Di malam hari yang sepi para pembelot negara berencana menghancurkan militer sniper agar sniper tidak lagi mengganggu bos mereka yang baru saja bebas dari penjara . Siapa lagi kalau bukan felix Yuan .
" akhirnya aku bebas setelah 2 tahun lamanya dengan suap yang rutin aku berikan pada sipir di sana . Mereka akhirnya tunduk padaku " Ucap Felix yang lega setelah keluar dari tahanan
Jacob yang begitu setia segera memayungi bos nya yang baru saja keluar dari penjara.
" Jacob , kita hari ini akan menyabotase markas Sniper si pak tua Xavier . Atau kita bunuh sekalian si pak tua menjengkelkan itu " Felix berkata dengan sombongnya
"baiklah bos , tapi apa yang akan kita lakukan bos . Apakah menculik, atau membunuh ?" Tanya Jacob
" aku ingin semua anak buah kita menembak para prajurit. Kita lakukan di malam hari " Ucap Felix sambil menyalakan rokoknya
Jacob pun segera menyuruh anak buahnya mengambil pesanan senjata laras panjang dari Amerika beserta 30 juta unit amunisi . Dan tak lupa membeli senjata tajam berkoper koper yaitu pisau lipat juga senjata tajam Cakar harimau yang dipakai di tangan.
Mereka segera menurunkannya dari truk kontainer . Setelah menurunkannya mereka segera mengepak semua pluru maupun senjata tajam ke dalam mobil .
Mereka segera memakai pakaian serba hitam juga topeng agar tidak ada yang mengenali mereka .
Tepatnya pukul 1.00 dini hari mereka segera melakukan pergerakan . Mereka menaiki mobil hitam Lexus yang di bawah kursi juga bagasinya penuh akan senjata tajam dan pistol .
" Semuanya menyebar tiap penjuru . Main rapi , dan segera pakai tak tik jepit rambut " Ucap Jacob lirih
" baik bos Jacob . Perlukah sarung tangan latex ? " Tanya anak buah Jacob
" iya benar jangan sampai menyentuh tubuh mereka dengan tangan , paham !! " Ucap Jacob yang sudah melompat ke gerbang markas sniper
Mereka segera menyebar ke segala kamar asrama termasuk kamar 2 pengantin baru yaitu Dirga dan Joey .
Mereka saat itu sedang melakukan aksi panas mereka di kamar masing masing . Namun alarm ultrasonik yang di pasang khusus di markas berbunyi .
Mereka berempat yang tengah bercocok tanam segera menyelesaikannya .
" ahh sial ada penyusup di tengah aktivitas nikmat ku ini " Ucap Joey kesal dan langsung mencabutnya dari sarah Lenka
" uhm sayang padahal aku hampir klimaks . Kalau begitu aku akan segera memakai baju tentara khusus yang flexibel . Sayang bolehkah aku bawa senjata rahasia markas yang oaling besar ? " Tanya Lenka
" boleh tapi berhati hatilah sayang " Ucap Joey
" baik sayang " Ucap Lenka terburu buru memakai baju dan membalikkan sofa mengambil senjata laras panjang seberat 15 kg
Bersamamaan dengan Lenka dan Joey yang keluar dari kamar . Semua pintu asrama telah terbuka . Mereka kalah telak dengan para penyusup yang begitu cepat .
Terlihat satu penyusup yang tersisa menaiki pagar Joey pun segera menembak tepat pada betisnya . Namun penyusup itu masih kuat menaiki pagar.
" Sial , tidak terkejar " Joey yang kesal dengan dirinya sendiri
" sayang aku akan mengecek semua kamar " Ucap Lenka
Lenka memasuki kamar asrama satu persatu betapa kagetnya mereka semua telah berlumuran darah tak bernyawa.
" ohh betaba malangnya mereka . Bila orang tua mereka menanyakan pasti akan sangat sedih mengetahui anaknya meninggal saat bertugas " Ucap Lenka meneteskan air matanya.
Dirga dan Dianna yang tengah berjalan terseok seok akhirnya mereka tergeletak di tanah dengan luka yang cukup parah di bagian perut .
" Dianna ........ ! " Teriak Joey
" Dirga ....... ! Teriak Lenka
Mereka segera berlari menghapiri mereka berdua yang telah berlumuran darah .
" Dirga sahabatku " Ucap Lenka yang memangku kepala Dirga di pahanya
" Lenka jangan menangis . Kamu jelek " Ucap Dirga
" Dirga maafkan aku " Ucap Lenka sesenggukan
" ini perbuatan Fe --" Ucapan Dirga terpotong dan matanya terpejam
Joey yang juga memangku kepala adiknya pun tak tahan melihat keadaan adiknya yang mengeluarkan darah dari mulutnya .
" Aku sayang kakak , Balaskan dendam ku pada Felix " Ucap Dianna menutup mata
" tidak , tidak Diannnn aa aaa aa aa aaa aaa " Teriak Joey menggema ke seluruh markas
Prajurit yang selamat segera menelepon ambulans dan tak lama setelah itu mereka datang dan segera mengecek seluruh anggota markas apakah sudah meninggal atau belum . Bagi yang meninggal mereka segera menutupinya dengan kain putih . Hal yang membuat Joey terpukul ketika kain putih menutupi tubuh adiknya . Karena hanya Dianna lah yang paling dia sayangi . Sedari kecil melindunginya sekuat tenaga . Dan kini harus pergi karena dirinya lalai tak berjaga melihat keadaan sekitar .
Kilas balik sebelum kejadian nahas itu . Dirga dan Dianna mendengar langkah kaki yang dan orang berbisik bisik di depan pintu kamarnya . Mereka yang sedikit curiga langsung mengambil senjata tajam di dekat laci kamar Dianna .
Mereka langsung membuka pintu dan meringkus kedua penyusup yang berpakaian serba hitam. Mereka sempat lumpuh dan berhasil membuka topeng para penyusup itu . Dirga yang sedikit familiar dengan wajah mereka . Terpikir bahwa itu adalah anak buah Felix yaitu Jacob yang mengikatnya di gudang terpencil di sudut kota .
Dianna cekatan pun segera menyayat urat nadi tangan salah satu penjahat namun Dianna gagal dan malah tertusuk senjata cakar harimau dan dengan sekuat tenaga Dianna menarik pelatuk pistol namun Dianna hanya mengenai telinganya . Dianna terjatuh belumuran darah .
Dirga yang tak tiggal diam ingin segera menolong Dianna namun sebelum menuju ke arah Dianna, Dirga juga tertusuk di bagian perutnya . Dengan sisa tenaga yang ada Dirga segera mengangkat tubuh istrinya untuk meminta pertolongan . Dan ketika hampir sampai di kamar Joey . Lenka saat itu mengetahui Dirga yang lemah segera menghampirinya namun semua terlambat karena Dirga telah kehabisan darah dan Dianna juga sekarat . itukah sedikit kronologi kejadian mereka sebelum tewas di tangan para anak buah Felix .
Kembali pada keadaan yang saat ini Dianna dan Joey tengah berkabung akan perginya Dianna dan Dirga juga teman prajurit yang lainnya .
Jendral Xavier segera memberikan perintah untuk membuat lahan pemakaman di dekat rumah Dinas miliknya . Xavier telah membelinya dari warga sekitar
HIMBAUAN SEMUA ANGGOTA MARKAS SEGERA MEMBANTU PENGUBURAN JENAZAH PARA PRAJURIT DAN ANGGOTA KELUARGA JENDRAL XAVIER SERDA DIANNA DAN DIRGA GARLAND
Suara speaker dari menara membuat Lenka makin sedih. Joey yang sedari tadi hanya diam membisu . Terus membantu membersihkan area kematian oara prajurit . Juga melihat kembali kamar Dianna . Dan Joey memeluk erat baju tugas Dianna dan meneteskan air mata .
Begitu pula Lenka yang begitu sedih akan kepergian sahabatnya Dirga membuatnya tak ingin keluar dari kamarnya . Namun Lenka ingin melihat sahabatnya dan adik iparnya terakhir kali sebelum dikebumikan .
Semuanya termasuk Jendral Xavier berlinang air mata . Hari ini semua helm para anggota militer yang tewas di taruh di atas makam .
Xavier juga menaruh helm keponakannnya yang sudah dia anggap seperti putrinya sendiri .
Joey langsung memeluk pamannya Xavier yang berlinang air mata .
"Maafkan aku paman yang tak bisa menjaga adikku . " Ucap Joey
"ini sudah takdir Tuhan Joey. Jangan menyalahkan dirimu sendiri" Ucap Xavier yang mencengkeram seragam Joey karena begitu sedih
*
*
*
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments