Pelayan lancang

Sasmita menghela napas panjang sebelum melewati gerbang tinggi nan kokoh didepanya.

Ditanganya, Sasmita menenteng satu tas kecil yang berisikan beberapa baju dan perlengkapan pribadinya.

Wanita itu menuju teras luas dan megah itu dengan tatapan nanar, disini ia akan memulai pekerjaan baru. Bangunan rumah dua tingkat yang besar dan megah membuat Sasmita berpikir jika kali ini majikanya lebih kaya dari pemilik rumah makan tempatnya bekerja sebelumnya.

Memang Sasmita belum berpengalaman menjadi pelayan pribadi seseorang, tapi setidaknya ia mengalaminya di rumah sendiri, yaitu suaminya.

Saat dirinya terlihat bingung untuk mengetuk pintu, Sasmita melihat seorang wanita yang memakai seragam lewat dari samping.

"Permisi mbak!" Panggilnya pada wanita yang melintas.

Wanita itu menatap Sasmita dengan kening berkerut, namun detik berikutnya ia tersenyum.

"Kamu pekerjaan baru ya?" Tanya wanita yang terlihat lebih muda dari Sasmita.

"I-iya mbak, saya baru mendapatkan pekerjaan dirumah ini," Ucap Sasmita sambil mengulurkan tangannya. "Saya Sasmita, Nyonya Briana yang menerima saya di sini," Lanjutnya dengan menyunggingkan senyum.

"Aku, Cika.. Kalau begitu ayo masuk lewat samping,"

Sasmita mengikuti langkah Cika dari belakang, keduanya terlihat sedikit obrolan menanyakan perihal status keduanya.

"Omong-omong mbak udah nikah?" tanya Cika sambil menatap wajah Sasmita.

"Sudah mbak.."

Cika terseyum, "Sepertinya aku lebih muda dari kamu, mungkin hanya 1 atau 2 tahun, jadi jangan panggil aku mbak, panggil saja Cika, dan aku belum menikah."

Sasmita hanya mengangguk kecil dan tersenyum, keduanya berjalan masuk melewati pintu samping yang terhubung dengan ruang tengah, di sana ada dua orang yang duduk. Namun yang kerena posisi duduk membelakangi Sasmita. dan Briana melihat kedatangan Sasmita dan juga pelayan ibu mertuanya.

"Nah, itu pelayan baru untuk Riko Bu.."

Wanita yang di panggil ibu itu menoleh kebelakang, di mana ada Sasmita yang berdiri dengan penampilan sederhana.

"Kamu yakin dengan-nya?" Wanita itu menyipitkan mata menelisik penampilan Sasmita.

Wajahnya tampak natural, cantik tanpa makeup, hanya ada pewarna bibir alami bentuk tubuhnya juga tidak buruk.

"Dia miskin dan memiliki suami lumpuh, aku yakin dia sangat membutuhkan uang dan akan bekerja keras agar bertahan, jika tidak maka ia akan mengembalikan uang denda." Ucap Briana dengan suara datar dan tatapan acuh tak acuh.

Mayang hanya mengangguk saja, "Pastikan dia tidak membuat masalah," Katanya lalu beranjak pergi.

"Kamu bisa bertanya tentang pekerjaan mu pada Cika, dia akan menunjukan daftar dan jadwal apa saja yang kamu lakukan, dan lagi ketahui batasan mu!"

Sasmita mengangguk patuh dengan kepala tertunduk, setelah itu Briana pergi sambil menenteng tas kremes mahal nya.

"Jangan tegang, tuan muda sebenarnya baik, hanya saja mereka yang membuatnya sangat frustasi."

Ucapan Cika membuat Sasmita cukup berpikir.

'Tuan muda sebenarnya baik?'

*

*

Sasmita sangat pusing melihat daftar dan jadwal apa saja yang harus ia lakukan. Pekerjanya dari pagi sampai majikanya tidur, namun jika dibutuhkan kapan saja Sasmita harus sigap.

"Tidak makan bawang goreng dan daun bawang, tidak suka manis dan asin." Sasmita membaca apa saja yang boleh dimakan dan tidak, terutama kesukaan majikanya.

"Tidak suka mendengar keributan, dan tidak boleh bicara banyak atau membantah,"

Rentetan catatan sudah Sasmita baca, sedikit banyaknya ia mulai menghafal apa saja yang akan ia kerjakan.

"Mbak, ini waktunya tuan muda minum obat," Cika datang sambil membawakan nampan berisi beberapa obat dan air.

"Setelah ini mbak harus menyiapkan sendiri, karena di rumah ini Nona muda dan nyonya besar punya pelayan pribadi yang harus melayani mereka secara mandiri." Tutur Cika memberi tahu.

