Tetangga Julid

*********************

Berbeda di ruangan kamar Faria menatap langit berwarna gelap , dia sedang memikirkan sesuatu yang akhir ini kerap gundah di dalam hatinya dia sangat takut apabila berjauhan dengan keluarganya dan semua orang yang dia cintai, tapi apalah daya itu semua harus dia hapus karena dia ingin meraih cita – cita yang dinginkan membahagiakan kedua orang tuanya.

Disaat dia merenung semua itu pasti ada kebahagiaan yang akan datang dengan penuh keyakinan Faria tetap semangat dengan keputusan nya , beberapa jam pun berlalu tak lama kemudian sahabat nya pun datang kerumah nya sekedar untuk saling curhat karena sahabatnya jenuh berada didalam rumah seharian .

Tok

Tok

Tok

" Assalamualaikum Faria , ini aku Reni sepada " "Ucap Reni sambil berteriak mengetuk pintu rumah Faria.

" Waalaikum salam sebentar " Jawab Umi Faria sambil membukakan pintu rumah

" Kamu toh Reni, masuk nduk sebentar Umi panggilkan Faria ya duduk aja dulu " Ucap Umi sambil mempersilahkan Reni.

" Iya Umi makasih " Jawab Reni sambil mencium tangan Umi

Tap

Tap

Tap

" Faria kamu didalam nak ?

Di luar ada Reni " Tanya Umi sambil mengetuk pintu kamar

" Iya bentar Umi Faria keluar " Jawab Faria membuyarkan lamunan nya dan membuka nya

" Iya sudah , umi ke dapur dulu buat minuman dan cemilan ya kamu turun temui dulu " Ucap Umi sambil berjalan kearah dapur.

" Iya Umi " Jawab Faria

Tap

Tap

Tap

" Hei Ren ? tumben main kerumah ada apa kangen ya ? " Sapa Faria sambil terkekeh lirih

" Hahahaha , iya aku sama sahabat satu aku ini makanya kesini main ke rumahmu " Jawab Reni sambil menoleh kearah Faria

" YE ye ye , kamu ini ya pasti nya dirumah lagi jenuh kan makanya kangen tak biasanya main jam segini " Ucap Faria meledek nya.

" Iya Far aku suntuk dirumah apalagi orangtuaku menyuruh untuk lanjutin kuliah " Jawab Reni sendu

" Kenapa kamu sedih gitu toh itu semua buat kebaikan dirimu juga kan, apa susahnya buat kamu dengerin mereka Ren ? " Tanya Faria sambil mengelus lengan tangan Reni

" Iya gimana ya Far , aku kepikiran apalagi kita bentar lagi tempat kuliah nggak kira bareng kan aku takut nggak ada teman dan bantu aku " Jawab Reni

" Kan kita masih sharing lewat telepon , kalau kamu kesusahan tentang materi perkuliahannya bisa langsung hubungi aku aja " Ucap Faria

sambil meyakinkan dengan nada lembut.

" Janji kamu selalu bantu aku ya, aku nggak bisa jauh dari sahabatku " Ucap Reni sambil memeluknya

" Iya aku janji , udah jangan sedih gini " Jawab Faria melerai pelukannya

Beberapa menit kemudian Umi datang ke arah ruang tamu membawa minuman dan makanan kesukaan mereka berdua.

" Ini nak jus alpokatnya dan

,kesukaan kalian di minum ya ? " Ucap Umi sambil meletakkan di meja

" Iya umi makasih, kenapa jadi merepotkan gini . Hehehe " Jawab Reni tertawa lirih

" Nggak repot kok , orang kamu juga jarang main ke rumah ini " Ucap Umi tersenyum manis

" Iya umi , soalnya aku sibuk sama adikku jemput adik ngaji juga " Jawab Reni jujur.

" Oalah iya sudah umi masuk kedalam dulu ya, lanjutin aja ngobrolnya . Faria ajak Reni buat di cemil ya ? " Ucap Umi sambil tersenyum manis

" Iya umi ku sayang " Jawab Faria tersenyum.

