Jam istirahat , Dinda dkk pergi ke kantin namun menghentikan langkah ketika melihat Maxim sedang bermain basket .
" Din, Maxim keren banget ya ? selain itu ganteng maksimal lagi ." Kata Jesi .
" Jangan berani menyenggol Maxim Jes , entar pawangnya ngamuk baru tahu rasa ." gumam Sandra.
Beberapa detik kemudian , seorang siswa perempuan menghampiri Maxim dengan memberikan sebuah air mineral dan itu di terima dengan ramah oleh Maxim .
Keduanya terlihat sangat dekat bahkan seperti orang yang sedang pacaran .
" Itu Wina kan , cheerleaders basket !?". kata Rike .
" Wah , ini tidak bisa di biarkan guys . Din , Lo harus bertindak nih ". Desak Jesi .
" Gue laper !! Serah mereka mau ngapain tapi lihat saja nanti ". Kata Dinda .
Begitu sampai di kantin, Dinda memesan bakso . Seperti biasa jika Dinda merasa kesal maka akan melampiaskannya pada makanan .
" Yah , Din Lo jangan mulai deh !! Itu sambal din bukan saos kali ." Panik Jesi .
" Dinda !! Lo punya riwayat tipes kali , wahh bisa kenal semprot Tante Anita nih kalo gini caranya ". Kata Sandra .
Dinda memakan bakso sambal itu dengan rakus bahkan seperti kesetanan .
" Gara - gara di Maxim nih , dasar cowok PHP !! Ngegantungin Dinda ". Geram Rike .
Ketiga sahabat Dinda sudah mencoba untuk melarang Dinda .
" Kalian bisa diem gak sih , kalian tega ngelihat gue patah hati karena dia hahh !! mending gue meratapi pedasnya bakso sambal ini , selain nikmat dia tidak menyakitiku ". Kesal Dinda .
Air mata Dinda mulai bercucuran bahkan keringat membasahi wajahnya .
" Dinda udah dong makannya , ini gak baik buat kesehatan Lo ." mohon Rike .
" Iya Din , jangan seperti ini dong ." lirih Jesi .
" Gue akan kasih perhitungan sama Wina agar dia tidak berani menggoda maxim ." Ucap Sandra .
" Diam !!! ." bentak Dinda .
Semua terhentak mendengar bentakan Dinda bahkan ibu kantin pun ikut terkejut .
" Sudah ya Din , cukup !?". Kata Rike .
" Buk , pesen bakso satu lagi gak pake lama ". pinta Dinda .
" Jangan buk , Dinda sudah kenyang . Jes , bayarin sana ." titah Rike .
" Sudah Din cukup , Lo punya riwayat tipes !! Lo itu cantik untuk apa menyiksa diri hanya karena Maxim yang tidak tahu diri itu ". Kata Sandra .
" Kalian munafik semua , coba kalian berada di posisi gue ? Pasti akan melakukan hal yang sama hiks..hiks.. Gue nangis beneran ya ." gumam Dinda .
" Lah , emang air mata bisa di palsukan !!". Ujar Jesi .
" Aduhh Din , itu air mata Lo gak guna jatuh karena cowok kayak Maxim !! Ayo tarik kembali air matanya ." Kata Rike .
" Tarik kembali , ya elah lawak Lo ri !! Air mata bisa di tarik emang tali ya bisa di tarik ". Kata Sandra .
" Uuhh kalian ini gak bisa ngerti sama perasaan gue , sakit banget nih gigi gue ." keluh Dinda .
" hahhh !! Gigi Din , Lo sakit gigi karena cemburu ". Kata Jesi .
" Pliss lah Din Lo sedih masih aja ngelawak , yang dramatis dong kek Drakor gitu biar sempurna tangisan Lo itu ." kata Rike .
" Emang kurang maksimal ya hiks..hiks ..gue nangis beneran ini bukan buatan kali ". Histeris Dinda .
" Ck , Lo jangan berlebihan lah Din ". Kata Sandra .
" Ya abis itu bakso pedes banget bikin mata gue kepanasan mana perut gue mules lagi ." kata Dinda mengejutkan .
Ketiga sahabat Dinda merasa heran pasalnya mereka mengira jika Dinda menangis karena cemburu .
" Gue gak ngerti lagi sama Lo Din , Din ? Astaga , jadi Lo nangis dari tadi karena kepedasan gitu !! Bukan karena si Maxim dan Wina itu ". Rike memastikan .
" Ya , karena gue susah mengeluarkan air mata jadi gue manfaatin itu bakso sama sambalnya ". Seru Dinda .
" Busett dahh sahabat gue yang satu ini ?? Gak bahaya ta Din ". kata Rike .
" Ya bahaya lah , mau gimana lagi !! abis gue kesel sama mereka !! Gue di gantungin rasanya sakit mata gue ." Keluh Dinda .
" Lah kenapa jadi mata yang sakit sih , seharusnya itu hati bukan mata ." sambar Jesi .
" Kalo hati tidak terlihat tapi mata kan jelas , ada air mata yang mengalir seperti air hujan ." gumam Dinda .
" Aduhhh lama - lama otak gue tulalit juga gara - gara kegalauan Lo Din , ngomong gak nyambung banget ". Kata Sandra .
Andi menunggu Dinda di depan sekolah untuk menjemputnya sesuai perintah elang.
" Ayo naik, gue anterin pulang !! Gue takut Lo nyasar , linglung karena hal sepele ". paksa Rike .
" Enggak , kakak gue sepertinya ngirim jemputan tuh . Balik dulu ya ". pamit Dinda .
" Ehh , mobilnya Alphard gak sih ?". Kata Jesi.
" Bukannya Fortuner ya ". Sambar Sandra .
" Apapun itu Gilak yaa kak Dion makin keren ajah ". Kata Rike .
" Gue mau lah sama duda kek kak Dion ". Kata Jesi .
" Dihh kepedeann Lo Jes !! Kak Dion sudah gue kontrak duluan ." kata Rike .
" Lo yang sadar diri dong ri , kita lihat aja siapa yang bisa menahlukkan si duda keren ". Kata Jesi .
" Hahhh , nampaknya duda semakin di depan ". Kata Sandra .
" Oh iya , Lo gak ikut nahlukin hati duda san ".Ujar Rike .
" Pending dulu , gue mau fokus ujian bulan depan ". Kata Sandra .
Andi terkejut melihat mata Dinda yang memerah seperti habis menangis .
*Preettt*
" Aduhh kelepasan deh ". batin Dinda , yang kentut di dalam mobil .
" Seperti suara gas ya nyonya ." gumam Andi .
*Prettt * Prett* Prett *
Suara kentut Dinda semakin tidak terkontrol bahkan rasa mulas pada perutnya tidak bisa tertahankan lagi .
" Nyonya itu suara kentut anda kah ?" . Ujar Andi.
" Lo cerewet banget sih !! Gue lagi mulesss nihh cepetan ngebut ". Omel Dinda .
*Preet*
*Prett*
*Prett*
Di sepanjang perjalanan suara kentut Dinda menjadi audio dalam mobil yang alami .
" Bau gak sih kentut gue , Andi tenang - tenang aja tapi sepertinya sedikit bau , hah semoga saja hidung Andi tidak mendeteksi bau kentut gue ". Batin Dinda .
Begitu sampai di rumah elang , Dinda langsung turun dan bergegas mencari WC .
" Loh loh , nyonya kenapa ?". Heran Mina .
Mina segera menghampiri Andi untuk bertanya tentang Dinda .
" Andi , Lo kenapa juga ?". Tanya Mina .
" Gue mabuk gas min , haduhhh ". keluh Andi .
Sebenarnya kentut Dinda mengeluarkan bau namun Andi mencoba untuk menahan indra penciumannya .
" Gas ? Gas apa , dimana ada bau gas !?". panik Mina .
Elang melihat jam yang melekat pada dinding kamar .
" Kenapa masih belum datang ? Jangan - jangan usil lagi ." kata elang .
Beberapa saat kemudian , Dinda masuk ke dalam kamar utama sambil berjalan memegangi perutnya .
" Ada apa dengan perutmu ?". tanya elang.
" Ada bayinya kali ." jawab Dinda.
" Kamu ngode apa gimana ? nantangin buat bayi ya ". Seru elang .
*Preettt*
Elang terkejut mendengar suara kentut yang berasal dari tubuh Dinda .
" Din , kamu kentut ya ?". Kata elang .
" Enggak , itu hanya suara nada dering hpku ." kata Dinda seraya menahan rasa malu .
" Nada dering hp seperti suara aslinya ." Kata elang .
*Preeett *
Dinda langsung berlari ke kamar mandi mencari WC untuk menuntaskan rasa mulasnya .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Utikhandayani 0708
menghibur bangeet
2024-08-09
0
Sulastri Ajach
bisa wae thoor bikin ngakak yg baca
2024-06-28
1
Mus Rifah
Dinda Dinda 😂😂😂😂😂😂😁😁😁😁😁😁😁😂😂
2024-06-27
0