Wanita iblis

"Bagaimana perkembagannya dokter?" Tanya Rita ibunya Hardi.

Wanita itu duduk didepan dokter yang baru saja melakukan pemeriksaan pasien setelah beberapa waktu lalu melakukan operasi.

"Semua berjalan lancar Bu, pasien hanya butuh beberapa terapi untuk kelancaran berjalanya,"

Rita terseyum senang, wanita paruh baya itu mengucap terima kasih.

"Terima kasih dokter, kalau begitu saya kembali keruangan anak saya dulu." Rita pun beranjak pergi, keluar dari ruangan dokter yang menangani operasi Hardi.

Ceklek

"Tante bagaimana?"

"Apa kata dokter Bu?" Tanya Hardi juga.

Rita mengembangkan senyum sebelum menjawab.

"Semua berjalan dengan baik, kamu akan bisa berjalan nak." Rita memeluk Hardi dengan haru.

Hardi yang mendengar tentu saja merasa senang, dalam hatinya ia mengucap syukur.

"Semua karena bantuan Lilis, kalau bukan karena pinjaman uangnya kamu tidak akan segara di operasi," Ucap Rita lagi sambil mengembangkan senyum pada wanita yang berdiri disisi rajang Hardi.

"Terima kasih Lis, kamu memang wanita baik,"

"Sama-sama Tante, aku senang bisa membantu mas Hardi," ucap Lilis dengan senyuman.

Hardi juga ikut senang, tak menyangka akan bisa melewatinya secepat ini.

"Terima kasih Lis, atas bantuannya." Ucap Hardi dengan tulus.

Andai Sasmita tahu jika dirinya akan segera sembuh pasti istrinya itu akan bahagia.

Akan tetapi Hardi lupa jika dia tak memberi tahu tentang keputusan yang ia ambil, ia hanya mengatakan jika akan melakukan terapi, tapi kenyataannya Hardi melakukan operasi pemasangan pen yang memang membutuhkan biaya cukup mahal.

"Hardi kalau kamu sudah sembuh kamu harus membalas kebaikan Lilis,"

Ucapan Rita membuat Hardi menatap wanita yang berdiri dengan senyumnya itu, yang dibalas senyum oleh Hardi.

"Iya Bu, aku tidak akan lupa."

*

*

"Udara malam semakin dingin, ngak baik untuk otot kaki Tuan." Sasmita berdiri dari duduknya dan mendorong kursi roda Riko.

Riko hanya diam tanpa membantah, setelah cukup lama mengabiskan waktu mengobrol dengan Sasmita, Riko justru lebih beruntung dari pada Sasmita.

Sampainya di kamar Sasmita membatu Riko untuk naik ke atas rajang, Sasmita membenarkan posisi kaki Riko agar nyaman.

"Kenapa kamu duduk disitu!" Sentak Riko saat melihat Sasmita justru duduk disisi ranjang tepat di samping kakinya.

Sasmita menggerakkan tangannya untuk memijit kaki Riko yang tak mengalami rasa sama sekali.

"Pijatan juga menjadi cara alternatif untuk memancing otot-otot kaki agar merespon Tuan," kata Sasmita yang kini fokus menatap tanganya yang memijat kedua kaki Riko secara bergantian.

Riko membeku, pria itu justru menatap Sasmita dengan pandangan yang rumit.

Ehem..

"Apa aku menganggu, waktu kalian berdua?"

Sasmita langsung berdiri dan mengambil jarak menjauh. Wanita itu menunduk.

Riko hanya menatap malas Briana yang berdiri dengan wajah arogannya, wanita itu berdiri dengan melipat tangannya di dada.

Jika Briana istri yang baik, maka wanita itu yang akan merawatnya, tapi ini justru sebaliknya.

"Saya permisi Tuan, Nyonya." Sasmita memilih pergi, ia tak ingin menjadi orang ketiga antara majikannya.

Briana hanya melirik Sasmita saat wanita itu melewatinya.

