Benar kata orang kalau hari malang tidak ada yang tau. Contohnya saja Adelia lihatlah bahkan baru hari pertama di dunia kuno ini dia sudah merasakan sakit dan juga cape yang belum pernah ia rasakan di dunia modern.
Tapi tidak apa apa, Adelia akan tetap mensyukuri karena diberi kehidupan kedua.
Saat ini Adelia sedang duduk di ayunan yang berada di belakang kediamannya dan ia harus kembali bersyukur karena Jendral Agra tidak ada disini, tadi selepas makan siang bersama di kamar Adelia dia pergi entah kemana. Adelia tidak peduli.
Adelia menghembuskan nafas panjang menikmati udara bersih yang ada disini karena di zaman Modern ini sudah mulai susah.
Di hadapan Adelia tersaji pemandangan gunung yang berada di balik tembok tinggi milik Istana Jendral sehingga hanya setengah dari gunung yang terlihat tapi tidak apa apa, itu masih tampak indah dengan dipadukan dengan langit jingga.
"Besok pagi beli bibit tanaman dipasar Asa!" titah Adelia pada Asa yang sedari tadi berdiri disampingnya.
"Apakah nyonya akan menanam lagi?" tanya Asa dengan mata yang berbinar karena sejak terjadinya perperangan nyonya tidak bisa lagi melakukan hobinya itu dan nyonya selalu tampak murung di dalam kamar.
"Tidak, mau aku makan."
"hahh?!"
"ya iyalah Asa, emang untuk apa lagi bibit hah!! Besok mulailah membaca buku, kamu tampak terlalu bodoh," ucap Adelia dengan wajah kesal.
Asa hanya terkekeh kecil dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Kamu bisa menanamkan? Soalnya aku tidak tau apakah tumbuhan itu bisa hidup jika aku tanam." Adelia menatap kearah tangannya, meskipun ini bukan tangannya tapi Adelia selalu mengunakan tangan untuk membunuh di kehidupan sebelumnya.
'Hmm cukup Adelia, jangan mengingat masa lalu lagi,' batin Adelia kembali menatap ke puncak gunung.
Sebenarnya Adelia ingin bertanya maksud dari ucapan nyonya nya itu tapi melihat tatapan sendu nyonya ia hanya mengangguk dan tidak ingin melihat nyonya tambah sedih.
Sore itu Adelia habiskan dengan menatap matahari terbenam yang sangat indah di puncak gunung.
.
.
"Huhh malas sekali aku berjalan ke ruang makan, kenapa sih ruang makan bisa sejauh itu dari kediamanku," ucap Adelia menggerutu sambil berjalan menuju ke ruang makan.
Asa pun terkekeh melihat wajah cemberut nyonya. Sejak Sang nyonya bangun dari sakit parah ia memiliki kepribadian baru dan sangat suka menggerutu, oh dan satu lagi, ia juga suka mengumpat terutama mengumpat Jendral Agra.
Tapi Asa tetap bersyukur karena nyonya tetap sehat dan kembali memiliki emosi lagi walaupun yang paling banyak emosi marahnya.
"Hei!! jangan senyum senyum terus nanti kamu kesambet," ucap Adelia bergidik ngeri melihat Asa yang senyum terus sedari tadi.
"kesambet itu apa nyonya?" tanya Asa.
"Tidak usah dipikirkan, otak lemotmu tidak akan bisa mengerti artinya." ucap Adelia sambil berjalan masuk menuju ke ruang makan dan seperti malam kemarin dua orang selir sudah ada di ruangan tersebut.
Beruntung sekali Jendral Agra memiliki dua orang selir yang cantik, rajin dan jangan lupa mereka juga tampak menggoda.
Sepertinya dua selir itu telah belajar dari kesalahan sebelumnya, mereka berdua bangkit dan berjalan ke depan Adelia saat melihat Adelia masuk.
"Salam kepada Lady Adelia," ucap kedua selir itu dengan serempak.
"Aku tak menyangka Jendral memiliki Selir yang cantik dan rajin, bahkan mereka selalu datang diawal waktu." Puji Adelia.
"Terimakasih atas pujian Lady."
Mereka tampak tersenyum di depan tapi tidak tau apa yang sebenarnya di hati mereka. Adelia tau hal itu tapi ia tak ambil pusing karena saat ini ia tidak ingin memikirkan orang lagi, karena hidupnya yang paling berharga.
"Ya, mereka sangat rajin bukankah Istri jendral juga harus lebih rajin dari pada selir, takutnya Jendral beralih pandang ke yang lain dan meninggalkan Lady di istana belakang," ucap seseorang wanita dari dalam ruangan itu.
Adelia menatap ke arah wanita yang ternyata juga berada di dalam ruangan itu tapi tadi tidak tampak oleh Adelia karena tertutupi oleh pintu.
Wanita yang memakai baju warna ungu yang dipadukan dengan warna kuning menambah kesan anggun dan bermartabat, dan jangan lupakan mahkota kecil di kepalanya. Jika dilihat dari penampilannya ia pasti salah seorang putri di istana kekaisaran.
.
.
.
bersambung
jangan lupa like and vote
salam hangat dari author
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Puput Regina Putri
apakah bibit pelakor eh bibit selir ding 😂
2024-06-08
0
Shinta Dewiana
hayyu...siapa tu apa seseorang yg suka sm jendral
2024-04-06
0
Fifid Dwi Ariyani
trussehat
2024-03-16
0