Chapter 6

⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘

David memilih menyibukkan diri dengan bekerja,dia ngak mau berada lama dirumah nya karena memang dia akan mengingat istri nya dan kembali melakukan permaian jari nya sendiri.

David memang ngak pernah mau berhubungan dengan wanita mana pun,baik itu wanita baik-baik atau pun wanita bayaran. Dia hanya menginginkan Senna saja,wanita yang bisa membuat nya jatuh hati dan akhirnya meninggalkan nya lebih dulu.

David merasa kalau hati nya sudah ikut bersama dengan Senna,makanya dia tidak pernah melirik atau pun menatap wanita yang berusaha mendekatkan diri dan menggoda nya . Bagi nya semua wanita hanya ingin harta nya saja,tidak seperti Senna yang mencintai nya dengan tulus hingga akhir hayat nya .

Sandres sudah berada di perusahaan yang dia kelola sejak dia lulus kuliah,perusahaan yang dirintis dari nol oleh David. Dia tau bagaimana terpuruk nya papa nya itu saat mama nya meninggal,sehingga dia tidak akan mengecewakan papa nya sama sekali dan mengurus perusahaan itu dengan baik.

Sandres merupakan pria yang baik dan bertanggung jawab,dia menghidupi semua kebutuhan Alex dengan uang yang dia miliki dari gaji nya bukan mengambil uang perusahaan karena dia ngak mau papa nya merasa kecewa pada nya.

Walaupun David bukan papa kandung nya tapi dia merasa kalau David menjaga dan melindungi nya dengan baik seperti papa kandung nya sendiri,dia akan menjaga nama baik David dan menjadi anak yang baik juga.

Hari ini setelah pulang bekerja,Sandres berniat mampir ke perusahaan milik keluarga Laras. Dia ingin mengatakan keinginan nya menikahi Laras,dia berharap Laras setuju dengan keinginan nya agar hubungan nya dengan Alex tidak diketahui oleh orang banyak

Kini waktu nya tiba,Sandres yang sudah selesai mengerjakan pekerjaan nya dan memang waktu nya pulang kerja. Sandres sudah menjalankan mobil nya menuju perusahaan milik keluarga Laras,dia ingin segera mengatakan pada Laras mengenai niat nya menikahi Laras.

Laras yang melihat kedatangan Sandres langsung tersenyum dan berlari kecil,dia memeluk tubuh Sandres dengan cepat. Sandres merasa tidak suka karena Laras memeluk nya di depan umum ,tapi dia harus membalas nya. Dia berusaha untuk menampilkan senyuman manis nya, dia ngak mau laras curiga.

Sebenar nya Sandres ngak mau menemui Laras karena pasti nya Laras terus memeluknya tanpa mau melepaskan nya sedetik pun,membuat nya merasa risih tapi demi menjaga nama baik David maka nya dia berusaha untuk tetap tenang .

"Kak....kau datang ? Kenapa ngak ngabari lebih dulu,kita bisa bertemu di cafe depan saja " ucap Laras dengan wajah nya yang sumringah,dia merasa sangat senang sekali .

"Kejutan,aku juga akan memberikan kejutan yang akan membuat mu suka " jawab Sandres dengan senyuman yang sudah dia tampilkan dari tadi.

"Kejutan? Apa itu ?" tanya Laras yang penasaran,dia menatap mata Sandres dengan intens .

"Ayo.....kita bicara di mobil saja ,kau sudah pulang bekerja ?" ucap Sandres sambil mengelus pipi Laras yang mulus.

Laras menampilkan wajah nya cemberut nya,dia masih ada rapat penting sore ini. Dia berpikir kalau Sandres ngak akan datang sore ini,jika saja dia tau maka dia akan membatalkan rapat itu tapi saat ini semua anggota rapat sudah berkumpul hanya tinggal menunggu dirinya saja .

"Kenapa ? Apa ada yang harus kau kerjakan lagi ? Aku akan menunggu nya " ucap Sandres dengan lembut,dia akan menjaga perasaan Laras.

Hal itu membuat Laras tersenyum dan menganggukan kepala nya,dia menarik tangan Sandres dan berjalan menuju ruangan nya . Dia akan menyuruh Sandres untuk menunggu di ruangan pribadi nya,dia ingin Sandres nyaman dengan nya .

"Kamu tunggu disini dulu ya,aku rapat sebentar. Ngak lama kok hhmm....kamu mau dipesan kan minuman apa ?" ucap Laras sambil tersenyum dengan lembut sambil menatap wajah Sandres dengan senang.

"Tidak usah,aku akan menunggu mu disini " jawab Sandres sambil tersenyum dan mengelus rambut milik Laras dengan lembut .

Laras pun segera menuju ruang rapat yang tak jauh dari ruangan nya, dia berjalan sambil bersenandung ria. Hati nya sangat senang sekali, dia merasa ingin segera kembali keruangan nya dengan cepat.