Riko memilih untuk diam tanpa menanggapi ucapan Brian, pria itu seperti tak mengharapkan kehadiran sang istri.

"Kenapa wajah mu masam begitu," Ucap Briana sambil berjalan mendekati Riko yang duduk bersandar di bahu ranjang.

"Kau menghilang begitu saja di pesta, bahkan sebelum aku meniup lilin," Katanya lagi dengan tatapan tak suka.

Riko menatap Brian dengan alis terangkat, pria itu tersenyum dengan sinis.

"Lalu apakah aku harus melihat bagaimana seorang istri memeluk ayah mertuanya dengan mesra!" Desis Riko dengan tatapan berubah tajam.

Briana hanya menaikkan sudut bibirnya, "Oh..jadi karena itu kamu memilih pergi," Brina justru tertawa.

"Tentu saja aku memberikan kue pertama untuk ayah mertua, karena dia aku bisa sampai dititik ini, jika hanya mengandalkan suami lumpuh seperti mu, maka aku tak akan memiliki kedudukan yang sama dengan perusahaan Fernandez," Ucap Briana dengan senyum mengembang.

Riko mengepalkan tangannya, wajahnya mulai menggelap dengan kemarahan.

"Riko, kamu dan ibumu hanya bisa duduk sambil menonton tidak di perbolehkan untuk mengusik," Ucap Briana lagi dengan senyum kemenangan.

"Kau! Wanita iblis! Tunggu apa yang akan kau dapatkan!" Kecam Riko dengan suara dinginnya.

Briana hanya bisa tertawa dan melenggang pergi, sedangkan Riko melampiaskan kemarahannya dengan memukul rahang berulang kali.

Arrghh!!!!

Terpopuler

Comments

Istiana

Istiana

ada udsng d blk batu . briana ingin mngoda mertuanya.