Dia yang ditugaskan untuk membantu Sasmita di awal bekerja.

"Baik Cika, aku mengerti,"

"Mari aku antar ke kamar tuan muda."

Keduanya masuk kedalam lift, rumah besar ini terdapat tangga dan fasilitas lift untuk memudahkan Riko sang majikan yang cacat untuk turun ke bawah. Meskipun waktu Riko banyak di habiskan didalam kamar setiap waktunya.

Tok...Tok...Tok...

"Tuan saatnya minum obat!" Ucap Cika dari balik pintu.

"Masuklah," Titah Cika pada Sasmita.

Sejujurnya jantung Sasmita berdegup kencang, wanita itu tampak gugup dan takut.

"B-baik,"

Ceklek

Sasmita membuka pintu perlahan, ia menoleh pada Cika dan mendapat anggukan dari gadis itu.

"Aku tinggal dulu, selamat berjuang." Ucap Cika dengan senyum.

"Berjuang?" beo Sasmita.

"Apa kau akan berdiri disana terus!"

Sasmita tersentak saat mendengar suara tegas nan dingin itu.

"I-iya tuan," Balasnya, balasnya yang kemudian masuk setelah menutup pintu pelan.

Sasmita hanya bisa menatap punggung seorang pria yang sedang duduk di atas kursi roda. Pria itu tampak diam sambil menatap jendela kaca besar yang menunjukkan awan terang.

"Berapa wanita itu membayar mu!" Tanya Riko sambil membalikkan posisi duduknya, dan kini keduanya saling berhadapan saling memandang.

Hah

Sasmita agak linglung mendengar pertanyaan Riko, kenapa tanya soal gaji? apa uang sepuluh juta itu terlalu besar untuk menggaji ku? batin Sasmita.

"Katakan berapa, dan aku bisa memberimu lebih banyak, asalkan kau pergi sekarang juga!"

Deg

Sasmita kok jadi sesak, belum apa-apa dirinya sudah di tolak.

Dengan berani dan mengesampingkan rasa takut karena tatapan Riko yang tajam bak busur panah, Sasmita menjawab dengan bibir bergetar.

"Aku membutuhkan pekerjaan tuan, dan aku sudah menandatangani kontrak dengan nyonya Briana, jadi yang berhak memecat saya adalah nyonya Briana bukan anda."

Prank

Sasmita terlonjak kaget dengan mata terpejam, ia bisa merasakan basah di kakinya.

"Lancang sekali kamu berani bicara seperti itu!"

Tubuh Sasmita bergetar, perlahan ia membuka matanya dan menatap kebawah, di mana sebuah gelas pecah tepat dibawah kakinya. Bahkan pecahan gelas itu ada yang mengenai kulit kakinya dan memiliki sedikit noda darah.

"Maaf tuan, tapi saya hanya melakukan sesuai permintaan Nyonya,"

Dengan rasa perih di kakinya, Sasmita justru berjalan mendekati Riko yang terlihat begitu marah. Pria itu tak mengendurkan tatapan tajamnya pada wanita yang sudah berani mengangkat kepala padanya.

Selama ini tidak ada pelayan yang berani padanya, mereka lebih memilih untuk mengamankan uang dan mental mereka saat pertama kali melihat sosok Riko Fernandez.

*

*

Jangan lupa Like, Komen, dan rating 🌟 5 nya😘😘😘😘😘

Terpopuler

Comments

Juan Sastra

Juan Sastra

nah kan namanya lawannya pun riko,, dan nanti justru jadi selingkuhan sasmita. itu di novel yg aku baca dulu ggak tau karya ini.. atau memang novel inilah yg aku baca

2024-11-21

0

Tyaz Wahyu

Tyaz Wahyu

pandangan pertama awal kita brjumpa..e i eeeeeng serem tp ngangenin (sasmita),judes tp ngangenin (riko)

2024-11-10

0

Hanachi

Hanachi

seharusnya menggunakan kata "saya" kalau bicara dengan atasan.

