Dinda tidak pernah berdandan berlebihan namun kali ini harus berpenampilan sedikit lebih dewasa agar terlihat pantas jika bersanding dengan elang .
" Ehh itu apa sih ? ". Kata Dinda .
" Ini maskara nyonya untuk melentikkan bulu mata ". Jelas mbak make over .
" Perlu ya , entar kalo gue gak bisa kedip gimana ? Ahh gausa deh , ini lipstiknya napa warnanya agak menor mbak . Tolong ya gue bukan badut ". Celoteh Dinda .
" Ini sudah sangat natural , kami tidak pernah gagal dalam merubah wanita nyonya ". Kata mbak make over .
" Mbak tolong matanya agak melek ke atas ya jangan berkedip sebelum di suruh , oke ". titah mbak satunya .
Make over sudah selesai , Andi memberikan kostumnya pada mbak - mbak yang me make over Dinda.
Dinda benar - benar terlihat lebih dewasa , Andi tidak bisa memungkiri jika istri majikannya yang ini lebih mengesankan daripada sebelumnya .
Mata elang tidak bisa berbohong , dia merasa terkesan dengan penampilan istri kecilnya yang selalu membuat dirinya kesal .
" Ayo berangkat ". Ajak elang .
Dalam perjalanan , elang mencuri - curi pandang terhadap Dinda .
" Andi ! ngapain Lo curi - curi pandang , ati - ati entar matanya bintitan ." sindir Dinda yang sengaja menorehkan pada Andi padahal jelas - jelas di tujukan pada elang .
Elang langsung salah tingkah dan membuang muka ke arah samping .
Begitu sampai di acara , elang menunggu Dinda turun lalu menggandeng tangannya dengan mesrah seakan seperti hubungan yang sangat romantis.
Mendapati pasangan yang begitu terlihat serasi , semua mata tertuju pada elang dan Dinda yang terlihat memukau hari ini .
" Selamat datang tuan elang , terima kasih sudah hadir pada acara pelantikan manajer baru kami ." kata rekan bisnis elang .
" Anda sudah turut mengundang maka saya sudah seharusnya datang ." kata Elang .
Rekan bisnis elang pun tak luput dari pandangan Dinda yang terlihat memukau bahkan sepertinya mencuri hatinya .
" Tuan elang , apakah dia pacar anda ?". tanya rekan bisnis elang .
Dinda langsung menjulurkan tangannya untuk berkenalan .
" Saya Dinda , istri sah tuan elang adyatama ". Ucap Dinda dengan fasih dan sedikit tegas .
" Selera tuan elang sangat luar biasa , salam kenal nyonya Dinda ." kata rekan bisnis elang.
Pandangan itu membuat elang merasa risih bahkan berusaha menjauhkan Dinda agar tidak terjadi perselisihan .
Dalam acara tersebut ada kenalan yang menghampiri elang bahkan sepertinya terlihat menyukai pria yang menjadi suami Dinda.
" Tuan elang apa kabar ?". Lirih wanita itu dengan lembut , bermaksut untuk menggoda dengan menjulurkan tangannya .
Namun reaksi elang terpampang sangat jelas jika tidak menyukai wanita itu.
" Tante , bisa gak sih jangan menggoda suami saya dengan kecentilan anda ". Sambar dinda dengan berani .
" Hah , apa kamu bilang ? Tante , apakah aku setua itu hingga kamu memanggilku Tante ." kata wanita yang menyapa elang .
" Terus manggilnya apa dong , bibi ? Ah gak mungkin karena panggilan bibi itu biasanya untuk pembantu ". Kata Dinda .
Elang tidak menyangka jika Dinda akan berkata demikian dengan berani , hal ini membuatnya moodboster .
" Kamu !! Tuan elang dia siapa sih !! Kenapa anda membawa wanita julid seperti ini , tolong ya di jaga perkataan kamu ". Kata wanita itu.
" Sayang , kita pergi ke sana aja yuk . Aku gak mau kamu di godain sama Tante girang seperti ini ". Dinda menarik tangan elang untuk menjauh dari wanita itu.
" Kurang ajar !! Gue gak bisa terima di perlakukan seperti ini ." gumam wanita itu dengan berniat mengambil minuman dan menyiramkannya ke arah Dinda .
Beruntung elang gerak cepat dengan menjadi tembok di depan Dinda hingga terselamatkan dari siraman wanita itu .
" Siska ? apa yang kamu lakukan ." Kata rekan bisnis elang .
" Wanita itu menghinaku bahkan berani mengataiku Tante girang , aku gak bisa menerima perkataannya ." kata wanita bernama Siska .
" Dia adalah istriku , kamu juga tidak ---- ".
Elang belum menyelesaikan perkataannya tiba - tiba Dinda datang membawa minuman dan menyiramkannya tepat pada wajah wanita bernama Siska .
" Aaaa ". Teriak Siska .
" Dinda , Lo ?". Elang segera membawa pergi Dinda namun Siska menarik tangan Dinda .
*Bump*
Sungguh tidak terduga jika Dinda menggunakan tangannya untuk melebamkan wajah Siska .
Elang semakin terkejut melihat wajah siska yang sudah lebam bahkan sempat mengeluarkan darah dari hidungnya.
" Dinda pliss jangan membuat kerusuhan lagi , ini acara resmi bukan acara tinju bebas ". Kata Elang .
" Dia yang memulai duluan , lagian Lo harusnya bangga dong bisa gue lindungi dari wanita penggoda itu ." kata Dinda .
" Cukup , Lo itu istri elang adyatama harusnya berkarisma dan sopan santun bukan bertingkah seperti preman ". Kata Elang .
" Dalam kamus gue , senggol dikit langsung bogem . Lagian dia duluan yang kurang ajar , Uda berani nyiram Lo juga , gue ga bisa terima , suami gue di perlakukan seperti tanaman main siram aja ." Cerocos Dinda .
" Siska itu tipe wanita yang pendendam , Lo pasti sudah di cap jadi musuhnya ." kata elang .
" Keknya Lo paham banget sama wanita itu , bilang aja seneng di godain sama dia. sia - sia dong usaha gue ." Sesal Dinda .
" Dia satu almamater dengan gue , Lo gak perlu terlalu bertindak memakai kekerasan . Ayo pulang daripada membuat masalah lagi ". Ajak elang .
" Lo marah sama gue ." kata Dinda .
Siska ingin menuntut Dinda atas tindakan kekerasan padanya namun elang berusaha untuk menutup mulut siska agar tidak membawa masalah ini ke jalur hukum .
Tentu saja Siska mendengarkan perkataan elang , karena bagaimanapun dia adalah pujaan hatinya .
Andi mengatakan jika di dalam dia bertemu dengan Azura , elang sama sekali tidak perduli lagi kepada wanita itu meskipun sebelumnya sempat tergila - gila .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
KaylaKesya
hahahahhaha🤣🤣
2024-06-19
1
Mainah Inah
😹😹😹😹😹
2024-06-04
0
Jefri Mohd
best juga ni 👍👍..boleh tersenyum baca cerita ni😅😅🫢✌️
2024-04-08
0