Apa kamu menyukai putra saya

Pagi-pagi sekali Sasmita sudah bangun dan sedang berada di dapur, sempat tadi keluar rumah setelah subuh untuk membeli bahan makanan, kini wanita itu sedang berkutat di dapur untuk membuat sarapan.

"Kenapa bangunnya pagi sekali, hm.."

Sasmita sempat tersentak saat Hardi memeluknya dari belakang.

"Kamu bikin aku kaget Mas."

Hardi memeluk Sasmita dan menyandarkan dagunya di bahu Sasmita. Keadaanya memang sudah membaik, hanya saja jalannya masih sedikit pincang karena masih butuh penyesuaian.

"Padahal aku masih kangen, dan pengen peluk kamu," Ucap Hardi sambil mengecup pipi Sasmita. "Emangnya gak bisa tinggal satu malam lagi?" Katanya dengan nada penuh harap.

Sasmita menggeleng pelan, tubuhnya bergeser dan kini keduanya bisa saling menatap.

"Maaf Mas, aku hanya diberi waktu sampai pagi. Aku gak enak Mas, kalau melanggar."

Hardi menghembuskan napas panjang, dipeluknya kembali tubuh sang istri.

"Yaudah deh, nanti kamu pulang lagi..aku mau menebus malam pertama kita yang hilang."

Bluss

Wajah Sasmita mendadak hangat, semburat merah muncul di wajahnya.

"I-iya Mas." Ucapnya dengan lirih.

*

*

Saat Rita keluar dari kamar matanya memicing melihat makanan diatas meja, bukan hanya itu tapi dua orang yang sedang duduk sambil bercanda.

"Bu," Sapa Sasmita yang menyadari kehadiran ibu mertuanya.

Sasmita bangun dan memberi salam meskipun Rita tampak dingin.

"Mita sudah masak banyak Bu, jadi ibu tak perlu repot membuat Lilis datang untuk memasak."

Ucapan Hardi membuat senyum Rita kecut, wanita itu melirik Sasmita sinis.

"Tetap saja, dia tidak akan setiap hari memasak." Ucapnya dengan ketus.

Sasmita hanya diam dengan tatapan menunduk.

"Hardi sudah sembuh Bu, Hardi yang akan memasak untuk ibu.." Timpal Hardi yang jelas membela istrinya.

Sasmita tersenyum, ia tahu suaminya tak setega itu jika ingin berselingkuh.

"Alah.. kamu pasti di rayu sama dia kan.. agar kamu jangan dekat-dekat dengan Lilis!" Hardik Bu Rita dengan tatapan tajam.

Sasmita mendongak menatap wajah ibu mertuanya tak percaya.

"Bu, biarpun saya tidak merayu tapi Mas Hardi sadar dengan posisinya yang sudah punah istri."

Rita semakin menajamkan matanya, "Jadi kamu menuduhku!"

"Bu, sudah.." Hardi menatap ibunya dengan wajah memelas.

"Sasmita benar, seharunya ibu tak perlu membawa Lilis dalam rumah tangga Hardi,"

Bu Rita semakin meradang, wajahnya berubah muram.

"Kamu sama saja, sekarang kamu berani melawan setelah apa yang ibu lakukan untuk mendapatkan biaya operasi mu!" Bu Rita menatap Hardi dengan tatapan tajam dan marah.

"Bukan begitu Bu, tapi-"

"Ibu menyesal sudah membantumu Hardi, ibu tak menyangka jika kamu akan membela perempuan itu dari pada ibu yang melahirkan mu."

Brak

Bu Rita pergi dengan kemarahan yang dimiliki, sedangkan Hardi hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar.

"Sabar Mas, nanti kamu minta maaf ke ibu. Biar bagaimanapun ibu sudah berusaha membantu kita." Sasmita menyentuh tangan Hardi, dengan senyumnya.

Senyum yang siapa saja melihatnya akan merasa damai.

"Maafkan ibu Sayang, ibu belum bisa menerima kamu." Ucap Hardi dengan tatapan sendu.

Sasmita mengangguk, ia mengerti akan hal itu.

"Nanti aku akan cari kerja, kalau keadaan kakiku sudah normal,"

"Iya, Mas.. apapun yang kamu lakukan aku mendukungnya."

