BAB [19]

Dina merasakan ujung-ujung jarinya gemetar. Entah mengapa mendengarkan kisah hidupnya melalui cerita orang lain membuat dadanya terasa begitu sesak. Seperti dirinya ditelanjangi di depan orang banyak. Sungguh hal terakhir yang ia inginkan dalam hidupnya adalah tatapan iba atau prihatin yang dilayangkan orang lain ke arahnya.

"Lalu secara tak sengaja aku mendengarnya menerima telepon saat malam. Ibunya harus segera dioperasi sedangkan ia tak memiliki uang sama sekali. Dia menangis selama berjam-jam sedangkan aku hanya bisa menatapnya dari kejauhan. Saat itulah aku mengambil keputusan ini. Tidak bisa berbuat apa-apa ketika melihat wanita yang kau cintai merasa hancur sama sekali bukan hal yang menyenangkan," Damian terus melanjutkan ceritanya.

Dina yang mendengar itu kembali terhenyak. Jadi malam itu, Damian berada di sana? Mengapa ia sama sekali tak menyadari keberadaan lelaki itu di sana? Mungkin karena terlalu sibuk berkubang dengan perasaannya sendiri sehingga membuat Dina tak peka dengan sekelilingnya.

Namun satu kata yang dilontarkan Damian berhasil menyita perhatiannya. Lelaki itu baru saja mengatakan jika Dina adalah wanita yang ia cintai, apakah itu benar? Tanpa sadar Dina menatap Damian. Lelaki itu menyadari tatapannya dan balas menatap Dina dengan pandangan teduh.

Jemari pria itu meraih tangan Dina yang saling bertaut. Menggenggamnya erat. Menyalurkan sedikit kehangatan bagi tangan dan juga hatinya terasa dingin.

"Aku yang memanfaatkannya. Aku mendatanginya ketika tahu dia berada di titik terlemah dalam hidupnya. Aku menawarinya perjanjian dimana aku akan membantu membayar operasi Ibunya, sedangkan sebagai gantinya, dia harus bersedia menikah denganku. Sebagai istri kedua," Damian memandang wajah ibunya yang mulai terlihat luluh mendengar ceritanya.

"Dan kalian tahu, disaat tertekan seperti itupun wanita ini masih saja mempertahankan prinsipnya. Jika wanita lain pasti akan langsung menerima dengan senang hati, tidak dengannya. Aku masih harus memutar otak, mencari cara agar dia menyetujuinya. Karena itulah aku langsung mendaftarkan pernikahan kami secepatnya, supaya dia tidak berubah pikiran," ujar Damian menutup ceritanya. Pria itu tersenyum simpul seolah tengah mengenang pengalaman lucu dalam hidupnya.

Lisa yang awalnya merasa tak puas, kini mulai merubah pandangannya terhadap Dina. Mungkin wanita pilihan putranya tidaklah seburuk yang ia bayangkan. Sedangkan Dodi, meski ekspresi wajahnya masih terlihat keras namun pria paruh baya itu memilih untuk diam. Sedikit tidaknya dia paham apa yang dirasakan Damian. Karena dirinya juga seorang lelaki yang benar-benar takluk di depan wanita yang ia cintai.

Dina menghela nafas mendengar cerita Damian. Dalam hati ia berterima kasih kepada pria itu karena telah membuat cerita mereka terdengar begitu manis. Meskipun ia sadar, semua itu dilakukan agar orang tua mereka tidak curiga dan yang terpenting tidak lagi memandang Dina dengan sebelah mata.

Lelaki itu menceritakan kisah mereka dengan sudut pandang seolah Dina adalah korban, bukannya pihak yang diuntungkan. Padahal jelas-jelas lelaki itu juga menggelontorkan uang yang tak sedikit demi kelangsungan perjanjian mereka.

Lelaki itu sengaja menutupi kontrak mereka, kontrak yang jelas-jelas menunjukkan sisi materialistis Dina. Dan juga mengenai pernikahan ini yang memiliki batas waktunya.

Mereka akan berpisah ketika anak yang dikandung Dina nantinya terlahir ke dunia. Mengenai alasan yang akan mereka gunakan saat perpisahan nanti, mereka bisa memikirkannya nanti-nanti.

___

"Maaf ya, aku terpaksa menceritakan pahit kehidupan kamu pada orang tuaku," ujar Damian sepeninggal orang tuanya.

"Nggak apa-apa Mas, aku tahu memang nggak ada cara lain," jawab Dina.

Orang tua Damian hanya memberikan reaksi datar, tidak memberi restu, tidak juga menentang. Namun setidaknya Dina bersyukur karena kedua orang tua pria itu tidak menunjukkan jika mereka membenci Dina.

Jadi setidaknya rumah tangga mereka yang hanya bersifat sementara ini tidak akan seperti di film-film, dimana orang tua si pria kaya tidak merestui si wanita, dan melakukan segala cara untuk memisahkan mereka. Karena tanpa harus dipisahkanpun, pernikahan ini nantinya pasti akan berakhir juga.

"Memikirkan apa?" tanya Damian yang melihat Dina termenung.

"Nggak, hanya memikirkan kedepannya bagaimana, orangtua Mas sudah tahu. Tinggal menunggu waktu sampai yang lain tahu."

"Hem, lalu?" tanya Damian lagi sambil merebahkan kepalanya di atas pangkuan Dina. Dengan natural Dina meraih rambut pria itu dan membelainya dengan lembut.

"Ya bingung aja, kalau banyak yang tahu pasti nanti akan banyak juga yang kecewa," Damian yang mengerti maksud Dina hanya terdiam mendengarnya.

"Sudah yang itu kita pikirkan nanti saja," ujar pria itu kemudian sambil menggenggam tangan Dina dan menciumnya dengan sayang.

Dina menyukai perlakuan Damian terhadapnya, namun di lain sisi ia tak ingin Damian untuk terlalu memperhatikannya. Bagaimana jika ia terbiasa? Dirinyalah yang akan paling terluka nantinya.

"Lanjut di kamar yuk," ucapan bernada rayuan itu berhasil menyentakkan kesadaran Dina kembali ke dunia. Dipandangnya wajah tampan itu lekat, tatapan mata Damian tampak menggelap. Tatapan yang Dina sendiri mulai hafal di luar kepala. Tatapan jika pria itu tengah dikuasai hasrat.

"Mas, ini masih jam delapan," ujar Dina berusaha mencari alasan. Wanita itu sama sekali tak paham dari mana datangnya stamina seorang Damian, apakah berhubungan badan memang bisa dilakukan sesering ini?!

"Ya kan bagus, jadi kita bisa melakukannya lebih lama," ujar Damian tanpa rasa bersalah. Pria itu kemudian langsung membopong Dina ke arah kamar mereka. Membuat Dina terpekik berkali-kali karena berpikir Damian secara tidak sengaja akan menjatuhkan dirinya.

Terpopuler

Comments

sumiyati budiyanto

sumiyati budiyanto

iya bagus,alurnya jg enak dibaca

2024-05-21

0

LISA

LISA

Bagus ceritanya Kak..

2024-05-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!