Rumah sakit

Riko tak kesulitan untuk menghabiskan makanan yang Sasmita masak, ternyata rasanya tak terlalu buruk dari juru masak dirumah besarnya. Justru masakan Sasmita memiliki ciri khas sendiri meksipun nama masakan ini sering kali Riko makan.

Setelah menyelesaikan makannya, Riko meminum obat yang tersedia hingga selesai.

Sasmita kembali datang setengah jam setelahnya, wanita membereskan nampan makanan namun ada yang aneh, piring itu tampak bersih tak ada sisa, karena biasanya Riko makan selalu ada sisa walaupun hanya sedikit.

"Ada apa?" tanya Riko yang berada dibelakang Sasmita.

Wanita itu menoleh dan menggeleng, bibirnya melengkung senyum.

"Tidak apa-apa Tuan, saya bawa keluar ini sebentar," Katanya yang langsung berjalan pergi.

Sasmita terseyum senang melihat makanan yang ia berikan habis tak tersisa.

"Benar kaca Cika, sebenarnya di baik," Gumamnya sendiri.

Kembali ke kamar, Riko baru saja mendapat telepon saat Sasmita baru saja masuk.

"Tuan mau jalan-jalan keluar?" Tanya Sasmita.

Riko meletakkan ponselnya, "Temani aku ke rumah sakit,"

Sasmita hanya mengangguk, ia mengingat jadwal Riko untuk pergi ke dokter, dan jadwal itu seharunya lusa bukan, pikirnya.

"Baik," Tidak ada penolakan, Sasmita hanya mengikuti apa yang disuruh majikanya, mendorong kursi roda Riko menuju lift untuk turun kebawah.

Ting

Pintu lift terbuka, Sasmita mendorong kursi roda Mario melewati ruang keluarga, dan ternyata di sana ada Mayang dengan pelayannya Cika.

"Riko kamu mau kemana?" Tanya Mayang sambil mendekati Riko dan Sasmita.

"Tuan akan kerumah sakit nyonya," Bukan Riko melainkan Sasmita yang menjawab.

Mayang memicing menatap Sasmita, lalu menatap Riko kembali dengan sendu.

"Bukanya jadwal kamu masih lusa? Ada apa kamu mau kerumah sakit?" tanya Mayang dengan wajah bingung dan penasaran.

"Bukan urusan Mama, aku akan pergi dengan pelayan ku!" Ucap Riko dengan suara dingin.

"Ayo!" Titah Riko pada Sasmita.

Sasmita mengangguk pada Mayang, dirinya pamit pergi membawa Riko.

Sedangkan Mayang hanya bisa menatap nanar pugung Riko yang semakin menjauh.

"Sabar nyonya," Ucap Cika yang melihat kesedihan di mata majikannya.

Mayang hanya bisa mengusap ujung matanya yang basah, ia tak bisa berbuat apa-apa.

*

*

Sasmita duduk disisi supir yang mengemudi, wanita itu duduk diam dengan pandangan lurus kedepan.

Sedangkan Riko sibuk dengan gadget di tangannya, banyak laporan yang dia terima dari Diko maupun orang suruhannya.

Perusahaan Fernandez adalah perusahaan terbesar, perusahaan Fernandez masuk kedalam jajaran tiga besar master busines dua tahun sebelumnya. Namun dua tahun kedepan ini perusahaan Fernandez mengalami penurunan, itu karena Riko tak lagi bisa memegang kendali perusahaan dengan maksimal.

Meskipun ada Tuan Rio Fernandez di perusahaan itu, nyatanya pria itu tak bisa membuat sahan perusahaan Fernandez stabil, justru mengalami penurunan secara berkala.

Berbeda dengan perusahaan Briana, Luxury.. justru berkembang pesat setelah sempat mengalami kebangkrutan dua tahun lalu. Kini Briana tampak sedang menikmati puncak kejayaannya dalam dunia bisnis. Membuat wanita itu tak kenal dengan suaminya sendiri.

