Hutan

Drt..Drt..

Riko megambil ponselnya yang berdering, dan menggeser tombol hijau untuk mendengarkan informasi dari seberang sana.

Tatapan matanya mulai menajam, saat mendengarkan seseorang diseberang sana.

"Jangan sampai mereka tahu."

Riko mematikan sambungan teleponnya, ketegangan diwajahnya tiba-tiba mengendur saat Sasmita kembali masuk tanpa mengetuk pintu.

"Maaf Tuan.. waktunya minum obat." Sasmita tersenyum canggung saat tatapan Riko fokus padanya.

'Apa dia marah karena aku tidak mengetuk pintu,' Batinya ketakutan sendiri.

Riko hanya berdehem, tangannya kembali meletakkan ponselnya di atas meja.

"Hari ini antar aku keluar, suruh pak Hengki menyiapkan mobil." Titahnya setelah Sasmita menaruh nampan diatas meja.

"Baik Tuan."

Sasmita berlalu pergi hingga pintu sudah tertutup rapat.

Riko mengambil tiga obat yang tersedia di didepanya, lalu membuangnya ke kotak sampah.

Setelah beberapa saat Riko keluar dari kamar dan melihat Sasmita yang akan menghampirinya.

"Mobilnya sudah siap Tuan."

Riko mengangguk, Sasmita berdiri dibelakang kursi roda dan mendorongnya memasuki lift.

Tidak ada obrolan di dalam mobil, Riko sibuk dengan gawainya sedangkan Sasmita tampak sibuk memandangi jalan dari kaca mobil.

Pak Hengki tampak fokus, dalam otaknya kenapa Tuanya harus membawa Sasmita.

Sasmita menegakkan tubuhnya saat melaju ke jalan yang sangat dia kenal.

"Pak kenapa ke arah sini?" tanyanya sambil menatap pak Hengki.

Pak Hengki hanya berdehem, "Tuan yang memintanya Nona." Pak Hengki selalu memanggil Sasmita dengan sebutan 'Nona' entah kenapa, padahal Sasmita hanya seorang pelayan.

"Tuan?" Sasmita menoleh kebelakang menatap Riko yang duduk dengan tenang.

Riko belum menjawab, membuat Sasmita menghela napas kasar, dan kembali duduk seperti semula.

Hingga mobil mewah itu berhenti didepan rumah sederhana milik Sasmita dan suami.

"Tuan?" Sasmita kembali memanggil dengan tatapan bertanya.

Sedangkan pak Hengki memilih keluar meninggalkan dua orang didalamnya.

"Turunlah, mulai besok kamu tidak perlu kembali bekerja."

Deg

Wajah Sasmita menunjukan rasa terkejutnya, berbeda dengan Riko yang masih berwajah datar.

"T-tuan, tapi-"

"Aku majikanmu, jadi aku berhak melakukanya!"

Sasmita tak lagi bicara, namun lelehan air mata itu meluncur di pipinya membuat Sasmita cepat-cepat menghapusnya.

"Baiklah, Maafkan saya jika selama ini kurang baik dalam melayani Tuan." Setelah mengatakan itu Sasmita langsung keluar dari mobil.

Tatapannya bertemu dengan Pak Hengki membuat Sasmita hanya tersenyum tanpa bisa menutupi wajah sedihnya.

"Jaga Tuan pak." Pesannya sebelum dirinya berlalu menuju rumah dengan langkah gontai.

Riko hanya menatap pugung Sasmita dengan hembusan napas kasar, hingga Pak Hengki kembali masuk dan duduk dikursi kemudi.

"Jalan." Titahnya lagi.

*

*

Setelah melakukan perjalanan hampir dua jam, mobil yang ditumpangi Briana dan kekasihnya sampai di tujuan.

Perjalanan yang cukup memakan waktu lama membuat wajah Briana merengut.

"Kenapa wajahmu ditekuk begitu." Pria itu mematikan mesin mobilnya setelah sampai di depan bangunan yang seperti gudang tua.

"Aku capek." Katanya dengan hembusan napas kasar.

Pria itu terkekeh, dan turun dari mobil lebih dulu.

Briana ikut turun, wajahnya masih terlihat masam.

"Kalau capek ya gak usah ikut."

Mencebikkan bibirnya kesal, tangannya merangkul mesra pria yang berada di sampingnya.

Pintu bangunan itu terdapat dua orang pria yang berjaga, Briana memang tidak pernah datang dan hanya dua kali ini mendatangi tempat ini setelah dua tahun. Begitu juga dengan pria yang di sampingnya.

"Siang bos." Sapa penjaga pria yang berdiri di depan mereka.

"Apa kabar kalian." Tanyanya sambil menepuk bahu pria itu.

"Baik, Bos!"

Pria itu mengangguk, "Bagus! Kerja kalian sangat bagus, nanti akan aku kirim uang sebagai reward kalian."

Dua penjaga itu tentu saja tersenyum senang, jika mendapatkan uang.

"Terima kasih bos."

Setelahnya pintu utama bangunan itu terbuka, di dalam dua orang juga nampak berjaga karena sebelumnya bos mereka menghubungi jika akan datang hari ini setelah beberapa tahun.

"Bos!"

Wajah mereka tampak sumringah, selama ini hanya uang yang mereka dapat setiap bulan. Tanpa bertatap wajah.

Pria itu mengangguk, sedangkan Briana tampak tak nyaman dengan para pria yang menatapnya tak biasa.

"Aku ingin melihatnya."

Dua orang itu mengangguk, dan segera menuju pintu di mana seorang pria duduk dengan tangan dan kaki terikat.

Suara pintu yang terbuka membuat seorang pria didalamnya tak bergeming seolah sedang asik bermain dengan dunianya.

Briana hanya tersenyum sinis melihat pria paruh baya yang terlihat menyedihkan.

Rambut gondrong, wajah kusam jenggot yang sudah memajang apalagi tubuhnya yang kurus tak segagah dulu lagi.

"Rupanya anda cukup kuat bertahan Tuan Fernandez!"

Terpopuler

Comments

Tyaz Wahyu

Tyaz Wahyu

oh jd rio kw toh yg asli lg ditahan sdh kebaca ni jln ceritanya

2024-11-10

0

Laksmi Ngurah

Laksmi Ngurah

mereka gak tau klo obat dibuang oleh Riko

2024-11-01

0

Wirda Wati

Wirda Wati

oh gitu salah nebak ni😂

2025-01-26

0

lihat semua
Episodes
1 Sasmita &Hardi
2 Aku akan memberi mu pekerjaan
3 Tidak bisa memberi nafkah Batin
4 Pelayan lancang
5 Pria menyedihkan
6 Lihat siapa yang akan bertahan
7 Merasa kasihan
8 Tidak perlu berterima kasih
9 Binar harapan
10 Wanita iblis
11 Masak untuk Riko
12 Rumah sakit
13 Penasaran
14 Di bandingkan
15 Aku ketahuan
16 Ijin pulang
17 Aku akan melayanimu Mas
18 Apa kamu menyukai putra saya
19 Rasa ingin tahu
20 Hutan
21 Bukti
22 Lilis bisa bantu
23 Tuduhan
24 Melamar
25 Di terima
26 Ketegangan dimeja makan
27 Pekerjaan bagus
28 Mayang
29 Topeng kepalsuan
30 Markas diserang
31 Menemukan
32 Apa yang terjadi
33 Melarikan diri
34 Wanita penolong
35 Senyum yang tak sederhana
36 Kenapa kamu memecatnya?
37 Talak 1
38 Talak 2
39 Insiden
40 Sudah jatuh tertimpa tangga
41 Mempersatukan keluarga
42 Gara-gara seatbelt
43 Diusir
44 Pengaturan bertemu
45 Tertangkap
46 Menggoda
47 Bumbu rahasia
48 Senyum yang langka
49 Anda sudah berpisah?
50 Di pecat dua kali
51 Jangan bikin saya salah paham
52 Semua sudah berakhir
53 Nikan saja!
54 Menyesal
55 Persiapan pernikahan
56 Gaun pengantin
57 Ide Bu Rita
58 Merasai manis
59 Terjebak
60 Riko frustasi
61 Doa untuk Riko
62 Pernikahan 1
63 Pernikahan 2
64 Tipis-tipis pengantin Baru
65 Di tunda
66 Janda tapi perawan
67 Seputar pengantin baru
68 Janda bukan berarti tak perawan
69 Menunjukan
70 Menunjukan 2
71 Sore-sore ke kasur
72 Memikirkan apa?
73 Mabuk
74 Kabur dari masalah
75 Lobby
76 Pantat babun
77 Dia istri saya
78 Nyonya Fernandez
79 Melihatnya dengan pria lain
80 Pahitnya rumah tangga
81 Cucu yang banyak
82 Hadiah
83 Kepedesan Bu
84 Karma berlaku
85 Rujak
86 Kebahagiaan
87 Extra part _Ngidam aneh
88 Extra part ~ Ngidam aneh 2
89 Draft extra part ~ Diko ngenes
90 Extra part ~ Lilis dan Hardi
91 Extra part ~ Keberuntungan Sasmita
92 Extra part finis
93 BACA KARYA BARU!!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Sasmita &Hardi
2
Aku akan memberi mu pekerjaan
3
Tidak bisa memberi nafkah Batin
4
Pelayan lancang
5
Pria menyedihkan
6
Lihat siapa yang akan bertahan
7
Merasa kasihan
8
Tidak perlu berterima kasih
9
Binar harapan
10
Wanita iblis
11
Masak untuk Riko
12
Rumah sakit
13
Penasaran
14
Di bandingkan
15
Aku ketahuan
16
Ijin pulang
17
Aku akan melayanimu Mas
18
Apa kamu menyukai putra saya
19
Rasa ingin tahu
20
Hutan
21
Bukti
22
Lilis bisa bantu
23
Tuduhan
24
Melamar
25
Di terima
26
Ketegangan dimeja makan
27
Pekerjaan bagus
28
Mayang
29
Topeng kepalsuan
30
Markas diserang
31
Menemukan
32
Apa yang terjadi
33
Melarikan diri
34
Wanita penolong
35
Senyum yang tak sederhana
36
Kenapa kamu memecatnya?
37
Talak 1
38
Talak 2
39
Insiden
40
Sudah jatuh tertimpa tangga
41
Mempersatukan keluarga
42
Gara-gara seatbelt
43
Diusir
44
Pengaturan bertemu
45
Tertangkap
46
Menggoda
47
Bumbu rahasia
48
Senyum yang langka
49
Anda sudah berpisah?
50
Di pecat dua kali
51
Jangan bikin saya salah paham
52
Semua sudah berakhir
53
Nikan saja!
54
Menyesal
55
Persiapan pernikahan
56
Gaun pengantin
57
Ide Bu Rita
58
Merasai manis
59
Terjebak
60
Riko frustasi
61
Doa untuk Riko
62
Pernikahan 1
63
Pernikahan 2
64
Tipis-tipis pengantin Baru
65
Di tunda
66
Janda tapi perawan
67
Seputar pengantin baru
68
Janda bukan berarti tak perawan
69
Menunjukan
70
Menunjukan 2
71
Sore-sore ke kasur
72
Memikirkan apa?
73
Mabuk
74
Kabur dari masalah
75
Lobby
76
Pantat babun
77
Dia istri saya
78
Nyonya Fernandez
79
Melihatnya dengan pria lain
80
Pahitnya rumah tangga
81
Cucu yang banyak
82
Hadiah
83
Kepedesan Bu
84
Karma berlaku
85
Rujak
86
Kebahagiaan
87
Extra part _Ngidam aneh
88
Extra part ~ Ngidam aneh 2
89
Draft extra part ~ Diko ngenes
90
Extra part ~ Lilis dan Hardi
91
Extra part ~ Keberuntungan Sasmita
92
Extra part finis
93
BACA KARYA BARU!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!