Episode 4 - Sembunyi di toilet pria

Zuya menarik napas lega. Akhirnya dia bisa keluar juga dari kelasnya si om jelek. Bodoh amat dengan pelajaran. Dia akan bermohon kepada profesor Sunan agar dirinya tetap belajar mata kuliah manajemen bisnis pada dosen tersebut. Zuya tidak mau yang mengajarinya om jelek tadi. Bisa-bisa dia dapat darah tinggi tiap hari lagi karena laki-laki itu.

"Jangan harap setelah keluar aku kembali lagi." kata Zuya tersenyum menang.

Memang cara minta ijin keluarnya lumayan bikin malu, tapi bodoh amat. Yang penting dia sudah berhasil keluar sekarang. Zuya menelpon Bowen, karena dia tahu jam segini cuma Bowen yang kemungkinan besar ada jam kosong. Keno dan Igo sibuk terus. Keduanya sangat serius untuk menggapai cita-cita mereka.

Sebenarnya Bowen juga sama. Tapi jam kosongnya memang lebih banyak saja dari Igo dan Keno. Anak olahraga tempatnya kebanyak di lapangan. Ketika Zuya menelpon Bowen, laki-laki itu lagi latihan di kolam renang kampus katanya. Zuya langsung menuju ke sana.

Waktu SMA Bowen memang suka basket. Tapi ketika lulus, cowok itu lebih memfokuskan dirinya ke renang. Cita-citanya sebenarnya ingin menjadi perenang profesional. Sudah ada club besar yang khusus merekrut para atlet renang yang mengontraknya. Tapi tahun depan ia baru resmi masuk ke club tersebut. Tinggal menunggu waktu saja.

"Hanya kamu sendiri? Temanmu yang biasa latihan bersama kamu kemana?" Zuya bertanya. Matanya memandangi sekeliling kolam, ada satu teman Bowen yang selalu latihan bersama Bowen.

Namanya Aska, senior Bowen dan sekaligus menjabat sebagai kapten tim renang kampus. Zuya bertanya karena gadis itu diam-diam nge-fans berat sama cowok itu. Dimatanya Aska sangat keren.

Jelas dong keren, idola kampus gitu loh. Bukan Zuya doang yang nge-fans sama dia, tapi hampir semua cewek di kampus ini.

Itulah salah satu alasan Zuya kenapa sering melihat Bowen latihan, karena dia pengen lihat Aska juga dari dekat.

"Aska lagi jadi pengawas lomba di SMA." jawab Bowen. Cowok itu keluar  dari dalam kolam dan duduk di kursi santai dihadapan Zuya sambil menyeka tubuh basahnya mengenakkan handuk.

"Kelas kamu udah selesai memangnya?" giliran Bowen yang bertanya. Wajah Zuya langsung berubah.

"Belom,"

"Kamu bolos lagi? Kok bolos lagi Zu. Kita udah kuliah loh, nggak bisa main-main terus kayak masih SMA." tegur Bowen. Dia, Keno dan Igo sudah berkali-kali bilang agar Zuya belajar dengan serius biar jadi orang sukses dan membanggakan keluarga. Tapi dasar Zuya, di otaknya sekarang masih mau santai-santai terus. Tapi wajar sih kalau mengingat usianya baru delapan belas tahun. 

Bowen, Keno dan Igo juga seumuran Zuya. Tapi ketiganya memang serius sekali kalau masalah pengen ngejar cita-cita.

"Aku nggak bolos Wen,"

"Terus?

"Ijin ke toilet tapi nggak pengen kembali lagi."

Bowen memutar bola matanya malas.

Sama saja kali.

"Itu tetap bolos namanya bocah." laki-laki bertubuh atletis itu mengetuk pelan kepala Zuya.

"Habisnya, aku kesel banget sama si om jelek. Masa aku masuk kelas tiba-tiba di suruh berdiri. Pas aku ketawa, dia bilang ..." Zuya mengatur suaranya.

"Aku tidak menyuruhmu tertawa, Zuya." gadis itu mengikuti gaya bicara dan ekspresi Shawn tadi.

"Gimana nggak kesel coba. Semua yang aku lakuin dikomentari sama dia. Ya udah, saking kesalnya aku minta ijin mau berak aja."

Kali ini Bowen yang dibuat tercengang dengan cerita sang sahabat.

"Om jelek yang kamu maksud itu siapa?" lelaki itu bertanya lagi. Merasa penasaran siapa om-om yang membuat Zuya kesal. Om-om yang menghukum gadis itu karena terlambat? Bukannya di dalam kelas yang berhak menghukum itu dosen ya? Jadi om-om siapa yang Zuya maksud?

"Ada. Dosen baru yang gantiin prof Sunan. Nggak sok ganteng, tapi sok galak." sahut Zuya.

"Namanya Shawn, kamu pernah lihat tapi nggak pengen aku jelasin kamu pernah lihat dia dimana. Yang jelas om jelek itu sudah aku cap sebagai musuh bebuyutan aku."

Bowen terkekeh. Zuya ini lucu sekali kalo lagi dongkol sambil ngomel-ngomel kayak sekarang ini.

