Lihat siapa yang akan bertahan

"Jaga batasan mu!" Ucap Riko dengan nada penuh penekanan.

"Kau lupa jika pelayan seperti mu tak pantas banyak bicara! kalian hanya butuh uang kan!" Hardik Riko dengan tatapan remeh.

"Apa uang yang ku berikan kurang, sehingga kau sangat bebal untuk bertahan!" Ketusnya lagi dengan wajah meledek.

Sasmita mempertahan air matanya yang hampir luruh, sekuat tenaga Sasmita menahannya agar tak terlihat lemah didepan Riko.

Jika saja dirinya tidak membutuhkan uang, mungkin juga Sasmita memilih pergi. Siapa yang akan tahan bekerja dengan pria tempramen dan memiliki mulut pedas sepertinya. Pantas saja banyak pelayan yang memilih mengundurkan diri dari pada bertahan.

"Mungkin untuk orang seperti anda uang bukanlah hal yang sulit, tapi bagi saya uang adalah segalanya... jadi mari kita lihat siapa yang akan bertahan dan siapa yang akan mengaku kalah."

Sasmita berjongkok untuk memunguti makanan yang berserakan, meskipun baju bagian depannya tampak kotor dan bagian perutnya sedikit nyeri, Sasmita tetap membersihkan tanpa memperdulikan Riko yang menatapnya semakin tajam.

"Kau pelayan keras kepala! Baiklah kita lihat seberapa besar kau masih ingin berada disini." Sinis Riko dengan seringainya.

*

*

Tiga hari telah berlalu, tiga hari pula Sasmita mengalami tekanan darah tinggi dan harus banyak stok kesabaran. Ternyata tak begitu mudah untuk membuat Riko menerima dirinya, pria itu selalu membuat ulah dan menguji kesabaranya.

"Kau mau membunuhku dengan makanan pedas seperti ini!"

Prang

"Minuman ini hanya cocok diminum oleh pelayan seperti mu..!"

Byurr

"Kau tidak becus melakukanya dengan benar! Pantas saja kau diberi suami yang lumpuh!"

Deg

Setiap cacian dan hinaan yang di lontarkan Riko padanya tak pernah ia ambil hati, Sasmita tahu jika Riko melakukannya hanya untuk membuatnya menyerah. Hanya saja saat pria itu mengungkit kehidupannya membuat Sasmita benar-benar merasakan seperti diremas tepat di jantungnya. Jika dia tak punya hati mungkin ia tak akan mau menikah dengan pria cacat. Akan tetapi semua itu sudah menjadi pilihan hidupnya, Sasmita akan menjalaninya dengan sepenuh hati.

"Mas!"

Sasmita membuka pintu rumah yang tidak terkunci, hari ini Sasmita pulang untuk menjenguk suaminya seperti sesuai perjanjian.

Dari dalam muncul seorang wanita paruh baya sambil mendorong kursi roda Hardi.

"kenapa baru datang kamu? ini sudah hampir siang!" Hardik wanita paruh baya yang menatap Sasmita dengan kesal.

"Ibu, ibu kapan datang?" Sasmita selalu bersikap sopan pada ibu mertuanya meskipun cara bicara mertuanya selalu pakai otot.

"Sejak kemarin, Hardi telepon kalau kamu kerja dan menginap," Katanya lagi dengan nada masih sama.

Sasmita menatap suaminya meminta penjelasan.

"Iya Sas, Mas telepon ibu karena kemarin kaki mas kram benget," Tutur Hardi.

Hardi pun menyentuh tangan Sasmita dengan hangat.

"Bagaimana pekerjaan mu? Apa majikan mu merepotkan?" Tanya Hardi sambil menatap wajah ayu istrinya yang sama sekali belum ia sentuh.

"Ngak mas, pekerjaan ku baik," Katanya dengan senyum.

"Syukurlah, semoga kamu betah ya, karena gajinya besar," Ucap Hardi yang di tanggapi senyum masam Sasmita.

