Semua yang melihat Lenka menang merasa begitu tak masuk akal . Secara logika pasti Ritika yang menang tapi menagapa Lenka yang baru berlatih beberapa kali bisa menang.
Setelah Lenka berhasil mengalahkan Ritika , Lenka tak lantas merasa sombong. Lenka segera meminta maaf setelah Ritika sadar.Sebelum meminta maaf Ritika justru yang terlebih dulu mengapresiasi kehebatan Lenka.
"Lenka, kamu begitu hebat. Aku terlalu meremehkanmu. Jika kamu berminat ini kartu akses klub judo jika kamu ingin meneruskannya menjadi atlet" Ucap Ritika sambil menyodorkan kartu Gold untuk atlet
"terimakasih Ritika" Senyum Lenka
Kali ini dirinya benar benar bingung manggapi semua respon dari para rekannya. Yang ada dalam pikirannya adalah misi untuk membalaskan dendam kepada Felix pembunuh kedua sahabatnya. Kekuatan penuh mengalir bagai sengatan listrik di dalam tubuhnya. Membuatnya full power dan cepat menguasai materi yang bagi teman temannya sulit namun terasa mudah baginya.
Dibalik identitas nya saat ini tersembunyi berbagai rahasia yang tak semua orang tahu.
Dimasa kecil Lenka yang begitu keras penuh akan tekanan. Lenka kecil telah dilatih menjadi tentara bayaran. Ayah Ibu Lenka merupakan seorang intelegen Negara Rusia.
Saat Lenka akan memasuki Sekolah Dasar mereka terbunuh dalam misinya. Itulah mengapa Ayah Ibu Lenka melatihnya menjadi petarung kuat semenjak umur 3 tahun. Entah seberapa besar beban yang ditanggungnya.
Kemudian Lenka di adopsi oleh salah seorang pensiunan militer As yaitu Libero Taran. Nama belakang Taran ia dapatkan dari ayah tirinya.
Lenka akhirnya disekolahkan ke Rusia mulai sekolah dasar sampai sekolah menengah atas kemudian dilanjutkan ke akademi militer sniper angkatan darat Rusia.
Libero berpesan kepada Lenka, jangan pernah merasa arogan walaupun sudah menguasai bidang bela diri dan senjata militer. Harus berpura pura polos, dan bila sudah menikah barulah tampak kan jati diri sesikit demi sedikit.
Libero terus mengawasi semua proses Lenka dari awal belajar beladiri sampai merakit bom. Semua telah Lenka kuasai sebelum ke Rusia.
Sesekali Libero menelepon Lenka di telepon umum agar tidak ada yang mengetahui bahwa Libero yang merupakan Jendral kebanggaan AS pindah ke Rusia.
Semua anggota militer telah mencari keberadaan Libero agar bisa mengajari para tentara junior di AS. Namun semua temannya tak menemukan keberadaan Libero.
Libero pun diam diam pindah kewarga negaraan Rusia. Dan mengganti seluruh identitasnya menjadi Snorke Poskysov merupakan nama Rusianya saat ini.
Tentang pernikahannya Lenka telah mengabari Libero lewat surat dan mengirimnya kepada Libero beberapa hari yang lalu yang berisikan
Ayah ,
Aku merindukanmu. Andai Ayah datang ke pernikahanku pastilah aku sangat bahagia. Namun Ayah hanya tidak mungkin datang sebagai Waliku karena Ayah merahasiakan identitas Ayah.
Ayah putrimu telah menjadi seorang istri dari Joey William Howards. Berikanlah restumu kepadaku.
Semoga Ayah sehat selalu. Jangan keseringan merokok. Karena tak baik untuk kesehatan.
Bolehkah aku bercerita kepada suamiku tentang Ayah. Jika boleh balaslah suratku.
Dari Lenka Taran
Putri kesayangan mu
Saat membaca surat dari putrinya. Libero meneteskan air matanya. Begitu ingin sekali dirinya menemui putrinya. Tetapi Xavier juga ada disana. Bila ketahuan dirinya kabur dari AS pastilah dia marah besar.
Tetapi Xavier merupakan teman latihan perang saat di Camp AS. Xavier selalu membantunya saat sedang kesulitan.
Dari kabar yang dia dengar Xavier berkali kali terbang ke AS untuk mencari keberadaan Libero sahabatnya.
Pada saat itulah Libero telah pergi ke Rusia dan mengganti identitasnya. Tidak ada yang mampu melacak alamat rumah Libero saat ini. Karena Libero telah memasang virus di laman pencarian data dirinya.
Sekarang Libero ingin keluar dari tempat persembunyiannya dan akan menemui sahabatnya Xavier.
"aku harus menemui putriku dan Sahabat sekaligus besan ku" Ucap Libero sambil meneteskan air mata nya
Setelah itu Libero segera memberesi baju bajunya dan menaruhnya di dalam koper dan segera menaiki mobil bersama sopir pribadinya menuju ke Markas Militer Sniper Pusat.
Perjalanan di tempuh sekitar 3 Jam lamanya. Di tengah perjalanan Libero mampir ke toko oleh oleh dan membawa banyak makanan. Tak lupa membelikan keju besar untuk putrinya juga membawakan perhiasan untuk putrinya. Juga buket uang sebanyak 1000 dollar. Setelah itu membelikan jaket kulit kesukaan sahabatnya Xavier.
Entah seperti apa Xavier saat ini. Dirinya juga begitu penasaran. Dulu sering bergurau di bawah pohon besar dekat sungai yang mengalir dekat markas sniper. Membuatnya teringat kenangan bersama sahabatnya Xavier.
Tak lama kemudian Libero telah sampai di depan pintu gerbang markas pusat. Tentara patroli pun menanyakan identitasnya.
"Selamat siang tuan. Adakah kartu penduduk anda. Dan apakah saya boleh tau anda ingin bertemu dengan siapa ?" Tanya tentara patroli gerbang
"aku ingin bertemu dengan anakku Lenka Taran" Sahut Libero
"oh Pratu Lenka Istri Mayor Joey" Ucap tentara patroli
"iya benar, sampaikan padanya aku datang" Ucap Libero pada tentara patroli yang sedang menghubungi Lenka
Lenka yang sehabis latihan kini menuju kamarnya ingin mengelap keringatnya sehabis latihan di tempat anggota atlet judo.
Tiba tiba ponsel Lenka berbunyi dan Lenka pun segera mengangkat ponselnya .
📞"Selamat siang Pratu Lenka, ayah anda ingin menemui anda. Sekarang sedang menunggu anda di gerbang. Saya buka gerbang atau diluar saja ?" Tanya tentara patroli
📞"bukakan gerbang dan langsung ke tempat Jendral Xavier aku akan kesana" Jawab Lenka
Lenka segera mematikan teleponnya dan segera menuju ke kediaman pamannya Xavier.
Ting Tung
Suara bel dari pintu membuat Xavier yang tidur di sofa langsung terbangun dan membukakan pintu.
Ceklek Kriett !
"oh Lenka , ada apa kesini. Mari masuklah dan makan." Ucap Xavier menawari Lenka
"paman, aku ingin mengatakan bahwa Ayahku Snorke Poskysov datang kemari. Bolehkah langsung ke rumah paman saja karena kamarku belum aku beresi" Ucap Lenka
"iya boleh Lenka.Dimana dia sekarang?" Tanya Xavier
"Ia sedang berada di luar gerbang dan tadi sudah dibukakan. Dia menuju kemari paman" Ucap Lenka
"oh baiklah akan aku siapkan makanan kalau begitu" Ucap Xavier
Tin Tin
Suara bel mobil Pajero yang berada di halaman Upacara membuatnya segera menuju kesana dan melambaikan tangan dari jauh.
