Episode 17 - Aska dingin sekali

Zuya diam seribu bahasa. Hingga ketiga sahabatnya heran. Bowen sampai memeriksa suhu badan gadis itu, panas atau tidak. Takutnya Zuya sakit. Karena biasanya kalau gadis itu diam saja, tidak cerewet seperti biasanya berarti dia lagi sakit atau sedih.

"Nggak panas." Bowen berkata sembari menatap Keno dan Igo bergantian. Aska yang duduk di sebelah Bowen ikut menatapi Zuya. ia sering sekali melihat Bowen yang sangat perhatian pada gadis itu sampai-sampai ada masa di mana Aska mengira Bowen menyukai gadis itu.

Namun sekarang, kedua cowok lainnya melakukan hal yang sama kepada gadis tersebut. Perhatian sekali seperti Bowen. Apakah mereka juga menyukai Zuya?

Diam-diam Aska mengamati gadis itu. Ia punya caranya sendiri agar semua orang tidak tahu dia sedang memperhatikan seseorang atau tidak. Menurutnya Zuya memang cantik, jenis kecantikan alami yang bisa membuat banyak cowok jatuh hati. Tapi Aska tidak tertarik. Saat ini dalam hati Aska tidak akan pernah lagi ada yang namanya cewek.

Dulu dia sudah pernah dikhianati. Aska sulit mempercayai perempuan sekarang, selain ibunya. Dia tidak mau lagi berhubungan dengan yang namanya wanita.

"Zuzu, kamu lagi sedih?" giliran Igo yang bertanya. Tapi kayaknya nggak deh. Karena Zuya ceria sekali waktu baru sampai tadi. Ketiga cowok itu saling bertukar pandangan bingung.

"Nggak sakit, nggak sedih juga." Zuya menjawab kemudian.

"Terus, kenapa diam? Biasanya cerewet banget." cerocos Keno. Zuya memberikan tatapan sebal pada cowok itu. Gimana sih, dia kan lagi mode kalem karena ada Aska di sini. Sebagai sahabat sadar kek, dan bantuin dia.

Zuya mengumpat menatap Keno tanpa mengeluarkan suara. Hanya mulutnya yang bergerak-gerak tak jelas. Mencak-mencak sendiri dan terlihat sangat lucu di mata para sahabatnya. Bahkan Aska sampai tidak sadar ia tersenyum juga. Meski hanya sudut bibirnya yang berkedut.

"Ka, kenalin ini sahabat-sahabat gue. Keno sama Igo. Kalo Zuzu pasti lo kenalkan?" Aska mengangguk lalu menampakkan senyuman tipisnya kepada Keno dan Igo, namun datar kembali begitu tatapannya bertemu dengan Zuya. Aska sengaja. Pengalaman dia dulu, banyak cewek yang salah langsung salah mengira waktu dia tersenyum kepada mereka. Mereka pikir dia suka sama mereka. Padahal hanya tersenyum doang, aneh.

Zuya manyun. Aska dingin sekali. Padahal mereka sering sekali ketemu di kolam renang. Kalau dia mendatangi Bowen yang lagi latihan. Kan ada Aska juga di sana. Sudah hampir tiga bulan padahal mereka ketemu terus, tapi mendapatkan senyum cowok itu saja susah. Dasar manusia berhati batu. Kesal juga Zuya lama-lama. Untung ganteng banget.

"Lo fokusnya emang renang juga kayak Bowen?" tanya Keno. Aska menganggukkan kepala.

"Terus nanti lo bakal ikut-ikut lomba juga? Gue penasaran gimana hebatnya lo. Gue dengar dari Bowen dia banyak berkembang karena belajar dari lo." Keno bertanya lagi. Dia senang sekali menonton lomba-lomba semacam itu atau pertandingan bola kaki dan olahraga lainnya.

"Dia nggak ada niatan ikut lomba." Bowen angkat suara.

"Kenapa? Padahal jago banget loh renangnya. Bowen ma kalah telak. Dia nggak ada apa-apanya kalau dibanding Aska. Aku saksinya." waktu diam bikin para sahabatnya bingung sekaligus khawatir, tapi ngomong lagi, langsung bikin Bowen dongkol.

Cowok itu menoyor kepala Zuya pelan. Wajahnya gondok, mengundang tawa Keno dan Igo.

"Bisa kan nggak usah bandingin sama aku. Kamu itu sahabat apa bukan sih?" kesal Bowen.

"Kan emang itu kenyataannya. Kamu memang jago renang. Tapi kalau mmph!" kalimat Zuya berhenti karena Bowen sudah membekap mulutnya.

"Nggak usah ngomong lagi. Aku udah tahu kamu mau ngomong apa!" kata Bowen. Zuya memukul-mukul lengan cowok itu, Igo dan Keno tak berhenti-berhenti merasa lucu, sedang Aska sendiri merasa penasaran apa yang membuat ketiga cowok itu bahagia berteman dengan sosok gadis mungil yang mereka panggil Zuzu itu.

Setelah Bowen melepaskan Zuya, gadis itu mengambil napas banyak-banyak lalu mengerling kesal ke Bowen.