"Udah jangan ngomel-ngomel lagi. Nanti kalo ada yang datang mereka pikir aku yang bikin kamu kesal lagi." ucap Bowen.

Ketika pandangan Zuya berpindah ke samping kiri, ia melihat ada beberapa orang dewasa yang berjalan ke arah kolam. Salah satu dosen perempuan yang dia kenal tengah berbicara dengan ...

Mata Zuya melotot lebar. Om jelek itu lagi m?!

Oh astaga. Tidak, dia harus cepat-cepat bersembunyi sebelum si laki-laki yang dia panggil om itu melihatnya. Bisa bahaya. Status laki-laki itu dosen, status Zuya mahasiswi. Dimana-mana status dosen jauh lebih tinggi dari mahasiswa.

"Bowen, sembunyiin aku dong? Mana tempat sembunyi di sini? Cepetan-cepetan!" seru Zuya dengan suara kecil yang terdengar panik.

Bowen bingung namun tetap ikut mencari-cari tempat persembunyian buat Zuya.

"Ada toilet." kata lelaki itu kemudian.

"Dimana?"

"Di sana." Zuya mengikuti arah telunjuk Bowen.

"Itu harus ngelewatin mereka Bow-Bow. Gimana aku bisa ngelewatin mereka, kan aku mau sembunyi dari salah satu dosen di sana. Itu tuh, si om jelek."

"Ya udah, kamu cuma punya dua pilihan sekarang." kata Bowen.

"Apa pilihannya?"

"Sembunyi di bawah air, atau di toilet pria."

Zuya melirik ke kedalaman kolam. Dia geli, tidak mungkin dia sembunyi dalam air karena dia tidak pintar berenang. Pilihan terakhir adalah toilet pria dekat situ. Ya, toilet saja. Lagian di sini hanya ada Bowen yang latihan. Dosen-dosen yang berjalan di ujung sana pasti datang cuma mau melihat-lihat sebentar lalu pergi.

Tanpa pikir panjang lagi Zuya pun berlari secepat kilat ke arah toilet pria. Ia yakin belum ada dari antara orang-orang itu yang menyadari keberadaannya. Zuya tidak sadar saja ternyata Shawn sudah melihatnya bahkan sebelum gadis itu menyadari keberadaannya.

"Bowen?"

Dosen perempuan bernama Tari memanggil Bowen. Wanita itu dosen pelajaran umum, umurnya 32 tahun.

"Hai bu," Bowen balas menyapa.

"Kamu latihan sendirian?"

"Iya bu."

"Ibu boleh minta tolong kamu tidak? Antarkan kunci ruang basket ini ke pak Rival. Dia ada di lapangan basket indoor. Nih kuncinya."

Bowen berpikir keras. Zuya masih di dalam toilet pria. Tapi bingung juga dia cari alasan apa buat menolak. Mau tak mau dia pun menurut saja. Mudah-mudahan orang-orang ini cepat pergi dan tidak ada orang lain yang datang ke sini.

"Bu Tari, anda saja yang antar mereka keluar. Saya mau ke toilet sebentar." kata Shawn setelah para dosen dari kampus yang lain puas melihat-lihat area kolam. Mereka datang ke sini buat survey tempat kegiatan lomba dua minggu lagi.

Shawn pun masuk ke dalam toilet yang dimasuki Zuya tadi.

Kita lihat sampai kapan kau akan sembunyi dedek.

Terpopuler

Comments

Dyah Oktina

Dyah Oktina

hehehehe....dedek ketahuan sama om jelek... yg d modusin mau berak..🤭😁😁😁

2025-03-09

0

Yus Nita

Yus Nita

keluar dari mulatharimau masuk ke mulutbuayasiZuya.. 😀😀🕷

2024-12-25

0

anonim

anonim

ha haaaaa...ketemu lagi dimanapun kau ngumpet Zuya ..