2025-01-01

1

💜⃞⃟𝓛 ˢ⍣⃟ₛ EmohDimaru💃

💜⃞⃟𝓛 ˢ⍣⃟ₛ EmohDimaru💃

apa mungkin Brianna slingkuh dg papanya Riko

2025-02-28

0

Dewi Nuraeni

Dewi Nuraeni

kayanya c Briana ada main deh sm papanya riko

2025-01-27

0

lihat semua
Episodes
1 Sasmita &Hardi
2 Aku akan memberi mu pekerjaan
3 Tidak bisa memberi nafkah Batin
4 Pelayan lancang
5 Pria menyedihkan
6 Lihat siapa yang akan bertahan
7 Merasa kasihan
8 Tidak perlu berterima kasih
9 Binar harapan
10 Wanita iblis
11 Masak untuk Riko
12 Rumah sakit
13 Penasaran
14 Di bandingkan
15 Aku ketahuan
16 Ijin pulang
17 Aku akan melayanimu Mas
18 Apa kamu menyukai putra saya
19 Rasa ingin tahu
20 Hutan
21 Bukti
22 Lilis bisa bantu
23 Tuduhan
24 Melamar
25 Di terima
26 Ketegangan dimeja makan
27 Pekerjaan bagus
28 Mayang
29 Topeng kepalsuan
30 Markas diserang
31 Menemukan
32 Apa yang terjadi
33 Melarikan diri
34 Wanita penolong
35 Senyum yang tak sederhana
36 Kenapa kamu memecatnya?
37 Talak 1
38 Talak 2
39 Insiden
40 Sudah jatuh tertimpa tangga
41 Mempersatukan keluarga
42 Gara-gara seatbelt
43 Diusir
44 Pengaturan bertemu
45 Tertangkap
46 Menggoda
47 Bumbu rahasia
48 Senyum yang langka
49 Anda sudah berpisah?
50 Di pecat dua kali
51 Jangan bikin saya salah paham
52 Semua sudah berakhir
53 Nikan saja!
54 Menyesal
55 Persiapan pernikahan
56 Gaun pengantin
57 Ide Bu Rita
58 Merasai manis
59 Terjebak
60 Riko frustasi
61 Doa untuk Riko
62 Pernikahan 1
63 Pernikahan 2
64 Tipis-tipis pengantin Baru
65 Di tunda
66 Janda tapi perawan
67 Seputar pengantin baru
68 Janda bukan berarti tak perawan
69 Menunjukan
70 Menunjukan 2
71 Sore-sore ke kasur
72 Memikirkan apa?
73 Mabuk
74 Kabur dari masalah
75 Lobby
76 Pantat babun
77 Dia istri saya
78 Nyonya Fernandez
79 Melihatnya dengan pria lain
80 Pahitnya rumah tangga
81 Cucu yang banyak
82 Hadiah
83 Kepedesan Bu
84 Karma berlaku
85 Rujak
86 Kebahagiaan
87 Extra part _Ngidam aneh
88 Extra part ~ Ngidam aneh 2
89 Draft extra part ~ Diko ngenes
90 Extra part ~ Lilis dan Hardi
91 Extra part ~ Keberuntungan Sasmita
92 Extra part finis
93 BACA KARYA BARU!!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Sasmita &Hardi
2
Aku akan memberi mu pekerjaan
3
Tidak bisa memberi nafkah Batin
4
Pelayan lancang
5
Pria menyedihkan
6
Lihat siapa yang akan bertahan
7
Merasa kasihan
8
Tidak perlu berterima kasih
9
Binar harapan
10
Wanita iblis
11
Masak untuk Riko
12
Rumah sakit
13
Penasaran
14
Di bandingkan
15
Aku ketahuan
16
Ijin pulang
17
Aku akan melayanimu Mas
18
Apa kamu menyukai putra saya
19
Rasa ingin tahu
20
Hutan
21
Bukti
22
Lilis bisa bantu
23
Tuduhan
24
Melamar
25
Di terima
26
Ketegangan dimeja makan
27
Pekerjaan bagus
28
Mayang
29
Topeng kepalsuan
30
Markas diserang
31
Menemukan
32
Apa yang terjadi
33
Melarikan diri
34
Wanita penolong
35
Senyum yang tak sederhana
36
Kenapa kamu memecatnya?
37
Talak 1
38
Talak 2
39
Insiden
40
Sudah jatuh tertimpa tangga
41
Mempersatukan keluarga
42
Gara-gara seatbelt
43
Diusir
44
Pengaturan bertemu
45
Tertangkap
46
Menggoda
47
Bumbu rahasia
48
Senyum yang langka
49
Anda sudah berpisah?
50
Di pecat dua kali
51
Jangan bikin saya salah paham
52
Semua sudah berakhir
53
Nikan saja!
54
Menyesal
55
Persiapan pernikahan
56
Gaun pengantin
57
Ide Bu Rita
58
Merasai manis
59
Terjebak
60
Riko frustasi
61
Doa untuk Riko
62
Pernikahan 1
63
Pernikahan 2
64
Tipis-tipis pengantin Baru
65
Di tunda
66
Janda tapi perawan
67
Seputar pengantin baru
68
Janda bukan berarti tak perawan
69
Menunjukan
70
Menunjukan 2
71
Sore-sore ke kasur
72
Memikirkan apa?
73
Mabuk
74
Kabur dari masalah
75
Lobby
76
Pantat babun
77
Dia istri saya
78
Nyonya Fernandez
79
Melihatnya dengan pria lain
80
Pahitnya rumah tangga
81
Cucu yang banyak
82
Hadiah
83
Kepedesan Bu
84
Karma berlaku
85
Rujak
86
Kebahagiaan
87
Extra part _Ngidam aneh
88
Extra part ~ Ngidam aneh 2
89
Draft extra part ~ Diko ngenes
90
Extra part ~ Lilis dan Hardi
91
Extra part ~ Keberuntungan Sasmita
92
Extra part finis
93
BACA KARYA BARU!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!