"Kalo aku tiba-tiba berhenti bernapas dan mendadak meninggal tadi. Aku bakalan jadi hantu air yang bakal hantuin kamu terus. Minta tanggung jawab kamu buat kembaliin nyawa aku. Aku masih mau nikah, punya anak, bahagiain keluarga aku dan punya cita-cita lain Bowen!" akhirnya keluar juga aslinya.

Zuya tidak peduli lagi mau ada Aska atau tidak, pokoknya dia sebal banget sama Bowen. Mana tuh cowok cuma ketawa-ketawa lagi.

"Ken-ken, Go-goo ... Liat tuh Bow-bow hampir bikin aku mati tapi ketawain aku terusss. Berikan aku keadilan doong." lapornya pada kedua sahabatnya yang lain dengan mulut manyun. Sifat manjanya keluar. Aska yang melihat pun tertegun.

"Cup cup, udah ya Zuzu sayang. Kamu kayak nggak tahu aja Bow-bow orangnya gimana." Keno mendekati Zuya, mengelus-elus kepala gadis itu dan membujuknya. Di mata ketiga cowok itu, Zuya seperti anak kecil kalau lagi ngambek, butuh disayang-sayang seperti ini.

Orang-orang yang tidak tahu hubungan mereka sedekat apa pasti akan mengira Zuya memacari tiga orang cowok sekaligus. Belum ditambah Anson abangnya. Zuya adalah sosok yang akan cenderung bersifat manja sekali sama orang-orang yang sudah dekat banget sama dia. Dan hanya orang-orang yang kenal baik dia yang tahu.

Di ujung sana, duduk sekelompok cewek yang sejak tadi memperhatikan mereka. Cewek-cewek itu terang-terangan tidak suka Zuya dekat-dekat sama para cowok incaran mereka.

"Dih, tuh cewek siapa sih? Bikin diri banget. Kayak dia yang paling cakep di sini." kata seorang perempuan bernama Rika. Ia suka Keno. Makanya cemburu berat saat lihat Keno perhatian banget sama cewek itu. Padahal di kelas mereka, Keno terkenal sangat cuek. Katanya tidak ada waktu berteman apalagi menjalin hubungan pacaran.

"Bener. Udah beberapa kali aku perhatikan dia selalu dekat sama ketiga cowok itu. Malah sekarang nambah Aska lagi. Mata aku sakit lihat dia nempel sama mereka terus." timpal Nikol cewek berkulit gelap dengan rambut sebahu.

"Eh Nin, bukannya lo suka Aska? Cepet ajak kenalan sana. Jarang-jarang liat dia berkeliaran dikampus. Cepetan, ini waktu buat lo deketin dia." Rika melihat cewek yang duduk tenang di depannya. Namanya Nindy. Agak pemalu orangnya dan kutu buku. Tapi dia berteman dengan Rika dan Nikol.

"Tapi aku malu ..." ucap Nindy.

"Ya elah, cuma kenalan doang. Daripada dia nggak pernah kenal sama lo. Cepetan, sebelum si Aska keburu pergi." giliran Nikol yang angkat suara. Mereka membuat Nindy berdiri dari kursi.

"Cepat pergi." Rika mendorongnya.

Nindy pun mencoba mengumpulkan keberaniannya untuk mendekati meja tempat Aska duduk. Ketika sampai di sana, pandangan semua orang di meja itu langsung fokus padanya. Nindy malu sekali, tapi ia berusaha memberanikan diri dan fokus menatap Aska.

"Ha ... Hai Aska, boleh kenalan nggak?"