Akan tetapi bukan itu yang Riko pikirkan, meksipun hanya duduk di atas kursi roda namun Riko bukan seorang pria pengangguran dan miskin, Riko memiliki perusahaan sendiri yang dikelola orang kepercayaannya, perusahaan yang sudah berdiri sejak dirinya tergiur dengan dunia bisnis, baginya mencoba peruntungan adalah sebuah tantangan, dan terbukti selama bertahun-tahun Riko berhasil mengembangkan bisnis yang ia dirikan, meskipun sama besarnya dengan Fernandez.

Perusahaan Fernandez adalah perusahaan keluarga, siapa saja bisa menginginkan perusahaan itu terutama kerabat dan keluarga, hanya saja kakeknya mempercayakan perusahaan itu pada papanya, Rio Fernandez.

Sampainya di rumah sakit, Riko dibantu dengan supir untuk turun dari mobil. Kini Sasmita yang menemani Riko bertemu dengan dokter.

"Kamu tunggu di luar saja, saya bisa sendiri," Ucap Riko saat keduanya sudah sampai didepan pintu ruangan dokter.

"Em, baik tuan."

Riko pun menjalankan kursi rodanya sendiri untuk memasuki ruangan dokter.

Sedangkan Sasmita memilih menunggu di kursi tunggu bersama pasien lain.

"Kenapa Tuan bukan bertemu dengan dokter Orthopaedi," Batin Sasmita melihat tag diatas pintu.

Terpopuler

Comments

Dorce

Dorce

miris nasib Sasmita.. punya suami yg lumpuh...dan sepertinya ad niat lain utk kesembuhan Hardi(bantuan dari Lilis)dan punya majikan yg lumpuh bahkan lebih rumit keadaannya

2025-01-30

0

Ristieriswanharti

Ristieriswanharti

pura² lumpuh mungkin ...
sebenarnya bisa saja langsung skip² baca berikutnya tp ga seru donk harus sabar dari per bab biar penasaran

2024-12-18

0

Laksmi Ngurah

Laksmi Ngurah

mungkin RIKO mau. menyelidiki ada, apa dng ayah dan istrinya
dan untuk kitu dia, berpura pura lumpih