" Ren , makan tu cemil kesukaanmu itung2 buat mood stress mu hilang !! " Ucap Faria

" Hahahaha, iya juga ya pasti enak ni mah buatan umi Zulaeha " Jawab Reni tertawa.

" Hush !! Jangan keras-keras kalau panggil namanya ntar di petuk sama sapu kapok kamu " Tegur Faria sambil membungkam mulut nya

" Hehehe , iya iya keceplosan " Jawab Reni sambil mengambil camilan nya.

Mereka mengobrol sambil ketawa ketiwi, pikiran jenuh Reni pun hilang dengan candaan.

Beberapa kemudian Faria mengajaknya untuk lanjut mengobrol di kamar takut mengganggu para tetangganya yang sedang istirahat yang ada nanti mereka julid seperti wartawan tak bertulang.

" Ren , ayo ngobrolnya lanjut dikamarku sepeda mu udah dikunci kan ? " Ajak Faria sambil menggandeng tangan Reni

" Eh iya ayo Faria , udah aku kunci tenang aja aman tadi langsung aku masukkan keatas teras kok " Jawab Reni

" Iya sudah aman kalau taruh di teras atas " Ujar Faria

" Oiya Far , mau tanya boleh nggak ? " Tanya sambil memainkan jari tangannya

" Mau tanya apa Ren, kalau aku bisa jawab pasti aku jawab kok ? " Jawab Faria

" Heheehe, kamu sama anak pesantren itu masih lanjut kah ? Dengar – dengar kata Wahid kamu lebih dekat sama dia ya ? " Ucap Reni hati – hati

" Huft, iya Ren kita udah lama kenal juga apa salahnya aku coba terima dia toh kalau jodoh pasti ada jalan nya kan ? " Jawab Faria dengan menghela nafas berat nya.

" Hehehe iya juga sih, tapi dia beneran kan nggak mempermainkan kamu Far ? Tanya nya.

" Alhamdulillah sejauh ini sih nggak Ren, emang kenapa ? " Jawab Faria tanya balik kepadanya

" Iya nggak kenapa sih tapi kamu udah cerita kalau di terima di universitas Kairo Far ? " Ucap Reni

" Aku nggak cerita sih Ren tapi dua sahabat nya itu sudah koar – koar sama dia kemaren jadi tau kalau mau kuliah " Jawab Faria lirih

" Terus gimana menurut dia Far , masak iya kalian mau Ldr gitu sih ? " Tanya Reni

" Kalau kata dia sih nggak papa yang penting selalu percaya satu sama lain dan menjaga hati masing-masing " Jawab Faria tersenyum.

" Alhamdulillah kalau dia berpendapat seperti itu, semoga aja cinta kalian langgeng ya ? " Ucap Reni

" Iya Reni semoga aja , kita serahkan semua kepada Allah " Jawab Faria terseyum.

" OIya Far, kedua orang tuamu udah tau kah tentang kalian ini ? " Tanya Reni kepo

" Alhamdulillah mereka tau soalnya aku udah cerita semuanya, yang terpenting Afi nggak nyakitin hati aku dan bisa jaga aku tapi menurut kedua orangtuaku konsentrasi dulu sama kuliah kalau memang berjodoh pasti akan indah pada waktunya !! " Jawab Faria

" Iya juga sih Far, tapi aku salut sama Afi loh ya bisa naklukin gadis seperti kamu yang susah banget buat dekat sama cowok " Ucap Reni

" Heheehe, dia itu pengertian dan dewasa pemikirannya sih menurutku gitu Afi juga cerita masa lalu nya mulai awal sampai akhir " Jawab Faria tertawa lirih .

" Emang dia punya masa lalu apa Far ? " Tanya Reni menelisik kepada Faria.

" Dia dulu nya itu suka mempermainkan hati seorang cewek, balapan motor, sama minuman gitu aku aja kaget pas dia cerita seperti itu " Jawab Faria

" Hah, kamu serius dia seperti itu " Sahut Reni

cengoh menatap Faria kaget karena dia pikir seorang Afi santri seperti yang lainnya Sholeh dan tidak kelam gitu.

" Iya Ren ngapain juga aku bohong , orang dia cerita yang sesungguhnya " Jawab Faria tidak berbohong.