Keduanya memilih untuk sarapan bersama setelah terjadinya perdebatan tadi. Hingga saat Sasmita pamit kembali bekerja ibu mertuanya juga tak menunjukan batang hidungnya.

"Hati-hati di jalan, kabari aku kalau sudah sampai," Hardi mencium kening Sasmita.

"Hm..aku pergi dulu." Sasmita mencium punggung tangan suaminya dan berlalu pergi.

Hingga Hardi kembali masuk dan berpapasan dengan ibunya.

"Ibu mau kemana?" Tanya Hardi yang melihat penampilan ibunya sangat rapi, di tangannya ada tas seperti ingin berpergian.

"Mau shoping, ibu pusing karena ulah istrimu!" Ucapnya dengan nada yang masih kesal.

"Shoping? Memangnya ibu punya uang?"

Bu Rita mendelikkan matanya, "Kamu pikir ibu tidak punya uang, hah! Sudahlah ibu mau pergi dengan Lilis."

Bu Rita keluar rumah dengan tergesa, sedangkan Hardi hanya bisa melihat punggung ibunya dengan perasaan nanar.

"Kapan ibu akan menerima Sasmita Bu." Katanya lirih.

*

*

Sasmita sampai dikediaman Fernandez saat suasana rumah sudah sepi. Briana yang setiap pagi pergi bekerja, begitu juga dengan Tuan Rio, mereka akan berangkat bersama dengan satu mobil. Begitulah yang dilihat Sasmita.

Saat melewati pintu samping, Sasmita melihat nyonya Mayang yang duduk di taman. Sasmita seperti melihat punggung kesepian itu.

"Mbak Mita," Ucap Cika yang baru saja keluar sambil membawa teh untuk nyonya Mayang.

"Pagi Cika," Sapa Sasmita.

Interaksi keduanya di dengar oleh nyonya Mayang.

"Sasmita aku ingin bicara denganmu!"

Sasmita dan Cika saling tatap, sebelum akhirnya Sasmita meminta nampan yang Cika bawa dan menghampiri nyonya Mayang.

"Ini tehnya nyonya, dan maaf saya datang terlambat." Ucap Sasmita dengan wajah tertunduk.

Itulah yang dipikirkan Sasmita saat nyonya Mayang ingin bicara, karena dirinya terlambat datang.

"Apa kamu menyukai putra saya."

Deg

...****...

Lah..si nyonya ngadi-ngadi...

Terpopuler

Comments

Hanachi

Hanachi

jadi ibunya Hardi tinggal sama Hardi sekarang ?

2024-12-30

0

Siti Marwah

Siti Marwah

ngadi ngadi bae nyonya mayang..mita dah pumya laki

2024-12-30

0

Hanachi

Hanachi

berarti selama ini Sasmita diterima jadi menantu cuma buat dijadiin pelayan gratisan buat Hardi gitu ?

