Paolo menekan-nekan satu persatu tombol angka di ponsel jadul yang dia pegang. Dia sedikit kikuk dan kesal karena tidak bisa menggunakan ponsel tersebut. Sistem ponsel yang belum canggih membuatnya putar otak untuk mempelajari ponsel tersebut.
"Ck! Bagaimana cara memakainya? Sejak tadi aku tidak bisa menggunakannya." Paolo berdecak kesal. Dia duduk di atas tempat tidur sambil menunduk menatap layar ponselnya yang berukulan kecil dan berwarna hitam putih, tentu jauh dari kata canggih.
Postur badannya yang gendut, membuatnya kesusahan untuk duduk tegap perutnya yang penuh lemak berlipat-lipat. Bahkan Paolo merasakan sesak nafas, dan merasa tidak nyaman.
Plak!
Paolo memukul perut tersebut dengan perasaan jengkel luar biasa, "Daniel, kenapa kau bisa segendut ini?! Apakah kau tidak pernah berolah raga dan tidak menerapkan hidup dan makan sehat?!" Paolo sejak tadi menggerutu karena badan Daniel membuatnya tidak nyaman.
"Arghhh! Aku sesak nafas!" Paolo mendongakkan kepala sambil menghela nafas panjang, sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali membuat kedua pipinya yang gemoy ikut bergoyang. Paolo mencoba sabar dan berusaha beradaptasi dibadan Daniel yang sangat gendut.
Pria itu kembali fokus pada ponselnya, dia berusaha memahami fitur di ponsel tersebut agar bisa di gunakan. Beberapa saat kemudian dia sudah bisa menggunakan ponsel tersebut. Lalu segera menekan nomor ponsel di markasnya barang kali masih ada anak buahnya yang masih tersisa.
Nomor yang dia hubungi tersambung ...
"Halo." Seseorang menjawab panggilan teleponnya.
*
*
Di Markas yang terletak di perbukitan, Italia Utara. Seorang pria duduk sendirian dengan raut wajah yang sangat kelam. Pandangannya kosong namun menyiratkan kesedihan yang teramat dalam karena telah kehilangan boss dan teman-temannya untuk selamanya. Sudah beberapa hari telah berlalu tapi rasa duka yang teramat dalam masih menggelayuti hatinya. Hanya dia yang berhasil lolos dari maut dan kejaran polisi. Beberapa hari dia bersembunyi di tempat aman. Dia keluar dari persembunyian setelah situasi dan kondisi aman.
Nguk ... Nguk ... (Suara telepon berdering)
Pria itu menoleh menatap telepon yang berdering di atas meja. Dia memandangi telepon itu dengan perasaan cemas dan takut. Takut kalau panggilan telepon itu adalah jebakan dari kepolisian. Dia mengerjabkan kedua mata, masih memandangi telepon yang terus berdering tanpa ada niatan mengangkatnya.
Telepon berhenti berdering, tapi tidak berselang lama berdering lagi.
Rasa hati penasaran ingin mengangkatnya. Dan akhirnya dia mengangkat tangan kanan meraih gagang telepon itu, untuk menuntaskan rasa penasarannya.
"Halo," jawabnya dengan suara berbisik.
"Ah, syukurlah! Masih ada yang hidup di markas!" suara pria itu tidak asing di telinganya.
"Kau siapa?" tanyanya dengan nada pelan dan hati-hati, takut kalau ini semua hanyalah jebakan.
"Aku Paolo."
"Apa kau bilang? Paolo?! Jangan bercanda, Paolo sudah tiada!"
"Douglash, ini benar dirimu? Aku sangat mengenal suaramu. Aku Paolo, aku masih hidup, aku berada di rumah sakit Milan."
"Aku tidak percaya. Paolo sudah tiada, dia sudah dikremasi satu minggu yang lalu. Di sini hanya aku yang tersisa, apakah kau seorang polisi yang akan menangkap dan membunuhku?" Douglass sangat sedih dan frustrasi saat mengatakan kalimat tersebut.
"Tidak, Dog! Aku Paolo, aku ... tidak bisa menjelaskannya ditelepon, pulsaku sudah sekarat, segera datang ke rumah sakit Milan, cari aku di sana dengan nama Daniel ..."
Tut ... Tut ...
Belum selesai berbicara telepon itu sudah terputus.
Di rumah sakit, Paolo mengumpat kesal karena pulsanya habis.
"Shiit!" umpat Paolo sangat jengkel, ingin meleparkan ponsel jelek itu, namun dia mengurungikan niatnya karena ponsel ini sangat berarti untuk Daniel.
Sedangkan Douglass tercengang, otaknya berpikir keras, memikirkan kata-kata yang dilontarkan penelepon tadi. Benarkah Paolo masih hidup? Lalu jasad siapa yang dikremasi seminggu yang lalu? Lalu apakah Paolo menyamarkan namanya?
Douglash masih tidak percaya, tapi karena sangat penasaran dia akan pergi ke rumah sakit untuk memastikannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
fitriani
wkwkwkwkwk kocak jg y paolo jadi daniel😂😂😂😂😂😂
2024-11-03
0
PHSNR👾
maksudnya getar hp nya kali yaa 🤣🤣
2025-03-24
0
Denisya putri
wkwk sabarr ngeggymm lah bentr lagi 🤣🤣🤣
2024-12-17
0