Yenny mendesah, tiba - tiba merasa menyesal datang ke sini, heels biru berputar di kakinya, dari belakang pun terdengar suara lantang yang tidak asing, " Berhenti."
Asisten melihat Yenny dari atas dan langsung memberitahukan pada Melvin.
Bagaimanapun wanita secantik Yenny sangat mudah di kenal.
Melvin melihatnya membalikkan badan pun mengerutkan dahi dan mendekatinya lalu berdiri lurus di belakang Yenny, suara yang lantang menguasai telinga Yenny, " Apakah kamu bukan datang untuk menemuiku ?"
" Tentu saja iya... " Yenny secara refleks berkata, dan dengan malu menundukkan kepala, " Aku hanya tidak tahu harus datang mencarimu dengan identitas apa, bagaimanapun kamu adalah direktur Dahlia, dan kita ..... "
Dalam hati Yenny merasa serba salah.
" Saat kamu meminta untuk menikah denganku, kenapa kamu tidak memikirkan hal ini." Melvin berkata dengan tidak ragu, membuat wajah Yenny langsung memerah.
" Aku ............ " Ekspresi Yenny sangat lucu, Melvin pun langsung tergoda dengan tatapan Yenny, jadi dia memerintah asisten di belakangnya, " Batalkan pertemuan malam ini." Lalu maju ke depan menggandeng tangan Yenny dan membawanya naik ke mobil.
" Apakah aku mengganggu kamu bekerja ?" Yenny menggedipkan mata, namun tidak rela keluar dari gengamannya.
" Bodoh, tentu saja tidak ....... " Melvin tidak meyuruh supir dan mengendarai sendiri, karena aku juga sangat ingin bertemu denganmu."
Ternyata, ikatan batin mereka sangat kuat.
Sisi samping wajah Melvin dan juga ucapannya yang romantis benar - benar menggoda Yenny, terutama senyumannya.
Yenny dengan menikmati melihat pria yang ada di sampingnya, setiap ekspresinya adalah pemandangan yang tidak ingin dia lewati, seiring mobil berjalan, Yenny bertanya, " Kita pergi ke mana ?"
Melvin tidak menjawab dan menyodorkan tangan memegang tangan Yenny, " Setelah tiba kamu akan tahu, masih setengah perjalanan, kamu istirahat dulu."
Yenny mengiyakan, ada Melvin dia sangat tenang.
Mobil dengan stabil berhenti di samping pantai, rambut panjang dan gaun panjang Yenny tertiup angin malam, Melvin pun dengan gentle membuka jasnya dan memakaikannya pada Yenny, tangannya memeluk Yenny.
" Nyonya Melvin, silahkan naik ke kapal." Yenny melihatnya, dengan lembut meletakkan tangannya di tangan Melvin yang di sodorkan di hadapannya.
" Ternyata melihat pemandangan dari kapal begitu indah."
Puluhan ribu lampu yang bersinar di langit yang gelap, bagaikan tirai dengan bintang di langit, Yenny bersandar di tiang menikmati pemandangan malam.
Musik yang berputar di atas kapal, Melvin berdiri di sebelah kirinya berkata, " Masih tidak cukup."
" Apa ?" Yenny melihatnya, setelah itu, seluruh tubuhnya pun di tarik ke dalam pelukan Melvin, lalu kembang api muncul di langit, dengan cahaya yang berasal dari kembang api, dia menyadari tatapan pria sangat lulus.
" Aku ingin kamu mengingat malam ini, dan juga mengingatku." Ketulusan Melvin benar - benar terukir di hatinya.
Yenny tersenyum, kepalanya perlahan bersandar di dadanya, " Semua yang kamu berikan padaku malam ini, aku akan tetap mengingatnya."
Kelantangannya, perhatiannya ............ dan juga ciuman manisnya.
Saat mereka berdua saling menatap, terlihat rasa saling menghargai dan saling mengagumi.
Melvin, tunggu aku, aku pasti akan berdiri di posisi di mana aku bisa melihat dunia mewah bersamamu.
Di dalam hati Melvin, dia juga selalu menunggu hari itu, dia ingin melihat istrinya ini akan membuat pria dan wanita keji itu menjadi seperti apa.
................
Saat yenny menikmati waktu kebahagiaannya ini, Joyce sedang marah besar dan membanting barang di rumah.
