Aku akan memberi mu pekerjaan

Pagi hari, Sasmita sudah rapi bersiap untuk melamar pekerjaan. Tak lupa juga dirinya menyiapkan kebutuhan sang suami didalam rumah sebelum ia tinggalkan.

Setelah sarapan bersama dengan nasi goreng sisa nasi semalam, keduanya kini berada di teras rumah.

"Mas, aku berangkat dulu, do'akan semoga aku mendapat pekerjaan," Sasmita meraih tangan suaminya disertai ciuman di punggung tangannya.

Hardi mengangguk sambil mengusap kepala Sasmita saat mencium tangannya.

"Mas doakan, dan hati-hati jaga diri baik-baik," Tutur Hardi dengan tatapan sendu.

"Iya mas.."

Sasmita akhirnya pamit pergi diiringi dengan senyuman dan doa. Hingga wanita itu menghilang seiring berjalan kaki.

Hardi hanya bisa mengusap wajahnya frustasi. Ia benar-benar stress dengan keadaanya yang sekarang.

"Aku tidak bisa seperti ini terus, aku harus sembuh.." Gumamnya dengan tekad.

*

*

Sasmita yang sedang berjalan kaki tak sengaja melihat kertas yang tertempel di dinding sebuah rumah makan, namun saat dirinya akan menghampiri Sasmita justru melihat seorang ibu-ibu yang akan menyebrang dengan bawaan belanjaan di tangannya. Melihat ramainya pengendara membuat ibu itu tak berani untuk melangkah. Dengan rasa kemanusiaan, Sasmita menghampirinya dan berniat membantu.

"Nanti saja, kasihan ibu-ibu itu," Sasmita memilih untuk menolong ibu tadi, dari pada masuk kerumah makan yang menerima lowongan, pikirnya dia bisa kembali ke sana setelah memberi pertolongan ibu tadi.

"Ibu, apa ibu ingin menyebrang?" Tanya Sasmita sambil mengernyitkan kening karena terik mata hari pagi menjelang siang.

"Em, iya.. tapi ibu tidak berani karena kendaraan terlalu ramai nak," Jawab si ibu yang tampak kepanasan, bulir keringat memenuhi kening, mungkin ibu ini sudah terlalu lama berdiri.

"Mari saya bantu Bu," Sasmita meraih kantung belanjaan di tangan salah satu ibu itu, hingga dirinya juga membantu menyenangkan jalan.

Sampainya di trotoar pinggir, Sasmita kembali memberikan kantung belanjaan ibu tadi.

"Hati-hati ya Bu, ini kantung belanjanya," Sasmita memberikan belanjaan ibu itu kembali.

"Terima kasih nak, kamu sangat baik.. jarang sekali sekarang anak muda yang perhatian dengan orang lain," ibu itu tersenyum dengan hangat. "Ini ada rezeki untuk kamu," Si ibu mengulurkan uang yang dia ambil dalam dompetnya.

"Eh, tidak usah Bu, saya ikhlas," Sasmita mendorong mundur tangan si ibu yang menyodorkan uang beberapa lembar uang merah.

Membenarkan tas bahunya Sasmita kembali tersenyum.

"Doakan saja semoga saya cepat dapat pekerjaan Bu, hari ini saya sedang mencari kerja." Katanya dengan senyuman mengembang.

Di tengah hidupnya yang memiliki kehidupan pahit, Sasmita tak pernah mengeluh pada orang lain, senyumnya yang hangat adalah topeng wajahnya untuk menutupi pahit hidupnya.

"Ibu doakan nak.."

*

*

Sasmita kembali ke rumah makan yang tadi sempat memasang kertas lowongan kerja. Namun siapa sangka jika saat dirinya sampai justru seorang security sedang melepaskan kertas yang di tempel itu.

"Permisi pak, kenapa di lepas? Saya baru saja ingin melamar pekerjaan pak?" Ucap Sasmita membuat security itu menoleh.

"Maaf Mbak, baru saja sudah mendapat karyawan, mbaknya terlambat datang." Jelas security itu.

Seketika Sasmita menjadi lemas, padahal dia tadi begitu senang melihat lowongan pekerjaan tadi.

Sasmita akhirnya pergi dengan wajah muram, map yang ia pegang kembali ia masukkan kedalam tas bahunya.

"Belum rezeki," Katanya sambil menghela napas panjang.

Jika sedang terpuruk dalam hal ekonomi, Sasmita tidak mungkin menggunakan jasa ojek ataupun taksi untuk mencari pekerjaan. Hanya mengandalkan jalan kaki, Sasmita terus menyusuri jalan tanpa tujuan. Beberapa rumah makan dan toko ia masuki untuk mencari pekerjaan. Namun semua menolak karena tidak butuh karyawan baru.

Terik matahari tak ia hiraukan, lapar yang ia rasakan tak membuatnya lelah berjalan. Sasmita mengusap keningnya yang bercucuran keringat, hari sudah semakin sore dan dirinya belum mendapatkan pekerjaan sama sekali.

Krukk

Krukk

Sasmita menyentuh perutnya yang tiba-tiba berbunyi, rasa lapar yang sejak siang ia tahan kini semakin terasa.

"Ya Tuhan, kenapa susah sekali mendapat pekerjaan," Gumamnya dengan wajah kelelahan.

Sasmita mendongak, langit tiba-tiba mendung dan gelap, sedangkan perjalanan menuju pulang masih butuh tiga puluh menit.

"Hujan akan turun, tidak mungkin aku sampai rumah sebelum hujan."

Sasmita kembali berjalan, namun hujan langsung turun begitu lebat membuatnya sedikit berlari untuk mencapai halte didepan. Karena hanya membawa uang yang ia punya, belum lagi untuk makan hari esok, alhasil Sasmita tak berani untuk mencari kendaraan menuju rumah. Takut jika uangnya tak ada lagi dan dirinya tidak bisa membeli makan apalagi ada suaminya di rumah yang butuh makan.

Dengan wajah basah Sasmita mengusap dengan tangannya, hujan disertai angin yang kencang membuatnya jadi kedinginan.

Baju yang basah, begitu juga dengan rambutnya, wanita itu terlihat begitu menyedihkan.

Rasa lapar yang mendera, hawa dingin yang menerpa, hujan lebat yang masih terus mengguyur, Sasmita hanya bisa memeluk tubuhnya.

"Kenapa tak kunjung reda, bagaimana ini, hari semakin gelap."

Sasmita menatap langit yang gelap, hari sudah petang dan dirinya terjebak kembali dengan dinginnya angin luar.

Cuaca beberapa hari ini memang tak bisa diprediksi, pagi begitu cerah siang pun begitu terik, tapi siapa sangka jika sore hari akan ada hujan lebat seperti ini.

Dengan langkah gontai, Sasmita nekat kembali berjalan di bawah derasnya air hujan. Namun baru beberapa langkah berjalan, dari arah belakang terdapat sebuah mobil yang melaju kencang hingga membuat Sasmita yang berjalan terkejut sampai tubuhnya terhuyung dan jatuh.

Akkhhh

Merintih dalam gelapnya malam dan derasnya hujan Sasmita menjatuhkan air matanya ditengah guyuran hujan. Konon menangis di bawah hujan tak akan membuat orang lain tahu kesedihan yang kita rasakan. Dan Sasmita menangis terisak dengan tubuh bergetar.

Didalam mobil mahal seorang pria melirik kaca spion dalam.

"Nyonya, sepetinya wanita tadi jatuh,"

Si wanita yang di panggil nyonya menoleh kebelakang, dan ia bisa melihat sosok wanita yang terduduk di jalan.

"Putar balik!"

Mobil yang tadinya melaju kencang kian melambat saat menyadari seseorang telah jatuh dijalan. Dan kini mobil itu berputar arah dan berhenti tepat di sisi Sasmita.

Sasmita mendongak dengan mata memerah dan perih, seorang wanita berdiri di bawah payung.

"Bangunlah, hujan semakin deras," Katanya sambil menyuruh si supir untuk membantu membawa Sasmita ke halte tadi.

Tubuhnya semakin bergetar, wajahnya kian pucat dengan kedua tangan memeluk tubuhnya sendiri.

Melihat keadaan si wanita yang tak di kenal membuat wanita berpakaian mewah tadi hanya menyulitkan matanya.

"Maaf nona tas anda basah, begitu juga dengan map di dalamnya," Si supir memberikan tas pada Sasmita, tak sengaja map yang ia taruh didalam setengah keluar setelah dirinya jatuh tadi.

"T-terima kasih.." Katanya dengan suara gagap.

Wanita itu melirik tas yang dipegang Sasmita, hingga suaranya membuat Sasmita yang terus menunduk menatapnya.

"Kau butuh pekerjaan? Aku akan memberimu pekerjaan!"

Terpopuler

Comments

Hanachi

Hanachi

ada beberapa kata yang typo ya

2024-12-30

0

#ayu.kurniaa_

#ayu.kurniaa_

.

2024-12-06

0

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

lanjuuutt

2024-11-29

0

lihat semua
Episodes
1 Sasmita &Hardi
2 Aku akan memberi mu pekerjaan
3 Tidak bisa memberi nafkah Batin
4 Pelayan lancang
5 Pria menyedihkan
6 Lihat siapa yang akan bertahan
7 Merasa kasihan
8 Tidak perlu berterima kasih
9 Binar harapan
10 Wanita iblis
11 Masak untuk Riko
12 Rumah sakit
13 Penasaran
14 Di bandingkan
15 Aku ketahuan
16 Ijin pulang
17 Aku akan melayanimu Mas
18 Apa kamu menyukai putra saya
19 Rasa ingin tahu
20 Hutan
21 Bukti
22 Lilis bisa bantu
23 Tuduhan
24 Melamar
25 Di terima
26 Ketegangan dimeja makan
27 Pekerjaan bagus
28 Mayang
29 Topeng kepalsuan
30 Markas diserang
31 Menemukan
32 Apa yang terjadi
33 Melarikan diri
34 Wanita penolong
35 Senyum yang tak sederhana
36 Kenapa kamu memecatnya?
37 Talak 1
38 Talak 2
39 Insiden
40 Sudah jatuh tertimpa tangga
41 Mempersatukan keluarga
42 Gara-gara seatbelt
43 Diusir
44 Pengaturan bertemu
45 Tertangkap
46 Menggoda
47 Bumbu rahasia
48 Senyum yang langka
49 Anda sudah berpisah?
50 Di pecat dua kali
51 Jangan bikin saya salah paham
52 Semua sudah berakhir
53 Nikan saja!
54 Menyesal
55 Persiapan pernikahan
56 Gaun pengantin
57 Ide Bu Rita
58 Merasai manis
59 Terjebak
60 Riko frustasi
61 Doa untuk Riko
62 Pernikahan 1
63 Pernikahan 2
64 Tipis-tipis pengantin Baru
65 Di tunda
66 Janda tapi perawan
67 Seputar pengantin baru
68 Janda bukan berarti tak perawan
69 Menunjukan
70 Menunjukan 2
71 Sore-sore ke kasur
72 Memikirkan apa?
73 Mabuk
74 Kabur dari masalah
75 Lobby
76 Pantat babun
77 Dia istri saya
78 Nyonya Fernandez
79 Melihatnya dengan pria lain
80 Pahitnya rumah tangga
81 Cucu yang banyak
82 Hadiah
83 Kepedesan Bu
84 Karma berlaku
85 Rujak
86 Kebahagiaan
87 Extra part _Ngidam aneh
88 Extra part ~ Ngidam aneh 2
89 Draft extra part ~ Diko ngenes
90 Extra part ~ Lilis dan Hardi
91 Extra part ~ Keberuntungan Sasmita
92 Extra part finis
93 BACA KARYA BARU!!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Sasmita &Hardi
2
Aku akan memberi mu pekerjaan
3
Tidak bisa memberi nafkah Batin
4
Pelayan lancang
5
Pria menyedihkan
6
Lihat siapa yang akan bertahan
7
Merasa kasihan
8
Tidak perlu berterima kasih
9
Binar harapan
10
Wanita iblis
11
Masak untuk Riko
12
Rumah sakit
13
Penasaran
14
Di bandingkan
15
Aku ketahuan
16
Ijin pulang
17
Aku akan melayanimu Mas
18
Apa kamu menyukai putra saya
19
Rasa ingin tahu
20
Hutan
21
Bukti
22
Lilis bisa bantu
23
Tuduhan
24
Melamar
25
Di terima
26
Ketegangan dimeja makan
27
Pekerjaan bagus
28
Mayang
29
Topeng kepalsuan
30
Markas diserang
31
Menemukan
32
Apa yang terjadi
33
Melarikan diri
34
Wanita penolong
35
Senyum yang tak sederhana
36
Kenapa kamu memecatnya?
37
Talak 1
38
Talak 2
39
Insiden
40
Sudah jatuh tertimpa tangga
41
Mempersatukan keluarga
42
Gara-gara seatbelt
43
Diusir
44
Pengaturan bertemu
45
Tertangkap
46
Menggoda
47
Bumbu rahasia
48
Senyum yang langka
49
Anda sudah berpisah?
50
Di pecat dua kali
51
Jangan bikin saya salah paham
52
Semua sudah berakhir
53
Nikan saja!
54
Menyesal
55
Persiapan pernikahan
56
Gaun pengantin
57
Ide Bu Rita
58
Merasai manis
59
Terjebak
60
Riko frustasi
61
Doa untuk Riko
62
Pernikahan 1
63
Pernikahan 2
64
Tipis-tipis pengantin Baru
65
Di tunda
66
Janda tapi perawan
67
Seputar pengantin baru
68
Janda bukan berarti tak perawan
69
Menunjukan
70
Menunjukan 2
71
Sore-sore ke kasur
72
Memikirkan apa?
73
Mabuk
74
Kabur dari masalah
75
Lobby
76
Pantat babun
77
Dia istri saya
78
Nyonya Fernandez
79
Melihatnya dengan pria lain
80
Pahitnya rumah tangga
81
Cucu yang banyak
82
Hadiah
83
Kepedesan Bu
84
Karma berlaku
85
Rujak
86
Kebahagiaan
87
Extra part _Ngidam aneh
88
Extra part ~ Ngidam aneh 2
89
Draft extra part ~ Diko ngenes
90
Extra part ~ Lilis dan Hardi
91
Extra part ~ Keberuntungan Sasmita
92
Extra part finis
93
BACA KARYA BARU!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!