Elang tiba-tiba teringat pada dinda yang sendirian di rumah .
" Mau cabut aja lo el , belum juga ada 30 menitan ". Ujar nando.
" Gue mau pulang ". Kata elang.
" Oh , emang di rumah ada siapa ? Istri , mau sampai kapan el lo ngejandain wanita ". Kata nando .
" Itu urusan gue ".
Baru saja masuk rumah , elang malah murka bahkan berteriak memanggil nama dinda berulang kali namun tidak ada respon .
Setelah di cek ternyata dinda tidak ada di kamarnya .
" Tuan muda , ada apa ? ". Kata andi .
" Dinda tidak ada di kamarnya ".
Elang langsung mengambil kunci sepeda motor sportnya dan bergegas mencari dinda .
Saat akan melintasi pos keamanan komplek elite mata tajam elang langsung membidik dinda yang tengah asyik memakan bakso .
" Dinda ! ayo pulang ".
" Masih nanggung nih , tunggu bentar ya ". Kata dinda dengan tenang .
" gue paling tidak suka menunggu ". Elang mulai kesal .
" Ya sudah balik aja sono , ngapain juga sok peduli " .
Elang berusaha untuk menahan emosinya karena dia sangat menjaga martabat dan kedudukannya .
" Gue kerjain dikit ahh ngaruh gak yah , wkwkwk rasain lo ". Batin dinda.
Elang rela menunggu dinda meskipun sebenarnya sangat membuang-buang waktu .
" Pak , 1 mangkok lagi ya ". Teriak dinda pada tukang bakso .
" Oh , siap neng ".
Mendengar dinda mengatakan hal itu , elang tidak bisa untuk bersabar lagi .
Dia menyeret dinda secara paksa .
" Loh loh , neng gimana baksonya ". Kata tukang baksonya .
" Gak jadi pak " . Kata elang .
" Tapi itu , tadi neng belum mbayar uang baksonya tuan ". Kata tukang bakso .
Elang melihat ke arah dinda yang berpura - pura bodoh tidak tau apa-apa.
Elang merogoh dompetnya dan memberikan
2 lembar uang 100 ribuan .
" Maaf tuan ini terlalu banyak ". Kata tukang bakso .
" Gapapa pak ? Lain kali kalo makan bakso lagi gausa bayar lagi ." kata Dinda .
" Ayo naik ". Ajak elang .
Elang sengaja mengegas pedal sepeda motor hingga membuat dinda membentur keras punggung kerasnya .
Benda yang begitu kenyal menempel dengan sempurna ke dada belakang elang hingga membuatnya berdesir .
" Sialan ! dia pikir gue takut !!". Batin Dinda .
semula mengebut kini perlahan elang mengurangi kecepatannya .
Dinda segera menjauhkan tubuhnya agar elang tidak keenakan menikmati sandaran gunung kembarnya yang begitu kenyal .
Elang kembali mengebut bahkan sampai melewati rumahnya sendiri .
" Dia kenapa sih !! Perasaan rumahnya Uda lewat , hah rupanya mau bikin aku trauma kali sama aksinya . Dia nantangin joki ". batik Dinda .
" Kenapa dia terlihat tenang ! Apakah aku kurang menakutinya ." batin elang.
Elang menambah speed kecepatannya hingga di atas 100 km/jam.
Tidak ada keluhan apapun yang terjadi malah terlihat tenang , elang memilih menepi dan menghentikan lajuannya .
" Turun !!". Bentak Elang pada Dinda .
" Kasar banget bos ". balas Dinda .
" Satu kali lagi pergi dari rumah , gue gak akan memberimu ampun ". Jelas Elang .
" Cuma beli bakso doang di pos , posesif amat jadi orang ." gumam dinda.
" Bukan posesif !! Jangan Gr deh , besok Lo sekolah kan nah ini sudah jam berapa !! Gue gak mau jadi alarm buat Lo , Ngerti !!! ". ujar elang .
" Ya , di di mengerti lah ".
Tiba - tiba tangan sebelah kanan elang merasa kram , Dinda hanya melihat saja tidak bertanya .
" Ayo pulang !!". Kata Elang seraya menahan sakit akibat kram.
Kram yang di alami oleh elang malah bertambah parah hingga rasanya tidak bisa lagi untuk menyetir motor sport miliknya .
" Tangan Lo kram !! Dah mana kuncinya ". kata Dinda .
" Mau ngapain ?."
" Gak usah banyak tanya deh !! Tangan Lo harus segera di kompres ". kata dinda .
" Lo bisa nyetir !!". tanya elang .
" Menurut Lo ? Uda mana kunci motornya ." paksa Dinda .
Elang merogoh kunci motor dari dalam sakunya .
" Nah , ayo naik ." kata Dinda .
Elang tidak bisa percaya jika Dinda bisa mengendarai motor sportnya .
Namun setelah membuktikan , dinda berhasil membungkam mulut elang malah terkesan menakjubkan .
Dinda menyetir dengan kecepatan yang lebih tinggi dari elang , hal ini malah membuat pria yang di bonceng ketakutan bukan main .
" Eh bocah Lo , Lo gila ya !! Bisa kalem gak nyetirnya ." teriak elang .
" Kagak bisa , gue udah biasa seperti ini ". Kata Dinda .
" Apa !! jadi Lo ?". terkejut .
Sesampai di rumah , elang merasa mual mungkin karena mabok angin . Wkwkwk .
" Ayo masuk !! ". Kata Dinda .
" Kenapa dia yang sok kuasa ?". lebih heran .
Dinda mengambil baskom dan air dingin serta es batu untuk mengompres tangan elang yang mengalami cidera ringan atau kram di tangan kanan .
" Tumben Lo tau tentang beginian , goreng telur bisa-bisanya lupa sama minyak ?". sindirnya .
" Gue pernah ikut PMR di sekolah ". Kata Dinda .
" Lo udah kelas berapa ?". tanya elang .
" 2 bulan lagi lulus, sini tangan Lo ". Kata Dinda seraya mengompres tangan elang .
Elang diam - diam mencuri pandangan ketika Dinda sedang mengompres tangan kanannya .
" Dia sedikit berbeda dengan wanita lainnya , cukup membuatku tidak bisa berpikir bagaimana menghadapinya ". Batin Elang .
Dinda merasa jika elang sedang mencuri pandangan kepadanya .
" Awwww , Dinda !! Lo gilaa ya ". Teriak elang .
" Sakit ya ? Ckckck , makanya jangan suka mencuri pandang . Gue emang unik sih tapi gak cocok sama Lo ." kata Dinda.
" Iya karena Lo terlalu bocah ". Balas Elang .
Selesai mengompres , Dinda langsung pergi ke kamarnya dan segera membersihkan diri namun tak lupa mengunci pintu kamarnya agar elang tidak se enaknya masuk .
Elang tersenyum ketika mengingat Dinda menggoreng telur tanpa minyak , makan bakso tidak membawa uang , pintar menyetir motor sport .
" Gilak nih bocah , random parah !! tak ku sangka masih punya hati nurani meskipun hanya 10% ". Kata Elang .
Keesokan harinya , alarm hp Dinda berbunyi namun dia masih terlelap nyaman .
Jam menunjukkan pukul 06.00 , sementara elang sudah bersiap untuk sarapan pagi.
" Jangan - jangan tuh bocil belum bangun ". Kata Elang .
Elang memanggil andi untuk segera membangunkan Dinda , namun belum juga sampai naik ke anak tangga yang di tunggu sudah nongol .
" Lo belum mandi !!". Kata Elang .
" Menurut Lo ". balasnya .
" Setiap kali gue tanya kenapa Lo selalu balik nanya ?".
" Suka-suka gue lah ". Kata Dinda .
" Loe istri gue jadi gue berhak ngatur dan satu lagi ngelarang Lo pergi kemanapun termasuk itu makan bakso di pos depan ". Jelas Elang .
Namun penjelasan elang sama sekali tidak di hiraukan oleh Dinda .
" Cepat mandi , gue tunggu 5 menit !! kalo lebih dari itu pintu gue kunci semua ." ancam elang .
" Ya bos ". Kata Dinda .
" Satu lagi , panggil gue sayang !!". Pinta elang .
" Jangan ngelunjak Lo ya ". Kata Dinda yang langsung naik ke anak tangga .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Isna Vania
suhu dinda
2024-10-07
0
Wandi Fajar Ekoprasetyo
joki d lawan.......eh.....malah dia yg mabok...wkwkwkwkwk.....Dinda d lawan ya ga bisa dong .....
2024-07-06
2
Mainah Inah
dasar bocah
2024-06-04
1