Pembalasan Ratu Yang di Asingkan
...****************...
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali di depan istana dingin sudah berkumpul para pengawal dan pelayan yang di tugaskan oleh Kaisar Yan untuk menjemput Ratu Yu kembali ke istana. Ada lebih dari 30 orang pengawal dan pelayan istana sudah berdiri menunggu Ratu Yu keluar dari kamarnya.
Sementara mereka menunggu, Ratu Yu sedang menikmati sarapannya di dalam kamar.
"Nona, semua orang sudah menunggu mu di luar. Bagaimana bisa kau masih sarapan disini?" ucap Xin Xin yang terbang kesana kemari di atas kepala Liu An.
"Biarkan saja mereka menunggu, Ratu Yu menunggu selama berbulan-bulan hanya untuk bertemu dengan Kaisar Yan saja bisa. Seharusnya mereka juga bisa!"
"Nona, apa kau sedang membalas dendam?"
"Xin Xin, aku bukan seorang pendendam. Aku hanya sedang melakukan apa yang dulu Kaisar Yan lakukan pada Ratu Yu."
"Bukankah itu sama saja, nona! Hari ini kita akan kembali ke istana, seharusnya kau membuat kesan yang baik di depan Kaisar dan selir Hua itu. Agar mereka tahu siapa nona sebenarnya,"
"Untuk apa, aku justru ingin membuat mereka kesal dengan apa yang aku lakukan ini. Kau tenanglah, dan makan kacang itu, jika tidak aku akan memberikannya pada orang lain!"
Xin Xin segera mengambil piring kecil berisi kacang dan biji labu di atas meja dengan cepat, "Ini adalah makanan ku, mana boleh kau memberikannya pada orang lain!"
Liu An hanya diam sambil menikmati sarapannya.
"Yang Mulia, semua pengawal dan pelayan yang di tugaskan untuk menjemput anda sudah berada di luar. Apakah anda belum ingin keluar?" ucap Xiao Lan.
"Lan'er, berikan mereka beberapa makanan. Mereka sampai disini pagi-pagi sekali, pasti belum sempat makan. Aku tidak mau ketika kembali ke istana tiba-tiba ada pelayan atau pengawal yang jatuh akibat kelaparan dan membuat berita yang tidak-tidak di luar sana!"
Xiao Lan yang mendengar itu mematung.
"Apa kau tidak mendengar ku, Xiao Lan?" ucap Liu An lagi.
"Ah, maafkan saya Yang Mulia. Saya...saya akan segera melakukannya!"
Xiao Lan segera keluar dari kamar Liu An dan pergi ke dapur untuk meminta koki menyiapkan makanan bagi para pelayan dan pengawal di luar.
"Nona, kenapa anda memberi mereka makanan?" tanya Xin Xin.
"Seperti yang aku katakan tadi, aku tidak mau ada yang jatuh karena kelaparan di jalan. Bagaimana pun ini adalah perjalanan ku kembali ke istana, selir Hua pasti merencanakan sesuatu. Di tambah mereka datang sangat pagi, bahkan aku saja belum bangun, sudah sangat terlihat kalau mereka belum makan sama sekali!"
"Wah, selir Hua ini benar-benar menyebalkan!"
"Kau tenang saja, kita akan sedikit memberi dia pelajaran nanti,"
"Nona, tatapanmu sungguh menyeramkan!"
"Apa yang tahu? Aku ini pemilik mata terindah, kau malah berkata jika mataku ini menyeramkan,"
...****************...
Di dalam istana, Kaisar Yan dengan para selirnya termasuk selir Hua yang duduk di sampingnya sudah berada di aula istana utama. Bersama dengan para perdana menteri, mereka semua menunggu kedatangan Ratu Yu.
Mereka berpikir karena Kaisar Yan memerintahkan para pengawal dan pelayan pergi pagi-pagi untuk menjemput Ratu Yu, maka tidak lama lagi Ratu Yu akan segera tiba, jadi mereka pun sudah berkumpul disana sejak tadi.
"Yang Mulia, kenapa sampai sekarang Ratu Yu belum juga sampai?" ucap selir Hua dengan nada cemas.
"Kita tunggu sebentar lagi, aku memerintahkan para pengawal itu pergi sangat pagi. Jadi tidak mungkin jika mereka akan tiba sore nanti!"
"Tapi kita sudah menunggu disini selama satu jam,"
Kaisar Yan terdiam, dia tentu tidak tahu jika Ratu Yu memang sengaja berangkat dari istana dingin lebih siang. Karena ingin membuat Kaisar dan selir Hua menunggu lebih lama sebelum dirinya datang.
Sementara Kaisar menerka apa yang terjadi, selir Hua justru tersenyum diam-diam, "Aku sengaja meminta Kaisar untuk memerintahkan para pengawal dan pelayan itu pergi pagi-pagi, bahkan mereka pasti tidak makan apapun. Jarak dari istana dingin ke istana kerjaan cukup jauh, aku yakin pasti terjadi sesuatu pada pelayan atau pengawal di jalan,"
Tap tap tap
Seorang kepala pengawal berjalan masuk dan memberi hormat pada Kaisar Yan.
"Yang Mulia, Yang Mulia Ratu beserta semua pelayan dan pengawalnya sudah tiba di depan pintu gerbang istana!" ucap kepala pengawal.
Raut wajah selir Hua yang tadinya bahagia karena Ratu belum juga datang, seketika memudar dan berubah menjadi tidak senang.
Di luar aula istana, semua para pelayan dan pengawal yang dulu melayani Ratu Yu di dalam istana, berkumpul dan berbaris untuk menyambut kedatangan Ratu mereka.
"Salam kepada Yang Mulia Ratu, semoga Ratu panjang umur, sejahtera dan bahagia selalu!" ucap para pelayan dan pengawal itu bersamaan.
Liu An menatap mereka semua, ingatan Ratu Yu dengan semua pengawal dan pelayan itu melintas, "Mereka masih sangat setia, meski Ratu mereka di asingkan selama dua tahun. Tapi mereka masih sangat menghormatinya,"
Liu An menatap salah satu pelayan yang usianya lebih tua di bandingkan pelayan lainnya, wajahnya nampak begitu kurus dengan kedua mata yang memerah menahan tangis.
"Bangunlah bibi Long, aku sangat berterima kasih karena bibi masih mengingat ku!" ucap Liu An dengan lembut sambil membantu pelayan bernama bibi Long itu berdiri.
"Yang Mulia, bagaimana bisa hamba melupakan Yang Mulia? Yang Mulia sudah memberikan begitu banyak hal berharga kepada hamba, dan hamba hanya memiliki Yang Mulia di istana ini!"
Liu An mengangguk. Dalam ingatan Ratu Yu, bibi Long adalah wanita yang pernah Ratu tolong dari orang-orang yang ingin menindasnya dulu. Ratu Long membawa dan menjadikannya pelayan di dalam istana, namun karena dia di asingkan dengan alasan yang tidak jelas. Ratu meminta bibi Long agar tetap berada di dalam istana, untuk menjaga sebuah kamar rahasia yang ada di dalam kamarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
lily
kira2 sudah punya anak belum ya
2025-01-14
0
aphrodite
😂😂😂😂betul
2025-01-28
0
Queen's navares
huhu
2025-01-11
0