Episode 18 - Zuya kaget

Hening.

Suasana yang tadinya ribut di meja itu akibat ulah Zuya, mendadak hening dengan kedatangan seorang gadis mungil yang tinggi badannya mungkin hanya sekitar 150 cm, tapi wajahnya cukup imut. Menurut Zuya sih. Gadis itu dengan beraninya mengajak seorang Aska kenalan. Hanya kenalan. Zuya pikir tadi mau nembak. Kalau beneran mau nembak sih tuh cewek salah tempat.

Setelah tiga bulan ini Zuya tahu jelas betapa dinginnya seorang Aska sama yang namanya perempuan, jadi pasti bakalan langsung di tolak. Jadi kalau mau nembak tuh cowok di keramaian, ujung-ujungnya cuma bikin malu.

"A ... Aku sudah lama pengen kenalan sama kamu, ta ... Tapi jarang banget keliatan, makanya pas liat kamu hari ini aku langsung ambil keputusan bu ... buat kenalan."

"Jarang keliatan? Aku liat terus kok di kolam renang." kata Zuya refleks. Keno yang berdiri di dekatnya dengan tangan yang masih setia di kepala gadis itu cepat-cepat menghentikan Zuya bicara.

"Tuh cewek yang jarang liat, kamu kan selalu datengin Bow-bow. Jadi bisa liat si Aska terus." bisik Keno di telinga Zuya. Zuya pun diam. Benar kata Keno. Mereka melihat ke cewek yang berdiri di sebelah Aska lagi.

Zuya menatapi wajah Aska yang tak ada ekspresinya sama sekali. Ternyata bukan dia doang yang diperlakukan dingin sama tuh cowok, perempuan lain juga.

"Hmm, bisa kan kalau aku bilang aku mau lebih dekat sama kamu?" kata Nindy lagi. Aska masih tidak bicara dari tadi. Bahkan tak melirik cewek itu. Pandangannya malah lurus ke Zuya.

Saat Zuya menyadari lelaki itu sedang menatapnya, ia pun tersenyum lebar menampakkan gigi-gigi putihnya yang berbaris rapi. Sesaat kemudian Aska berdiri.

Cewek yang sedang berdiri itu mendadak keliatan mungil sekali saat Aska berdiri. Gimana nggak, tinggi badan Aska mencapai 191 cm. Beda sekitar 30 cm sama tuh cewek, jelaslah si cewek jadi keliatan pendek banget. Kesannya kalau mereka pacaran, nggak cocok banget.

Bukannya Zuya merendahkan, dia saja kalau berdiri di dekat Aska keliatan mungil banget, apalagi tuh cewek. Ketiga sahabatnya pun tinggi-tinggi semua. Tapi Aska yang paling tinggi di antara mereka semua. Bowen tinggi badannya 188 cm, Keno 184 cm, sedang Igo 183 cm. Sudah tinggi banget juga untuk ukuran tinggi cowok Indonesia.

Eh, kok malah jadi bahas tinggi badan sih? Zuya kembali fokus ke depan. Penasaran Aska mau bilang apa sama tuh cewek.

"Gue nggak ada waktu dekat sama orang asing. Sorry, gue harus pergi." kata Aska. Suaranya datar, apalagi wajahnya. Setelah itu dia pamit pergi ke Bowen dan yang lain. Pandangannya berhenti lagi ke Zuya, menatap gadis itu cukup lama, lalu lanjut pergi meninggalkan kantin.

Nindy malu sekali. Aska sangat tega ternyata membuat dia malu di depan umum begini, padahal dia sudah memberanikan diri ajak kenalan.

Zuya merasa kasihan pada cewek yang tidak dia ketahui siapa namanya itu. Ia tahu berada di posisi cewek itu pasti malu banget, karena mereka adalah sesama cewek.

"Zu, ngomong apa gitu ke dia. Kamu cewek, hibur dikit biar dia nggak sedih-sedih banget." bisik Bowen pelan di telinga Zuya.

"Em, jangan masukin ke hati ya. Aska sifatnya emang gitu. Aku aja dicuekin terus." Zuya pun angkat suara. Dia bilang sesuai fakta. Nindy menatapnya lalu memandangi ketiga cowok lain yang ada di situ. Malah cowok populer semua lagi. Ya jelas malu bangetlah dia.

"Gimana kalo kamu kenalannya sama Igo aja? Dia baik kok sama cewek, belum punya pacar juga. Kalau kamu pengen lebih deket pasti bisa, Igo orangnya baik. Kamu nggak bakal nyesel deh kamu." tawar Zuya kemudian. Jelaslah Igo kaget.

Bener-bener ya si Zuya ini. Igo kesel setengah mati. Untung saja si cewek yang entah siapa namanya itu langsung berbalik pergi. Kalau tidak, bisa panjang urusannya.

"Zuzuuu ..." Igo menyipitkan matanya menatap Zuya dalam-dalam. Kesal? Jelas dong dia kesal.

"Hehehe, maap. Kenalan doang kok. Biar cewek tadi nggak malu-malu banget. Kasian tahu." Zuya menyengir lebar.

