"Apakah bunga lily itu di jual?" tanya Vitt seraya menunjuk bunga lily dipelukan Ibu Isa. Setelah melihat kekacauan di toko bunga itu, dan tidak ada bunga yang tersisa kecuali bunga lily itu.
Ibu Isa menatap bunga lily tersebut, "apa kau akan membelinya?" tanya Ibu Isa dengan tatapan tidak percaya.
"Iya, karena aku sangat suka bunga lily," jawab Vitt tersebut. Dia bukan terpaksa membeli bunga tersebut, tapi karena kedatangannya di sana memang berniat mencari bunga lily kesukaannya.
"Tapi, ini sedikit rusak," ucap Ibu Isa sambil menunjuk satu tangkai bunga itu yang patah.
"Tapi bunga itu kelihatan masih segar dan sangat bagus. Tolong bungkuskan untukku," ucap Vitt memohon kepada wanita paruh baya itu.
"Baiklah jika kau memaksa. Tunggu sebentar ya." Ibu Isa bergegas mempersiapkan bunga itu untuk Vitt.
Sambil menunggu, Vitt mengedarkan pandangannya, tatapannya berhenti pada seorang pemuda gendut yang tidak berkedip menatapnya. Vitt jadi risih dan tidak nyaman di tatap seperti itu.
Paolo mengerjabkan kedua mata sambil tersenyum tipis ketika Vitt membalas tatapannya. Namun, dia segera sadar saat Vitt merasa tidak nyaman dengan keberadaannya di sana. Paolo berharap bisa mendengar suara hati Vitt, akan tetapi sejak tadi dia tidak mendengarnya. Sungguh aneh, padahal setiap orang yang bertemu dengannya pasti akan mengumpatinya di dalam hati karena badannya terlalu gendut dan sangat menjijikkan, tidak sedap di pandang.
Sambil berpikir, Paolo sambil membereskan bunga-bunga yang berserak di lantai lalu membuangnya ke tempat sampah.
"Dia semakin cantik, dan menawan." Paolo melirik Vitt dengan ekor matanya, mengagumi gadis cantik itu dalam diam. Dia tidak mempunyai keberanian untuk mendekati Vitt yang sangat sempurna di matanya.
Ibu Isa datang memberikan satu pot bunga lily yang sudah di bungkus rapi kepada Vitt.
"Terima kasih, Nyonya. Berapa harganya?" tanya Vitt saat bunga itu sudah berpindah ke tangannya.
"Tidak perlu membayarnya, Nona. Ini bunganya sudah rusak, jadi aku berikan saja kepadamu sebagai hadiah," jawab Ibu Isa terlihat sangat tulus.
"Nyonya, bagaimana pun aku harus membayarnya," ucap Vitt kekeuh lalu menyerahkan beberapa lembar pada Ibu Isa dengan paksa. "Jika Anda menerima uang ini, maka aku akan menjadi langganan tetapmu," lanjut Vitt, saat Ibu Isa akan mengembalikan uang tersebut.
"Terima kasih banyak gadis cantik. Semoga Tuhan memberkatimu dan selalu memberikanmu kebahagiaan." Ibu Isa berdoa untuk kebaikan Vitt.
"Amin," jawab Vitt tersenyum senang. "Kalau begitu aku permisi, Nyonya, besok aku akan datang lagi." Vita pamit sambil memundurkan kursi rodanya.
"Hati-Hati, gadis cantik!" seru Ibu Isa kepada Vitt yang sudah memasuki mobil mewah di bantu seorang pengawal.
Paolo menatap lekat pada plat nomor mobil berwarna hitam itu yang sudah melaju meninggalkan toko bunga.
"Ayo, bereskan semua kekacauan ini," ucap Ibu Isa pada putranya. "Dan, kenapa malah bengong? Apa kau tertarik pada gadis cantik tadi?" tanya Ibu Isa menggoda putranya yang tidak berkedip menatap mobil Vitt yang sudah melaju jauh.
"Tidak, Bu!" elak Paolo cepat, namun pipi gemoy-nya bersemu merah.
"Ya ampun! Anak ibu sudah mulai tertarik dengan wanita. Ini bertanda kau sudah mulai beranjak dewasa." Ibu Isa menggoda putranya sambil menepuk perut Daniel dengan gemas.
"Ibu!" Paolo merengek malu seperti anak kecil yang ketahuan mencuri permen.
Jangan lupa vote-nya cinta 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
LENY
WAH PAOLO KETEMU LG DGN VITT GADIS YG BAIK
2025-01-09
0
🏘⃝AⁿᵘMd Wulan ᵇᵃˢᵉ 🍇
dia emng udh dewasa Bu🤣
2025-01-08
0
Siti Aisyah
ayoo diet nya di seriuskan..🫰🤣
2024-11-21
2