chapter 17

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

Sandres hanya menganggukan kepala nya mendengar penjelasan papa nya ,dia berjalan meninggalkan David yang masih menikmati makanan nya dan Laras yang sedang membereskan bekas makan mereka. Dia berharap bisa segera sampai dirumah Alex karena ada sesuatu yang ingin dia katakan ,kemarin Sandres melihat Alex bersama wanita sedang berciuman di dalam mobil wanita itu yang terbilang terbuka.

Saat itu Sandres kebetulan sedang lewat didepan restauran itu,makanya dia ingin mengkonfirmasi mengenai semua nya. Jika memang alex sudah mempunyai kekasih,harus nya dia memberitahukan nya agar Sandres bisa menjauh dan memulai hidup nya dengan Laras.

Laras sudah membersihkan semua nya, kemudian dia mendekati David yang sedang duduk di teras rumah nya. Dia menunggu laras disana,karena dia ngak mungkin meninggalkan laras begitu saja.

"Pa...." panggil Laras dengan pelan.

"Eh....sudah siap? Sudah bisa berangkat ?" tanya David yang kini sudah berdiri dan menghampiri laras.

Laras hanya menganggukan kepala nya ,dia memang sudah siap untuk berangkat. Dia ngak mau kesiangan,apalagi David mau kembali lagi ke kantor nya Sandres. Membuat Laras merasa ngak enak hati,dia sudah duduk di bangku depan sebelah kemudi.

"Hmmm....pa,sebaiknya kita ke kantor kak Sandres saja lebih dulu . Aku akan menunggu papa disana saja,setelah selesai rapat baru papa anterin laras lagi. Laras ngak ada rapat penting kok hari ini ,jadi bisa agak siangan datang nya " ucap Laras dengan pelan.

David masih diam,dia merasa lebih baik begitu juga agar dia bisa bersama dengan Laras lebih lama lagi . Tapi dia bingung harus mengiyakan atau tidak,lagi pula dia sudah mengatakan kalau dia harus ke kantor nya untuk mengambil berkas yang tertinggal. Jadi dia bingung harus mencatatkan apa saat ini,dia masih memikirkan nya hingga tiba-tiba dia mendengar ucapan Laras lagi.

"Kalau berkas,papa bisa minta asisten papa untuk mengurus nya . Siapa tau ada yang lebih dekat ke kantor papa ,atau suruh di print ulang saja " ucap Laras yang menatap ke arah David dengan lembut, tanpa sadar David pun menganggukan kepala nya.

"Seperti nya kamu benar,kalau memang kamu ngak begitu terburu-buru berarti bisa temani papa dulu rapat ya " jawab David dengan senang, apalagi saat Laras menganggukan kepala nya.

Tak lama mereka sampai didepan perusahaan miliknya dulu,dia melangkah memasuki perusahaan dengan mata yang menelisik dan penasaran dengan wanita yang berada di samping David .

Semua orang masih tetap menatap ke arah Laras,dia hanya menampilkan senyuman lembut dibibir nya kemudian dia berjalan mengikuti langkah kaki David. Dia tidak perduli tatapan mata semua orang hingga akhirnya mereka sampai didepan ruangan David.

Walaupun David tidak bekerja diperusahaan ini lagi,tapi dia masih memiliki ruangan pribadi sendiri. Tidak besar ,hanya saja nyaman untuk nya karena memang dia setiap bulan nya harus membuat rapat untuk memeriksa hasil kerja semua orang kepercayaan nya termasuk anak nya .

Ceklek

"Silahkan masuk,kamu tunggu disini saja. Ini ruangan papa" ucap David dengan senyuman manis dibibir nya ,laras mengangguk dan berjalan masuk.

David langsung menutup pintu dan menuju ruang rapat yang tak jauh dari ruangan miliknya, sedangkan Laras sudah berjalan masuk menelisik seluruh sudut ruangan. Tidak ada foto apa pun disana,ruangan itu terlihat biasa saja.

Laras akhirnya duduk,dia mengambil ponsel nya dan memainkan game kesukaan nya . Dia memang belum begitu dekat dengan siapa pun di perusahaan milik keluarga nya, karena dia baru beberapa hari menjabat menjadi direktur disana. Jadi belum ada yang dia kenal dengan dekat kecuali asisten dan sekretaris nya saja.

Itu pun Laras hanya bersikap biasa saja ,selama ini juga Laras tidak memiliki sahabat atau teman yang sangat dekat dengan nya karena memang dia hanya dekat dengan Karin . Laras takut jika harus dekat dengan teman nya, dulu sewaktu jaman dia masih sekolah. Teman nya yang sudah dia anggap sahabat malah menyalahkan nya karena pria yang disukai oleh teman nya itu malah menyukainya,sehingga sejak saat itu Laras jadi enggan dekat dengan siapa pun.

Di ruang rapat,semua orang sudah menunggu kedatangan David. Wajah David yang tadi nya tersenyum lembut pada Laras kini terlihat dingin dan berwibawa,dia masuk dan menatap ke seluruh orang.

"Saya ngak bisa lama,berikan seluruh laporan nya ke meja saya sekarang " ucap David dengan tegas,dia menatap tajam pada semua nya secara bergantian.

Satu persatu mereka menuju meja depan,termasuk Sandres. Mereka meletakan berkas hasil pekerjaan mereka selama sebulan ini,biasanya David akan membahas satu persatu tugas mereka dan menanyakan nya dengan detail tapi kali ini tidak sama sekali.

David hanya memeriksa sendiri,melihat dan meneliti nya sendiri tanpa bantuan siapa pun . Dia juga tidak bertanya apa pun pada mereka, hanya menyilang berkas didepan nya jika menurut nya salah . Membuat semua nya merasa bersyukur untuk itu,karena mereka ngak mendapatkan bentakan dan amarah dari David.

Mereka bersyukur dengan hal itu,David tidak memberikan arahan yang menakutkan seperti biasa nya. David tidak pernah main-main dalam hal pemeriksaan ,tapi saat ini mereka seperti mendapatkan keuntungan kecil karena David hanya memeriksa saja tanpa mengeluarkan amarah seperti biasa nya.

Hanya setengah jam saja ,David sudah memeriksa semua laporan. Sandres merasa bingung melihat sikap papa nya ini ,tapi dia tidak bisa menanyakan nya secara langsung . Walaupun dia yang lebih dekat dengan papa nya, tapi untuk urusan pribadi . Sandres tidak sedekat itu,dia hanya berbicara dan dekat untuk urusan pekerjaan saja.

Dari kecil, Sandres lebih dekat dengan Senna. Dia sudah menganggap Senna sebagai ibu kandung nya ,dia tidak pernah berpikir kalau dirinya hanya lah anak adopsi saja. David juga memperlakukan nya dengan baik,hingga kematian Senna membuka semua nya.

David tidak pernah mengatakan apa pun mengenai status Sandres, tapi dia tau dari keluarga David yang sangat membenci Senna karena telah menjauhkan anak nya dari keluarga.

Sandres pernah bertanya pada papa nya mengenai status nya sebagai anak,tapi david hanya mengatakan kalau " Kau tetap anak ku,jadi jangan pikirkan apa pun" . Karena itu lah Sandres begitu menyayangi dan mencintai papa nya itu,dia akan menjaga dan melindungi David juga perusahaan yang selama ini di rintis oleh papa nya selama bersama mama nya.

Sandres sempat mencari tau mengenai keluarga kandung nya, dia hanya mendapati kalau ibu kandung nya sudah meninggal dia baru lahir dan ayah nya seorang ketua mafia.

Bersambung

Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘

Terpopuler

Comments

Nimas Bin Udin

Nimas Bin Udin

lanjuut aja ahoor

2025-01-03

1

Laurensia Listianawati

Laurensia Listianawati

lanjut

2024-11-26

0

Kenzi Kenzi

Kenzi Kenzi

berkat laras...mas dav jdi selembut sutera

2023-12-11

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 chapter 24
25 Chapter 25
26 chapter 26
27 chapter 27
28 chapter 28
29 chapter 29
30 chapter 30
31 chapter 31
32 chapter 32
33 chapter 33
34 chapter 34
35 chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 Chapter 54
55 chapter 55
56 chapter 56
57 Chapter 57
58 chapter 58
59 chapter 59
60 chapter 60
61 chapter 61
62 Chapter 62
63 chapter 63
64 chapter 64
65 chapter 65
66 chapter 66
67 chapter 67
68 chapter 68
69 chapter 69
70 chapter 70
71 chapter 71
72 chapter 72
73 chapter 73
74 chapter 74
75 chapter 75
76 chapter 76
77 chapter 77
78 chapter 78
79 Chapter 79
80 chapter 80
81 chapter 81
82 chapter 82
83 chapter 83
84 chapter 84
85 chapter 85
86 chapter 86
87 chapter 87
88 chapter 88
89 novel baru
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
chapter 24
25
Chapter 25
26
chapter 26
27
chapter 27
28
chapter 28
29
chapter 29
30
chapter 30
31
chapter 31
32
chapter 32
33
chapter 33
34
chapter 34
35
chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
Chapter 54
55
chapter 55
56
chapter 56
57
Chapter 57
58
chapter 58
59
chapter 59
60
chapter 60
61
chapter 61
62
Chapter 62
63
chapter 63
64
chapter 64
65
chapter 65
66
chapter 66
67
chapter 67
68
chapter 68
69
chapter 69
70
chapter 70
71
chapter 71
72
chapter 72
73
chapter 73
74
chapter 74
75
chapter 75
76
chapter 76
77
chapter 77
78
chapter 78
79
Chapter 79
80
chapter 80
81
chapter 81
82
chapter 82
83
chapter 83
84
chapter 84
85
chapter 85
86
chapter 86
87
chapter 87
88
chapter 88
89
novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!