Malam semakin larut dan Sudah 7 Jam mereka menunggu samlai pada akhirnya pukul 11.00 Malam akhirya dokter keluar dari ruang operasi dan salah satu perawat datang menghampiri mereka bertiga .
" Tuan Joey dimohon ke Lobi " suara petugas pendaftaran dalam Siaran speaker .
Joey pun segera menuju ke Lobi. Joey berjalan dengan cepat agar segera sampai dan mengetahui kabar lebih lanjut tentang kondisi pamannya Jendral Xavier .
" Anda degan tuan Joey ?" Tanya petugas lobi
" Iya benar saya sendiri " Ucap Joey
" Pak Xavier sudah di pindahkan dari ruang operasi menuju kamar bagian Tulip unit penyakit dalam , maksimal 2 orang yang masuk kedalam .Ini kartunya , anda tinggal lurus kemudian belok kanan . Nanti ada tulisan Kamar Tulip bed G . Disitulah pasien penyakit dalam khusus bagi yang menerima Jaminan kecelakaan kerja . "
" Terimakasih , " Ucap Joey sambil berjalan ke arah Dianna dan Lenka
Dianna dan Lenka langsung menatap Joey yang sedang berjalan ke arah mereka . Dan ingin segera mengetahui apa yang dibicarakan petugas lobi dengan nya .
" Dianna, Lenka . Tadi petugas lobi bilang kalau Jendral Xavier sudah dipindahkan di ruang perawatan kamar Tulip .Dan katanya maksimal 2 orang yang masuk ke dalam. Jadi , lebih baik kalau aku sendiri yang masuk . Jika salah satu dari kalian aku ajak nantinya diantara kalian merasa sendiri . Kalau begitu nanti aku ceritakan kondisi Jendral Xavier pada kalian . Atau nanti kita bergantian masuk . Bagaimana menurut kalian ? " Tanya Joey
" baik kak aku setuju . Nanti aku dan lenka akan masuk setelah kakak . " Ucap Dianna
" Aku masuk " Ucap Joey sambil melangkahkan kaki masuk ke Dalam ruang perawatan
Joey segera masuk dan menemui paman nya yang masih memakai masker oksigen di hidungnya . Joey langsung mencium tangan pamannya dan menanyakan keadaannya meskipun belum sadarkan diri pasca operasi pengangkatan ginjal kiri .
" paman Xavier , aku joey . paman maafkan aku yang terlambat mengetahui kalau paman pingsan di Kursi kerja . Kenapa paman menyimpan rasa sakit ini sendrian . Sampai terjadi seperti ini . Paman aku sangat berterimakasih karena paman selalu merawat kami berdua sampai seperti saat ini . Aku tak bisa membalas apapun . Hanya waktu yang bisa aku berikan. Paman segeralah sembuh dan kita mengadakan pesta pangkalan . Paman biasanya minum bir dan makan barbeque . Tapi paman sekarang kita tak bisa melakukannya karena paman sakit . Aku sangat menyayangimu . Cepatlah bangun . " Joey Sambil menggenggam tangan pamannya yang terpasang infus .
Xavier masih belum sadarkan diri. Membuat hati Joey teriris melihat keadaan pamannya yang biasanya selalu menyemangati dirinya . Kini lemas tak berdaya.
Di luar Dianna sangat ingin masuk ke dalam . Tapi masih menunggu joey keluar dari ruang perawatan . Dianna sangat menyayangi pamannya yang sudah dia anggap sebagai ayah sendiri . Lenka yang berada di dekatnya begitu iba karena Dianna yang selalu ceria kini raut mukanya berubah menjadi sendu . Makanan yang di pegangnya sejak tadi hanya termakan sedikit . Dianna yang seperti ini yang tak dia suka . Dia juga ingin masuk ke ruangan perawatan untuk mengetahui bagaimana kondisi Jendral Xavier . Joey akhirnya keluar dan mempersilahkan adiknya masuk ke dalam. Mereka berjalan bergandengan layaknya saudara . Joey yang melihatnya merasa tersentuh melihat mereka . Andaikan Lenka benar benar menjadi kakak ipar Dianna pasti mereka benar benar meramaikan rumah. Dan membuat joey pusing karena dirundung dua wanita . Menghadapi adiknya Dianna benar benar membuatnya pusing . Tapi mungkin Lenka berbeda . Dalam piran Joey membayangkan Lenka melengkapi hidupnya .
Lenka yang di tatap joey pun begitu kaget saat kedua manik mereka bersatu . Lenka begitu salah tingkah dan Tiba tiba menjatuhkan ponselnya ke bawah lantai . Dan Joey pun segera mengambilkannya .
" ini " sambil memberikan ponsel Lenka yabg Jatuh
" terimakasih Mayor Joey " Ucap Lenka
" sama sama Lenka" Ucap Joey sambil tersenyum membuat Dianna kaget akan perlakuan kakaknya pada Lenka
" ehm , kakak aku mau masuk ke dalam bersama Lenka . Kakak makanlah Roti dan coffe yang dibawakan Lenka " Dianna sambil berdehem mengkode kakaknya untuk tidak caper dengan Lenka Sahabatbya
Dianna menggandeng tangan Lenka menuju kamar perawatan pamannya Xavier . Dan Lenka masih menoleh menatap kakaknya Joey . Dianna Yang mencium bau bau asmara segera bertanya pada Lenka.