Demi berperan di Xherry, dia sudah berusaha melakukan banyak hal, kenapa Yenny malah bisa langsung memerankan wanita peran ke 2, dan dia juga tidak bisa menghalanginya, semuanya karena Bayu masih peduli dengan Yenny dan menyebabkan hal ini terjadi.
Mendengar suara langkah kaki di belakang, Joyce membalikkan badan, dengan mata yang berlinang air mata melihat Bayu, " Untuk apa kamu datang ?"
" Tentu datang melihat kesayanganku." Bayu memberikan sebuah kotak hadiah yang indah, " Kalung yang hari itu kamu suka, cepat di coba."
" Kalungku sudah sangat banyak !" Joyce tidak menerima, dia tahu bahwa hadiah ini hanya di berikan Bayu untuk menenangkannya.
" Jadi apa yang kamu inginkan ? Aku akan segera pergi membelinya ! Walaupun kamu ingin bintang di langit, aku juga akan mengambilnya untukmy." Bayu berkata dan memeluk Joyce, mencium lehernya.
" Aku ingin apa, kamu sangat jelas !" Joyce mendesak, " Semua yang Yenny lakukan adalah sedang mengancamku, dia akan merebutmu dariku !"
" Bodoh, selamanya aku adalah milikmu, jangan asal berpikir, tidak baik untuk anak kita."
Bayu perlahan menepuk punggung Joyce, namun tidak tahu bahwa wanita di dalam pelukannya ini sudah mempersiapkan sesuatu, dan sedang menunggu Yenny di permalukan.
Tidak apa - apa jika Yenny tidak berperan sebagai wanita peran ke 2, jika dia sudah memutuskan seperti ini, Joyce juga tidak akan membiarkannya begitu saja, bagaimanapun reputasinya sekarang lebih tinggi dari Yenny, ingin membuat masalah untuk Yenny adalah hal yang sangat mudah.
Saat Bayu terpaksa harus menyetujui Yenny memerankan peran wanita ke 2, Yenny pun di undang ke acara jamuan mulainya shooting.
" Yenny, aku sudah sampai." Kak Ruby menghentikan mobilnya di depan rumah, dan melihat Yenny keluar dengan memakai baju olahraga yang simpel, seketika mengerutkan dahi, " Kamu pakai ini ?"
" Iya." Yenny melihat dandanannya, simpel dan elegan, dia tidak merasa ada masalah.
Bertepatan Melvin juga berjalan keluar dan mendengar percakapan mereka.
" Ikut denganku." Melvin perlahan menarik tangan Yenny, berjalan ke ruang baju yang dia siapkan khusus untuk Yenny, " Kamu tidak suka semua ini ? Kalau begitu aku suruh orang untuk menggantinya."
" Bukan, baju di sini semuanya sangat cantik, hanya saja aku tidak ingin terlihat terlalu menonjol." Yenny langsung menjelaskan padanya.
Melvin mengerutkan dahi, " Wajah yang begitu cantik sudah cukup menonjol, tidak peduli apa yang kamu pakai, semuanya hanya akan menambah kecantikanmu, tidak bisa menutupi betapa bersinarnya kamu."
Kata romantisnya ini benar - benar menyihir orang, wajah Yenny pun memerah, " Jika direktur Melvin berkata seperti itu, kalau begitu bantu aku pilih baju yah ?"
Awalnya Yenny hanya asal berkata, tidak menduga Melvin pun mulai memilih, sebuah gaun cream yang tidak berlengan, dari bagian kerah sampai pinggang penuh dengan berlian halus yang sangat detail, ini adalah design luar negeri bernama Judi.
" Coba ini." Yenny dengan patuh memakainya, lalu di pasangkan dengan sepasang heels berwarna putih, dia terlihat semakin elegan.
" Sangat cantik." Melvin pun memakaikan kalung padanya, tidak ada hiasan yang berlebihan, membuat Yenny terlihat akrab oleh orang lain.
" Tidak menduga selera direktur Melvin begitu bagus !"
" Karena kamu cantik, makanua seleraku juga bagus." Tatapannya tergerak, lalu memeluk Yenny, perlahan mengangkat dagu Yenny dan menciumnya, " kecantikanmu membuatku tidak bisa mengontrol ....... aku bisa tidak perlu pergi ke perusahaan, kita ...... "
Yenny bagaikan sebuah bunga lily yang mekar, wajahnya terlihat memerah dan menerima ciumannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 280 Episodes
Comments