Sore itu Mayang dan Agus masih bercengkrama di bawah tebing tersebut,Mayang masih menantikan jawaban dari Agus mengenai perasaan nya.
"Mas....bagaimana?apa kau mempunyai rasa yang sama dengan ku?ujar nya,Mayang pun mulai berani mengajukan pertanyaan itu kepada Agus.
Ia tau jika pemuda itu sudah bertunagan namun ia yakin Agus juga mempunyai rasa yang sama terhadap dirinya.
Agus terlihat gundah gulana,ia tidak bisa mengatakan tidak saat itu takut nya perkataan nya nanti menyinggung perasaan Mayang.
Namun jika ia bungkam,maka Mayang akan terus mendesak nya untuk mengatakan perasaan nya apakah dirinya mencintai Mayang atau tidak?
Akhir nya dengan menarik napas panjang Agus pun mulai berkata, ia mengatakan jika diri nya sudah bertunangan bahkan sebentar lagi akan menikah.
"Maafkan mas dek,bukan maksud mas ingin menyingung perasaan mu,namun mas tidak bisa membalas rasa cintamu ini,karena mas sudah bertunangan dengan wanita lain bahkan sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan"imbuh nya.
Mendengar jawaban Agus,sontak Mayang menjauh,ia malu bukan kepalang namun rasa sakit dihati nya tidak bisa dipungkiri ketika ia mendapat penolakan dari Agus tersebut.
"Maaf mas...jika aku lancang tadi,maafkan aku sebenar nya aku sudah tau jika mas telah memiliki kekasih,namun aku hanya memuaskan hatiku yang dilema dengan menyatakan perasaanku terhadap mas"ujar nya.
"Mas yang minta maaf kepada mu dek,mas tidak bisa membalas rasa cinta mu terhadap mas"tukas Agus dengan raut sedih, diri nya yakin perkataan nya tadi menyakiti perasaan Mayang.
"Tidak masalah mas,aku tidak apa-apa kok hemmm..kalau begitu mas pulang saja takut nya nanti orang tua mas mencari keberadaan mas"sahut Mayang dengan senyuman pahit diwajah nya.
"Mas tidak bisa pulang sekarang dek,mas ingin mengantarkan adek kerumah keluarga adek tersebut,"ujar Agus.
"Tidak perlu mas,aku bisa pergi sendiri kok' lebih baik mas pulang sekarang berhubung hari sudah sore"tukas Mayang.
"Kau yakin dek?yakin tidak mau diantar?mas ingin mengantar mu sekaranag dek,namun jika malam nanti mas tidak bisa karena ada acara dirumah Riana"ujar Agus.
"Aku akan pergi malam nanti mas,lebih baik mas pulang saja tidak masalah kok aku bisa pergi sendiri" sahut Mayang dengan menahan rasa sakit dihati nya karena mendapat penolakan dari pemuda yang selama ini ia cintai itu.
"Baik lah,tapi kau baik-baik saja bukan?masalahnya mas tidak enak meninggalkan mu sendirian disini" ujar Agus,pemuda itu merasa kasihan terhadap Mayang yang terus menerus dirundung kemalangan tersebut.
"Iya,aku baik-baik saja mas..mas boleh pergi sekarang takut nya nanti mas pulangnya kemalaman kasihan pacar mas nungguin nanti"sahut nya.
Kemudian Agus pergi meninggal kan Mayang sendirian dibawah tebing itu,gadis tersebut termenung memikirkan nasip nya,ia tidak tau harus pergi kemana lagi sementara hari sudah menjelang malam.
Mayang melihat sepucuk kertas ditangan nya yang berisikan alamat tempat kampung itu berada,saat ia membuka nya ternyata alamat itu sama seperti alamat sepupu ibu nya yang sudah lama tidak pernah mengunjungi nya semenjak ayah nya meninggal dunia kala itu.
"Iiini kan... alamat rumah bude ku?"tukas nya sambil membolak-balikan kertas tersebut,ia tidak percaya dengan pandangan mata nya sehingga Mayang mengusap matanya untuk beberapa kali,
Setelah itu ia memandang kertas itu kembali demi memastikan apakah itu benar atau tidak,dan ternyata alamat itu sama dengan alamat yang pernah ibu nya katakan pada nya sebelum beliau meninggal dunia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 340 Episodes
Comments