Terpopuler

Comments

anonim

anonim

iiihhh Nindy gak punya malu niihh

2025-01-10

0

Edah J

Edah J

Karena perasan dan sayang yang tulus membuat kita merasa nyaman

2024-09-12

0

🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲

🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲

😂😂😂😂😂😂😂😂😂

2024-08-09

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 - Pertemuan di tangga
2 Episode 2 - Ternyata laki-laki itu dosen
3 Episode 3 - Ijin mau ...
4 Episode 4 - Sembunyi di toilet pria
5 Episode 5 - Gigitan di bahu
6 Episode 6 - Kau menghalangi jalanku
7 Episode 7 - Zuya pengen hidup mandiri
8 Episode 8 - Kalau dia setan baru aku takut
9 Episode 9 - Cerewet
10 Episode 10 - Pindah ke apartemen
11 Episode 11 - Karena om jelek
12 Episode 12 - Perkara burung
13 Episode 13 - Beli satu gratis satu
14 Episode 14 - Om!
15 Episode 15 - Tidak mau bertanggung jawab
16 Episode 16 - Om jelek, sok cool
17 Episode 17 - Aska dingin sekali
18 Episode 18 - Zuya kaget
19 Episode 19 - Makan bareng
20 Episode 20 - Alkohol
21 Episode 21 - Zuya mabuk?
22 Episode 22
23 Episode 23 - Lapangan
24 Episode 24 - Ada cctv?
25 Episode 25 - Minta di amputasi?
26 Episode 26 - Pulang sama abang
27 Episode 27 - Kebetulan yang membagongkan
28 Episode 28
29 Penokohan
30 Episode 29 - Liburan
31 Episode 30 - Om jelek mesum!
32 Episode 31 - Memijit apa?
33 Episode 32 - Kecupan singkat
34 Episode 33 - Penipu kecil
35 Episode 34 - Temenin Zuzu jalan-jalan
36 Episode 35 Jembatan gantung
37 Episode 36 - Kebun buah
38 Episode 37 - Aku ingin mengejarmu
39 Episode 38 - Kamu suka dia?
40 Episode 39 - Suara aneh
41 Episode 40 - Dicekik
42 Episode 41 Bowen akan menuntut
43 Episode 42 UKS
44 Episode 43 Shawn kangen
45 Episode 44
46 Episode 45
47 Episode 46
48 Episode 47
49 Episode 48
50 Episode 49
51 Episode 50
52 Episode 51
53 Episode 52
54 Episode 53
55 Episode 54
56 Episode 55
57 Episode 56
58 Episode 57
59 Episode 58
60 Episode 59
61 Episode 60
62 Episode 61
63 Episode 62
64 Episode 63
65 Episode 64
66 Episode 65
67 Episode 66
68 Episode 67
69 Episode 68
70 Episode 69
71 Episode 70
72 Episode 71
73 Episode 72
74 Episode 73
75 Episode 74
76 Episode 75
77 Episode 76
78 Episode 77
79 Episode 78
80 Episode 79
81 Episode 80
82 Episode 81
83 Episode 82
84 Episode 83
85 Episode 84
86 Episode 85
87 Episode 86
88 Episode 87
89 Episode 88
90 Episode 89
91 Episode 90
92 Episode 91
93 Episode 92
94 Episode 93
95 Episode 94
96 Episode 95
97 Episode 96
98 Episode 97
99 Episode 98
100 Episode 99 End
101 SLEEP WITH MR. MAFIA
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Episode 1 - Pertemuan di tangga
2
Episode 2 - Ternyata laki-laki itu dosen
3
Episode 3 - Ijin mau ...
4
Episode 4 - Sembunyi di toilet pria
5
Episode 5 - Gigitan di bahu
6
Episode 6 - Kau menghalangi jalanku
7
Episode 7 - Zuya pengen hidup mandiri
8
Episode 8 - Kalau dia setan baru aku takut
9
Episode 9 - Cerewet
10
Episode 10 - Pindah ke apartemen
11
Episode 11 - Karena om jelek
12
Episode 12 - Perkara burung
13
Episode 13 - Beli satu gratis satu
14
Episode 14 - Om!
15
Episode 15 - Tidak mau bertanggung jawab
16
Episode 16 - Om jelek, sok cool
17
Episode 17 - Aska dingin sekali
18
Episode 18 - Zuya kaget
19
Episode 19 - Makan bareng
20
Episode 20 - Alkohol
21
Episode 21 - Zuya mabuk?
22
Episode 22
23
Episode 23 - Lapangan
24
Episode 24 - Ada cctv?
25
Episode 25 - Minta di amputasi?
26
Episode 26 - Pulang sama abang
27
Episode 27 - Kebetulan yang membagongkan
28
Episode 28
29
Penokohan
30
Episode 29 - Liburan
31
Episode 30 - Om jelek mesum!
32
Episode 31 - Memijit apa?
33
Episode 32 - Kecupan singkat
34
Episode 33 - Penipu kecil
35
Episode 34 - Temenin Zuzu jalan-jalan
36
Episode 35 Jembatan gantung
37
Episode 36 - Kebun buah
38
Episode 37 - Aku ingin mengejarmu
39
Episode 38 - Kamu suka dia?
40
Episode 39 - Suara aneh
41
Episode 40 - Dicekik
42
Episode 41 Bowen akan menuntut
43
Episode 42 UKS
44
Episode 43 Shawn kangen
45
Episode 44
46
Episode 45
47
Episode 46
48
Episode 47
49
Episode 48
50
Episode 49
51
Episode 50
52
Episode 51
53
Episode 52
54
Episode 53
55
Episode 54
56
Episode 55
57
Episode 56
58
Episode 57
59
Episode 58
60
Episode 59
61
Episode 60
62
Episode 61
63
Episode 62
64
Episode 63
65
Episode 64
66
Episode 65
67
Episode 66
68
Episode 67
69
Episode 68
70
Episode 69
71
Episode 70
72
Episode 71
73
Episode 72
74
Episode 73
75
Episode 74
76
Episode 75
77
Episode 76
78
Episode 77
79
Episode 78
80
Episode 79
81
Episode 80
82
Episode 81
83
Episode 82
84
Episode 83
85
Episode 84
86
Episode 85
87
Episode 86
88
Episode 87
89
Episode 88
90
Episode 89
91
Episode 90
92
Episode 91
93
Episode 92
94
Episode 93
95
Episode 94
96
Episode 95
97
Episode 96
98
Episode 97
99
Episode 98
100
Episode 99 End
101
SLEEP WITH MR. MAFIA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!