2024-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Sasmita &Hardi
2 Aku akan memberi mu pekerjaan
3 Tidak bisa memberi nafkah Batin
4 Pelayan lancang
5 Pria menyedihkan
6 Lihat siapa yang akan bertahan
7 Merasa kasihan
8 Tidak perlu berterima kasih
9 Binar harapan
10 Wanita iblis
11 Masak untuk Riko
12 Rumah sakit
13 Penasaran
14 Di bandingkan
15 Aku ketahuan
16 Ijin pulang
17 Aku akan melayanimu Mas
18 Apa kamu menyukai putra saya
19 Rasa ingin tahu
20 Hutan
21 Bukti
22 Lilis bisa bantu
23 Tuduhan
24 Melamar
25 Di terima
26 Ketegangan dimeja makan
27 Pekerjaan bagus
28 Mayang
29 Topeng kepalsuan
30 Markas diserang
31 Menemukan
32 Apa yang terjadi
33 Melarikan diri
34 Wanita penolong
35 Senyum yang tak sederhana
36 Kenapa kamu memecatnya?
37 Talak 1
38 Talak 2
39 Insiden
40 Sudah jatuh tertimpa tangga
41 Mempersatukan keluarga
42 Gara-gara seatbelt
43 Diusir
44 Pengaturan bertemu
45 Tertangkap
46 Menggoda
47 Bumbu rahasia
48 Senyum yang langka
49 Anda sudah berpisah?
50 Di pecat dua kali
51 Jangan bikin saya salah paham
52 Semua sudah berakhir
53 Nikan saja!
54 Menyesal
55 Persiapan pernikahan
56 Gaun pengantin
57 Ide Bu Rita
58 Merasai manis
59 Terjebak
60 Riko frustasi
61 Doa untuk Riko
62 Pernikahan 1
63 Pernikahan 2
64 Tipis-tipis pengantin Baru
65 Di tunda
66 Janda tapi perawan
67 Seputar pengantin baru
68 Janda bukan berarti tak perawan
69 Menunjukan
70 Menunjukan 2
71 Sore-sore ke kasur
72 Memikirkan apa?
73 Mabuk
74 Kabur dari masalah
75 Lobby
76 Pantat babun
77 Dia istri saya
78 Nyonya Fernandez
79 Melihatnya dengan pria lain
80 Pahitnya rumah tangga
81 Cucu yang banyak
82 Hadiah
83 Kepedesan Bu
84 Karma berlaku
85 Rujak
86 Kebahagiaan
87 Extra part _Ngidam aneh
88 Extra part ~ Ngidam aneh 2
89 Draft extra part ~ Diko ngenes
90 Extra part ~ Lilis dan Hardi
91 Extra part ~ Keberuntungan Sasmita
92 Extra part finis
93 BACA KARYA BARU!!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Sasmita &Hardi
2
Aku akan memberi mu pekerjaan
3
Tidak bisa memberi nafkah Batin
4
Pelayan lancang
5
Pria menyedihkan
6
Lihat siapa yang akan bertahan
7
Merasa kasihan
8
Tidak perlu berterima kasih
9
Binar harapan
10
Wanita iblis
11
Masak untuk Riko
12
Rumah sakit
13
Penasaran
14
Di bandingkan
15
Aku ketahuan
16
Ijin pulang
17
Aku akan melayanimu Mas
18
Apa kamu menyukai putra saya
19
Rasa ingin tahu
20
Hutan
21
Bukti
22
Lilis bisa bantu
23
Tuduhan
24
Melamar
25
Di terima
26
Ketegangan dimeja makan
27
Pekerjaan bagus
28
Mayang
29
Topeng kepalsuan
30
Markas diserang
31
Menemukan
32
Apa yang terjadi
33
Melarikan diri
34
Wanita penolong
35
Senyum yang tak sederhana
36
Kenapa kamu memecatnya?
37
Talak 1
38
Talak 2
39
Insiden
40
Sudah jatuh tertimpa tangga
41
Mempersatukan keluarga
42
Gara-gara seatbelt
43
Diusir
44
Pengaturan bertemu
45
Tertangkap
46
Menggoda
47
Bumbu rahasia
48
Senyum yang langka
49
Anda sudah berpisah?
50
Di pecat dua kali
51
Jangan bikin saya salah paham
52
Semua sudah berakhir
53
Nikan saja!
54
Menyesal
55
Persiapan pernikahan
56
Gaun pengantin
57
Ide Bu Rita
58
Merasai manis
59
Terjebak
60
Riko frustasi
61
Doa untuk Riko
62
Pernikahan 1
63
Pernikahan 2
64
Tipis-tipis pengantin Baru
65
Di tunda
66
Janda tapi perawan
67
Seputar pengantin baru
68
Janda bukan berarti tak perawan
69
Menunjukan
70
Menunjukan 2
71
Sore-sore ke kasur
72
Memikirkan apa?
73
Mabuk
74
Kabur dari masalah
75
Lobby
76
Pantat babun
77
Dia istri saya
78
Nyonya Fernandez
79
Melihatnya dengan pria lain
80
Pahitnya rumah tangga
81
Cucu yang banyak
82
Hadiah
83
Kepedesan Bu
84
Karma berlaku
85
Rujak
86
Kebahagiaan
87
Extra part _Ngidam aneh
88
Extra part ~ Ngidam aneh 2
89
Draft extra part ~ Diko ngenes
90
Extra part ~ Lilis dan Hardi
91
Extra part ~ Keberuntungan Sasmita
92
Extra part finis
93
BACA KARYA BARU!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!