" Apakah pekerjaanmu lancar ? Laporan cuaca mengatakan hari ini akan lebih dingin, jaga kesehatanmu."
Yenny tersenyum tipis menjawabnya, " Tidak terlalu lancar, tapi aku sudah membereskannya."
Yenny pun memasukkan ponselnya ke dalam tas dan pergi ke studio.
Di balik telepon, tatapan pria terlihat dingin, tangannya mengetuk meja, " Utus mobil pergi ke studio dan kirimkan makan siang atas nama Yenny."
" Baik, direktur Melvin."
Dia bisa tidak ikut campur dengan rencananya tapi dia tidak mungkin tidak peduli padanya, paling tidak dia harus membuat semua orang tahu bahwa Yenny tidak berperang sendiri, di belakangnya ada orang yang melindunginya.
Setelah Yenny selesai Make up dan berganti pakaian, Joyce barusan datang.
" Maaf sutradara, aku barusan kelaur dari rumah sakit, keadaan tubuhku tidak terlalu baik." Nadanya sangat lemah, memegang dahi dan terlihat sangat lelah.
Sutradara Leo melihat jadwal hari ini, " Hari ini tidak ada adeganmu, kamu bisa kembali istirahat dulu."
Joyce tersenyum berkata, " Aku ingin bersama dengan semuanya, kalian sibuk saja, tidak perlu mengabaikanku." Lalu dia pun di papang oleh asistennya untuk duduk di samping.
Yenny sama sekali tidak melihatnya, hanya duduk di kursi panjang dan menunggu perintah sutradara.
Beberapa artis itu melihat Yenny yang begitu tenang pun mendesah, " bahkan tidak melihat naskah, nanti tidak tahu akan NG berapa kali."
" Mungkin sudah mempersiapkan diri untuk di usir keluar."
...................
Setelah sutradara Leo dan wakil sutradara membahas, mengambil megafon dan menjerit, " Semua orang siap - siap, adegan 1, adegan Zessy masuk ke rumah."
Dia lalu melihat Yenny yang sudah berjalan ke arah kamera, " Tidak masalah kan?"
Yenny memberikan isyarat ok, tatapannya sangat tenang, saat sutradara mengatakan mulai, ekspresinya langsung terlihat berubah.
Yenny yang ada di depan kamera sepertinya adalah orang yang berbeda, dari senang sampai tegang, dan juga sedikit malu, memerankan wanita kedua Zessy ini dengan sangat pas.
Hanya melihat dia menunduk dan tersenyum, menyodorkan tangan dan mengetuk pintu, membuka mulut dan maju ke depan, sepertinya sedang memberanikan diri, barusan ingin mengetuk pintu, pintu pun tiba - tiba terbuka.'
Dia melihat ada paviliun di dalam, adegan terkejut di perankannya dengan sangat baik.
" Ke depannya aku akan tinggal di sini ?" Setiap tatapan dan rasa senang sedang mengungkapkan perasaannya, melangkah memasuki pintu.
Sutradara dengan puas melihat layar dan menjerit, " Cut, lewat !"
Yenny benar - benar tidak membuatnya kecewa, setelah 3 tahun tidak bekerja sama sinar seorang aktris terfavorit sama sekali tidak musnah.
Semua karyawan di sana juga menganggukkan kepala, barusan berlatih sekali sudah bisa memerankan dengan begitu baik, akting Yenny benar - benar sempurna, selanjutnya akan shoot 2 adegan Yenny lagi, termasuk percakapan yang panjang, dia juga melewatinya hanya dengan sekali shoot.
Akhirnya tatapan yang bersinar itu membuat orang kagum.
Hanya saja begitu sutradara menjerit " Cut !" Dia bisa langsung kembali menjadi seperti biasa yang begitu tenang, aktingnya benar - benar adalah panutan.
" Apakah barusan dia lihat naskah ?"
" Tidak, aku sama sekali tidak melihatnya mengambil naskah ke mari, begitu banyak kata dia mengingat semuanya ? Hebat sekali !"
" Benar - benar layak mendapatkan gelar aktris terfavorit, kalau dia tidak pensiun dari industri perfilman, sekarang dia mungkin adalah aktris terkenal !"
