Pembalasan Ratu Yang di Asingkan
****************
Ratu melihat istana yang begitu besar di depannya, kedua matanya menatap lurus ke arah tangga yang cukup tinggi dimana aula istana utama berada di atas.
"Sangat menyebalkan sekali, kenapa istana ini begitu tinggi. Tidak adakah tangga berjalan atau orang yang bersedia membawaku naik ke atas?" ucap Liu An yang masih menatap tangga di depannya itu.
"Nona, kita berada di dunia kerajaan. Mana mungkin ada tangga berjalan disini, dan tidak mungkin orang lain akan mengangkat anda lalu naik ke atas sana. Ayo nona, anggap saja anda sedang berolahraga, bukankah selama beberapa hari kemarin anda sudah makan dan tidur dengan puas?"
Plak!
"Pergi saja kau, kau hanya membuatku semakin kesal! Setelah ini aku akan baik-baik membalas Kaisar Yan dan selir Hua!"
Liu An masih menatap tangga yang entah berapa jumlahnya itu, yang jelas mungkin setelah naik kakinya akan merasa kram, terlebih tubuh Ratu Yu sangat lemah karena lebih dari satu tahun menyiksa diri dengan memikirkan Kaisar tak berguna, dan kurangnya istirahat.
"Yang Mulia Ratu, kenapa anda hanya diam?" ucap Xiao Lan.
"Lan'er, aku merasa takut tidak akan mampu menaiki tangga sebanyak itu. Mungkin baru setengahnya saja aku sudah mati!"
Xiao Lan yang mengerti maksud perkataan Ratu Yu segera meminta orang menyiapkan tandu kursi untuk membawa Ratu naik ke atas.
Beberapa pengawal pun segera menyiapkan tandu yang di minta.
"Lan'er, apakah hal yang aku perintahkan sudah kau lakukan?" ucap Liu An.
"Sudah Yang Mulia, mungkin sebentar lagi beberapa orang dari keluarga Yu akan segera datang,"
"Minta bibi Long dan yang lainnya menyambut mereka di istana ku, setelah melihat orang-orang di dalam. Aku akan segera menemui mereka!"
"Baik, Yang Mulia!"
Ya, setelah Kaisar pergi dari istana dingin dan meminta dirinya untuk kembali ke istana, Liu An telah memerintahkan Xiao Lan untuk mengabari keluarga Yu tentang hal tersebut, dan meminta keluarga Yu datang ke istananya. Jadi sebelum Liu An pergi dari istana dingin menuju istana kerjaan, mungkin para anggota keluarga Yu sudah melakukan perjalanan dari luar ibukota menuju istana.
Pengawal yang membawa tandu kursi datang, Liu An pun duduk di atas kursi lalu dengan hati-hati tandu itu di angkat, dan mulai menaiki tangga.
Setelah Liu An tiba di depan pintu aula istana, semua orang yang melihatnya terkejut. Tidak pernah ada seorang pun yang menaiki tangga istana dengan menggunakan tandu, tapi Ratu Yu justru dengan santai turun dari tandu itu.
Liu An melihat keterkejutan itu, namum dia bersikap biasa saja. Dia berjalan melewati para perdana menteri yang secara serempak menundukan kepala mereka.
"Yu Liu An memberi salam kepada Yang Mulia Kaisar, semoga Yang Mulia selalu sejahtera!" ucap Liu An sambil memberi hormat.
Selir Hua mengepalkan kedua tangannya, dia masih tidak rela jika masa hukuman Ratu Yu sudah berakhir dan kembali ke istana.
"Ratu ku, berdirilah dan naik kemari!" ucap Kaisar Yan.
Ratu Yu menatap selir Hua, "Tetapi Yang Mulia, di samping anda sudah ada selir Hua. Dimana saya harus duduk?"
Ucapan Ratu Yu membuat suasana aula istana menjadi riuh, memang selama Ratu Yu di asingkan yang duduk di samping Kaisar Yan adalah selir Hua. Namun hari ini adalah hari dimana Ratu Yu kembali, namun selir Hua masih dengan santai duduk di kursi Ratu Yu, dan Kaisar Yan pun membiarkan itu.
Semua perdana menteri merasa sedikit adanya tekanan di dalam ucapan Ratu Yu, karena dari ucapan itu Ratu Yu secara langsung memberitahu selir Hua dan yang lainnya, jika kursi yang di duduki selir Hua seharusnya selalu kosong, meski Ratu Yu di asingkan.
Melihat keheningan itu, Ratu Yu tersenyum, "Tidak apa-apa, dua tahun aku berada di istana dingin. Mungkin aturan di dalam istana ini sudah berubah,"
"Ya..... Yang Mulia Ratu, saya...."
"Selir Hua, aku tidak keberatan jika kau ingin terus duduk disana. Bahkan jika ingin menggantikan posisiku juga tidak apa-apa. Namun... kita tidak tahu apakah Yang Mulia Kaisar bisa melakukannya atau tidak!"
Bagai pedang yang menghunus jantung, Kaisar Yan yang mendengar ucapan Ratu Yu sangat terkejut dan merasa tidak bisa berkata apa-apa.
"Yang Mulia Ratu, sepertinya anda salah paham tentang ini, saya..."
"Melakukan perjalanan dari istana dingin kesini cukup membuat saya lelah. Tubuh saya yang lemah ini...rasanya seperti tidak sanggup lagi. Saya sudah memberi salam kepada Yang Mulia Kaisar, dan saya akan kembali ke istana saya sekarang!" Ratu Yu kembali memotong ucapan selir Hua yang menurut dia tidak penting.
Tidak perlu menunggu persetujuan Kaisar, Liu An membungkukan badannya lalu berbalik dan berjalan menuju pintu aula utama istana.
Namun belum sampai di melangkah keluar, Liu An berhenti, "Bahkan para perdana menteri saja tidak mengucapkan salam ketika aku memasuki aula ini. Sungguh penyambutan yang membuat saya sangat bahagia!"
Para perdana menteri mendongakan kepala mereka, kini mereka baru sadar jika mereka memang tidak ada yang memberi salam kepada Ratu saat dia pertama kali masuk.
Kaisar Yan sendiri hanya bisa diam dan menatap punggung Ratu Yu yang semakin menjauh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
Ayay Nya Yuda
kaisar dan para menteri dan juga selir yg tolol
2024-12-31
1
lily
semngt balas dendamnya
2025-01-14
0
Musliha yunos
kaisar bodoh
2024-11-06
0