BAB 10

Seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari ayahnya Caroline tidak bisa berkata apa - apa selain terkejut.

Berita soal dirinya yang muncul di berbagai media sosial dan juga media cetak rupanya cukup menyulitkan dirinya berkeliaran secara bebas.

Rumor menjijikkan yang disebarkan oleh orang tak bertanggung jawab tentu saja bukan hanya akan membuat reputasi dan nama baiknya hancur tapi juga akan menimbulkan banyak masalah baru kedepannya.

Lalu sekarang ayahnya datang menyusul dirinya di kediaman kakeknya hanya untuk mengatakan bahwa dirinya harus segera menikah untuk menutupi rumor tersebut.

"Daddy, bagaimana aku bisa menikah jika aku saja tidak memiliki kekasih. Kalau daddy ingin aku menikah dengan Bastian, aku menolaknya. Aku tidak mau menikah dengan pria busuk sepertinya" ucap Caroline.

"Bukankah didekatmu ada pria yang cocok untuk menjadi pasanganmu?" kata Edward.

"Huh... Maksud daddy siapa?" tanya Caroline tidak paham.

"Louis... Kalian sudah saling mengenal sejak kecil, selain itu daddy rasa dia juga pria yang baik dan cocok untuk menjadi suamimu selain itu daddy rasa dia menyukaimu" jawab Edward.

"Dad... Kau jangan bercanda, dia tidak mungkin menyukaiku. Lagipula aku juga tidak menyukainya, bukankah daddy sudah berjanji jika aku tidak menyukainya maka daddy tidak akan memaksaku untuk menikah dengannya?" tanya Caroline menagih janji Edward.

Edward menggaruk kepalanya, "Itu karena sekarang sedang terjadi situasi tidak terduga. Ini juga demi kebaikanmu, daddy dan Theo sedang berusaha menghilangkan rumor itu dan mencari sumbernya. Setidaknya kau bisa bertunangan dulu dengan Louis" tawar Edward lagi.

Caroline menghela nafas panjang, dia benar - benar tidak menyukai saran dari Edward. Dirinya hanya ingin hidup dengan santai, tenang tanpa gangguan apapun tapi kenapa masalah terus berdatangan padanya.

"Apa mungkin Bastian yang menyebarkan rumor itu? Foto - foto itu memang bemar aku dan itu adalah foto saat perayaan ulang tahun Jessica bukan hanya aku dan mereka yang ada disana, tapi juga teman - teman yang lain. Kenapa foto ini bisa muncul di media?"

Theo mengatakan bahwa awalnya dirinya juga menduga bahwa Bastian yang menyebarkan rumor tersebut, tapi setelah diselidiki lebih lanjut bukan Bastian yang melakukannya. Foto - foto itu tersebar di situs web luar negeri, dan pengirimnya pun juga diidentifikasi berada di luar negeri sehingga Theo cukup kesulitan melacak sumbernya.

"Bagaimana dengan Louis? Daddy tidak bisa memutuskannya sendiri tanpa menanyakan pendapat Louis bukan. Aku yakin kalau dia tidak akan setuju" Caroline berusaha untuk membuat berbagai macam alasan agar dirinya tidak menikah untuk kedua kalinya. Baginya pernikahan pertamanya dengan Bastian dikehidupannya yang lalu sudah cukup menyedihkan dan menyakitkan. Tentu saja Caroline tidak ingin mengulang hal yang sama dengan melakukan pernikahan lagi yang belum tentu terjamin dirinya akan bahagia.

Edward kemudian menyuruh Theo untuk memanggil Louis, "Jika Louis menyetujuinya maka kau juga harus setuju. Ini demi nama baik keluarga kita dan juga dirimu" kata Edward lagi.

"Baiklah.... Aku setuju, kalau dia menyetujuinya maka aku bersedia menikah dengannya" kata Caroline dengan yakin jika Louis pasti akan menolak tawaran ayahnya.

...***************...

Beberapa jam kemudian.... Saat tengah malam Caroline tidak bisa memejamkan matanya, keputusan Louis yang menyetujui pernikahan mereka benar - benar diluar dugaannya sama sekali. Dirinya tidak mengira Louis bisa semudah itu menerima gagasan ayahnya, terlebih saat Caroline menyatakan pendapat orang tua Louis, pria itu meyakinkan bahwa kedua orang tuanya akan sangat senang menerimanya sebagai menantu.

Seperti biasa jika Caroline terlalu banyak hal yang dia pikirkan dan membuatnya terjaga, dirinya memilih untuk berjalan - jalan di taman dan dia mendapati sosok pria yang berdiri membelakanginya yang dia kenal sebagai Louis.

"Louis...!!! Aku ingin bicara denganmu!!!" teriak Caroline dari kejauhan. Laki - laki itu menoleh dan membalikkan tubuhnya.