Laras mengikuti jalan nya rapat,dia begitu serius karena mood hati nya benar-benar sangat senang. Sedangkan Sandres,dia juga mengerjakan pekerjaan kantor nya dari laptop nya . Untung saja dia membawa laptop nya tadi,jika tidak pasti dia akan merasa bosan.

Andai saja ada Alex di ruangan itu,pasti nya dia tidak akan bosan karena Alex bisa memuaskan nya dan memberikan pelayanan terbaiknya dengan permainan mulut nya . Tapi ngak mungkin juga Alex berada disini,Sandres memukul kepala nya karena malah memikirkan Alex.

Disaat bersamaan, Laras masuk ke dalam ruangan nya . Dia melihat Sandres yang memukul kepala nya membuat nya merasa bingung,dengan cepat laras mendekati Sandres yang terlihat tersenyum tipis.

"Hei kak, kenapa ? Apa kepala nya pusing hhmm?" tanya Laras yang kini menyentuh kening Sandres,dia merasakan kepala Sandres yang panas atau tidak.

"Ah....aku ngak apa-apa kok,hanya teringat sesuatu yang sedikit lucu saja tadi " jawab Sandres dengan pelan,dia ngak mau Laras curiga.

"Lucu? Cerita ke aku dong,aku juga ingin tau cerita lucu nya " ucap Laras dengan semangat .

"Udah ah,ayo kita pulang . Aku sudah lapar,kamu juga sudah lapar kan? Sekalian aku mau beri kan berita kejutan yang pasti nya kamu suka " ucap Sandres sambil berdiri dan menarik tangan Laras keluar dari ruangan laras.

Laras merasa senang karena terus di gandeng oleh Sandres,sangat jarang sekali Sandres menggandeng nya bahkan memeluk atau merangkul nya jika bukan dia duluan yang melakukan nya lebih dulu.

Sandres membawa Laras menggunakan mobil nya, karena selama di kota ini. Laras belum membeli mobil ataupun rumah karena memang dia masih berharap menikah dengan Sandres, sehingga dia bisa diantar dan dijemput oleh Sandres juga tinggal bersama suami nya itu.

Selama beberapa hari ini Laras hanya menggunakan jasa hotel saja,dia diantar dan dijemput oleh pihak hotel saja. Jadi saat ini dia naik mobil Sandres berdua saja,tidak ada Alex yang selalu saja ikut bersama dengan Sandres bila ingin bertemu dengan Laras.

Tak lama mereka sampai didepan cafe yang terbilang romantis dan harus pesan tempat lebih dulu jika ingin makan disana,Laras mendengarnya dari para karyawan nya . Dia sempat ingin memesan tempat disana dan juga membawa Sandres.

Bersambung

Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘

Terpopuler

Comments

Alfitri Wahyuni

Alfitri Wahyuni

kayak baca kiran....obrolannya hampir tidak ada..

2024-12-06

0

Bundanya Aulia

Bundanya Aulia

jangan lm lm knp thor,,,

2024-11-21

0

Nimas Bin Udin

Nimas Bin Udin

lanjuut

2024-12-29

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 chapter 24
25 Chapter 25
26 chapter 26
27 chapter 27
28 chapter 28
29 chapter 29
30 chapter 30
31 chapter 31
32 chapter 32
33 chapter 33
34 chapter 34
35 chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 Chapter 54
55 chapter 55
56 chapter 56
57 Chapter 57
58 chapter 58
59 chapter 59
60 chapter 60
61 chapter 61
62 Chapter 62
63 chapter 63
64 chapter 64
65 chapter 65
66 chapter 66
67 chapter 67
68 chapter 68
69 chapter 69
70 chapter 70
71 chapter 71
72 chapter 72
73 chapter 73
74 chapter 74
75 chapter 75
76 chapter 76
77 chapter 77
78 chapter 78
79 Chapter 79
80 chapter 80
81 chapter 81
82 chapter 82
83 chapter 83
84 chapter 84
85 chapter 85
86 chapter 86
87 chapter 87
88 chapter 88
89 novel baru
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
chapter 24
25
Chapter 25
26
chapter 26
27
chapter 27
28
chapter 28
29
chapter 29
30
chapter 30
31
chapter 31
32
chapter 32
33
chapter 33
34
chapter 34
35
chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
Chapter 54
55
chapter 55
56
chapter 56
57
Chapter 57
58
chapter 58
59
chapter 59
60
chapter 60
61
chapter 61
62
Chapter 62
63
chapter 63
64
chapter 64
65
chapter 65
66
chapter 66
67
chapter 67
68
chapter 68
69
chapter 69
70
chapter 70
71
chapter 71
72
chapter 72
73
chapter 73
74
chapter 74
75
chapter 75
76
chapter 76
77
chapter 77
78
chapter 78
79
Chapter 79
80
chapter 80
81
chapter 81
82
chapter 82
83
chapter 83
84
chapter 84
85
chapter 85
86
chapter 86
87
chapter 87
88
chapter 88
89
novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!