"Tapi nggak gitu juga caranya, bocaah." Igo mencubit gemas pipi Zuya.

Mereka kembali duduk berempat seperti biasanya karena Aska sudah pergi. Setelah makan siang, mereka berpisah. Melakukan kegiataannya masing-masing.

_______________

Zuya sudah lelah seharian ini. Ia memutuskan pulang ke apartemen untuk beristirahat. Besok akan ada pertandingan kampus. Dan ia sudah mendaftar akan ikutan lomba lari. Jadi malam ini ia harus tidur cepat biar badannya fit besok dan dapat juara. Lumayan bisa liburan ke luar negeri. Apalagi kalau Aska menang juga. Hihihi.

Langkah Zuya terhenti saat hampir mencapai apartemennya. Pandangannya jatuh ke seorang wanita dewasa yang berdiri di depan apartemen milik si om jelek.

Siapanya si om?

Zuya mengernyitkan dahi. Menatapi wanita itu dari bawah ke atas. Ia kepo.

Cantik.

Tapi keliatan lebih tua dari si om jelek. Menurut Zuya wanita itu berumur sekitar tiga puluh lima atau tiga puluh enam tahun.

"Kenapa berdiri di sini, dedek?"

Bisikan kecil di telinganya membuat Zuya melompat karena kaget.

"Om jelek, aku kaget tahu!" gadis itu berseru kuat saking kesalnya dia.

Lebih kesal lagi waktu ia melihat senyuman lebar di wajah Shawn. Ingin rasanya dia menggigit pria itu lagi. Bikin dia jantungan saja. Tengil banget. Nggak sadar umur apa?

Sebenarnya Shawn ingin bersenang-senang menggoda gadis itu terus, namun saat menyadari seseorang yang dia kenal berdiri di depan apartemennya, senyumannya menghilang. Laki-laki itu berdeham, memasang wajah datar lagi seperti biasa.

"Mawar?"

Ia menyebut nama wanita yang saat ini sedang memandangi dia dan Zuya bergantian dengan raut wajah seperti keheranan. Shawn tahu Mawar pasti heran melihat dia tersenyum lepas seperti tadi pada Zuya yang masih berdiri di sebelahnya.

"Tuan muda, saya menunggu anda dari tadi. Nyonya Winata sudah menghubungi anda berkali-kali, tapi tidak masuk. Dia ingin anda pulang ke rumah pekan depan." kata Mawar langsung, karena dia tahu Shawn tidak mungkin mengijinkan dia masuk ke apartemennya.

Mawar adalah sekretaris pribadi Winata, ibu kandung Shawn. Usianya lima tahun lebih tua dari laki-laki itu. Ia sudah cukup lama bekerja sebagai sekretaris pribadi Winata, jadi sudah cukup tahu kalau Shawn bukanlah sosok yang bisa didekati dengan gampang. Sulit sekali mendekati pria itu. Oleh sebab itu ia heran melihat Shawn cukup dekat dengan gadis di depan sana yang tampak jauh lebih muda.

"Ah, aku mengganti nomorku beberapa hari lalu. Terimakasih untuk infonya. Aku akan menghubungi mama nanti." kata Shawn.

"Ada lagi yang ingin kau sampaikan?"

Zuya menertawai Shawn dalam hati. Ia merasa lucu melihat laki-laki yang hobi membuatnya kesal tersebut bersikap sangat kaku begitu di depan orang lain.

Terpopuler

Comments

Novi Yantisuherman

Novi Yantisuherman

191 Cm ?? tinggi banget 😅 ,
Dulu gw kira orang tinggi makan Bambu terus 🤣😂

2024-12-23

0

Edah J

Edah J

Zuya mah emang gemesin selain cantik dia baik ramah dia sederhana walau dia anak kolong juga g belagu suka deh sama karakter Zuya👍👍👍

2024-09-12

0

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Jangan terlalu usil ma di om Shawn Zuya.....di uyel2 si om nanti....dia gemesh banget ma kamu.....

