udah bicara sama keluarga kak Afi kan kita Cuma lewat telvon aja pas kemaren itu bicara sama ibu " Ucap Faria dengan hati – hati.

" Udah dong hubby mereka sangat setuju banget malah di suruh langsung nikah aja " Jawab Afi menggoda nya.

" Ish kak Afi ini jawabnya nikah melulu !! " Ucap Faria begitu malu.

" Iya kan lebih baik begitu dari pada pacaran lama hubby " Jawab Afi

" Iya iya , terserah kak Afi aja dah " Ucap Faria sambil mengambil kue diatas piring.

Flashback

" Oiya nak kamu hari ini jadi ke acara wisuda nak Faria ? " Tanya Ibu Afi

" Iya jadi bu bentar lagi berangkat ini siap – siap " Jawab Afi

" Jangan lupa cincin nya bawa ya , nanti kalau udah di kasih ibu dan sekeluarga kerumah nya " Ucap Ibu Afi mengingatkan.

" Iya bu pasti aku salamkan dan nggak lupa bawa cincinnya " Jawab Afi tersenyum.

" Sat set gitu jangan pacaran lama – lama takutnya ke ambil orang hehehe" Ucap Ibu Afi sambil terkekeh

" Siap ibuku sayang " Jawab Afi sambil memberi hormat

" Ibu selalu mendoakan kamu nak bahagia selalu bersama nya jangan sakiti hati Faria kalau ada masalah bicarakan dengan baik ya ? Ucap Ibu Afi mengelus kepala Afi.

" Enggeh ibuku tersayang " Jawab Afi begitu bahagia.

" Iya sudah Afi berangkat dulu takut telat macet di jalan " Pamit Afi sambil mencium pipi dan kedua tangan nya

" Iya nak hati – hati semoga di terima lancar ya ? " Ucap Ibu sambil mencubit hidung Afi.

" Iya bu siap " Jawab Afi berlalu pergi dari rumah

Begitu lah restu dari ibu Afi sebelum berangkat ke acara wisuda Faria , beliau memberikan restu agar selalu bahagia .

Di ruang tamu sepasang kekasih ini bercanda tertawa , bercerita keluh kesah untuk terbuka satu sama lain begitu antusiasnya berbagi cerita. Disaat mereka bercertita sahabat nya pun masuk kedalam rumahnya untuk mengajak pulang waktu hampir maghrib tidak enak kalau lama – lama bertamu.

" Afi ayo kita pulang udah hampir maghrib nggak enak lama – lama bertamu " Ajak Vicky menepuk bahu dari belakang.

" Eh iya ayo kita pulang. Hubby aku dan anak – anak pamit dulu ya ? " Ucap Afi

" Iya kak , hati – hati dijalan terimakasih untuk semuanya " Jawab Faria begitu tulus.

" Oiya Ayah, Umi dimana Far kita pamit dulu ? Ucap Vicky

" Mungkin jam segini kerumah nenek Vicky biar nanti aku salamin ke mereka berdua nggak papa " Jawab Faria.

" Oiya sudah Far kita pamit ya terimakasih atas suguhannya " Ucap Wahid menimpali nya.

" Iya sama – sama . Kalian hati – hati jangan kebut " Ucap Faria.

" Laksanakan tuan putri !! " Jawab Mereka serempak

" Hem, kompak banget ni trio " Ucap Reni meledek.

" Hahahahaha, iya sudah kita pamit dulu . Assalamualaikum " Ucap Afi berjalan menuju mobilnya

" Waalaikum salam Kak " Jawab Faria tersenyum manis.

Faria, Reni pun membersihkan semua nya masuk kedalam rumah , setelah itu mereka melaksanakan sholat maghrib berjamaah dan mengaji bersama . Beberapa jam kemudian mereka istirahat bersama karena terlalu lelah dengan aktivitas mulai acara wisuda sampai dirumah sekarang .

Sedangkan trio sahabat sudah sampai di lokasi masing – masing , yang dua orang kembali ke pondok asrama sedangkan Afi kembali kerumahnya dia kembali ke pondok hari ke depan karena tadi lupa tidak membawa teman untuk mengantar alhasil di kembali kerumah lagi kurang 10 hari trio sahabat ini lulus dari pondok pesantren semua kitab yang mereka pelajari sudah khatam begitu cepat 6 tahun mondok membuahkan hasil begitu baik dan sempurna. Sesampai dirumah Afi menceritakan semuanya bahwa mendapat restu kedua orangtua Faria betapa bahagianya dia menceritakan kepada ibu dan kakak nya ruang tamu, keluarga Afi sangat bahagia mendengar semua itu

*********************************

Quotes

“Mencintailah seseorang dengan hati yang tulus karena akan membuahkan hasil yang begitu sempurna, janganlah pernah menyakiti hari seseorang yang kita cintai jagalah dia sebaik mungkin”

"Persahabatan sejati tidak diukur dari seberapa sering kalian bersama, tetapi dari seberapa dalam kalian saling mengerti."

