PHSK EPS 6 - Jendral kritis

Keesokan harinya di malam hari , Joey ingin mendiskusikan tentang pesta merayakan 30 Tahun berdirinya Persatuan Tentara Militer Sniper Rusia atau disingkat PTMSR . Joey ingin mengadakan pesta tersebut di pangkalan pusat jika Jendral Xavier mengizinkan . Joey pun langsung menuju ke Ruangan Jendral Xavier .

TOK TOK TOK

Joey mengetuk pintu dengan keras agar pak tua Xavier mendengarnya . Dan benar semenjak 10 menit yang lalu pak tua Xavier tak segera membukakan pintu . Joey pun khawatir terjadi apa apa pada pamannya . Joey pun langsung masuk ke dalam ruangan pamannya.

" Jendral bangun " ucap Joey sambil menggoyangkan tubuh Xavier

" Xavier pun tak kunjung bangun , dan dengan cepat Joey langsung menghubungi rumah sakit Militer Pusat " Joey sambil mengambil ponselnya di saku baju

📞 " halo selamat siang ada yang bisa kami bantu ? " Tanya petugas rumah sakit

📞 " tolong antarkan 1 ambulan ke pangkalan militer sniper dengan segera " ucap Danis

📞 " baik kami akan segera mengirimnya ke Pangkalan Anda " Jawab petugas Rumah sakit

25 menit kemudian ambulans akhirnya sampai ke pangkalan sniper dan segera mengangkut Jendral Xavier menuju ke Rumah Sakit . Joey begitu cemas dengan keadaan pamannya . Karena dialah yang sudah membesarkan dirinya dan Dianna dari umur 10 Tahun semenjak kepergian ayah dan ibunya . Joey terus memegang tangan Pamannya yang terbaring lemas tak berdaya . Xavier Dipasangi Masker oksigen membuat Joey berderai air mata karena tak tega . Dianna yang baru mengetahuinya karena dirinya baru diberi tahu prajurit yang berada di lapangan tembak segera menyusul dengan menggunakan Motor trail milik pangkalan . Dianna menancap gas dengan kecepatan 120 km / jam membuat dirinya nampak seperti pembalap jalanan. Dan akhirnya sampai di Rumah sakit tempat pamannya di rawat. Xavier berada di UGD dan segera dilakukan tindak lanjut . Dianna langsung bertanya kepada kakaknya sebenarnya apa yang terjadi pada pamannya .

" kakak, bagaimana kondisi paman " Tanya Dianna yang melihat kakaknya duduk di kursi tunggu .

" Aku sedang menunggu kabar dari dokter UGD " Ucap Joey

Kemudian dokter menghampiri Joey selaku orang yang mendampingo Xavier .

" wali Jendral Xavier " panggil Dokter militer

" Iya saya Joey " Ucap Joey sambil berjalan mendekat ke dokter

" Tuan Joey saya perlu mengambil tindakan lebih lanjut karena Jendral Xavier mengalami Gagal Ginjal . Tuan Xavier harus segera dioperasi . Kami menunggu konfirmasi dari anda . " Jelas Dokter Militer

" Saya setuju , yang penting Jendral Xavier segera tertangani " Ucap Joey dengan wajah serius

" silahkan anda isi formulir ini , kemudian jika selesai segera anda berikan ke administrasi rumah sakit . " Ucap Dokter militer

" baik dokter saya akan segera mengisi form persetujuan ini " Kata Joey membawa secarik kertas persetujuan operasi Jendral Xavier

Joey pun segera mengisinya dengan cepat dan pergi meninggalkan Dianna sendirian. Diana pun tak ingin sendirian ditinggal kakaknya Dia segera mebelepon sahabatnya Lenka Taran untuk segera menemaninya kesini .

~ Di Kamar ~

Lenka sedang menyetrika pakaian militernya . Merapikan kamarnya yang berantakan . Dan akan segera masak karena perutnya yang berbunyi keras karena kelelahan mengerjakan pekerjaan rumah . Ketika akan membuat mie instan tiba tiba ponselnya berbunyi .

