...🌾🌾🌾 CEO Masuk Desa 🌾🌾🌾...
Makan dengan tenang, tidak ada yang terjadi setelahnya. Sebulan... dua bulan...tiga bulan...setiap waktu dihabiskannya dengan mengajari adiknya menulis surat. Berharap jika adiknya diadopsi oleh keluarga baru yang baik maka mereka dapat berkirim kabar melalui surat.
Hingga pada bulan keempat, pasangan suami-istri dari keluarga kaya. Terlihat dari jenis mobil mereka, tersenyum menatap ke arah anak-anak di panti asuhan.
"Aku ingin memeriksa kesehatan mereka. Agar dapat memutuskan akan mengadopsi yang mana." Ucapnya namun kepala panti hanya tersenyum sembari menurut.
Apa yang terjadi? Oh... mungkin memang mereka menginginkan anak yang bebas penyakit. Itu hal yang wajar dan manusiawi bukan?
Dari pakaiannya benar-benar kaya, setidaknya adiknya akan mendapatkan materi yang berkecukupan jika diadopsi.
"Ayolah...pilih adikku!" Batin Joseph benar-benar tulus dari dalam hatinya. Menginginkan sang adik mendapatkan kasih sayang orang tua yang lengkap.
Terpisah? Tidak apa-apa, asalkan Jonathan bahagia itulah yang terpenting.
Hasil yang tidak langsung keluar. Tiga hari setelahnya pasangan suami-istri yang membawa mobil bernilai tinggi itu kembali.
Dan benar saja, keinginannya bagaikan terkabul.
"Jonathan...apa kamu bersedia ikut mereka? Mereka akan menjadikanmu anak ketiganya." Bujuk sang kepala panti.
"Kak...aku takut." Jonathan yang kala itu berusia lima tahun bersembunyi di belakang sang kakak.
"Tidak apa-apa. Ini keberuntungan untukmu. Mereka akan memperlakukanmu dengan baik." Ucap Joseph lembut, menenangkan adiknya.
"Benar! Jadi kamu yang namanya Jonathan? Besok kami akan datang lagi menjemputmu. Ini hadiah untukmu..." Ucap wanita berpakaian mewah, membawakan banyak mainan dan makanan.
Perlahan Jonathan bergerak, memberanikan diri meraihnya."Te... terimakasih..."
"Tidak perlu takut..." Sang wanita berpakaian mewah tersenyum. Namun bagaikan enggan menyentuh Jonathan.
Ada yang aneh, itulah yang ada dalam fikiran Joseph, kala melihat senyuman picik kepala panti.
Namun.
Hal lain mengalihkan perhatiannya, pekerja panti yang sebelumnya mengantar nyonya dan tuan Smith mendekati Joseph.
"Joseph, sebenarnya beberapa hari yang lalu nyonya dan tuan Smith menghubungiku lagi. Mereka kembali menanyakan tentangmu. Apa kamu mau tinggal di France dengan mereka?" Tanya pekerja panti itu pelan.
"A...apa jika tinggal di luar negeri akan ada cara menghubungi Jonathan?" Tanya Joseph ragu, mengingat adiknya juga akan diadopsi.
"Tentu saja, kontak keluarga baru Jonathan pasti ada di panti. Apalagi orang yang mengadopsinya bukan dari keluarga sembarangan. Kalian dapat tetap saling menghubungi." Jawab sang pekerja panti tersenyum tulus. Hal yang hanya dijawab dengan anggukan kepala pelan oleh Joseph.
Dirinya dapat memastikan keadaan Jonathan itulah yang terpenting.
*
Malam menjelang, adiknya tidak dapat berhenti bicara, ingin tahu rumah orang kaya itu seperti apa? Bagaimana mereka dapat menggunakan telepon nantinya? Atau bagaimana makanan di rumah orang kaya, apa sama memakan nasi?
Sang kakak hanya menjawab sebisanya. Hingga adiknya tertidur. Jujur Joseph, juga tidak bisa tidur sama sekali, France? Negara seperti apa? Kata orang salju akan turun. Ada pula musim gugur di tempat tersebut. Namun, pasangan paruh baya yang begitu hangat membuat dirinya tersenyum. Tidak akan terpisah dengan Jonathan hanya saja mereka memiliki keluarga baru.
Melangkah keluar dari kamar menuju tempat mengambil air. Tenggorokannya benar-benar kering.
Namun, langkahnya terhenti kala, melewati ruangan kepala panti.
"Berapa nomor kontak orang yang mengadopsi Jonathan? Karena Joseph setelah ini akan diadopsi jadi---" Kalimat pekerja panti disela.
"Mana aku tahu! Sudah asal beri nomor palsu saja!" Perintah sang kepala panti.
"Ke... kenapa?"
"Jonathan diadopsi untuk dipersiapkan menjadi donor jantung bagi putra mereka yang sakit. Tidak sekarang, hanya sewaktu-waktu jika keadaan darurat. Putra mereka memiliki penyakit jantung yang parah." Jawaban kepala panti terlihat acuh.
"Ini tindakan melanggar hukum!" Bentak pekerja panti.
"Siapa yang peduli! Bukan kita yang berbuat kejahatan. Tapi mereka, mereka juga akan menutupinya dengan rapi. Yang jelas, asal kamu tau saja, mereka bersedia menjadi donatur tetap..." Sang kepala panti tersenyum.