"Seorang sahabat adalah hadiah yang kita berikan kepada diri kita sendiri."

.

.

.

l

Happy Reading

Tolong Komentarnya guys buat semangatin authornya biar nggak loyo 🤭🤭

Episodes
1 Perkenalan
2 Asrama Pondok
3 Taman
4 Berkumpul Teman
5 Di Sekolah
6 Suasana Hati
7 Pov Afi dan Family
8 Rumah Nenek
9 Ujian Akhir Sekolah
10 Lanjut Part
11 Pengumuman Kelulusan
12 Pov Vicky dan Wahid
13 Tetangga Julid
14 Pagi Hari (Jogging)
15 Puncak Wisuda
16 Bertamu ( Pasang Cincin )
17 POV Reni
18 Kembali Pondok
19 Berlanjut
20 Bahagia
21 Masa Lalu Afi
22 Acara Pondok
23 Kembali Kerumah
24 Rencana Berlibur
25 Pantai
26 Liburan Telah Usai
27 Perhatian Calon Mertua
28 Part...
29 Keberangkatan
30 Kairo
31 Apartement Sahabat
32 Nyaman
33 Pulang Ke Indonesia
34 Pindah Rumah
35 K.C.S.S.M
36 Suasana Kantor Baru
37 Bertemu Sahabat
38 Cemburu
39 Kotak Musik
40 24 Jam Bersama
41 Kejutan
42 Kecelakaan
43 Kritis
44 Pemakaman
45 BayanganMu
46 Memakai Cadar
47 Bermimpi
48 Kedatangan Pacar Bos
49 Dasar Lonte
50 Pertemuan Tak Terduga
51 Keputusan Yang Terbaik
52 Perasaan Yang Tersembunyi
53 Kumpul Kembali
54 Panggilan Telepon
55 Perubahan dan Harapan Baru
56 Pertunangan Sahabat
57 Pertemuan Keluarga
58 Meminta Restu
59 Fitting Baju Pengantin
60 Sesuai Janji
61 Keputusan yang Sulit
62 Rindu
63 Pulang Kerumah Pak Suami!!
64 Harapan Baru
65 Keputusan Yang Bijak
66 Pernikahan Sahabat
67 Malam Pertama
68 Kebahagiaan
69 Semangat Untuk Berjalan
70 Keinginan Untuk Bekerja
71 Pondok Pesantren
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Perkenalan
2
Asrama Pondok
3
Taman
4
Berkumpul Teman
5
Di Sekolah
6
Suasana Hati
7
Pov Afi dan Family
8
Rumah Nenek
9
Ujian Akhir Sekolah
10
Lanjut Part
11
Pengumuman Kelulusan
12
Pov Vicky dan Wahid
13
Tetangga Julid
14
Pagi Hari (Jogging)
15
Puncak Wisuda
16
Bertamu ( Pasang Cincin )
17
POV Reni
18
Kembali Pondok
19
Berlanjut
20
Bahagia
21
Masa Lalu Afi
22
Acara Pondok
23
Kembali Kerumah
24
Rencana Berlibur
25
Pantai
26
Liburan Telah Usai
27
Perhatian Calon Mertua
28
Part...
29
Keberangkatan
30
Kairo
31
Apartement Sahabat
32
Nyaman
33
Pulang Ke Indonesia
34
Pindah Rumah
35
K.C.S.S.M
36
Suasana Kantor Baru
37
Bertemu Sahabat
38
Cemburu
39
Kotak Musik
40
24 Jam Bersama
41
Kejutan
42
Kecelakaan
43
Kritis
44
Pemakaman
45
BayanganMu
46
Memakai Cadar
47
Bermimpi
48
Kedatangan Pacar Bos
49
Dasar Lonte
50
Pertemuan Tak Terduga
51
Keputusan Yang Terbaik
52
Perasaan Yang Tersembunyi
53
Kumpul Kembali
54
Panggilan Telepon
55
Perubahan dan Harapan Baru
56
Pertunangan Sahabat
57
Pertemuan Keluarga
58
Meminta Restu
59
Fitting Baju Pengantin
60
Sesuai Janji
61
Keputusan yang Sulit
62
Rindu
63
Pulang Kerumah Pak Suami!!
64
Harapan Baru
65
Keputusan Yang Bijak
66
Pernikahan Sahabat
67
Malam Pertama
68
Kebahagiaan
69
Semangat Untuk Berjalan
70
Keinginan Untuk Bekerja
71
Pondok Pesantren

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!