" Lenka , menurutmu kakakku bagaimana " Tanya Dianna
" Mayor Joey baik ' Jawab Lenka
" Lenka jawablah jujur apakah kamu menyukai Joey yang semena mena itu " Tanya Dianna
" Apa maksudmu semena mena . Menurutku tak seperti itu " Ucap Lenka dengan tersenyum
" Hmm , ayolah Lenka kamu suka kakak ku kan ? ' Tanya Dianna penasaran sambil tersenyum penuh curiga
" Hmm bagaimana ya . Aku juga bingung " Jawab Lenka sambil mengangkat jarinya membentuk centang
" Aku sudah paham . Joey itu tidak pernah dekat dengan wanita manapun . Dia selalu menolak setiap wanita yang mendekatinya dengan berbagai cara . Dia tak pernah tersenyum dan Cuek tetapi dikejar banyak wanita di SMA dulu. Baru pertama kalinya dia tersenyum padamu " Ucap Dianna yang menerangkan panjang lebar tentang kakaknya
" Kenapa kamu menceritakannya begitu panjang lebar Dianna " ucap Lenka dengan wajah bingungnya
" Agar kamu paham kalo kakak ku juga menyukaimu " Ucap Dianna
Lenka merasa begitu kaget akan kata kata Dianna barusan. Apakah memang benar Mayor Joey menyukainya atau hanya sebatas sifatnya yang perhatian kepada semua orang. Tapi Lenka mulai agak yakin saat menjatuhkan hatinya pada Joey . Lenka berharap agar Joey menyatakan cinta supaya Lenka tidak dipenuhi tanda tanya . Sambil berbicara tak terasa sudah berada di depan pintu Kamar Tulip . Mereka segera membuka pintu untuk masuk kedalam .
JEKLEK ..
Suara knop pintu membuat salah satu pasien di dekat pintu kaget dan terbangun sebentar . Dianna terlu kasar memutarnya . Lenka punlangsung melangkah pelan agar pasien lain tidak ikut kaget . Sampailah di Bed G tempat pamannya terbaring kemas seusai operasi pengangkatan ginjal kirinya . Dianna langsung duduk dan mencium punggung tangan pamannya . Dia teringat kasih sayang istri Xavier kepadanya Dan Joey . Mendiang Istri Xavier bernama Lulu Dinyarn yang meninggal 10 Tahun lalu membuatnya terlihat makin tak tega kepada Pamannya .
" Paman , aku datang . Paman maafkan aku yang tak pernah menanyakan keadaanmu sama sekali . Kamu memendam rasa sakit ini sendirian . Andai bibi tau pasti dia ada disini menemani paman saat ini. " Ucap Dianna sambil menangis
" Dianna sabar ya , pasti pamanmu menegerti . Dia sebentar lagi pasti akan sadar " Ucap Lenka
Dan 5 menit setelahnya Xavier sudah sadar Dan efek bius sudah menghilang . Membuat mereka begitu lega . Lenka segera memanggil Mayor Joey untuk masuk .
" Mayor Joey paman anda sudah sadar . Silahkan anda masuk " Ucap Lenka berdiri di dekat Joey
" Iya , aku akan masuk " Ucap Joey
Joey langsung masuk dan melihat Xavier yang sudah berbicara dengan Dianna. Dianna memberikan air sesikit demi sedikit di dalam botol air mineral .
" Paman , sudah Siuman . Syukurlah " Joey sambil memeluk Pamannya
" Iya Joey . Terimakasih sudah membawa paman ke Rumah sakit . " Ucap Xavier dengan nada berbisik karena tengorokannya habis dipasangi alat pernafasan semasa operasi .
" Paman jangan berterimakasih . Ini kewajiban kami " Ucap Joey yang meneteskan air mata
Tak lama kemudian dokter datang mengecek tensi dan Keadaan Xavier yang habis operasi .
" Tuan Xavier , apakah ada keluhan " Tanya Dokter Militer
" Aku merasa lemas dan bila bergerak sedikit perutku sakit sekali ' Ucap Xavier
" Itu memang akibat dari pengangkatan organ dalam Tuan Xavier . Tadi kami mengangkat Ginjal Tuan sebelah kiri . Karena terjadi komplikasi yang berakibat Fatal . Maka kami segera mengambil tindakan Darurat . " Jelas Dokter Militer
" Kapan aku pulang " Tanya Xavier
" Tunggu sampai Tuan bisa duduk baru boleh pulanhg ya Tuan " Ucap Dokter sambil tersenyum
" Dalam infus ini sudah diberi obat pereda sakit . Nanti efeknya mual sebentar . Untuk Wali Tuan Xavier perhatikan gerakannya . Jangan sampai bergerak berlebihan walaupun sudah sembuh . Nanti perawat akan memasang kateter . Tuan sabar ya " Ucap Dokter
" Iya dokter terimakasih " Ucap Xavier
" sama sama Tuan " Dokter segera berlalu meninggalkan Ruang perawatan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments