Hosh ... Hoshh ... Hosh...
Semua cadet benar benar kelelahan saat lari harus menenteng senjata seberat 20 kg keliling lapangan yang ke 5 kalinya .
Anehnya Hareba tidak merasa kelelahan sekalipun . Postur tubuhnya yang tinggi juga kekar entah berapa tahun dia melatihnya hingga tak nampak lemak sedikit pun.
"Hareba .. Stop stop kami tak kuat lagi" Ucap Lenka memohon Hareba menghentikan teriakan komando nya
" Iya Hareba kami ingin istirahat dan minum dulu setidaknya. Agar tenaga kami kembali pulih. Ini berat sekali" Ucap salah satu cadet yang lain
"katanya harus 10 kali minimalnya , tadi mayor Joey bilang padaku" Ucap Hareba terlihat polos
"diam saja dan jangan bilang bilang" Ucap Lenka
"apa tidak masalah ?" Tanya Hareba
"sstt.. diam diam. Nanti kita bisa mati kelelahan tidak mengukur kekuatan kita. Besok kita lanjut tambah lagi putarannya." Ucap Lenka
"tapi laporlah pada mayor ya.." Ucap Hareba
"beres" Lenka sambil memberikan jempolnya pada Hareba tanda akan beres oleh Lenka
Mereka pun segera berteduh di bawah pohon dan merasakan betapa nikmatnya istirahat dan meminum air.
Joey yang keluar sehabis memberikan buku taktik perang kepada Givan ketua sniper silver , begitu terkejut melihat para cadet sudah menyelesaikan keliling 10 kali membawa senjata.
Hareba pun langsung di interogasi oleh mayor Joey sendirian. Apakah Hareba telah melakukan pelatihan dengan benar atau tidak .
"Hareba kemari" perintah Joey pada ketua cadet sniper
"apa kamu telah memberikan pelatihan sesuai prosedur ?" Tanya Joey
"s sudah mayor" Jawab Hareba sambil melirik Lenka yang menatap dirinya dengan tajam
"oh baiklah, segera ambil makanan di kantin untuk para cadet sniper" Perintah Joey
"baik mayor siap" Ucap Hareba yang memposisikan dirinya dalam keadaan tubuh tegap
Joey sudah paham kalau Lenka pasti yang mengajak Hareba istirahat. Padahal seharusnya mereka masih berlari mengintari lapangan stadion saat ini.
Joey pun segera menuju ke menara pengumuman .
SEMUANYA SEGERA KE KANTIN DAN AMBIL MAKANAN YANG TELAH DISEDIAKAN UNTUK PARA ANGGOTA SNIPER. SETIAP KETUA SEGERA MENUJU KANTIN
Setelah itu , Joey segera turun dan menuju ke tempat Xavier. Joey pun merasa pelatihan ini belum berjalan maksimal karena stamina mereka belum begitu kuat. Mereka begitu cepat kelelahan di pertengahan latihan iblis hari ini. Joey ingin menanyakan resep yang digunakan agar bisa sekuat Xavier pada saat masih menjadi cadet.
TOK TOK
Joey yang mengetuk pintu Xavier belum mendapat respon setelah mengetuk 20 menit. Tak lama kemudian Xavier keluar dalam keadaan memakai singlet putih dan celana pendek yang layaknya akan pergi ke kamar mandi.
"sudah lama atau baru ?" Tanya Xavier
"20 menit yang lalu paman" Ucap Joey
"masuk lah" Ucap Xavier
"pasti tentang pelatihan hari ini bukan ?" Tanya Xavier
"benar, memang kamu ahli menebak isi hati orang lain" ucap Joey
"jangan terlalu memaksa para rekanmu, mereka kelelahan mengatasi tragedi berdarah minggu lalu." Ucap Xavier
"iya paman aku mengerti" Ucap Joey
"aku ambil sandwich ini. Aku mau numpang makan sebentar." Ucap Joey yang menggenggam sepotong sandwich
Setelah Joey makan di rumah pamannnya. Joey segera kembali menuju ke lapangan tembak untuk melihat aktivitas para Sniper dari grup Alpha sampai silver.