Sekilas kenangan muncul di benak Caroline, kejadian saat Louis datang menyelinap di taman kediamannya dan mencium pipinya lalu pergi.

Caroline berjalan menghampiri Louis yang berdiri dihadapannya tanpa mengucapkan sepatah kata apapun selain tersenyum padanya.

"Plak.....!!! Sebuah tamparan mendarat di pipi Louis dan membuatnya terkejut.

"Ini tamparan karena kau bersikap kurang ajar padaku saat berads di taman kediamanku waktu itu. Aku anggap dengan ini kita impas" ucap Caroline tajam.

"Jadi kau sudah ingat rupanya, aku sempat khawatir kau tidak mengenaliku ketika kita bertemu lagi. Aku senang kau mengingatku sekarang" ucap Louis seraya meraih tangan Caroline dan menci punggung tangannya.

Caroline segera menarik tangannya dari Louis, tatapan heran tampak dari sorot matanya. "Kenapa dia terlihat berbeda dari sebelumnya? Dia.... Sedikit lebih berani. Biasanya dia akan gugup jika bicara denganku" batin Caroline dalam hati.

"Apa kau sedang memikirkan tentang rencana pernikahan kita?" tanya Louis seraya mencondongkan wajahnya ke arah Caroline membuat gadis itu bisa melihat wajah Louis dengan sangat jelas di setiap lekuk wajahnya.

"Apa-apaan kau!!" Caroline mendorong wajah Louis menjauh darinya, dan pria itu justru tertawa terbahak - bahak.

Tanpa banyak bicara, Caroline menanyakan alasan Louis kenapa dia menyetujui rencana pernikahan mereka, "Bukankah kau tidak menyukaiku? Kenapa kau setuju dengan rencana konyol ini?" tanya Caroline.

"Aku menyetujuinya karena aku merasa tidak ada lagi pria yang lebih baik dariku untuk menjadi suamimu. Apa aku salah? Atau kau lebih memilih menikah dengan pecundang tukang selingkuh itu?" Louis balik bertanya.

Caroline akhirnya memilih duduk disamping Louis, "Tentu saja aku tidak mau menikah dengan Bastian, dan aku tidak tahu apa kau lebih baik atau lebih buruk dari Bastian itulah kenapa aku menentang perjodohan ini karena aku sendiri belum siap untuk memulai kehidupan rumah tangga denganmu atau siapapun saat ini" kata Caroline.

Louis termenung memandangi wanita dihadapannya, "Kenapa dia menggemaskan sekali. Aku benar - benar ingin menggigit pipinya dan memeluk tubuhnya" batin Louis.

"Apa kau membenciku?" tanya Louis kemudian.

Caroline menoleh, sejenak dia menjadi gugup. "Tidak, aku tidak membencimu sama sekali. Setidaknya untuk sekarang, karena kau belum melakukan sesuatu yang aku benci jadi tidak ada alasan bagiku membencimu. Tapi tetap saja, aku rasa pernikahan bukan jalan keluar"

Louis kemudian berdiri, menghadap kearah Caroline yang masih duduk dihadapannya, "Kalau kau tidak membenciku tidak ada alasan bagi kita untuk menolak pernikahan ini, lagipula cinta bisa tumbuh kapan saja. Aku berjanji tidak akan melakukan sesuatu yang bisa membuatmu benci padaku"

Caroline tersenyum getir, "Bagaimana bisa kau begitu yakin berjanji seperti itu? Aku mengenal seseorang yang dulunya berjanji tidak akan menyakiti, tapi pada akhirnya istrinya harus mati ditangannya sendiri"

"Percayalah padaku, aku akan bersungguh - sungguh dan membuatmu mencintaiku. Lagipula kau sudah mencuri hatiku, jadi kau harus bertanggung jawab padaku. Karenamu aku tidak bisa mencintai wanita lain selain dirimu" ucap Louis lugas.

Pengakuan tiba - tiba yang didengar oleh Caroline itu membuat pikirannya kosong seketika, "Ka-kau.... Apa kau sedang menyatakan perasaanmu padaku?!?!?!"

"Iya, betul. Apa ada yang salah?" tanya Louis santai.

"Bisa - bisanya kau mengatakan hal seperti itu dengan wajah datar begitu, kau pikir aku akan percaya?" tanya Caroline

"Hahahahahaha.... Sudah kuduga kau tidak bisa aku bohongi" gelak Louis.

"Sudahlah lebih baik aku kembali tidur, berbicara denganmu hanya membuat otakku mendidih" pamit Caroline yang langsung berlari kedalam menuju kamarnya.

Sementara itu Louis memandang Caroline dari kejauhan, "Louis sepertinya kau harus bekerja lebih keras untuk bisa meyakinkannya lebih dalam lagi kalau kau benar - benar mencintainya" ucapnya.

...****************...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!