"Ibu belum makan, dirumah mu tidak ada apa-apa!" Rita duduk dikursi dengan tatapan tajam pada Sasmita, "Kamu masak dulu sana, kalau gak beli bukanya uang kamu banyak habis dibayar di muka!" Cerocos Rita.

'Kenapa ibu bisa tahu, pasti mas Hardi yang beri tahu,'

"Iya Bu, kebetulan aku sudah belanja, jadi masak saja ya."

Berlalu menuju dapur, sengaja tadi berbelanja kebutuhan rumah lebih dulu agar dirinya bisa langsung masak. Dan tanpa diduga ternyata juga ada ibu mertuanya.

Saat melihat Sasmita berlalu ke dapur, Rita menatap putranya dan berkata.

"Ibu bisa bantu kamu cari uang untuk berobat Hardi, tapi setiap bulan ada cicilannya," Katanya dengan wajah senang.

"Maksud ibu, pinjam bank?"

Rita menggeleng, "Tidak bisa, ibu sudah banyak hutang di sana," Rita mendesah kasar.

"Ibu punya kenalan seseorang yang bisa pinjamkan uang," kata Rita lagi dengan senyum mengembang, "Berapapun kamu pinjam dia akan berikan, ini kesempatan kamu untuk sembuh Hardi, lagi pula gaji Sasmita akan cukup untuk mencicil setiap bulanya," Terangnya lagi.

Hardi tampak berfikir, ia juga ingin sembuh dan beraktivitas seperti biasanya, agar tak menjadi beban terus untuk istrinya.

"Nanti Hardi bicara dulu dengan Sasmita Bu,"

"Kenapa harus bicara dengannya, kalau kamu sembuh pasti dia juga yang senang dan dapat untung, siapa laki-laki tampan seperti kamu yang mau dengan wanita kampungan seperti dia!" Ucap Rita dengan nada tak suka.

Sedangkan di dapur Sasmita merasakan telinganya yang berdengung.

'Siapa yang sedang membicarakan ku,' batinya.

Terpopuler

Comments

Tyaz Wahyu

Tyaz Wahyu

trnyata emak n anaknya sangat kejam melebihi sifat satan n iblis.. dari awal sdh nebak kl Sasmita hnya dijadiin boneka ja sm hardi n embok e

2024-11-10

1

istiqlal👻👻

istiqlal👻👻

sudh untung di terima jadi suami meskipun lumpuh tpi bisanya itu mertua galak bgt....

