"Sepuluh juta untuk satu bulan!"
Dua gepok uang tunai disodorkan didepan Sasmita dan Hardi.
Keduanya tampak terkejut dengan nominal yang diberikan. 10juta bukanlah uang sedikit.
Sasmita menelan ludah, matanya terlihat gemetar menatap seorang wanita cantik didepanya.
"S-sepuluh j-juta," Ucap Sasmita dengan suara gagap.
"Jika pekerjaan mu bagus, saya akan tambahkan bonus!" Tambah wanita itu lagi.
Sasmita menelan ludah ia menatap suaminya dengan tatapan bingung.
Hardi menyentuh tangan dingin Sasmita, dan dia berbicara.
"Pekerjaan apa yang anda janjikan, kenapa gajinya begitu besar?"
Bukan tanpa alasan Hardi menanyakan hal itu, meskipun wanita yang duduk di depannya berpenampilan kelas dan jelas dari kalangan orang kaya.
Namun penampilan seseorang tak lantas membuatnya merasa yakin, Hardi justru merasa jika istrinya akan mendapatkan pekerjaan yang tak mudah atau perkejaan yang senonoh, contohnya psk.
"Hanya menjadi pelayan suami saya yang lumpuh!" Jawab wanita itu dingin.
Wajahnya memang cantik, tapi aura dingin dan tatapan datar itu membuat orang yang melihat justru merasa tidak nyaman.
"Saya tidak punya waktu banyak, jika kamu bersedia maka kamu bisa menandatangani perjanjian kontrak kerja," Tangan wanita itu terulur pada pria yang berdiri disampingnya, dan menerima sebuah map.
"Dengan uang itu, maka kamu bisa membawa suami mu ke dokter," Katanya lagi sambil melirik sosok Hardi yang duduk di atas kursi roda.
"Bagaimana mas?" bisik Sasmita meminta pendapat dan persetujuan dari suaminya.
"Terserah kamu sayang, kamu yang bekerja, aku tidak bisa melakukan apapun jadi semua terserah padamu." Hardi sudah merasa putus asa dengan keadaanya.
Dan jika dirinya mencegah pekerjaan Sasmita, dirinya tak bisa menanggung beban keuangan sendiri, gaji yang cukup lumayan besar hanya untuk menjadi pelayan seorang suami yang cacat, mengingat itu Hardi sendiri merasa miris.
'Aku cacat tapi tidak bisa menghasilkan uang, tapi pria lain cacat bisa memberikan orang lain uang.' Batin Hardi miris.
"Baik saya terima pekerjaan untuk menjadi pelayan suami anda."
*
*
Malam semakin larut dengan udara yang dingin, sisa-sisa air hujan yang masih menetes membuat suasana syahdu.
Sasmita baru saja membatu suaminya untuk naik ke atas ranjang, lalu menyelimutinya dengan selimut hangat agar kaki sang suami tidak terasa nyeri karena udara dingin.
"Besok aku sudah mulai kerja mas, lalu bagaimana dengan kamu?" Sasmita ikut naik ke atas ranjang, keduanya kini sudah saling berbaring dengan Sasmita yang menggunakan lengan suaminya sebagai bantal.
"Aku tidak apa-apa, jika untuk mengurus diriku sendiri aku bisa sayang, toh..kamu akan pulang tiga hari sekali," Katanya sambil mengusap rambut Sasmita.
Ya, dalam perjanjian Sasmita harus menginap dan satu bulan sekali akan mendapatkan cuti, namun baik Sasmita justru melakukan negosiasi meminta keringanan untuk jadwal cutinya.
"Gajinya dipotong tidak apa nyonya, asalkan saya bisa pulang tiga hari sekali," Katanya saat meminta kelonggaran.
Namun kerena yang di minta dengan kata pulang tidak untuk menginap, akhirnya wanita itu mengijinkan, Sasmita akan pulang tiga hari sekali tanpa menginap.
"Maafkan aku Sasmita, aku hanya bisa membuat mu susah," Ucap Hardi dengan suara sendunya.
Setiap melihat istrinya begitu bekerja keras tanpa lelah membuatnya merasa sesak dan penyesalan selalu membuatnya menjadi pria yang tak berguna.
"Tidak ada yang perlu di maafkan mas, aku ikhlas menjalani semuanya," Ucap Sasmita dengan seulas senyum hangatnya.
Hardi tak tahan dengan bibir Sasmita yang tampak alami, meskipun tanpa menggunakan pewarna bibir, namun bibir Sasmita sudah sangat indah.
Wajah keduanya saling berdekatan, hingga bibir mereka pun saling melumat dan meyesap seolah sedang ingin menyalurkan hasrat. Namun sampai beberapa waktu Hardi merasa frustrasi, ia sama sekali tak bisa mendapatkan eraksi di bagian kedua pangkal pahanya.
Emphh
Hardi menjauhkan wajahnya dengan tatapan frustasi, yang hanya disambut dengan senyuman oleh Sasmita.
"Maafkan aku yang tidak bisa memberi mu kepuasan batin sayang," Ucap Hardi dengan rasa putus asa.
*
*
Jangan lupa Like dan komen... rating 🌟🌟🌟🌟🌟
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Juan Sastra
baca di bab ini. perasaan udah pernah baca.. apa sama karyanya, agak lupa dah lama soalnya
2024-11-21
0
Hasmina Nita
istri yg tangguh😃👍 sy aja dikasi suami normal banyak ngeluhnys🙂↕️
2025-02-16
0
Hanya Orang Biasa☝️
Hardi? yg bener Hardi apa Sasmita
2025-02-10
0