" Ya Allah gitu kamu terima Faria , kamu yakin kalau dia berubah aku takutnya dia ngelakuin hal yang macam – macam sama kamu " Ucap Reni

" Alhamdulillah akhir ini dia aku lihat banyak perubahan , Vicky juga bilang dia berubah meskipun di asrama mengkaji nya rajin tidak seperti dulu pas awal masuk pondok " Jawab Faria

" Berarti dia berubah saat sudah ketemu dengan kamu Far, kamu hebat bisa merubahnya jauh lebih baik aku bangga punya sahabat seperti kamu " Ucap Reni sambil menggenggam tangan Faria.

" Hehehe biasa aja kali Ren, dia berubah pasti bukan karena aku kok " Jawab Faria yakin

" Aku yakin dia berubah karena sudah terlalu bucin sama kamu Faria " Ucap Reni tersenyum.

" Iya nggak paham juga aku Ren kita lihat nanti aja jalani dulu " Jawab Faria

Beberapa jam kemudian , mereka asyik saling curhat satu sama lain tak terasa ada bunyi telepon dari Afi.

Drrrrrrrrrt

Drrrrrrrrrt

Drrrrrrrrrt

" Far, handphone kamu bunyi tu ? " Ucap Reni

" Eh iya siapa ya malam gini telepon " Jawab Faria

sambil mengambil Hp di atas laci.

" Siapa Far yang nelvon ? " Tanya Reni sesikit penasaran.

" Kak Afi Ren yang nelvon , aku angkat dulu ya ? " Jawab Faria . Reni pun menganggukan kepalanya mengiyakan.

Kak Afi

Assalamualaikum hubby ?

Faria

Waalaikumsalam kak , ada apa kak ?

Kak Afi

Nggak ada Cuma kangen aja seharian ini kan Cuma chat aja, oiya lagi ngapain jam segini tumben belum tidur ?

Faria

Hem, ini lagi curhat sama sahabat ku Reni kak !!

Kak Afi

Oalah kirain lagi mikirin aku hehee

Oiya acara wisudanya itu pas malam minggu ya ?

Faria

Iya kak , kakak jadi datang kah ?

Kak Afi

Iya dong jadi apalagi acara yang special

Oiya hubby ngomong-ngomong duet sama Vicky ya di acara itu ?

Faria

"Blush seketika diseberang telepon sana wajah Faria merona kepiting rebus"

Loh loh kok kak Afi tau sih kalau aku duet sama dia hayo lagi cari info ya ?

Kak Afi

Hehehe iya aku tau dari dia sendiri tadi, Vicky minta ijin boleh duet bareng hubby gitu ?

Faria

Ya Allah Vicky ini ya ada aja kelakuannya , terus kak Afi jawab apa ?

Kak Afi

Iya aku jawab iya nggak papa asal jangan pegang tangan.

Faria

Mana boleh pegang tangan kak , aku pun tidak mau kan bukan muhrim juga hehee.

Kak Afi

Kalau sama aku gimana hubby ?

Bolehkah ?

Faria

Kita aja nikah belum kak kalau sekedar bersalaman tidak apa-apa..

Kak Afi

Iya sudah sekarang aja kita ke KUA gimana hubby?

Faria

Ini udah malam KUA tutup kak Afi!

Kak Afi

Hehehe, iya besok aja pagi kita ke KUA

Gimana ayo ?

Faria

Minta restu dulu aja belum main srobot ke KUA kak !!

Kak Afi

Iya udah aku kerumah kamu minta restu langsung pasti dikasih lampu hijau.

Faria

Coba aja kalau berani kak !!

Kak Afi

Oke aku buktikan semua omongan ku ini ya , nggak bakalan ingkar kalau sudah bicara loh ya ?

Faria

Hehehe iya terserah kak Afi aja dah

Udah dulu ya kak nggak enak kalau lama telponnya sahabatku ditinggal ngobrol.

Kak Afi

Eh iya lupa kalau ada sahabatmu itu ya sudah aku tutup dulu ya ? jangan lupa sholat malam dan mimpi indah hubby.

Faria

Iya kak siap.

Wassalamualaikum kak Afi ?

