Mayang tertidur sangat lelap,ia merasa tidak enak badan malam itu,sehingga ia tidur begitu pulas,
Gadis malang tersebut tidak mengetahui jika warga desa sudah mengepung rumah nya,mereka menyirami rumah Mayang dengan minyak tanah,kemudian mereka membakar rumah tersebut.
Semua warga desa itu menyaksikan kobaran si'jago merah yang melahap rumah gadis tersebut,termasuk kepala desa dan istri nya mereka ikut menyaksikan kekejian itu,beliau sudah melarang warga nya agar tidak melakukan hal keji tersebut namun perkataan nya tidak didengar oleh mereka.
Mayang merasa dirinya tengah bermimpi,seolah diri nya ada didalam kobaran api yang sangat besar ia berteriak meminta pertolongan namun dalam mimpinya itu tidak ada seorang pun yang mau menolong nya,ia berteriak sekuat tenaga lantas gadis itu pun terjaga dan ia mendapati disekeliling nya sudah menjadi lautan api,bahkan tubuh nya ikut terbakar.
Mayang berteriak meminta tolong kepada warga yang menyaksikan diri nya didalam kobaran api tersebut,namun teriakan nya itu tidak ditanggapi oleh mereka,malah mereka tertawa melihat diri nya yang kalang kabut mencoba untuk menyelamatkan diri dari kobaran api tersebut.
"Kalian tega! kalian semua jahat!. Lihat saja, aku akan membalas kan rasa sakit ini kepada kalian semua!" teriak nya lalu Mayang pun jatuh pingsan karena banyak nya asap yang sudah dihirup nya.
"Tega sekali warga desa ini,mereka benar-benar biadap tidak punya hati nurani" ujar Agus,pemuda itu berhasil menyelamatkan Mayang dari kobaran api tersebut,namun warga tidak mengetahui aksi nya karena Agus masuk lewat pintu belakang rumah Mayang.
Kemudian pemuda itu membawa Mayang pergi kerumah teman nya yang bernama Bayu,karena ia begitu sangat prihatin terhadap keadaan Mayang yang sudah penuh luka bakar itu.
kebetulan rumah pemuda bernama Bayu itu ada didesa tetangga,ia membawa Mayang dengan sebuah gerobak pengangkut rumput.
Hujan turun disertai petir dan angin kencang malam itu,membuat Agus menggigil kedinginan namun ia tidak putus asa demi menyelamatkan Mayang ia rela menempuh jarak yang lumayan cukup jauh tersebut.
"Perih"....keluh Mayang,gadis itu merasakan perih disekujur tubuh nya karena semua kulit nya melepuh terbakar api.
"Sabar ya dek,mas sudah membawa mu pergi dari desa itu sekarang mas akan membawa mu kerumah sahabat mas,kebetulan beliau bisa mengobati luka bakar" ujar Agus dalam kepanikan nya.
"Pa...dimana Agus?kenapa dia tidak ada dikamar nya?ujar ibu nya Agus berteriak ketika tidak mendapati anak nya didalam kamar.
"Kenapa sih ma?seperti tidak tau saja kau,barang kali Agus pergi memancing bersama teman-teman nya" sahut si'kepala desa tersebut.
"Tapi ini sudah jam 12 malam pa...bahkan sudah hampir jam 1 malam,mana mungkin Agus pergi memancing selarut ini? biasa nya juga dia pulang awal"ujar nya.
"Ah,sudah lah lebih baik mama tidur saja,mungkin sebentar lagi Agus nya pulang tidak perlu khawatir seperti itu"sahut sang kepala desa menenangkan istri nya.
Sementara itu,Agus sudah sampai dirumah sang sahabat ia pun langsung mengetuk pintu rumah Bayu.
Tok! tok!..tok!.."selamat malam...apa ada orang dirumah?Bay..Bayu..buka pintu nya!"teriak Agus.Tidak lama kemudian terdengar seseorang menyahut dari dalam,
"Iya, sebentar...siapa ya?"sahut suara itu,sembari membuka pintu untuk tamu nya.
Agus pun langsung menjawab,
"Ini aku Agus Bay..."ujar nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 340 Episodes
Comments
Winda Ayu Maharani
sadis bet..
2024-04-08
0
FiaNasa
sadis amat warganya pak lurah ini
2024-03-19
0
neng ade
ngeri .. perlakuan warga udh sangat keterlaluan..
2024-03-10
1