2024-08-03

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 - Pertemuan di tangga
2 Episode 2 - Ternyata laki-laki itu dosen
3 Episode 3 - Ijin mau ...
4 Episode 4 - Sembunyi di toilet pria
5 Episode 5 - Gigitan di bahu
6 Episode 6 - Kau menghalangi jalanku
7 Episode 7 - Zuya pengen hidup mandiri
8 Episode 8 - Kalau dia setan baru aku takut
9 Episode 9 - Cerewet
10 Episode 10 - Pindah ke apartemen
11 Episode 11 - Karena om jelek
12 Episode 12 - Perkara burung
13 Episode 13 - Beli satu gratis satu
14 Episode 14 - Om!
15 Episode 15 - Tidak mau bertanggung jawab
16 Episode 16 - Om jelek, sok cool
17 Episode 17 - Aska dingin sekali
18 Episode 18 - Zuya kaget
19 Episode 19 - Makan bareng
20 Episode 20 - Alkohol
21 Episode 21 - Zuya mabuk?
22 Episode 22
23 Episode 23 - Lapangan
24 Episode 24 - Ada cctv?
25 Episode 25 - Minta di amputasi?
26 Episode 26 - Pulang sama abang
27 Episode 27 - Kebetulan yang membagongkan
28 Episode 28
29 Penokohan
30 Episode 29 - Liburan
31 Episode 30 - Om jelek mesum!
32 Episode 31 - Memijit apa?
33 Episode 32 - Kecupan singkat
34 Episode 33 - Penipu kecil
35 Episode 34 - Temenin Zuzu jalan-jalan
36 Episode 35 Jembatan gantung
37 Episode 36 - Kebun buah
38 Episode 37 - Aku ingin mengejarmu
39 Episode 38 - Kamu suka dia?
40 Episode 39 - Suara aneh
41 Episode 40 - Dicekik
42 Episode 41 Bowen akan menuntut
43 Episode 42 UKS
44 Episode 43 Shawn kangen
45 Episode 44
46 Episode 45
47 Episode 46
48 Episode 47
49 Episode 48
50 Episode 49
51 Episode 50
52 Episode 51
53 Episode 52
54 Episode 53
55 Episode 54
56 Episode 55
57 Episode 56
58 Episode 57
59 Episode 58
60 Episode 59
61 Episode 60
62 Episode 61
63 Episode 62
64 Episode 63
65 Episode 64
66 Episode 65
67 Episode 66
68 Episode 67
69 Episode 68
70 Episode 69
71 Episode 70
72 Episode 71
73 Episode 72
74 Episode 73
75 Episode 74
76 Episode 75
77 Episode 76
78 Episode 77
79 Episode 78
80 Episode 79
81 Episode 80
82 Episode 81
83 Episode 82
84 Episode 83
85 Episode 84
86 Episode 85
87 Episode 86
88 Episode 87
89 Episode 88
90 Episode 89
91 Episode 90
92 Episode 91
93 Episode 92
94 Episode 93
95 Episode 94
96 Episode 95
97 Episode 96
98 Episode 97
99 Episode 98
100 Episode 99 End
101 SLEEP WITH MR. MAFIA
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Episode 1 - Pertemuan di tangga
2
Episode 2 - Ternyata laki-laki itu dosen
3
Episode 3 - Ijin mau ...
4
Episode 4 - Sembunyi di toilet pria
5
Episode 5 - Gigitan di bahu
6
Episode 6 - Kau menghalangi jalanku
7
Episode 7 - Zuya pengen hidup mandiri
8
Episode 8 - Kalau dia setan baru aku takut
9
Episode 9 - Cerewet
10
Episode 10 - Pindah ke apartemen
11
Episode 11 - Karena om jelek
12
Episode 12 - Perkara burung
13
Episode 13 - Beli satu gratis satu
14
Episode 14 - Om!
15
Episode 15 - Tidak mau bertanggung jawab
16
Episode 16 - Om jelek, sok cool
17
Episode 17 - Aska dingin sekali
18
Episode 18 - Zuya kaget
19
Episode 19 - Makan bareng
20
Episode 20 - Alkohol
21
Episode 21 - Zuya mabuk?
22
Episode 22
23
Episode 23 - Lapangan
24
Episode 24 - Ada cctv?
25
Episode 25 - Minta di amputasi?
26
Episode 26 - Pulang sama abang
27
Episode 27 - Kebetulan yang membagongkan
28
Episode 28
29
Penokohan
30
Episode 29 - Liburan
31
Episode 30 - Om jelek mesum!
32
Episode 31 - Memijit apa?
33
Episode 32 - Kecupan singkat
34
Episode 33 - Penipu kecil
35
Episode 34 - Temenin Zuzu jalan-jalan
36
Episode 35 Jembatan gantung
37
Episode 36 - Kebun buah
38
Episode 37 - Aku ingin mengejarmu
39
Episode 38 - Kamu suka dia?
40
Episode 39 - Suara aneh
41
Episode 40 - Dicekik
42
Episode 41 Bowen akan menuntut
43
Episode 42 UKS
44
Episode 43 Shawn kangen
45
Episode 44
46
Episode 45
47
Episode 46
48
Episode 47
49
Episode 48
50
Episode 49
51
Episode 50
52
Episode 51
53
Episode 52
54
Episode 53
55
Episode 54
56
Episode 55
57
Episode 56
58
Episode 57
59
Episode 58
60
Episode 59
61
Episode 60
62
Episode 61
63
Episode 62
64
Episode 63
65
Episode 64
66
Episode 65
67
Episode 66
68
Episode 67
69
Episode 68
70
Episode 69
71
Episode 70
72
Episode 71
73
Episode 72
74
Episode 73
75
Episode 74
76
Episode 75
77
Episode 76
78
Episode 77
79
Episode 78
80
Episode 79
81
Episode 80
82
Episode 81
83
Episode 82
84
Episode 83
85
Episode 84
86
Episode 85
87
Episode 86
88
Episode 87
89
Episode 88
90
Episode 89
91
Episode 90
92
Episode 91
93
Episode 92
94
Episode 93
95
Episode 94
96
Episode 95
97
Episode 96
98
Episode 97
99
Episode 98
100
Episode 99 End
101
SLEEP WITH MR. MAFIA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!