2025-01-09

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 - Pertemuan di tangga
2 Episode 2 - Ternyata laki-laki itu dosen
3 Episode 3 - Ijin mau ...
4 Episode 4 - Sembunyi di toilet pria
5 Episode 5 - Gigitan di bahu
6 Episode 6 - Kau menghalangi jalanku
7 Episode 7 - Zuya pengen hidup mandiri
8 Episode 8 - Kalau dia setan baru aku takut
9 Episode 9 - Cerewet
10 Episode 10 - Pindah ke apartemen
11 Episode 11 - Karena om jelek
12 Episode 12 - Perkara burung
13 Episode 13 - Beli satu gratis satu
14 Episode 14 - Om!
15 Episode 15 - Tidak mau bertanggung jawab
16 Episode 16 - Om jelek, sok cool
17 Episode 17 - Aska dingin sekali
18 Episode 18 - Zuya kaget
19 Episode 19 - Makan bareng
20 Episode 20 - Alkohol
21 Episode 21 - Zuya mabuk?
22 Episode 22
23 Episode 23 - Lapangan
24 Episode 24 - Ada cctv?
25 Episode 25 - Minta di amputasi?
26 Episode 26 - Pulang sama abang
27 Episode 27 - Kebetulan yang membagongkan
28 Episode 28
29 Penokohan
30 Episode 29 - Liburan
31 Episode 30 - Om jelek mesum!
32 Episode 31 - Memijit apa?
33 Episode 32 - Kecupan singkat
34 Episode 33 - Penipu kecil
35 Episode 34 - Temenin Zuzu jalan-jalan
36 Episode 35 Jembatan gantung
37 Episode 36 - Kebun buah
38 Episode 37 - Aku ingin mengejarmu
39 Episode 38 - Kamu suka dia?
40 Episode 39 - Suara aneh
41 Episode 40 - Dicekik
42 Episode 41 Bowen akan menuntut
43 Episode 42 UKS
44 Episode 43 Shawn kangen
45 Episode 44
46 Episode 45
47 Episode 46
48 Episode 47
49 Episode 48
50 Episode 49
51 Episode 50
52 Episode 51
53 Episode 52
54 Episode 53
55 Episode 54
56 Episode 55
57 Episode 56
58 Episode 57
59 Episode 58
60 Episode 59
61 Episode 60
62 Episode 61
63 Episode 62
64 Episode 63
65 Episode 64
66 Episode 65
67 Episode 66
68 Episode 67
69 Episode 68
70 Episode 69
71 Episode 70
72 Episode 71
73 Episode 72
74 Episode 73
75 Episode 74
76 Episode 75
77 Episode 76
78 Episode 77
79 Episode 78
80 Episode 79
81 Episode 80
82 Episode 81
83 Episode 82
84 Episode 83
85 Episode 84
86 Episode 85
87 Episode 86
88 Episode 87
89 Episode 88
90 Episode 89
91 Episode 90
92 Episode 91
93 Episode 92
94 Episode 93
95 Episode 94
96 Episode 95
97 Episode 96
98 Episode 97
99 Episode 98
100 Episode 99 End
101 SLEEP WITH MR. MAFIA
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Episode 1 - Pertemuan di tangga
2
Episode 2 - Ternyata laki-laki itu dosen
3
Episode 3 - Ijin mau ...
4
Episode 4 - Sembunyi di toilet pria
5
Episode 5 - Gigitan di bahu
6
Episode 6 - Kau menghalangi jalanku
7
Episode 7 - Zuya pengen hidup mandiri
8
Episode 8 - Kalau dia setan baru aku takut
9
Episode 9 - Cerewet
10
Episode 10 - Pindah ke apartemen
11
Episode 11 - Karena om jelek
12
Episode 12 - Perkara burung
13
Episode 13 - Beli satu gratis satu
14
Episode 14 - Om!
15
Episode 15 - Tidak mau bertanggung jawab
16
Episode 16 - Om jelek, sok cool
17
Episode 17 - Aska dingin sekali
18
Episode 18 - Zuya kaget
19
Episode 19 - Makan bareng
20
Episode 20 - Alkohol
21
Episode 21 - Zuya mabuk?
22
Episode 22
23
Episode 23 - Lapangan
24
Episode 24 - Ada cctv?
25
Episode 25 - Minta di amputasi?
26
Episode 26 - Pulang sama abang
27
Episode 27 - Kebetulan yang membagongkan
28
Episode 28
29
Penokohan
30
Episode 29 - Liburan
31
Episode 30 - Om jelek mesum!
32
Episode 31 - Memijit apa?
33
Episode 32 - Kecupan singkat
34
Episode 33 - Penipu kecil
35
Episode 34 - Temenin Zuzu jalan-jalan
36
Episode 35 Jembatan gantung
37
Episode 36 - Kebun buah
38
Episode 37 - Aku ingin mengejarmu
39
Episode 38 - Kamu suka dia?
40
Episode 39 - Suara aneh
41
Episode 40 - Dicekik
42
Episode 41 Bowen akan menuntut
43
Episode 42 UKS
44
Episode 43 Shawn kangen
45
Episode 44
46
Episode 45
47
Episode 46
48
Episode 47
49
Episode 48
50
Episode 49
51
Episode 50
52
Episode 51
53
Episode 52
54
Episode 53
55
Episode 54
56
Episode 55
57
Episode 56
58
Episode 57
59
Episode 58
60
Episode 59
61
Episode 60
62
Episode 61
63
Episode 62
64
Episode 63
65
Episode 64
66
Episode 65
67
Episode 66
68
Episode 67
69
Episode 68
70
Episode 69
71
Episode 70
72
Episode 71
73
Episode 72
74
Episode 73
75
Episode 74
76
Episode 75
77
Episode 76
78
Episode 77
79
Episode 78
80
Episode 79
81
Episode 80
82
Episode 81
83
Episode 82
84
Episode 83
85
Episode 84
86
Episode 85
87
Episode 86
88
Episode 87
89
Episode 88
90
Episode 89
91
Episode 90
92
Episode 91
93
Episode 92
94
Episode 93
95
Episode 94
96
Episode 95
97
Episode 96
98
Episode 97
99
Episode 98
100
Episode 99 End
101
SLEEP WITH MR. MAFIA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!