"Donor jantung? Ta...tapi jika jantungnya didonorkan adikku tidak akan dapat hidup." Anak berusia 7 tahun gemetaran tetap bersembunyi di balik pintu.
"Tapi bagaimana dengan Jonathan!?" Bentak penjaga panti.
"Mereka hanya anak tanpa orang tua. Tidak akan ada yang menuntut kita. Jikapun ada keluarga dari orang kaya itu akan melindungi kita. Hukum dapat dibeli, bahkan kemanusiaan juga dapat dibeli. Lihat ini! Ini bahkan melebihi uang pensiunku!" Sang kepala panti tersenyum, menunjukkan amplop besar yang lumayan tebal."Tutup mulutmu! Jika tidak, kamu akan tau akibatnya."
Sang pekerja panti terduduk di lantai. Menitikkan air matanya, takut akan ancaman sang kepala panti.
Kala itu, Joseph mengepalkan tangannya. Dirinya berlari dengan cepat ke arah kamar luas yang ditempati sekitar 15 orang itu.
Perlahan mengguncang tubuh adiknya. Air matanya mengalir tangannya masih gemetar."Jonathan bangun..."
"Kak?" Jonathan mengusap-usap matanya menatap ke arah sang kakak.
"Kita pergi sekarang ya? Orang yang mau membawamu adalah nenek sihir!" Ucap Joseph, memasukkan empat setel baju miliknya dan adiknya.
"Nenek sihir?" Jonathan tidak mengerti sama sekali.
"Ingat dongeng Hansel and Gretel yang pernah kakak bacakan? Dia penyihir yang menawarkan permen kemudian memakan anak-anak." Panik! Tidak ingin pekerja panti ada yang tahu mereka akan pergi melarikan diri.
Menarik tangan adiknya yang masih membawa mobil mainan pemberian keluarga kaya tersebut. Mencari jalan untuk melarikan diri. Tidak tahu harus bagaimana.
"Kak... kakiku sakit." Keluh sang adik.
"Biar kakak gendong." Joseph mulai mengendong adiknya, tidak tau harus bagaimana. Yang jelas harus segera pergi dari tempat ini, demi menyelamatkan adiknya.
Imajinasinya tentang France sudah tidak ada lagi. Dirinya tidak akan pergi, jika ada orang yang mencoba membunuh Jonathan.
*
Namun, taukah kalian kehidupan anak jalanan tidak mudah sama sekali. Mereka berhenti dan tidur beralaskan koran di emperan toko yang tertutup. Wajah rupawan kedua orang anak itu mulai tertutup noda.
Mengais makanan dari tempat sampah restauran cepat saji. Menemukannya jika beruntung.
Hingga kala mereka tidak menemukan makanan, hari itu hujan petir turun dengan deras. Seorang anak yang sama lusuhnya datang, membawa payung, tapi anehnya pakaiannya basah.
"Kalian belum makan? Jika belum harus bekerja." Ucap Lily menyerahkan payungnya.
"Bagaimana?" Tanya Joseph.
"Ojek payung. Mengantar orang ke tempat tujuannya menggunakan payung. Mereka yang pakai, kita hanya mengikuti dan meminta uang sewa nya. Kebetulan aku mau makan, kamu boleh memakai payungku untuk mendapatkan uang." Jawaban dari Lily, anak perempuan yang tersenyum dengan tubuh yang basah. Kita sebut saja cinta pertama Joseph. Namun saat itu Joseph belum mengidap mysophobia, membuat dirinya dengan mudah menerima kebaikan Lily.
Benar-benar cinta pertama bukan? Kala tangan mereka bersentuhan.
*
Kembali pada saat ini orang-orang masih mengoceh.
"Benar! Saya waktu itu mau berangkat ke warung. Ih... sudah saya duga! Mana tahan anak pak kades sama tampang artis!" Celoteh penjaga warung pada akhirnya merasa lega bagaikan sudah lama menahan buang air besar. Hingga dapat keluar saat ini juga.
"Iya! Ganteng gitu, tinggi, pemuda desa sini mana ada yang seperti itu."
"Tapi tetap saja, hamil di luar nikah?"
"Tapi sudah dengar belum. Anak pak Burhan tiba-tiba pulang kampung."
"Iya! Deni juga pulang kampung tiba-tiba."
"Jangan-jangan...."
🌾🌾🌾
...Bagaimana tanganmu yang bergerak seperti kapas, begitu ringan kala mengulurkan tangan padaku....
...Bagaimana bibirmu begitu manis, saat mengatakan ketulusan....
...Bagaimana rupamu yang tertutup kotoran begitu indah, kala aku mengagumi setiap gerakan mu....
...Bagaimana aku tidak jatuh cinta padamu......
Joseph Northan Fredrik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Susana Sari Sari
sayang novel bagus banyak muatan yg realita didalam kehidupan sehari² tp sedihnya kenapa sepi peminat ya Thor....tetap semangat berkarya /Good//Good//Good/
2025-02-07
0
Miss Typo
kalau jodoh gak akan kemana ya Jo, akhirnya bisa menikah dgn Lily cinta pertama mu waktu kecil, walaupun blm tau kebenaran nya skrg
2024-10-02
0
Reni Ajja Dech
Jangan -jangan Lily cinta pertama Jefri adlh dewi.soal Dewi kan anak angkat pak kades
2024-07-02
0