Di sisi lain, Joyce yang melihat aktingnya pun sangat marah, tapi memikirkan bahwa membiarkan Yenny ada di tim ini juga adalah sebuah hal baik, jadi dia bisa menyiksanya, " Tunggu saja, di belakangku ada pendukung besar, kamu hanyalah badut yang pandai berakting saja !"
Setelah Beberapa artis itu tersadar dari akting Yenny, Yenny sudah berdiri di hadapan mereka, " Apakah sekarang kalian masih meragukan aktingku ?"
Beberapa karyawan pun mendesah, " TIdak tahu bagaimana akting mereka, masih berani meremehkan aktris terfavorit."
" Aktingmu termasuk lumayan !" Mereka saling memandang, membalikkan badan dan ingin pergi, dalam hati berkata, Padahal Joyce memberitahukan pada mereka bahwa akting Yenny tidak bagus, dan tidak ada pendukung, makanya mereka berani mencari masalah dengan Yenny, sekarang kelihatannya tidak seperti itu.
" Tunggu !" Yenny memanggil mereka, melihat sejenak di mana Joyce tadinya duduk, " Aku sudah katakannya, aku ingin kalian meminta maaf padaku."
" Ma, maaf !"
Yenny tahu mereka sudah di sogok Joyce, mengangkat kepala berkata, " Untuk bertahan di industri ini, tidak segampang yang kalian bayangkan, jangan begitu bodoh menjadi pistol di tangan orang dan menghancurkan masa depan kalian sendiri."
Ucapan Yenny sudah cukup jelas, jika berhadapan dengan orang lain, mungkin ke depannya akan mendapatkan pembalasan, dan mungkin tidak akan mendapatkan film baru lagi.
Yenny mengangkat dagu dan menunjukkan ekspresi sombong lalu meninggalkan studio.
Awalnya dia ingin kembali ke kamar untuk istirahat, lalu melihat adegan yang akan di perankan besok, kak Ruby dengan senang berlari ke hadapannya," Yenny, cepat pergi lihat, ada orang yang menyiapkan kejutan besar untukmu !"
" Kejutan ?" Yenny terkejut dan di tarik kak Ruby ke depan studio.
3 Mobil piknik yang di penuhi dengan kotak makanan dan buah, tergantung jelas di mobil, " Semoga film Xherry terkenal, Yenny."
" Wa, makanan yang begitu mahal, semuanya abalone dan steak sapi."
" Kelihatannya benar - benar ada orang yang mendukung Yenny, di bandingkan dengan Direktur Frans yang mendukung Joyce dan hanya bisa omong kosong, yang ini lebih hebat !"
Yenny menarik kak Ruby, " Ada apa ini ? Bukan aku yang membeli ini."
" Aku sudah menanyakannya, sepertinya adalah orang Dahlia Entertainment." Kak Ruby diam - diam mengedipkan mata padanya.
Orang - orang di tim pun berbaris mengambil makanan, sutradara Leo tersenyum dan berjalan ke mari, " Yenny, kamu benar - benar terlalu menghabiskan uang, bahkan mentraktir makanan yang begitu enak."
" Bukan apa - apa ......." Yenny tersenyum menjawab, barusan ingin pergi ke samping menelepon Melvin
Di saat ini juga, beberapa pria yang memakai masker masuk ke dalam, menunjuk Yenny menjerit, " itu dia, orang yang merebut ketenaran Joyce !"
Telur, tomat di lemapr ke arah Yenny.
Keadaan menjadi sangat kacau.
Dalam perlindungan kak Ruby, Yenny pun di bawa kembali ke hotel, duduk diam di atas ranjang dan membersihkan ramburnya yang terkena telur.
Kak Ruby yang ada di samping pun dengan marah menutup telepon dari wartawan.
" Sudah aku tanyakan, ini adalah perbuatan asisten Joyce. Dan juga membeli hot news, semua berita menuliskan betapa menyedihkannya dia di paksa menjadi peran wanita ke 3.
" Kak Ruby, video dan rekaman seharusnya sudah di persiapkan kan !" Tatapan Yenny begitu dingin berkata, " Jika dia ingin kita tidak perlu sungkah. Kak Ruby, lakukanlah !"
" Dari awal aku sudah menunggu ucapanmu ini, kamu tunggu saja !" Kak Ruby melambaikan kepalan tangannya, mengeluarkan ponsel dan mengurusnya."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 280 Episodes
Comments
Diastin
next..
2023-10-05
1