"Pak segera menuju ke arah Lenka ya" Ucap Libero pada sopir pribadinya
"baik Tuan Snorke" Jawab sopir
Setelah berada di halaman Xavier. Libero pun turun dari mobilnya. Betapa kagetnya Xavier melihat sahabatnya yang selama ini ia cari ke Amerika kini datang dengan sendirinya ke hadapannya.
Lenka pun langsung berlari menuju ke arah Ayahnya. Dengan berlari sambil memeluk ayahnya erat erat.
" Ayahhhhh" Teriak Lenka yang langsung memeluk Ayahnya
"Lenka bagaimana keadaanmu nak" Ucap Libero
"aku baik baik saja Ayah. Apa Ayah masih sering merokok?" Tanya Lenka
"tidak sayang Ayah sudah setahun berhenti merokok demi putri kesayangan Ayah" Ucap Libero
"hmm syukurlah" Ucap Lenka
Kemudian Xavier segera mempersilahkan Libero masuk. Xavier berpura pura tak mengenal Libero.
"Mari masuk pak," Ucap Xavier menyimpan amarah pada Libero
Libero pun berpikir apakah sahabatnya sudah lupa kepadanya. Ataukah cuma pura pura saja.
"Oh baiklah Tuan" Ucap Libero
Lenka pun segera memperkenalkan Ayahnya kepada Xavier. Namun reaksi Xavier benar benar seperti tak menegenal Libero
"Paman ini Ayahku Snorke Poskysov" Ucap Lenka sembari menempelkan tubuhnya pada ayahnya
"perkenalkan saya Xavier Howard. Paman dari suami Lenka." Sahut Xavier sembari tersenyum
"Tuan Xavier ini untuk anda. Jaket kulit dari Milan." Ucap Libero
"Terimakasih tuan Snorke" Ujar Xavier yang berkaca kaca
Ternya Libero masih mengingat ucapan terakhir tentang apa yang paling ia inginkan.
"Silahkan cicipi hidangan yng saya sajikan" Ucap Xavier
Ternyata di meja Xavier menyajikan pizza buatan rumah kesukaan Libero. Entah kebetulan ataukah dia mengetahui kedatangan dirinya sedari awal.
"Tuan Libero bisakah saya berdiskusi sesuatu kepada anda di taman belakang" Ucap Xavier
Libero pun segera mengekor di belakang Xavier. Dan dengan segera Xavier meluapkan emosinya dengan menangis berderai air mata dan menanyakan tentang Libero yang tak pernah mengunjunginya sama sekali.
"Libero apa kamu begitu kejam padaku" Ucap Xavier yang membelakangi Libero
"Xavier maafkan aku, karena aku menyembunyikan identitasku. Agar tak di jadikan intel di masa tua ku" Ucap Libero memohon maaf pada sahabatnya
"berkali kali aku mencarimu.Aku berharap bisa menemukanmu. Dan ternyata kamu telah kabur ke Rusia tanpa memberi tahu aku." Ucap Xavier menahan emosi
"aku tak bermaksud demikian Xavier." Sambil membalikkan badan Xavier dan memeluknya dan menangis bersama
"aku berniat memberimu hadiah saat itu. Aku telah membuat kalung persahabatan dari kayu dan mengukir nama kita. Aku ingin memberikannya saat kau akan pulang ke Washington DC. Tapi saat aku bangun pagi kamu sudah tak ada jejak. Sudah 20 Tahun kamu tak mengabariku sama sekali aku kira kamu meninggal." Ucap Xavier
"bodoh bodoh sekali kamu menduga aku mati. Ayolah jangan melow begini. Kamu yang periang tak cocok bila menangis" Ucap Libero menepuk nepuk bahu sahabatnya dan melepas pelukan Xavier
"Libero bodoh.Ini ekspresi rindu sahabat kau tau." Ucap Xavier
*
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments