Episode 2 - Ternyata laki-laki itu dosen

"Siapa gadis itu?"

tanya laki-laki bersuara bas tadi. Namanya Adam. Sahabat Shawn yang menjabat sebagai direktur keuangan perusahaan keluarga Shawn. Dia juga akan yang akan menggantikan Shawn untuk sementara, mengambil alih posisi direktur utama. Karena mulai hari ini laki-laki itu akan bekerja di kampus ini sebagai profesor.

Tentu Shawn tidak akan memakai nama besarnya yang terkenal di kalangan orang-orang atas. Dia tidak mau pekerjaan di tempat ini terganggu kalau para jurnalis mengetahui keberadaannya dan ingin mewawancarainya. Apalagi maksudnya bekerja dikampus ini yaitu untuk melakukan pengembangan terhadap sebuah kasus yang sedang dia teliti, yang akan sangat berguna bagi perkembangan perusahaannya ke depan.

"Shawn?"

Adam memanggil Shawn lagi karena pandangan laki-laki itu masih tertuju ke anak tangga. Padahal Zuya sudah tidak menghilang dari pandangan mereka dari tadi.

"Ha? Kau tanya apa tadi?" Shawn balik bertanya. Ia tidak fokus tadi.

"Aku tanya siapa gadis kecil tadi, kau kenal?"

"Oh, namanya Zuya. Adik ipar dari wanita yang hampir menjadi tunanganku dua tahun lalu." jawab Shawn santai.

Adam mengernyitkan mata. Mencoba mengingat-ingat siapa wanita yang pernah dijodohkan dengan laki-laki itu. Tapi karena dia tidak ingat juga, dia memutuskan untuk cuek saja.

"Kenapa kau mencariku?" Shawn mengubah topik. Biasanya kalau Adam mencarinya pasti tentang urusan perusahaan.

"Kau lupa tanda tangani ini." Adam menyerahkan map ditangannya kepada Shawn.

"Urusan seperti ini kau saja yang tanda tangani mulai besok dan seterusnya. Kau lupa aku sudah menyerahkan posisiku padamu sampai urusanku di sini berakhir?"

Adam tahu. Namun rasanya aneh saja karena dia sudah terbiasa menjadi bawahan Shawn kalau dikantor. Jadi saat mengemban tugas sebagai pemimpin laki-laki itu masih cukup canggung.

"Mulai sekarang kau bertanggung jawab penuh atas perusahaan. Kau bisa meminta bantuanku hanya pada masalah yang tidak dapat kau selesaikan. Aku akan lebih fokus dikampus ini mulai besok dan seterusnya." kata Shawn. Adam tertawa. Laki-laki ini memang Shawn yang dia kenal. Selalu serius pada apa yang dia katakan dan kerjakan.

"Aku dengar kau disuruh mengajar hari ini, oleh profesor Sunan."

"Ya, aku akan ke kelas sekarang. Kau kembali saja."

"Baiklah, kalau ada apa-apa aku akan langsung menghubungimu."

Kedua laki-laki itu itu pun berpisah. Shawn berjalan ke arah aula jurusan bisnis, Adam sendiri keluar kampus.

Di tempat lain, ketika Zuya memasuki ruangan kelas manajemen bisnis, kelas tersebut sepi sekali. Hanya ada dua orang mahasiswi yang hendak keluar dari dalam kelas.

"Zuya?" salah satu dari dua mahasiswi itu menyapa Zuya. Namanya Warni. Mereka adalah teman sekelas Zuya, sama-sama jurusan bisnis.

"Yang lain kemana, kok nggak masuk kelas? Sekarang ada kelas management bisnis kan? Atau aku yang salah jadwal?" Zuya menatap kedua cewek itu bergantian. Masalahnya tidak ada teman-teman mereka yang lain, jelaslah dia tanya.

"Nggak Zu, kita yang salah kelas." sahut Warni.

"Salah kelas?"

"Iya, kelasnya dipindah ke aula. Aku dengar prof Sunan nggak akan mengajar kelas manejemen bisnis lagi semester ini. Sudah diganti ke dosen baru, yang lebih muda. Penasaran deh siapa tuh dosen." timpal Ayu, cewek yang satunya lagi.

"Ya udah yuk, ayo cepat ke sana. Nabila WhatsApp aku katanya semua mahasiswa yang datang terlambat kena hukum, dosen muda baru itu galak katanya."

Ayu dan Warni keluar dengan cepat. Mereka setengah berlari. Zuya pun mau tak mau berjalan cepat-cepat mengikuti dua cewek itu. Ketika mereka sampai, aula sudah hampir penuh. Ternyata ada banyak yang ambil kelas management bisnis juga.

Ada sekitar empat orang yang berdiri di depan, entah orang-orang tersebut sedang apa Zuya tidak peduli. Ia belum melihat penampakan sang dosen muda yang di sebut-sebut menggantikan prof Sunan. Dengan cueknya gadis itupun melangkah ke dalam. Padahal Warni dan Ayu tidak berani.

"Zuya, Zuya." Ayu bersuara pelan memanggil nama Zuya. Mungkin karena Zuya masuk paling belakang jadi ia tidak melihat bagaimana ekspresi laki-laki yang tengah berdiri di depan papan tulis besar.

Warni dan Ayu sudah berhenti, badan mereka panas dingin saking takutnya. Laki-laki yang diyakini mereka adalah dosen baru tersebut wajahnya memang sangat tampan, namun tatapan dinginnya begitu menusuk bak pedang bermata dua.

"Sekali lagi aku bilang, aku sangat tidak suka ada yang terlambat saat aku mengajar. Kau yang baru masuk, berhenti di sana!"

Nada suara itu rendah namun menggelegar. Semua orang dalam aula diam, mereka semua fokus pada Zuya. Gadis itu yang merasa suara besar dari belakang tertuju padanya, dia pun berbalik.

Ketika pandangannya bertemu dengan pemilik mata keabu-abuan yang meneriakinya tadi, mata Zuya melebar. Ternyata Shawn. Ia melihat dalam mata Shawn kalau pria itu juga kaget melihatnya.

Apes.

Mereka kembali bertemu. Lagi dan lagi. Padahal Zuya baru bilang selamat tinggal dengan senang hati karena tahu mereka tidak akan pernah bertemu lagi.

Laki-laki itu seorang dosen? Masa sih? Setahu Zuya bukan, dulu kak Aerin pernah bilang profesinya apa. Katanya laki-laki itu adalah seorang CEO di perusahaan milik keluarganya. Kok tiba-tiba jadi dosen sih?

"Kamu, maju ke sini!"

Shawn berseru galak.

Zuya mendengus dalam hati. Dasar tukang pura-pura. Mau tak mau dia pun maju. Ada banyak sekali orang dalam ruangan ini yang memperhatikannya. Walau Zuya sering sekali berbuat kacau, tapi dia juga punya urat malu.

"Lebih dekat." kata Shawn lagi. Zuya menatap dongkol pria itu. Si Shawn-Shawn itu sebenarnya mau apa sih? Kenapa cuma dia yang di suruh maju? Kan yang terlambat bukan dia doang.

"Kenapa terlambat?"

Zuya memutar bola matanya malas.

"Aku nggak tahu kalau kelasnya diganti, kalo tahu mana mungkin aku terlambat." sahutnya acuh tak acuh dan cukup ketus.

Ke-empat orang terlambat yang berdiri di dekat situ cukup tercengang karena melihat Zuya yang tidak ada takut-takutnya.

"Itu alasanmu saja. Semua yang ada di dalam sini sudah tahu kelasnya diganti. Kau lihat buktinya, mereka semua masuk kelas tepat waktu."

"Ih, kan aku nggak dapat kabarnya, ketua kelasnya nggak kabarin aku berarti. Jadi mana aku tahu om jelek!" balas Zuya refleks.

Suasana berubah riuh akibat suara Zuya yang bicara balik dengan beraninya pada Shawn, bahkan memanggilnya om. Ada embel-embel jeleknya pula.

"DIAM KALIAN SEMUA!"

Hening kembali.

Shawn menatap Zuya lagi dengan tatapan datar.

"Siapa namamu?"

Astaga. Pura-pura sekali. Padahal dia sudah tahu. Dasar laki-laki tukang akting.

"Zuya." jawabnya sebal.

Terpopuler

Comments

anonim

anonim

Zuya ternyata ketemu lagi sama Shawn bahkan menjadi dosennya yang nantinya bakal seru pastinya

2025-01-09

0

Dara Fuji

Dara Fuji

zuya ehmmm nakal kamu ya!

2024-10-03

1

Edah J

Edah J

Zuya ayo bikin om dosen itu pusing😁✌️

2024-09-10

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 - Pertemuan di tangga
2 Episode 2 - Ternyata laki-laki itu dosen
3 Episode 3 - Ijin mau ...
4 Episode 4 - Sembunyi di toilet pria
5 Episode 5 - Gigitan di bahu
6 Episode 6 - Kau menghalangi jalanku
7 Episode 7 - Zuya pengen hidup mandiri
8 Episode 8 - Kalau dia setan baru aku takut
9 Episode 9 - Cerewet
10 Episode 10 - Pindah ke apartemen
11 Episode 11 - Karena om jelek
12 Episode 12 - Perkara burung
13 Episode 13 - Beli satu gratis satu
14 Episode 14 - Om!
15 Episode 15 - Tidak mau bertanggung jawab
16 Episode 16 - Om jelek, sok cool
17 Episode 17 - Aska dingin sekali
18 Episode 18 - Zuya kaget
19 Episode 19 - Makan bareng
20 Episode 20 - Alkohol
21 Episode 21 - Zuya mabuk?
22 Episode 22
23 Episode 23 - Lapangan
24 Episode 24 - Ada cctv?
25 Episode 25 - Minta di amputasi?
26 Episode 26 - Pulang sama abang
27 Episode 27 - Kebetulan yang membagongkan
28 Episode 28
29 Penokohan
30 Episode 29 - Liburan
31 Episode 30 - Om jelek mesum!
32 Episode 31 - Memijit apa?
33 Episode 32 - Kecupan singkat
34 Episode 33 - Penipu kecil
35 Episode 34 - Temenin Zuzu jalan-jalan
36 Episode 35 Jembatan gantung
37 Episode 36 - Kebun buah
38 Episode 37 - Aku ingin mengejarmu
39 Episode 38 - Kamu suka dia?
40 Episode 39 - Suara aneh
41 Episode 40 - Dicekik
42 Episode 41 Bowen akan menuntut
43 Episode 42 UKS
44 Episode 43 Shawn kangen
45 Episode 44
46 Episode 45
47 Episode 46
48 Episode 47
49 Episode 48
50 Episode 49
51 Episode 50
52 Episode 51
53 Episode 52
54 Episode 53
55 Episode 54
56 Episode 55
57 Episode 56
58 Episode 57
59 Episode 58
60 Episode 59
61 Episode 60
62 Episode 61
63 Episode 62
64 Episode 63
65 Episode 64
66 Episode 65
67 Episode 66
68 Episode 67
69 Episode 68
70 Episode 69
71 Episode 70
72 Episode 71
73 Episode 72
74 Episode 73
75 Episode 74
76 Episode 75
77 Episode 76
78 Episode 77
79 Episode 78
80 Episode 79
81 Episode 80
82 Episode 81
83 Episode 82
84 Episode 83
85 Episode 84
86 Episode 85
87 Episode 86
88 Episode 87
89 Episode 88
90 Episode 89
91 Episode 90
92 Episode 91
93 Episode 92
94 Episode 93
95 Episode 94
96 Episode 95
97 Episode 96
98 Episode 97
99 Episode 98
100 Episode 99 End
101 SLEEP WITH MR. MAFIA
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Episode 1 - Pertemuan di tangga
2
Episode 2 - Ternyata laki-laki itu dosen
3
Episode 3 - Ijin mau ...
4
Episode 4 - Sembunyi di toilet pria
5
Episode 5 - Gigitan di bahu
6
Episode 6 - Kau menghalangi jalanku
7
Episode 7 - Zuya pengen hidup mandiri
8
Episode 8 - Kalau dia setan baru aku takut
9
Episode 9 - Cerewet
10
Episode 10 - Pindah ke apartemen
11
Episode 11 - Karena om jelek
12
Episode 12 - Perkara burung
13
Episode 13 - Beli satu gratis satu
14
Episode 14 - Om!
15
Episode 15 - Tidak mau bertanggung jawab
16
Episode 16 - Om jelek, sok cool
17
Episode 17 - Aska dingin sekali
18
Episode 18 - Zuya kaget
19
Episode 19 - Makan bareng
20
Episode 20 - Alkohol
21
Episode 21 - Zuya mabuk?
22
Episode 22
23
Episode 23 - Lapangan
24
Episode 24 - Ada cctv?
25
Episode 25 - Minta di amputasi?
26
Episode 26 - Pulang sama abang
27
Episode 27 - Kebetulan yang membagongkan
28
Episode 28
29
Penokohan
30
Episode 29 - Liburan
31
Episode 30 - Om jelek mesum!
32
Episode 31 - Memijit apa?
33
Episode 32 - Kecupan singkat
34
Episode 33 - Penipu kecil
35
Episode 34 - Temenin Zuzu jalan-jalan
36
Episode 35 Jembatan gantung
37
Episode 36 - Kebun buah
38
Episode 37 - Aku ingin mengejarmu
39
Episode 38 - Kamu suka dia?
40
Episode 39 - Suara aneh
41
Episode 40 - Dicekik
42
Episode 41 Bowen akan menuntut
43
Episode 42 UKS
44
Episode 43 Shawn kangen
45
Episode 44
46
Episode 45
47
Episode 46
48
Episode 47
49
Episode 48
50
Episode 49
51
Episode 50
52
Episode 51
53
Episode 52
54
Episode 53
55
Episode 54
56
Episode 55
57
Episode 56
58
Episode 57
59
Episode 58
60
Episode 59
61
Episode 60
62
Episode 61
63
Episode 62
64
Episode 63
65
Episode 64
66
Episode 65
67
Episode 66
68
Episode 67
69
Episode 68
70
Episode 69
71
Episode 70
72
Episode 71
73
Episode 72
74
Episode 73
75
Episode 74
76
Episode 75
77
Episode 76
78
Episode 77
79
Episode 78
80
Episode 79
81
Episode 80
82
Episode 81
83
Episode 82
84
Episode 83
85
Episode 84
86
Episode 85
87
Episode 86
88
Episode 87
89
Episode 88
90
Episode 89
91
Episode 90
92
Episode 91
93
Episode 92
94
Episode 93
95
Episode 94
96
Episode 95
97
Episode 96
98
Episode 97
99
Episode 98
100
Episode 99 End
101
SLEEP WITH MR. MAFIA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!