TRING... TRING

Ponselnya bergetar di saku celananya . Membuatnya tak jadi mengambil mie Instan yang akan segera di buatnya . Lenka pun segera mengangkatnya

📞 " Halo lenka , bisakah kamu datang ke Rumah sakit militer sekarang ? " Tanya Dianna

📞 " Iya Dianna , Ada apa? " Tanya Lenka

📞" Jendral Xavier sedang kritis . Kakakku sedang mengurus administrasi begitu lama. Aku ingin kamu menemaniku agar aku tidak kesepian " Ucap Dianna

📞 " baiklah aku akan kesana , Tunggulah setengah jam lagi aku sampai " ucap Lenka

Lenka segera mematikan sambungan telepon Dianna dan bersiap untuk segera ke rumah sakit militer dan sebelum ke Rumah sakit , lenka mampir ke toko makanan membeli beberapa makanan untuk di makan bersama dengan Mayor Joey dan Serda Dianna. Setengah jam kemudian akhirnya Lenka sampai dan membawa beberapa makanan dan minuman diangaranya Macaron , Croissan , Pretzel , Pizza , Juga Coffe dalam tremos juga tak lupa membawa Kasur tiup dan 3 slimut tebal agar tidak kedinginan bila mereka jadi menginap .

Brum Brum

Lenka sampai di parkiran Rumah Sakit Militer dan membawa barang bawaan yang terlihat banyak . Di parkiran Lenka mengirimi pesan kepada Dianna kalau dirinya sudah sampai dan ingin minta tolong menurunkan barang bawaan yang di bawanya .

🗨️ "Dianna aku sampai , segeralah kebawah bantu aku menurunkan barang bawaanku " ( Lenka Taran)

Ketika Dianna akan turun Joey datang menanyakan apakah Dianna sudah makan atau belum . Dan Dianna bilang kalau Lenka ada diparkiran . Karena ia menyuruh lenka menemaninya agar tidak kesepian . Dianna menyuruh kakaknya turun untuk menyusul Lenka ke bawah .

" Joey , cepat kamu ke parkiran . Lenka kesulitan menurunkan barang bawaan " Ucap Dianna

" Bocah tengil , kenapa kamu suruh dia kemari ! " Ucap Joey Dengan muka marah

" aku takut sendirian Joey . Karena kamu lama sekali di tempat administrasi . Dan jika bersamu rasanya tidak menyenangkan . Tidak seperti Lenka yang sesama wanita begitu nyaman aku bersamanya " Ucap Dianna

" baiklah aku turun " Ucap Joey sambil menuju Lift ke lantai 1

Lenka masih berdiri dan memainkan ponselnya . Lenka memakai celana militer dan atasan kaos polos putih . Tubuhnya yang begitu proporsional dan rambutnya yang tergerai membuat Joey berdegub kencang membuat suhu tunuh menjadi panas dingin .

" Lenka " Joey memanggil Lenka yang asik memainkan ponsel

" Mayor Joey , aku kira Dianna yang turun ke sini " Ucap Lenka

" sini aku bantu bawa " Ucap Joey sambil memegang Tas yang berat dan satu tas kain lainnya

" Trimakasih Mayor Joey " Lenka menatap Mayor Joey Sambil tersenyum

Membuat Joey begitu gugup dan salah tingkah saat akan melangkah Joey tiba tiba tersandung pembatas tempat parkir . Lenka dengan spontan langsung memegangi tubuh Joey membuat dirinya begitu malu dan lipinya memerah . Lenka memegangi lengan kekak joey sambil menatap lekat mata Joey begitu lama karena saking terpesonanya . Namun Suara ponsel berdering langsung menyadarkan Lenka kembali dan langsung melepas tangan Joey.

" m m maaf Mayor Joey a a ku hanya membantu " Ucap lenka gugup

" tidak papa lenka , mari berjalan bersama ke lantai 2 " Ucap Joey sambil tersenyum membuat Lenka kaget karena itu pertama kalinya melihat Joey tersenyum membuat pipinya memerah

Mereka pun berjalan menuju lift bersama dan segera menuju ke Ruang Tunggu pasien operasi. Lenka segera berada di dekat Dianna agar tak terlalu dekat dengan Joey karena masih merasa canggung karena menyentuh lengan joey begitu lama . Dianna langsung memeluk Lenka yang sedari tadi ia tunggu.

" Lenka akhirnya kamu datang " Ucap Dianna sambil memeluk Dianna

" Maaf lama " Ucap Lenka

" aku yang minta maaf membuatmu harus datang kemari untuk menemani aku " Ucap Dianna

" Dianna , Mayor Joey. Ayo makan dulu biar tidak lemas " Ucap Lenka

Sambil mengambil Makanan yang ada dalam tas , Lenka membagikan makanan dan menuangkan kopi untuk mereka bertiga . Dan ketika Lenka akan memberikannya kepada Mayor Joey , tak sengaja tangannya saling bersentuhan dengan Joey . Membuatnya lagi lagi malu . Dengan segera Lenka menarik tangannya . Joey pun segera bersikap seolah tak terjadi apapun . Dalam hatinya Joey berteriak bahwa Gadis pujaannya akan segera ia miliki.

*

*

*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!