2024-11-01

0

lihat semua
Episodes
1 Sasmita &Hardi
2 Aku akan memberi mu pekerjaan
3 Tidak bisa memberi nafkah Batin
4 Pelayan lancang
5 Pria menyedihkan
6 Lihat siapa yang akan bertahan
7 Merasa kasihan
8 Tidak perlu berterima kasih
9 Binar harapan
10 Wanita iblis
11 Masak untuk Riko
12 Rumah sakit
13 Penasaran
14 Di bandingkan
15 Aku ketahuan
16 Ijin pulang
17 Aku akan melayanimu Mas
18 Apa kamu menyukai putra saya
19 Rasa ingin tahu
20 Hutan
21 Bukti
22 Lilis bisa bantu
23 Tuduhan
24 Melamar
25 Di terima
26 Ketegangan dimeja makan
27 Pekerjaan bagus
28 Mayang
29 Topeng kepalsuan
30 Markas diserang
31 Menemukan
32 Apa yang terjadi
33 Melarikan diri
34 Wanita penolong
35 Senyum yang tak sederhana
36 Kenapa kamu memecatnya?
37 Talak 1
38 Talak 2
39 Insiden
40 Sudah jatuh tertimpa tangga
41 Mempersatukan keluarga
42 Gara-gara seatbelt
43 Diusir
44 Pengaturan bertemu
45 Tertangkap
46 Menggoda
47 Bumbu rahasia
48 Senyum yang langka
49 Anda sudah berpisah?
50 Di pecat dua kali
51 Jangan bikin saya salah paham
52 Semua sudah berakhir
53 Nikan saja!
54 Menyesal
55 Persiapan pernikahan
56 Gaun pengantin
57 Ide Bu Rita
58 Merasai manis
59 Terjebak
60 Riko frustasi
61 Doa untuk Riko
62 Pernikahan 1
63 Pernikahan 2
64 Tipis-tipis pengantin Baru
65 Di tunda
66 Janda tapi perawan
67 Seputar pengantin baru
68 Janda bukan berarti tak perawan
69 Menunjukan
70 Menunjukan 2
71 Sore-sore ke kasur
72 Memikirkan apa?
73 Mabuk
74 Kabur dari masalah
75 Lobby
76 Pantat babun
77 Dia istri saya
78 Nyonya Fernandez
79 Melihatnya dengan pria lain
80 Pahitnya rumah tangga
81 Cucu yang banyak
82 Hadiah
83 Kepedesan Bu
84 Karma berlaku
85 Rujak
86 Kebahagiaan
87 Extra part _Ngidam aneh
88 Extra part ~ Ngidam aneh 2
89 Draft extra part ~ Diko ngenes
90 Extra part ~ Lilis dan Hardi
91 Extra part ~ Keberuntungan Sasmita
92 Extra part finis
93 BACA KARYA BARU!!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Sasmita &Hardi
2
Aku akan memberi mu pekerjaan
3
Tidak bisa memberi nafkah Batin
4
Pelayan lancang
5
Pria menyedihkan
6
Lihat siapa yang akan bertahan
7
Merasa kasihan
8
Tidak perlu berterima kasih
9
Binar harapan
10
Wanita iblis
11
Masak untuk Riko
12
Rumah sakit
13
Penasaran
14
Di bandingkan
15
Aku ketahuan
16
Ijin pulang
17
Aku akan melayanimu Mas
18
Apa kamu menyukai putra saya
19
Rasa ingin tahu
20
Hutan
21
Bukti
22
Lilis bisa bantu
23
Tuduhan
24
Melamar
25
Di terima
26
Ketegangan dimeja makan
27
Pekerjaan bagus
28
Mayang
29
Topeng kepalsuan
30
Markas diserang
31
Menemukan
32
Apa yang terjadi
33
Melarikan diri
34
Wanita penolong
35
Senyum yang tak sederhana
36
Kenapa kamu memecatnya?
37
Talak 1
38
Talak 2
39
Insiden
40
Sudah jatuh tertimpa tangga
41
Mempersatukan keluarga
42
Gara-gara seatbelt
43
Diusir
44
Pengaturan bertemu
45
Tertangkap
46
Menggoda
47
Bumbu rahasia
48
Senyum yang langka
49
Anda sudah berpisah?
50
Di pecat dua kali
51
Jangan bikin saya salah paham
52
Semua sudah berakhir
53
Nikan saja!
54
Menyesal
55
Persiapan pernikahan
56
Gaun pengantin
57
Ide Bu Rita
58
Merasai manis
59
Terjebak
60
Riko frustasi
61
Doa untuk Riko
62
Pernikahan 1
63
Pernikahan 2
64
Tipis-tipis pengantin Baru
65
Di tunda
66
Janda tapi perawan
67
Seputar pengantin baru
68
Janda bukan berarti tak perawan
69
Menunjukan
70
Menunjukan 2
71
Sore-sore ke kasur
72
Memikirkan apa?
73
Mabuk
74
Kabur dari masalah
75
Lobby
76
Pantat babun
77
Dia istri saya
78
Nyonya Fernandez
79
Melihatnya dengan pria lain
80
Pahitnya rumah tangga
81
Cucu yang banyak
82
Hadiah
83
Kepedesan Bu
84
Karma berlaku
85
Rujak
86
Kebahagiaan
87
Extra part _Ngidam aneh
88
Extra part ~ Ngidam aneh 2
89
Draft extra part ~ Diko ngenes
90
Extra part ~ Lilis dan Hardi
91
Extra part ~ Keberuntungan Sasmita
92
Extra part finis
93
BACA KARYA BARU!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!