2024-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Sasmita &Hardi
2 Aku akan memberi mu pekerjaan
3 Tidak bisa memberi nafkah Batin
4 Pelayan lancang
5 Pria menyedihkan
6 Lihat siapa yang akan bertahan
7 Merasa kasihan
8 Tidak perlu berterima kasih
9 Binar harapan
10 Wanita iblis
11 Masak untuk Riko
12 Rumah sakit
13 Penasaran
14 Di bandingkan
15 Aku ketahuan
16 Ijin pulang
17 Aku akan melayanimu Mas
18 Apa kamu menyukai putra saya
19 Rasa ingin tahu
20 Hutan
21 Bukti
22 Lilis bisa bantu
23 Tuduhan
24 Melamar
25 Di terima
26 Ketegangan dimeja makan
27 Pekerjaan bagus
28 Mayang
29 Topeng kepalsuan
30 Markas diserang
31 Menemukan
32 Apa yang terjadi
33 Melarikan diri
34 Wanita penolong
35 Senyum yang tak sederhana
36 Kenapa kamu memecatnya?
37 Talak 1
38 Talak 2
39 Insiden
40 Sudah jatuh tertimpa tangga
41 Mempersatukan keluarga
42 Gara-gara seatbelt
43 Diusir
44 Pengaturan bertemu
45 Tertangkap
46 Menggoda
47 Bumbu rahasia
48 Senyum yang langka
49 Anda sudah berpisah?
50 Di pecat dua kali
51 Jangan bikin saya salah paham
52 Semua sudah berakhir
53 Nikan saja!
54 Menyesal
55 Persiapan pernikahan
56 Gaun pengantin
57 Ide Bu Rita
58 Merasai manis
59 Terjebak
60 Riko frustasi
61 Doa untuk Riko
62 Pernikahan 1
63 Pernikahan 2
64 Tipis-tipis pengantin Baru
65 Di tunda
66 Janda tapi perawan
67 Seputar pengantin baru
68 Janda bukan berarti tak perawan
69 Menunjukan
70 Menunjukan 2
71 Sore-sore ke kasur
72 Memikirkan apa?
73 Mabuk
74 Kabur dari masalah
75 Lobby
76 Pantat babun
77 Dia istri saya
78 Nyonya Fernandez
79 Melihatnya dengan pria lain
80 Pahitnya rumah tangga
81 Cucu yang banyak
82 Hadiah
83 Kepedesan Bu
84 Karma berlaku
85 Rujak
86 Kebahagiaan
87 Extra part _Ngidam aneh
88 Extra part ~ Ngidam aneh 2
89 Draft extra part ~ Diko ngenes
90 Extra part ~ Lilis dan Hardi
91 Extra part ~ Keberuntungan Sasmita
92 Extra part finis
93 BACA KARYA BARU!!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Sasmita &Hardi
2
Aku akan memberi mu pekerjaan
3
Tidak bisa memberi nafkah Batin
4
Pelayan lancang
5
Pria menyedihkan
6
Lihat siapa yang akan bertahan
7
Merasa kasihan
8
Tidak perlu berterima kasih
9
Binar harapan
10
Wanita iblis
11
Masak untuk Riko
12
Rumah sakit
13
Penasaran
14
Di bandingkan
15
Aku ketahuan
16
Ijin pulang
17
Aku akan melayanimu Mas
18
Apa kamu menyukai putra saya
19
Rasa ingin tahu
20
Hutan
21
Bukti
22
Lilis bisa bantu
23
Tuduhan
24
Melamar
25
Di terima
26
Ketegangan dimeja makan
27
Pekerjaan bagus
28
Mayang
29
Topeng kepalsuan
30
Markas diserang
31
Menemukan
32
Apa yang terjadi
33
Melarikan diri
34
Wanita penolong
35
Senyum yang tak sederhana
36
Kenapa kamu memecatnya?
37
Talak 1
38
Talak 2
39
Insiden
40
Sudah jatuh tertimpa tangga
41
Mempersatukan keluarga
42
Gara-gara seatbelt
43
Diusir
44
Pengaturan bertemu
45
Tertangkap
46
Menggoda
47
Bumbu rahasia
48
Senyum yang langka
49
Anda sudah berpisah?
50
Di pecat dua kali
51
Jangan bikin saya salah paham
52
Semua sudah berakhir
53
Nikan saja!
54
Menyesal
55
Persiapan pernikahan
56
Gaun pengantin
57
Ide Bu Rita
58
Merasai manis
59
Terjebak
60
Riko frustasi
61
Doa untuk Riko
62
Pernikahan 1
63
Pernikahan 2
64
Tipis-tipis pengantin Baru
65
Di tunda
66
Janda tapi perawan
67
Seputar pengantin baru
68
Janda bukan berarti tak perawan
69
Menunjukan
70
Menunjukan 2
71
Sore-sore ke kasur
72
Memikirkan apa?
73
Mabuk
74
Kabur dari masalah
75
Lobby
76
Pantat babun
77
Dia istri saya
78
Nyonya Fernandez
79
Melihatnya dengan pria lain
80
Pahitnya rumah tangga
81
Cucu yang banyak
82
Hadiah
83
Kepedesan Bu
84
Karma berlaku
85
Rujak
86
Kebahagiaan
87
Extra part _Ngidam aneh
88
Extra part ~ Ngidam aneh 2
89
Draft extra part ~ Diko ngenes
90
Extra part ~ Lilis dan Hardi
91
Extra part ~ Keberuntungan Sasmita
92
Extra part finis
93
BACA KARYA BARU!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!