"Salam untuk ibunda." ucap Jendral dan juga Adelia.
Wanita itu hanya mengangguk dan melihat kearah Adelia sebentar lalu ia menatap ke arah sang anak kembali, ada sebuah senyuman bangga ketika ia melihat putra sulungnya.
Tidak ada ibu yang tidak ingin anaknya menjadi orang hebat begitu pula dengan wanita itu. Ia bernama Rola dan biasanya ia dipanggil duchess Rola dan suaminya adalah Duke Adibra yang merupakan adik dari kaisar terdahulu.
"Maafkan aku ibu, aku tidak bisa menemuimu karena banyak hal yang harus ku urus di kemp prajurit." ucap Jendral Agra dengan nada yang datar tapi dengan suara yang kecil.
"Hmmm jangan terlalu keras berkerja jangan lupa untuk istirahat dan jika ada waktu datanglah ke rumah bawa juga istrimu."ucap Duchess Rola sambil lalu menoleh ke arah Adelia.
"Tentu saja ibu, mungkin kami akan ke rumah ibu hari Minggu dan menantu ini berharap kita bisa merajut bersama nanti." ucap Adelia dengan suara yang lembut.
"Apakah kamu bisa merajut?" tanya Duchess Rola yang tampak tertarik dengan hal itu, padahal sebenarnya Adelia hanya membuat saja.
"Aku bisa tapi tidak serapi milik ibuk." ucap Adelia sambil tersenyum malu.
"Dari mana kamu tau kalau rajutan ibu rapi, bukankah kamu belum pernah melihat ibu merajut." ucap Duchess.
"Tentu saja aku tau, aku sering melihat Suami memakai syal yang sama setiap hari dan aku merasa syal itu pasti dibuat oleh ibu karena itu sudah tampak sudah lama tapi masih sering dipakai suami." ucap Adelia kembali membual.
Sebenarnya Adelia hanya melihat syal itu dua kali tapi menurut pengamatannya syal itu memanglah buatan Ibu Jendral.
Wajah Duchess pun menjadi begitu bahagia mendengarnya, ia sangat senang mendengar kalau Jendral memakai syal yang ia buat, padahal Duchess Rola berpikir Syal itu hanya disimpan di lemari oleh Jendral.
"Ibu tak menyangka kamu sangat menyukai syal yang ibu buat." ucap Duchess sambil mengelus pipi Jendral.
"Tentu saja aku menyukainya, ibu selalu memberi yang terbaik untukku." ucap Jendral Agra mengelus tangan ibu yang ada di pipinya.
Adelia ikut tersenyum melihat hal itu, rasa iri pun tumbuh dalam dirinya, Dikehidupan sebelumnya ia hanya sebentar merasakan kasih sayang ibu dan hingga ia mati ibu dan keluarganya mungkin tidak tau.
Melihat wajah Adelia yang bersedih Duchess pun memeluknya, Duchess mengelus punggung Adelia menguatkan, ia tau bagaimana sakitnya kehilangan orang tua.
"Walaupun orang tua kamu sudah di surga, kamu bisa merasakan kasih sayang mereka dari ibu, sering seringlah datang ke rumah ibu akan membuatkan kue yang enak untukmu." ucap Duchess pada Adelia.
Adelia tertegun mendengar fakta baru yang ia dengar, orang tua Adelia sudah meninggal? ia pikir Jendral hanya mengakuisisi kerajaan mereka tapi ternyata itu lebih dari yang ia tau
"Terima kasih ibu." ucap Adelia membalas pelukan Duchess.
Hal itu di saksikan oleh banyak mata iri dari berbagai arah dengan berbagai spekulasi dan tak lama terdengar suara kasim.
"KAISAR DAN PERMAISURI MEMASUKI RUANGAN."
"PANGERAN WILLIAM, PANGERAN HARRY DAN PANGERAN LOTUS MEMASUKI RUANGAN."
"PUTRI AURORA MEMASUKI RUANGAN."
Dan semua tatapan pun tertuju pada keluarga Kekaisaran yang baru memasuki ruangan.
.
.
.
Bersambung
jangan lupa like and vote ya
salam hangat dari author.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Nia Nara
Pangeran william, pangeran harry, gak ada kate middleton dan meghan markle thor? 😝
2025-01-31
1
Hikam Sairi
😲😲😲😲😲😲
2024-09-29
0
Shinta Dewiana
jadi keluarga adelia udah di bantai semua..hmmm
2024-09-28
0