2025-01-05

0

Hanachi

Hanachi

ganteng kalau ga bisa kasih nafkah juga buat apa, Ibu mertua yang terhormat 😣

2024-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Sasmita &Hardi
2 Aku akan memberi mu pekerjaan
3 Tidak bisa memberi nafkah Batin
4 Pelayan lancang
5 Pria menyedihkan
6 Lihat siapa yang akan bertahan
7 Merasa kasihan
8 Tidak perlu berterima kasih
9 Binar harapan
10 Wanita iblis
11 Masak untuk Riko
12 Rumah sakit
13 Penasaran
14 Di bandingkan
15 Aku ketahuan
16 Ijin pulang
17 Aku akan melayanimu Mas
18 Apa kamu menyukai putra saya
19 Rasa ingin tahu
20 Hutan
21 Bukti
22 Lilis bisa bantu
23 Tuduhan
24 Melamar
25 Di terima
26 Ketegangan dimeja makan
27 Pekerjaan bagus
28 Mayang
29 Topeng kepalsuan
30 Markas diserang
31 Menemukan
32 Apa yang terjadi
33 Melarikan diri
34 Wanita penolong
35 Senyum yang tak sederhana
36 Kenapa kamu memecatnya?
37 Talak 1
38 Talak 2
39 Insiden
40 Sudah jatuh tertimpa tangga
41 Mempersatukan keluarga
42 Gara-gara seatbelt
43 Diusir
44 Pengaturan bertemu
45 Tertangkap
46 Menggoda
47 Bumbu rahasia
48 Senyum yang langka
49 Anda sudah berpisah?
50 Di pecat dua kali
51 Jangan bikin saya salah paham
52 Semua sudah berakhir
53 Nikan saja!
54 Menyesal
55 Persiapan pernikahan
56 Gaun pengantin
57 Ide Bu Rita
58 Merasai manis
59 Terjebak
60 Riko frustasi
61 Doa untuk Riko
62 Pernikahan 1
63 Pernikahan 2
64 Tipis-tipis pengantin Baru
65 Di tunda
66 Janda tapi perawan
67 Seputar pengantin baru
68 Janda bukan berarti tak perawan
69 Menunjukan
70 Menunjukan 2
71 Sore-sore ke kasur
72 Memikirkan apa?
73 Mabuk
74 Kabur dari masalah
75 Lobby
76 Pantat babun
77 Dia istri saya
78 Nyonya Fernandez
79 Melihatnya dengan pria lain
80 Pahitnya rumah tangga
81 Cucu yang banyak
82 Hadiah
83 Kepedesan Bu
84 Karma berlaku
85 Rujak
86 Kebahagiaan
87 Extra part _Ngidam aneh
88 Extra part ~ Ngidam aneh 2
89 Draft extra part ~ Diko ngenes
90 Extra part ~ Lilis dan Hardi
91 Extra part ~ Keberuntungan Sasmita
92 Extra part finis
93 BACA KARYA BARU!!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Sasmita &Hardi
2
Aku akan memberi mu pekerjaan
3
Tidak bisa memberi nafkah Batin
4
Pelayan lancang
5
Pria menyedihkan
6
Lihat siapa yang akan bertahan
7
Merasa kasihan
8
Tidak perlu berterima kasih
9
Binar harapan
10
Wanita iblis
11
Masak untuk Riko
12
Rumah sakit
13
Penasaran
14
Di bandingkan
15
Aku ketahuan
16
Ijin pulang
17
Aku akan melayanimu Mas
18
Apa kamu menyukai putra saya
19
Rasa ingin tahu
20
Hutan
21
Bukti
22
Lilis bisa bantu
23
Tuduhan
24
Melamar
25
Di terima
26
Ketegangan dimeja makan
27
Pekerjaan bagus
28
Mayang
29
Topeng kepalsuan
30
Markas diserang
31
Menemukan
32
Apa yang terjadi
33
Melarikan diri
34
Wanita penolong
35
Senyum yang tak sederhana
36
Kenapa kamu memecatnya?
37
Talak 1
38
Talak 2
39
Insiden
40
Sudah jatuh tertimpa tangga
41
Mempersatukan keluarga
42
Gara-gara seatbelt
43
Diusir
44
Pengaturan bertemu
45
Tertangkap
46
Menggoda
47
Bumbu rahasia
48
Senyum yang langka
49
Anda sudah berpisah?
50
Di pecat dua kali
51
Jangan bikin saya salah paham
52
Semua sudah berakhir
53
Nikan saja!
54
Menyesal
55
Persiapan pernikahan
56
Gaun pengantin
57
Ide Bu Rita
58
Merasai manis
59
Terjebak
60
Riko frustasi
61
Doa untuk Riko
62
Pernikahan 1
63
Pernikahan 2
64
Tipis-tipis pengantin Baru
65
Di tunda
66
Janda tapi perawan
67
Seputar pengantin baru
68
Janda bukan berarti tak perawan
69
Menunjukan
70
Menunjukan 2
71
Sore-sore ke kasur
72
Memikirkan apa?
73
Mabuk
74
Kabur dari masalah
75
Lobby
76
Pantat babun
77
Dia istri saya
78
Nyonya Fernandez
79
Melihatnya dengan pria lain
80
Pahitnya rumah tangga
81
Cucu yang banyak
82
Hadiah
83
Kepedesan Bu
84
Karma berlaku
85
Rujak
86
Kebahagiaan
87
Extra part _Ngidam aneh
88
Extra part ~ Ngidam aneh 2
89
Draft extra part ~ Diko ngenes
90
Extra part ~ Lilis dan Hardi
91
Extra part ~ Keberuntungan Sasmita
92
Extra part finis
93
BACA KARYA BARU!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!