" Cie, cie yang dapat telpon dari pujaan hati senang banget ni ya ? " Ucap Reni meledek nya

" Hehehehe , kamu ini ya biasa aja kok " Jawab Faria tersipu malu.

" Tiap hari telvon kah ? " Tanya Reni

" Iya Ren, tapi jarang aku angkat mungkin Cuma aku chat aja sih " Jawab Faria

" Loh kenapa ? " Tanya nya

" Ya nggak papa sih aku nya aja kadang bosan pegang handphone terus kan risih gitu loh " Jawab Faria

" Oalah kirain kenapa Far " Ucap Reni sambil menganggukan kepala nya.

" Ini udah malam kamu mau nginap sini aja tah ? Kan besok kita libur " Ucap Faria

" Kayak nya sih iya Far nginap sini aja dah , biar aku Chat mama ku dulu ya ? " Jawab Reni mengambil hpnya di dalam tas kecil

"Iya sudah yang penting ijin dulu kalau nggak boleh nanti aku antar pulang sama ayahku juga nggak papa Ren " Ucap Faria tersenyum

" Pasti boleh lah nginap kamu ini ya " Jawab Reni

Beberapa menit pun tidak ada balasan dari mama mnya, akhirnya Reni menelpon dan mama nya memperbolehkan menginap dirumah Faria

Gimana boleh kan Ren ? Tanyanya

" Iya boleh nginap kok, asal jangan bangun siang !! Hehehe . " Jawab Reni sambil tertawa lirih

" Alhamdulillah kalau boleh nginap aku jadi ada teman tidurnya juga " Ucap Faria

" Iya sudah ayo kita tidur , besok kita joging gimana mau kan kamu ke taman pagi-pagi ? " Jawab Reni

" Mau lah , asal ada teman jogging pasti berangkat " Ucap Faria tersenyum manis

" Iya sudah ayo tidur !! jangan lupa besok pagi bangunin aku ya takutnya kesiangan " Jawab Reni sambil menarik selimut tebal

" Heheehe oke siap tuan putri " Sahut Faria tertawa.

Saat Reni sudah terlelap, Faria melangkahkan kakinya kearah dapur karena air diatas laci nya sudah habis terpaksa dia mengisi ulang di dapur ternyata ada Umi yang sedang beresin piring dan alat dapur lain nya.

" Eh umi kok belum tidur jam segini lagi mau masak kah buat besok ? " Ujar Faria

" Enggak kok nak, ini Cuma beberes aja

Oiya Reni apa menginap disini ? " Jawab Umi

" Iya Umi dia menginap sini, itu sudah tidur besok kita mau jalan pagi ke taman boleh ya? " Ucap Faria meminta ijin kepada nya

"Dia udah ijin belum sama kedua orang tuanya nak? Iya boleh kok tapi hati-hati dijalan ya ? " Tanya Umi

" Tadi udah nelvon mama untuk meminta ijin kok Umi .

Oke siap laksanakan !! " Jawab Faria sambil memberikan hormat kepadanya.

" Iya sudah Umi masuk kamar dulu ini udah selesai " Ucap Umi sambil berjalan menuju kamarnya

" Iya Umi, selamat tidur mimpi indah ya " Jawab Faria terseyum.

" Iya anakku sayang " Jawab Umi sambil berjalan.

Faria pun berjalan menuju kamar nya sendiri , bergegas untuk istirahat tak lupa dia menyempatkan sholat sunnah 2 rakaat  setiap mau tidur malam setelah sholat dan mengaji dia pun tidur .

*******************************

Quaotes 

"Jangan melempar batu ke tetanggamu jika jendelamu sendiri terbuat dari kaca." 

Jadi janganlah memperjelekkan setiap langkah seseorang yang disekitarmu, semua ucapan jelek akan kembali pada dirimu sendiri

********************************

Happy Reading guys💕💕💕💕

Terpopuler

Comments

Ilyas

Ilyas

Lanjut Kak ditunggu updatenya💕💕🙏

2024-06-28

0

Alfian

Alfian

😆😆😆😆

2024-06-28

0

lihat semua
Episodes
1 Perkenalan
2 Asrama Pondok
3 Taman
4 Berkumpul Teman
5 Di Sekolah
6 Suasana Hati
7 Pov Afi dan Family
8 Rumah Nenek
9 Ujian Akhir Sekolah
10 Lanjut Part
11 Pengumuman Kelulusan
12 Pov Vicky dan Wahid
13 Tetangga Julid
14 Pagi Hari (Jogging)
15 Puncak Wisuda
16 Bertamu ( Pasang Cincin )
17 POV Reni
18 Kembali Pondok
19 Berlanjut
20 Bahagia
21 Masa Lalu Afi
22 Acara Pondok
23 Kembali Kerumah
24 Rencana Berlibur
25 Pantai
26 Liburan Telah Usai
27 Perhatian Calon Mertua
28 Part...
29 Keberangkatan
30 Kairo
31 Apartement Sahabat
32 Nyaman
33 Pulang Ke Indonesia
34 Pindah Rumah
35 K.C.S.S.M
36 Suasana Kantor Baru
37 Bertemu Sahabat
38 Cemburu
39 Kotak Musik
40 24 Jam Bersama
41 Kejutan
42 Kecelakaan
43 Kritis
44 Pemakaman
45 BayanganMu
46 Memakai Cadar
47 Bermimpi
48 Kedatangan Pacar Bos
49 Dasar Lonte
50 Pertemuan Tak Terduga
51 Keputusan Yang Terbaik
52 Perasaan Yang Tersembunyi
53 Kumpul Kembali
54 Panggilan Telepon
55 Perubahan dan Harapan Baru
56 Pertunangan Sahabat
57 Pertemuan Keluarga
58 Meminta Restu
59 Fitting Baju Pengantin
60 Sesuai Janji
61 Keputusan yang Sulit
62 Rindu
63 Pulang Kerumah Pak Suami!!
64 Harapan Baru
65 Keputusan Yang Bijak
66 Pernikahan Sahabat
67 Malam Pertama
68 Kebahagiaan
69 Semangat Untuk Berjalan
70 Keinginan Untuk Bekerja
71 Pondok Pesantren
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Perkenalan
2
Asrama Pondok
3
Taman
4
Berkumpul Teman
5
Di Sekolah
6
Suasana Hati
7
Pov Afi dan Family
8
Rumah Nenek
9
Ujian Akhir Sekolah
10
Lanjut Part
11
Pengumuman Kelulusan
12
Pov Vicky dan Wahid
13
Tetangga Julid
14
Pagi Hari (Jogging)
15
Puncak Wisuda
16
Bertamu ( Pasang Cincin )
17
POV Reni
18
Kembali Pondok
19
Berlanjut
20
Bahagia
21
Masa Lalu Afi
22
Acara Pondok
23
Kembali Kerumah
24
Rencana Berlibur
25
Pantai
26
Liburan Telah Usai
27
Perhatian Calon Mertua
28
Part...
29
Keberangkatan
30
Kairo
31
Apartement Sahabat
32
Nyaman
33
Pulang Ke Indonesia
34
Pindah Rumah
35
K.C.S.S.M
36
Suasana Kantor Baru
37
Bertemu Sahabat
38
Cemburu
39
Kotak Musik
40
24 Jam Bersama
41
Kejutan
42
Kecelakaan
43
Kritis
44
Pemakaman
45
BayanganMu
46
Memakai Cadar
47
Bermimpi
48
Kedatangan Pacar Bos
49
Dasar Lonte
50
Pertemuan Tak Terduga
51
Keputusan Yang Terbaik
52
Perasaan Yang Tersembunyi
53
Kumpul Kembali
54
Panggilan Telepon
55
Perubahan dan Harapan Baru
56
Pertunangan Sahabat
57
Pertemuan Keluarga
58
Meminta Restu
59
Fitting Baju Pengantin
60
Sesuai Janji
61
Keputusan yang Sulit
62
Rindu
63
Pulang Kerumah Pak Suami!!
64
Harapan Baru
65
Keputusan Yang Bijak
66
Pernikahan Sahabat
67
Malam Pertama
68
Kebahagiaan
69
Semangat Untuk Berjalan
70
Keinginan Untuk Bekerja
71
Pondok Pesantren

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!