Asa berjalan membawa segelas air mendekati Adelia yang saat ini sedang tatapan dengan Jendral, sebenarnya Asa sedikit takut melihat aura yang sedikit berbeda dari Nyonya tapi ia kembali ingat kalau Adelia tidak suka orang yang tidak mendengarkan perintahnya.
"Nyonya ini minumnya." ucap Asa bersimpuh di dekat paha Adelia yang masih tiduran.
Perhatian Adelia pun beralih ke Asa dan langsung saja ia bangkit dan meminum air itu. Setelah selesai ia kembali meletakkan gelas itu di atas nampan.
"Hari ini aku akan pergi ke pasar." ucap Adelia menatap ke arah Jendral.
Sangat berbeda rasanya ketika Adelia memanggil dirinya dengan sebutan Istri dan Aku.
Ada perasaan yang kurang enak saja di hati Jendral saat mendengar ucapan Adelia.
"Apakah istri ku merajuk? Yang aku ceritakan adalah sebuah kebenaran. Dan berbicaralah seperti kamu berbicara kemarin, aku lebih suka saat kamu memanggil ku Suami."Ucap Jendral Agra sambil merangkul mesra Adelia.
'Kamu suka tapi aku mual setiap berbicara seperti itu.' ucap Adelia dan tentu saja hanya di dalam hati.
"Hmmm, mungkin aku akan pulang sore." ucap Adelia melanjutkan ucapannya tadi.
"Baiklah kalau begitu, mintalah uang ke kepala pelayan untuk kamu belanja dan belanjalah sepuasnya." ucap Jendral sambil mengelus rambut Adelia.
"Tidak usah, aku memiliki uang untuk belanja." jawab Adelia.
"Baiklah Istri, sudahlah jangan marah lagi, aku akan pergi ke kemp." ucap Jendral Agra yang bangkit lalu pergi.
Setelah Jendral Agra pergi Adelia pun juga bangkit untuk bersih bersih bersih tidak mungkinkan kalau ia pergi jalan jalan dengan tubuh keringatan.
'Setelah aku disini, banyak hal yang telah berubah dari sikapku dan mungkin hal ini disebabkan oleh aku yang sudah jatuh cinta pada Jendral itu, tapi bukankah ini terlalu cepat bahkan aku tidak tau apa yang menungguku di depan sana.' batin Adelia.
.
.
Pasar di kekaisaran sangatlah ramai dan juga heboh dengan orang orang yang berteriak menjajakan jualan mereka. Adelia dan Asa pun berjalan dengan santai karena saat ini mereka hanya memakai pakaian yang biasa saja dan kemungkinan tidak ada yang tau siapa mereka sebab mereka bukan dari sini.
"Nona mau beli apa?" tanya Asa.
"Sepertinya aku harus membeli bibit tanaman dulu deh, aku ingin menanam tanaman di belakang kediamanku." ucap Adelia dengan senyuman yang timbul di wajahnya.
"Baiklah, sepertinya orang itu menjual bibit tanaman." tunjuk Asa pada satu orang yang berpakaian sangat lusu.
Perhatian Adelia Pun beralih ke arah yang ditunjuk oleh Asa dan benar saja disana ada seorang pria bertubuh besar sedang menjual tanaman tapi dia tidak berteriak sama sekali. Alis Adelia terangkat melihat pria itu.
'Pria itu bukan orang biasa.'ucap Adelia dalam hati sambil melangkah mendekati orang tersebut.
"Berapa bibit bunga ini?" tanya Asa sambil memegang satu plastik bibit.
Pria itu tampak terdiam sejenak dengan kening yang sedikit mengkerut lalu ia menjawab dengan suara datar.
"Satu plastik itu 10 perak." ucap pria itu dengan gamblang.
"Bagaimana bisa kamu menjual semahal itu, bahkan di tempatku ini hanya 10 tembaga dan kau menjual 100 kali lipat." Asa tampak kesal dengan jawaban pria itu.
1 emas sama dengan 10 perak dan 1 perak sama dengan 100 tembaga.
"Jika kamu tidak ingin membeli maka pergilah." usir pria itu dengan santainya.
Asa ingin menjawab pria itu tapi Adelia menghentikannya dan Asa pun hanya dapat menatap pria itu tajam.
"Jika kamu ingin menyamar jangan menyamar jadi penjual itu hanya menimbulkan kecurigaan target mu, kamu bahkan tidak tau cara menjual dan itu hanya membuat kamu tampak berbeda dari yang lain, mungkin dimata masyarakat tidak akan tampak tapi di mata prajurit itu tampak seperti bunga di tumpukan jerami." Ucap Adelia santai lalu berbalik pergi.
.
.
.
bersambung
jangan lupa like and vote ya
salam hangat dari author
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Handayani
masa cepet li jatuh cintanya/Shy/
2025-01-11
0
Shinta Dewiana
ha..ha..ha...ketahuan tu si penjual yg menyamar...tp apa maksudnya ya
2024-09-28
0
Oi Min
wkwkwkwkwkwkkwkwkwkw..... ketahuan. tp siapa??apa anak buah Agra
2024-08-26
0