Pembalasan Ratu Yang di Asingkan
...****************...
Sesuai yang di perintahkan oleh Kaisar Yan, beberapa orang tengah memantau gerak gerik keluarga selir Hua di wilayah bagian barat kerajaan. Selain itu, beberapa orang juga memata-matai kediaman menteri wilayah barat itu.
Meski wilayah barat tidak begitu luas, namun sumber daya laut dari wilayah itu cukup banyak dan bisa membantu kerajaan semakin maju.
"Tuan, sepertinya menteri Hua Ling selalu pergi ke ruangan yang berada di sebelah kanan kamarnya!" ucap seseorang yang memantau kediaman menteri Hua Ling, salah satu paman selir Hua.
"Benar, sepertinya catatan keuangan di sembunyikan di dalam ruangan itu!"
"Sebaiknya nanti malam kita cari, jika kita menemukan buku keuangan keluarga menteri Hua Ling, Yang Mulia pasti bisa menekan mereka!"
"Iya, kau benar. Keluarga selir Hua ini semakin lama semakin tidak tahu malu!"
Dua orang yang di perintahkan oleh kasim yang selalu berada di samping Kaisar Yan itu terus memantau disana, namun mereka tidak menyadari jika selain mereka, ada orang yang juga memantau di bagian lain kediaman menteri Hua Ling itu.
...----------------...
"Nona, kenapa anda begitu santai? Di dalam cerita beberapa bulan lagi kerajaan Chao akan menyerang kerajaan kita! Dan setelah perang ini juga selir Hua di angkat sebagai selir angung, karena keluarga selir Hua melakukan kontribusi besar pada prajurit di perbatasan selatan!"
"Itu karena dulu keluarga selir Hua mengandalkan hasil pertambangan yang mereka rahasiakan, dan juga sebagian dari uang yang mereka berikan adalah dari hasil penggelapan pajak rakyat yang selama ini menteri Hua Ling dan adiknya lakukan. Tetapi kali ini tentu tidak akan terjadi, jadi kau tenang saja,"
Xin Xin mendengarkan ucapan Liu An dengan khawatir.
"Aku ingat, di cerita asli Kaisar memerintahkan orang untuk mencari bukti penggelapan pajak dan penyalahgunaan uang rakyat di wilayah barat, tetapi orang yang di perintah mati karena ketahuan oleh anak buah menteri Hua Ling. Jadi keluarga selir Hua berjaya."
"Benar, nona!"
"Jadi, Xin Xin. Aku akan memberimu tugas, untuk melumpuhkan anak buah menteri Hua Ling dan juga orang yang Kaisar kirim kesana!"
"Eh, orang yang Kaisar kirim juga?"
"Benar, karena meski bukti berada di tangan Kaisar. Dia tidak akan memberi hukuman yang berat pada keluarga selir Hua. Jadi aku akan melakukan sesuatu dengan buku keuangan menteri Hua Ling itu!"
Xin Xin mengangguk, "Baik nona, aku akan melakukannya dengan baik!"
"Setelah tugasmu selesai, aku akan meminta pelayan untuk menghidangkan satu piring besar kacang dan biji labu untukmu!"
Kedua mata Xin Xin berbinar mendengar hadiah yang akan dia dapatkan, dan dengan cepat dia pergi ke wilayah bagian barat kerajaan.
Setelah Xin Xin pergi, Liu An berjalan keluar dari kamarnya. Langkahnya terhenti saat dia melihat selir Hua berjalan ke arah kamar dengan pelayan setianya.
"Salam kepada Yang Mulia Ratu, semoga Ratu selalu bahagia dan sejahtera!" ucap selir Hua memberi hormat.
Liu An melihat selir Hua dan pelayannya, "Ada keperluan apa selir Hua datang ke istana ku?"
"Yang Mulia, saya mendengar para adik selir sudah datang mengunjungi anda. Jadi saya pun datang kemari untuk berkunjung dan berbicara dengan Yang Mulia,"
"Mereka datang kesini karena khawatir kepadaku, lalu apa yang membawa selir Hua kesini? Tidak mungkin selir Hua juga mengkhawatirkan ku, bukan?"
"Yang Mulia, bagaimana bisa anda mengatakan itu? Saya juga benar mengkhawatirkan anda, bagaimana pun saat itu saya juga bersalah. Anda...."
"Tentu itu adalah salahmu, kau menjatuhkan dirimu sendiri ke kolam lalu mengatakan aku yang mendorongmu, padahal jarak aku berdiri denganmu cukup jauh! Para pelayan juga tahu itu, hanya saja kau sudah menutup mulut mereka. Jadi mereka tidak berani mengatakan yang sebenarnya kepada Kaisar!"
"Yang Mulia, anda....."
"Selir Hua, aku bukan lagi Ratu Yu yang mudah kau bodohi dengan beberapa kata seperti dulu. Jadi lebih baik sekarang kau kembali, dan memikirkan cara agar Yang Mulia Kaisar tetap bersikap baik padamu di masa depan!"
Selir Hua menatap Ratu Yu dengan tajam, tangannya mengepal menahan kemarahan yang sudah tidak bisa di bendung. Kata-kata Ratu Yu seperti cabai yang di letakan pada makanan, membuat orang meradang.
Dengan kesal selir Hua berbalik dan berjalan pergi tanpa memberi hormat terlebih dulu pada Ratu Yu.
Liu An melihat selir Hua pergi hanya tersenyum, "Nikmatilah waktumu dengan baik di dalam istana ini, perlahan kau dan keluarga mu akan jatuh!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
lily
semngt balas dendamnya
2025-01-15
0
Bening
halus tapi menyakitkan
2024-06-07
1