Chapter 20

💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙

Sandres menghela nafas nya dengan kasar,dia tidak bisa mengejar papa nya lagi. Hanya bisa melihat punggung papa nya dan seorang wanita di dalam mobil,karena mobil David sudah melaju didepan nya.

"Sial....Harus nya aku menemui papa dulu tadi,siapa wanita itu ?" batin Sandres dengan kesal,dia sangat ingin tau siapa wanita yang dimaksud oleh karyawan tadi.

Sandres kembali masuk,bisa saja dia mengejar mobil David tapi ngak mungkin karena ada Alex yang berada didalam ruangan nya. Dia yakin jika Alex tidak membawa mobil nya karena akan selalu pulang dengan nya nanti ,sudah menjadi tradisi Alex melakukan hal seperti itu.

Sementara itu,mobil David sudah berada di jalanan. David masih penasaran dengan apa yang dipikirkan oleh Laras,dari tadi laras terus tersenyum tanpa sadar dengan keberadaan nya .

"Kau masih memikirkan mengenai anak itu?" tanya David yang penasaran.

"Hmmm.....Aku jadi ingin cepat-cepat punya anak,seperti nya sangat enak memiliki anak. Bisa bermain dan melihat tumbuh kembang nya setiap hari " jelas Laras dengan nada senang nya ,bibir nya masih terus melengkung di wajah nya.

"Ya,kau benar. Saat pertama kali melihat Sandres kecil,entah kenapa kami merasa sangat senang sekali. Setelah Sandres dewasa,ada keinginan ingin mengadopsi anak perempuan lagi tapi saat itu Senna sedang sakit parah sehingga keinginan itu terlupakan " jelas David yang mengingat kembali wajah Senna yang pucat.

"Maaf pa,aku ngak bermaksud membuat papa ingat dengan mama mertua hanya saja aku memang benar-benar menginginkan seorang anak . Apalagi kalau perempuan,bisa aku dandani dan aku buatkan pakaian yang lucu-lucu" ucap Laras yang merasa bersalah pada David,dia tidak bermaksud untuk membuat David sedih.

"Membuat pakaian ? Kau pandai menjahit ?" tanya David yang kembali penasaran dengan ucapan Laras.

Laras menganggukan kepala nya,dia memang senang sekali menjahit dan merajut. Tapi dulu dia lebih sering merajut,karena ngak terlalu ribet dengan mesin jahit. Dia pernah belajar di ajarkan oleh mama nya ,karena memang mama nya adalah seorang ibu rumah tangga yang baik. Hanya mengurus anak dan suami saja di rumah,sejak menikah dengan papa nya -mama nya memang tidak pernah bekerja lagi.

Lebih tepat nya,sang papa ngak mengijinkan istrinya untuk mencari nafkah . Karena menurut sang papa,hak dan kewajiban seorang suami yang bekerja bukan istri.

"Ya....memang enak memiliki anak,apalagi membuat nya. Kau tau cara membuat anak ?" tanya David yang membuat wajah Laras memerah,dia benar-benar terlihat sangat malu.

Laras tidak menjawab nya, tapi dia mengerti bagaimana cara membuat anak. Karena sewaktu disekolah dia pernah mempelajari nya, hanya saja belum mengerti bagaimana melakukan nya. Dia jadi mengingat benda pribadi pria didepan nya ini,dia semakin merasa malu .

"Ha...ha...kita sama-sama dewasa,hal biasa membahas seperti ini Laras. Kau bisa belajar membuat nya nanti, jika ingin menanyakan sesuatu yang tidak kau mengerti . Kau bisa tanya suami mu,dia pasti akan mengajarkan mu " ucap David yang mulai menetralkan suasana karena Laras terlihat kembali canggung dan gugup.

Laras hanya menganggukan kepala nya saja,dia merasa kalau David terlalu berlebihan pada nya tapi dia suka. David terlihat lebih baik dari Sandres,harus nya Sandres bisa meniru sikap dan perilaku papa nya yang ramah dan sopan ini. Begitu lah yang dipikirkan oleh Laras, tapi dia baru menyadari kalau dia belum begitu mengenal Sandres.

"Jadi kau ingin anak berapa hhmm?" tanya David dengan santai.

"Sebanyak-banyak nya,biar saat tua nanti aku ngak akan kesepian seperti mama dan papa" jawab Laras dengan tenang juga,membuat David tertawa terbahak-bahak.

"Ha....ha....ha....ya ampun laras,ini buat anak bukan buat cemilan ha ha ha. Lagi pula kau akan merasa sakit jika melahirkan nanti,kau juga akan kesulitan merawat anak banyak" tawa David belum juga berhenti saat mengatakan hal itu.

"Yang jelas ada anak laki-laki dan perempuan,jadi aku bisa merasakan bagaimana memiliki anak yang berbeda kelamin " jawab Laras dengan lembut dan senyuman mengembang dibibir nya,dia sudah membayangkan memiliki anak seperti Venna.

David hanya menganggukan kepala nya saja,dia tidak ingin merusak khayalan dan impian Laras makanya dia tidak ingin mengatakan mengenai hubungan Alex dan Sandres. Biarkan semua berjalan dengan baik,apalagi pernikahan kedua nya akan di adakan minggu ini.

Tak lama mereka sampai didepan perusahaan milik Laras,Laras langsung keluar dan berjalan menuju perusahaan nya setelah permisi pada David. Sedangkan David kembali ke perusahaan nya yang berada tak jauh dari perusahaan milik Laras,dia mulai mengerjakan pekerjaan nya hingga sore hari tiba.

Pulang bekerja,David juga menjemput Laras. Mereka pulang bersama seperti sepasang kekasih,tapi tidak dengan pemikiran kedua nya . Mereka tidak menganggap kalau mereka adalah pasangan,Laras malah merasa senang memiliki papa mertua seperti David.

Waktu berjalan begitu cepat ,besok adalah pernikahan Laras dan Sandres. Pagi-pagi sekali Karin sudah datang kerumah David bersama kedua orang tua nya ,mereka menginap di hotel dimana Laras akan melangsung kan pernikahan nya nya

David sudah mengatakan pada keluarga Laras untuk menginap dirumah nya tapi mereka merasa ngak enak hati dan memilih menginap di hotel agar lebih mudah ,karena tidak perlu terburu-buru untuk ke tempat resepsi.

"Karin.....kenapa ngak menginap disini saja ?" tanya Laras dengan wajah cemberut nya, Dia sangat ingin tidur berdua dengan adik nya ini .

"Hi...hi...kakak bisa aja,sebentar lagi kakak akan menikah. Mana mungkin aku mengganggu kesempatan kakak tidur sendirian " jawab Karin tapi kemudian dia menarik tangan Laras untuk masuk kedalam rumah itu.

"Dimana kamar kakak,ada yang mau aku sampaikan. Penting " ucap Karin lagi dengan cepat,dia meninggalkan kedua orang tua nya yang sudah bersama dengan David dan Sandres.

Sudah dua hari baik David,Sandres dan Laras sudah mengambil cuti. Mereka menyibukkan diri untuk mengurus pernikahan, walaupun yang mengurus nya adalah WO tapi mereka harus melihat hasil nya dengan baik.

Ceklek

Laras membawa Karin masuk ke kamar nya ,dia sudah tau apa yang akan di katakan oleh adik nya itu. Karena sudah hampir setiap hari karin menyuruhnya untuk tidak menikah dengan Sandres,dia selalu mengatakan hal itu.

"Ada apa? Jangan katakan hal yang sama lagi,kakak capek denger nya " ucap Laras dengan tenang ,dia sudah duduk di pinggiran tempat tidur nya.

Bersambung

jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘

Terpopuler

Comments

Raditya Vicky

Raditya Vicky

wow

2025-01-09

0

Laurensia Listianawati

Laurensia Listianawati

Laras dengerin omongan Karin..

2024-11-27

1

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

tidak salah apa yang Karin katakan Laras.... takut nya kau kecewa setelah tahu perbuatan Sanders dan Alex

2024-08-28

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 chapter 24
25 Chapter 25
26 chapter 26
27 chapter 27
28 chapter 28
29 chapter 29
30 chapter 30
31 chapter 31
32 chapter 32
33 chapter 33
34 chapter 34
35 chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 Chapter 54
55 chapter 55
56 chapter 56
57 Chapter 57
58 chapter 58
59 chapter 59
60 chapter 60
61 chapter 61
62 Chapter 62
63 chapter 63
64 chapter 64
65 chapter 65
66 chapter 66
67 chapter 67
68 chapter 68
69 chapter 69
70 chapter 70
71 chapter 71
72 chapter 72
73 chapter 73
74 chapter 74
75 chapter 75
76 chapter 76
77 chapter 77
78 chapter 78
79 Chapter 79
80 chapter 80
81 chapter 81
82 chapter 82
83 chapter 83
84 chapter 84
85 chapter 85
86 chapter 86
87 chapter 87
88 chapter 88
89 novel baru
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
chapter 24
25
Chapter 25
26
chapter 26
27
chapter 27
28
chapter 28
29
chapter 29
30
chapter 30
31
chapter 31
32
chapter 32
33
chapter 33
34
chapter 34
35
chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
Chapter 54
55
chapter 55
56
chapter 56
57
Chapter 57
58
chapter 58
59
chapter 59
60
chapter 60
61
chapter 61
62
Chapter 62
63
chapter 63
64
chapter 64
65
chapter 65
66
chapter 66
67
chapter 67
68
chapter 68
69
chapter 69
70
chapter 70
71
chapter 71
72
chapter 72
73
chapter 73
74
chapter 74
75
chapter 75
76
chapter 76
77
chapter 77
78
chapter 78
79
Chapter 79
80
chapter 80
81
chapter 81
82
chapter 82
83
chapter 83
84
chapter 84
85
chapter 85
86
chapter 86
87
chapter 87
88
chapter 88
89
novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!