"Aku haus...bagaimana ini?apa kau tau sumber air didaerah ini Sih?tukas Mayang bertanya kepada si'kuntilanak itu.
"Tunggu disini! aku akan mencari sumber air terdekat untuk mu, agar kau bisa pergi minum nanti"sahut kuntilanak bernama Kasih tersebut.
"Baik lah,aku akan menunggu mu disini,kau pergilah! tapi jangan lama-lama ya"ujar nya,kemudian Mayang menyandarkan obor nya disebuah batang pohon kemudian ia duduk dengan ber'alaskan daun kering yang ada sekitar tempat itu.
Sementara Kasih sudah menghilang dikegelapan malam,hantu tersebut mencari sumber air terdekat agar Mayang bisa minum saat itu.
Mayang pun menunggu si'kasih yang tengah mencari sumber air disekitar tempat itu,Mayang mencoba untuk memejamkan mata nya karena ia sangat mengantuk dan lelah padahal diri nya sudah tidur cukup lama siang tadi.
Namun malam itu ia masih mengantuk,matanya tidak bisa diajak kompromi lantas ia pun tertidur dengan lelap,hingga diri nya tidak sadar beberapa lintah telah merayapi tubuh nya.
Sementara Kasih si'kuntilanak yang diutus oleh Mayang untuk mencari sumber air itu tidak kembali,dia dikurung oleh siluman lintah penunggu hutan itu.
Mayang terkejut ketika merasa ada benda dingin merayapi tubuhnya,namun ia tidak menghiraukan nya hingga ia merasa benda tersebut menggigit diri nya.
Sontak Mayang mengambil obor yang ia sandarkan dibatang pohon itu lalu mengarakan obor tersebut kearah kaki nya,ia pun terperanjat kaget bukan kepalang ketika melihat lintah-lintah itu mengerumuni kaki nya bahkan ada yang telah merayap naik masuk kedalam baju nya.
"Kasih.....dimana kau?kenapa kau membiarkan lintah-lintah ini mengganggu ku"teriak Mayang panik,ia geli dan jijik melihat binatang itu mengeliat dikaki nya.
Namun si kunti itu tidak menyahut bahkan datang pun tidak,hal itu membuat Mayang curiga ia mengira si kunti telah meninggal kan diri nya.
"Kurang ajar si Kasih,berani nya dia membohongi diri ku,lihat saja aku akan membalas mu nanti karena kau sudah berani bermain-main dengan ku"tukas Mayang,ia geram dengan si'kuntilanak itu,diri nya tidak tau jika si'kunti telah dikurung oleh ratu lintah penunggu hutan itu.
Mayang mencoba mencabut lintah-lintah itu dari kaki dan perut nya,namun usaha nya tidak berhasil.Gadis itu terlihat bingung bagaimana cara melepas kan lintah-lintah itu dari kaki nya.
Ia mencoba berbagai cara,namun tetap saja usahanya gagal,karena lintah-lintah tersebut semakin menyedot darah nya.
Mayang tidak putus asa,ia terus berusaha semampu nya,setelah cukup lama berusaha akhir nya ia kehabisan ide dan Mayang pun putus asa saat itu.
Jalan satu-satu nya adalah membakar lintah-lintah itu dengan api obor tersebut,namun Mayang terlihat troma ketika akan menyentuhkan obor tersebut pada kaki nya.
"Aku harus bisa,jika tidak aku akan kehilangan banyak darah akibat binatang laknat ini"ujar nya,kemudian ia memejam kan mata nya lantas mengarahkan obor tersebut pada lintah yang tengah menempel dikaki nya itu.
Dengan menahan sakit dan panas akibat api obor tersebut, akhir nya lintah-lintah itu lepas dengan sendiri nya dari kaki Mayang,ia juga mengarahkan obor tersebut pada perut nya yang kebetulan disana juga sudah banyak lintah menempel.
Dengan aksi nya itu, akhir nya lintah-lintah tersebut mati semua akibat terkena api obor namun sesaat kemudian tiba-tiba angin bertiup sangat kencang membuat Mayang terheran-heran.
"May....tolong aku! teriak Kasih yang tengah berada didalam mulut lintah besar sebesar pohon kelapa itu.
Sontak hal itu membuat bulukuduk Mayang merinding seketika,karena baru kali ini ia melihat ada lintah sebesar itu.
"Lempas kan teman ku! ujar nya membentak siluman lintah tersebut,namun terlihat lintah itu tidak menghiraukan perintah Mayang,ia malah menyerang gadis itu dengan membabi buta.
"Kau telah membunuh anak-anak ku,dan sekarang kau harus mempertanggung jawabkan semua nya"ujar nya membentak Mayang.
Mereka yang telah menyerang ku lebih dulu dengan menghisap darah ku, lihat! bekas gigitan mereka ini" teriak Mayang yang tidak mau kalah saat dibentak oleh siluman Lintah tersebut.
Kemudian Mayang mengarahkan obor itu kearah siluman itu,terlihat siluman tersebut ketakutan lantas melepas kan Kasih si kuntilanak itu dari mulut nya.
Tetapi Mayang terus memburu nya dengan obor itu,Lintah itu menjerit kesakitan saat tubuh nya terkena api tersebut.
"Ampun, jangan bunuh aku! aku mohon,jika kau tidak membunuh ku maka aku akan membantu mu" ujar nya memohon pada Mayang .
"Baik lah,aku tidak akan membunuh mu,namun ada satu syarat,kau harus menjadi pengikut ku,bantu aku saat aku memerlukan bantuan mu" sahut Mayang.
"Baik,aku akan setia pada mu, panggil lah aku jika kau membutuhkan bantuanku,terima kasih banyak sudah membiarkanku hidup"tukas si ratu lintah itu kemudian menghilang dikegelapan malam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 340 Episodes
Comments
gaby
Maaf kaka othor, critanya ko agak terasa aneh y. Bab pertama Mayang begitu menyedihkan. Ko makin kesini makin menyebalkan, kata2nya kasar kaya tokoh antagonis. Si Kunti ngilang aja dia langsung sumpah serapah tanpa memcari tau dulu knp kasih ilang. Jadi ga ksian aq sm Mayang, tll temperament
2024-01-16
1