Joey melihat istrinya yang tersenyum walau dirinya lelah dalam pelatihan iblis ini . Begitu tak tega melihatnya . Seharusnya mereka bisa berbulan madu . Justru harus menghadapi kenyataan bahwa keamaan markas harus ditingkatkan.
Joey segera menuju ke tempat para cadet sniper berada. Dan segera meanggil Lenka untuk menghadap dirinya.
"Lenka, segeralah ke ruangan ku" Ucap Joey
"wah apa dia ketahuan saat menyuruh Hareba berhenti memimpin lari 10 putaran" Ucap par cadet sniper
Lenka segera menuju ke ruangan Mayor Joey suaminya. Lenka begitu takut dimarahi suaminya karena menghentikan pelatihan dari Hareba. Namun semua pikiran negatifnya terhenti saat Joey mulai memeluknya.
"sayang, maaf aku tak memberimu liburan. Kita harus menghadapi tragedi pahit ini dan memperketat pelatihan demi keamanan markas kita" Peluk Joey meneteskan air mata
"sayang ternyata kamu tidak marah padaku, karena aku menyuruh Hareba menghentikan latihannya" Ucap Lenka mengelus punggung kekar Joey
"aku memahami kalian semua begitu kaget akan pelatihan yang mendadak ini" Ucap Joey mengelus kepala istrinya
"syukurlah kamu memahami kami" Ucap Joey
"sayang nanti malam ya kita lakukan lagi" Ucap Joey
"aku mau tapi kamu bergeraklah sendiri karena badanku pegal pegal sayang" Ucap Lenka
"iya sayang trimakasih" Ucap Joey
"sama sama sayang" Ucap Lenka
Lenka keluar ruangan Joey dengan muka santai dengan penuh senyuman. Teman teman satu kru nya mereka mengira bahwa Joey memarahinya habis habisan . Lenka segera duduk bersama teman cadet nya yang lain dan temannya segera menanyakan apa yang dikatakan Joey kepadanya.
"bagaimana Lenka ?" Tanya seorang laki laki bernama Benjamin di dekatnya.
"aman Ben. " Ucap Lenka
"huft syukurlah kamu tidak dimarahi mayor. Karena dia selama ini tak pernah pilih kasih meskipun kerabatnya sendiri. Mendiang sersan Dianna dulu sering dimaki oleh kakaknya sendiri. Bahkan pernah dihukum berdiri selama 5 jam di tengah lapangan tembak , karena dia gagal tes akurat berkali kali. Namun alhasil dia menjadi sersan yang begitu hebat dan fisiknya melampaui laki laki di sini. Beladirinya begitu hebat sehingga musuh yang melawannya terpental sampai ke tembok. Karena tenaganya setara laki laki. Dia begitu ahli merakit senjata. Dan dia pernah mengalahkan kakaknya sendiri saat berlatih judo. Kakaknya mengaku kalah di depan para anggota secara terbuka. Dan setelah itu memangkul adiknya keliling markas dan besoknya dia mendapat penghargaan Siswi militer sniper terbaik. Itu pertama kalinya ada wanita sekuat itu" Ujar Benjamin panjang lebar
"hebat sekali Dianna, aku jadi termotivasi olehnya" Ucap Lenka terharu
"aku sangat bangga karena memiliki sersan sekuat dia. Jendral Xavier menyuruh kami membuat patung Sersan tapi ditolak mentah mentah oleh sersan Dianna. Karena dia merasa dirinya tak pantas untuk hal seperti itu. Sejak hari itu sersan Dianna terus menerus berlatih keakuratan tanpa henti. Beladirinya pun semakin lama semakin kuat. Badannya yang ramping tak menampakkan kalau tenaganya begitu kuat" Benjamin bercerita kembali saking bangganya
"kalau begitu kita harus semangat berlatih demi membuat sersan Dianna senang melihat kita" Ucap Lenka menyemangati temannya yang lain
Mereka pun bangkit dan segera kembali melatih fisiknya. Berlari mengelilingi lapangan 5 kali dan sisanya melakukan penutupan olah raga dengan push up 100 kali.
Dan tak terasa sore pun tiba. Waktunya mereka untuk istirahat dan membersihkan diri . Karena pagi buta mereka akan melakukan pelatihan beladiri di lapangan upacara yang dilatih oleh para ketua grup sniper masing masing.
*
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments