PHSK EPS 20 ~ SAHABAT KU KEMBALI

Lenka tak menyadari tentang paman dan ayahnya merupakan teman semasa menempuh pendidikan di militer. Lenka yang sedari tadi terus berpikir mengapa pamannya begitu lama di taman belakang bersama ayahnya.

Lenka pun melangkah pelan pelan dan sedikit mengendap mendengar percakapan paman dan ayahnya.

Setelah mendengar beberapa percakapan mereka ternyata paman dan ayahnya adalah sahabat satu akademi.

Lenka pun segera kembali ke tempat duduknya dan mulai lega karena sagat kebetulan sekali pamannya adalah sahabat dari Libero Taran ayahnya sendiri.

Tap

Tap

Tap

Suara langkah kaki mereka kembali menuju ke ruang tamu. Lenka segera bersikap normal layaknya tak mendengar percapan mereka.

"Ayah apakah ayah akan menginap disini atau pulang?" Tanya Lenka pada Libero

"aku disini saja, karena ingin merasakan semangat para cadet sniper." Ucap Libero

"oh baiklah ayah, aku akan kembali untuk latihan sore" Ucap Lenka

Lenka pun segera beranjak dan menuju ke lapangan tembak untuk latihan keakuratan.

Joey membimbing para sniper untuk latihan keakuratan. Bagi sniper yamg baru datang harus segera memilih senjatanya dan menempati posisi sesuai pangkat kemudian mengmbil senjata laras panjang yang telah disediakan.

Dar

Dar

Dar

Suara peluru yang terus meluncur mengenai kertas bergambar titik sasaran membuat para sniper begitu bersemagat.

Joey mengawasi para cadet satu persatu dan mereka hampir berhasil memenuhi keakuratan 97%.

Semangat mereka dalam menjaga keaman markas membuat semuanya segers terselesaikan hari ketiga para tentara cadet menbuat kemajuan yang sangat signifikan .

Kemudian tibalah giliran Lenka yang menembak. Dari yang semula begitu payah kata Joey , kini mulai menampakkan jati dirinya.

Dar

Dar

Dar

Peluru lenka mengenai sasaran. Semua keras titik sasaran lagsung di bidik dengan keakuratan 100 %. Bagaimana Lenka yang begitu payah menjadi over power.

"bagus Lenka lanjutkan" Ucap Joey meneriaki

Mereka semua terbelalak melihat Lenka yang begitu mahir dalam menembak semua nya berdecak kagum.

Mengapa seorang cadet mampu melampau target seharusnya. Mereka semua tak mengetahui bahwa Lenka seorang tentara bayaran.

"waww gila sekali istri mayor Joey. Dila bisa menembak secara akurat tanpa harus persiapan membidik."Ucap tentara cadet yang lain

"iya benar, sebelumnya pratu Lenka biasa biasa saja. Kenapa berubah jadi over power begini" Sahut tentara yang lain

Setelah selesai melatih keakuratan. Lenka pun segera menuju ke kantin karena perutnya begitu lapar.

"Hareba aku duluan ya.." Ucap Lenka

"baiklah,titip Sandwich dan pepsi sekalian.Ini uangnya" Ucap Hareba

"oke" sambil memberikan jempolnya

Lenka pun segera menuju ke kantin.Tetapi ada seseorang rekan laki laki nya yang mengajaknya duel.

Ada beberapa tentara yang tak mengetahui bahwa Lenka istri dari mayor Joey. Jadi dengan sengaja menantang dirinya untuk adu kekuatan.

"hey gadis cadet. Mari beradu kekuatan bersamaku" Ucap tentara yang bertubuh gempal

"aku hanya ingin makan, bukan beradu kekuatan" Ucap Lenka

Dengan cepat tentara itu langsung melayangkan satu bogem kepada Lenka. Namun Lenka mampu menghindar dan langsung menaiki tubuhnya dan menyerang titik syaraf yang membuat tentara tadi pingsan.

"dasar gadis lemah," Ucap tentara bertubuh gempal

"cihhh" Ucap Lenka yang langsung menaiki pundaknya dan menyerang belakang lehernya yang membuatnya tumbang

Lenka bun langsung berlalu meninggalkan tentara yang menantangnya dan bergegas mengambil makanan yang ada dikantin.

Joey yang dari CCTV mengamati gerak gerik Lenka yang makin hari makin badass.

Semua tentara sekarsng beralih menjadi fans Lenka. Karena kekuatannya yang berubah seperti dewa perang.

Joey pun segera menghubungi Joseph untuk mencari informasi tentang istrinya.

📞"halo Joseph, segera cari tahu tentang Lenka taran"Ucap Joey

📞"baiklah,dalam 2 hari akan aku kirim via email" Ucap Joseph

Joey pun segera menuju ke tempat Xavier dan bertanya kepadanya secara pribadi. .

Ting Tung

Suara bel membuyarkan percakapan Xavier dan sahabatnya Libero. Mereka sedang asyik bercakap cakap dan terdengar suara terbahak bahak dari luar.

Ceklek !

Xavier pun membuka pintu dengan senyuman yang tak seperti biasanya selalu cemberut dan berpakaian compang camping seadanya.

"Joey masuklah , mari bergabung menonton komedi bersama kami" Ucap Xavier

"aku mau berbicara secara pribadi dengan mu " Ucap Joey

"ada apa Joey, baiklah ayo ke ruang baca" Ucap Xavier

Mereka pun segera menuju ruang baca berdua dan izin kepada Libero sebentar.

~ Di ruang baca~

"ada apa Joey?" Tanya Xavier

"aku ingin bertanya mengenai Lenka akhir akhir ini. Dia begitu kuat dan lincah tak seperti dirinya hang biasanya selalu lemah lembut. Dia bagaikan Dewi perang yang penuh dendam. Apa paman tau sebenarnya kisah hidup Lenka" Ujar Joey

"tau tidaknya sebenarnya aku tak memahami istrimu sama sekali. Mungkin dia begitu karena dua sahabatnya meninggalkan dirinya" Ucap Xavier

"ada benarnya juga.Tapi apa Libero benar benar ayah kandung nya atau ayah angkatnya?" Tanya Joey

"Bila ingin tau lebih jelas tentang Lenka aku sarankan ajak istrimu bicara baik baik. Dia terkadang kesepian bila hanya selalu berlatih perang. Aku tau di luar kamar dia adalah juniormu. Tetapi dia juga wanita biasa yang butuh kasih sayang suaminya. Jangan abaikan dia sebelum kamu menyesalinya" Ujar Xavier penuh makna

"Baiklah aku pamit, ayah Lenka apakah akan pulang?" Tanya Joey

"dia ingin menetap di pangkalan kita. Dia bosan di rumah. Dia ingin jadi penasehat perang. Namun aku sedikit bingung menolaknya karena dia sahabatku. Aku tau dia memang mantan Jendral AS. Tapi ini bukan lingkupnya. Mungkin dia rindu masa menjadi cadet di AS." Ucap Xavier

"jagalah sahabatmu paman.Dia menyayangimu layaknya saudaranya sendiri. Aku akan mencoba mendekat kepada ayah mertua mulai sekarang" Ujar Joey sembari tersenyum

"bocah sebaiknya kamu hati hati kalau berbicara pada sahabatku. Dia hatinya lembut" Ucap Xavier

"ayay Jendral hebatku" Ucap Joey

Joey pun segera mendekat kepada ayah mertuanya. Dan memulai percakapan beberapa kata .

"Tuan Libero bolehkah saya duduk di dekat anda" Ucap Joey gugup

"oh Joey aku memanglah ayahmu mengapa kamu bertanya. Sungguh lucunya menantuku ini. Ha ha ha" Ucap Libero tertawa kecil

"aku bagaimana memanggil anda" Ucap Joey

"panggil ayah seperti Lenka memanggilku" Ucap Libero

"oh ayah semoga nyaman di sini. Bila butuh apapun segera bilang padaku.Aku baru tau kalau Lenka masih memiliki anda. Aku kira Lenka yatim piatu" Ucap

"iya Lenka memang yatim piatu. Aku mengadopsinya saat umur 6 tahun. Dia begitu cerdas dan gesit untuk anak seusianya. Saat aku ke panti asuhan dia bermain senjata tajam sambil memutarnya di tangan. Dia juga sering parkour melewati atap atap dan para suster kewalahan mengejarnya. Namun dia selalu juara 1 di semua jenjang pendidikannya. Aku begitu kagum padanya dan kemudia mengadopsinya. Dia begitu keras kepala ingin ke sekolah militer padahal aku ingin dia menjadi seorang aparatur sipil negara. Rasa ingin tahunya terhadap militer mulai tumbuh setelah usia 10 tahun. Dia cepat menguasai sejarah kemiliteran. Dan pernah membuat bom rakitan dan membuat gudangku hangus. Namun aku tak membencinya justru kagum padanya karena begitu cerdasnya dalam memahami segala hal. Aku menyuruhnya jangan sombong dan terlalu menonjolkan diri. Aku menyuruhnya ke kelas cadet. Agar dia mengambil titik terendah bukan langsung ke titik tertinggi meskipun sudah paham keseluruhan. Aku mendidiknya menjadi lemah lembut butuh waktu yang lama. Karena dia sebenarnya begitu kasar dan pendendam bila ada yang melukai harga dirinya." Ucap Libero panjang lebar dan meneteskan bulir air mata

*

*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!