Tidak menunggu sampai kak Ruby berbicara, Yenny pun lanjut berkata: " Lagi pula, dia sudah hamil, anak itu adalah milik Bayu."
Kak Ruby langsung menghujat, " Mereka benar - benar bejat !"
Tidak hanya berselingkuh, mereka bahkan menyuruh Yenny menjadi pengganti Joyce, benar - benar tidak tahu malu.
Yenny sudah memikirkannya dengan jelas, dia tidak boleh menderita sendiri, mereka melakukan ini padanya, maka dia akan membuat mereka membayar semua ini, dan dengan berlipat ganda.
Setelah beberapa jam, menggunakan make up tipis, memakai masker dan topi menuju hotel yang sudah di janjikan.
Barusan masuk ke lobby, manager Joyce, Hendi pun berjalan ke mari, sambil berjalan sambil menjerit, " Aduh, aduh, Joy kenapa sakitmu begitu parah ? Cepat ikut dengan ku untuk bersiap - siap, jangan sampai membiarkan sutradara Leo menunggumu !"
Tidak menduga akting Joyce begitu buruk, tapi akting managernya malah begitu bagus.
Kata - kata ini sangat jelas di katakan untuk orang lain, tujuannya agar semua orang tahu, wanita memakai masker dan topi yang dia jemput ini adalah Joyce.
Permainan bagus ada di belakang, Yenny juga tidak terburu - buru membongkarnya.
Begitu pintu lift tertutup, Hendi dengan tidak senang melihat Yenny, lalu berkata : " Kamu lihat ini sudah jam berapa? Apakah kamu mengira kamu sangat terkenal, berani - beraninya datang begitu terlambat ?"
Cara bicaranya yang sombong sangat mirip dengan Joyce, menganggap Yenny adalah pembantu yang bisa di perintah olehnya.
Jika bukan karena dulu dia di tipu oleh kebohongan Bayu, jika dia tidak pensiun dari layar perfilman dan terus berkembang di layar film, Hendi yang begitu berperan kecil mungkin saat bertemu dengannya bahkan tidak berani mengangkat kepala, mana mungkin berani, bersikap seperti ini padanya ?
Yenny menunduk, ternyata di mata mereka dia hanyalah sebuah lelucon.
Menahan semua kekesalannya di dalam hati, tatapan Yenny pun kembali menjadi tenang.
Dia pun menunduk dan membuka maskernya, batuk dan menjelaskan, " Banyak orang yang ada di tim ini sudah pernah bertemu dengan Joyce, aku tidak ingin begitu masuk langsung ketahuan, jadi persiapkan baik - baik dulu."
Setelah dia berkata, Hendi pun menyadari bahwa dandannya hari ini sangat mirip dengan dandanan Joyce biasanya, warna foundationnya sangat putih, garis kelopak matanya juga sangat jelas, jika memakai masker, orang yang tidak mengenalnya pasti akan mengira dia adalah Joyce.
" Tuan Bayu sudah mengurus semuanya, nanti kamu hanya perlu pura - pura pingsan saja di depan sutradara."
Mereka mengira dengan begitu bisa mendapatkan peran ini ?
" Hanya begitu mudah ?" Yenny dengan tidak yakin melihatnya, " Sejak kapan peran sutradara Leo begitu gampang di dapatkan ?"
" Kamu kira sekarang zaman apa ! Cepat jalan !" Hendi terlihat begitu yakin sepertinya dari awal sudah yakin dengan hasilnya.
Yenny pun mengerutkan dahinya : apakah sudah di tentukan secara tertutup ?
Walaupun Joyce menginginkan peran wanita ketiga, tapi sebenarnya pusat perhatian film ini ada pada latar belakang menyedihkan peran wanita ketiga, di dalam cerita ini dia di paksa menikah dengan pria yang tidak di cintainya, di paksa sampai gila, walaupun peran seperti ini tidak mendapatkan bayaran yang tinggi, tapi kalau aktingnya bagus, namanya di dunia akting pasti akan naik.
Bayu benar - benar memikirkan semuanya untuk Joyce!
" Joyce, ini adalah tempat dudukmu. Tubuhmu tidak sehat, cepat duduk dan istirahatlah." Hendi memanggilnya.
Yenny menarik topinya semakin ke bawah, berjalan dengan cepat ke sana, dan menyahut.
Dalam waktu bersamaan, Melvin pun mendapatkan kabar bahwa Yenny berpura - pura menjadi Joyce untuk pergi audisi, mengangkat alis, merasa semuanya menjadi semakin menarik daripada yang dia bayangkan.
" Segera siapkan mobil." Sama sekali bukanlah pertunjukan yang sangat istimewa, tapi dia tiba - tiba ingin melihar Yenny berakting.
Perlahan, teater kecil itu sudah di penuhi dengan orang, lalu sutradara pun tiba, satu per satu sutradara naik ke atas panggung bersiap - siap melakukan audisi.
Yenny memakai masker, dengan rambut yang tergerai, hanya menunjukkan sepasang mata dengan bulu mata palsu yang tebal, dia dan Hendi duduk di sisi kiri pentas, dengan tenang melihat ke arah pentas, jika orang yang dekat dengannya akan tahu, kalau sekarang dia sudah masuk ke suasana audisi.
Hendi berkata dengan suara kecil ke telinga Yenny : " Pura -pura lihat naskah, nanti saat naik ke pentas asal berakting saja, pura - pura pingsan, lalu aku akan membawamu kembali ke kamar, maka tugasmu sudah selesai."
" Lalu, peran ini akan di dapatkan Joyce ?" Yenny pura - pura terkejut bertanya.
Semua orang mengandalkan kemampuan, Joyce malah mengandalkan cara Bayu yang kotor itu.
" Tentu saja, kamu hanya perlu akting ' Pingsan ' saja, jangan samapi sembarang menambah akting." setelah selesai berkata Hendi pun berdiri dan pergi mengangkat telepon.
Peringatan Hendi malam memberikan ide untuk Yenny, dia menunduk melihat naskah, bibir merah di balik masker pun tersenyum, dalam hati sudah memiliki ide.
Saat dia mengangkat kepala, karena kasihan dengan latar belakang peran Xherry ini, matanya pun berair.
Pekerja berjalan ke sisinya, " Joyce selanjutnya giliran kamu. "
Yenny menganggukkan kepala dan berdiri, demi tidak membiarkan Hendi menyadari rencananya, dia pun pura - pura batuk.
Hendi menggunakan kesempatan ini menjelaskan, " Beberapa hari ini, Joy sakit karena terlalu lelah, sekarang dia juga masih demam, tapi dia sangat menghargai peran ini, tidak peduli bagaimana aku menghalanginya, dia tetap bersikeras ingin datang audisi."
Setelah berkata, dia pun sengaja dengan kasihan melihat Yenny tersenyum pahit menggelengkan kepala.
Setelah Hendi selesai berkata, Yenny pun menyadari tatapan orang - orang di sekitarnya terlihat berubah.
Selain cemburu, tiba - tiba juga terlihat kagum.
Yenny dalam hati tersenyum dingin, demi membuat Joyce terlihat baik dan profesional, Bayu benar - benar berusaha keras, tunggu saja dia tidak akan membiarkan mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Hari ini reputasi Joyce pasti akan hancur.
Yenny berjalan selangkah demi selangkah ke atas panggung, walaupun dia memakai topi dan masker, tapi karena penjelasan Hendi tadi, sutradara Leo hanya melihatnya dan mendesah, namun tidak mengatakan apapun.
Dia perlahan melonggarkan topinya, melepaskan rambutnya yang panjang lalu menaruhnya di belakang telinganya, hanya menggunakan masker menutupi wajahnya.
Perlahan membalikkan badannya, berputar tiga kali di pentas, kelihatannya adalah gerakan yang tidak di sadarkan, tapi dia sudah mulai masuk ke dalamn dunia aktingnya.
Hendi yang ada di bawah panggung sedang menenangkan dirinya, bersiap - siap untuk berpura - pura terkejut lalu lari ke atas pentas memapang, Yenny yang pingsan.
Tapi tidak menduga Yenny tiba - tiba membalikkan badan, tidak hanya tidak pingsan, dia malah berlutut di panggung dan mulai menangis, suaranya yang lemah perlahan menjadi keras, bahunya juga ikut bergetar, dari suara tangisan di tenggorokannya mengatakan, " Bagaimana bisa kamu meninggalkanku Sendiri ?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 280 Episodes
Comments