Chapter 10

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

David menggenggam tangan Laras dengan cukup erat,membuat laras terkejut dan menatap ke arah papa mertua nya itu. Tubuh mereka begitu sangat dekat ,membuat jantung nya berdebar tak karuan hingga akhirnya dia mendengar ucapan papa mertua nya .

"Tenang lah,papa ngak mau kau hilang. Apalagi disini cukup ramai,seperti nya ada promo makanya ramai " ucap David dengan nada menenangkan nya .

Laras menganggukan kepala nya, dia melihat sekeliling nya dan memang benar ada promo besar-besaran disana. Laras tidak lagi merasa canggung, dia berjalan bergandengan tangan dengan sang mertua sambil terus memilih makanan dan minuman yang ingin dia makan nanti .

Setelah selesai berbelanja,Laras menuju kasir. Disana mereka harus mengantri hingga tanpa sadar para pengunjung saling berdorongan, hingga akhirnya David memeluk tubuh Laras dari belakang dan melindungi nya . Laras yang awal nya merasa terkejut,kini merasa tenang dan nyaman. Dia hanya diam saja didalam pelukan sang mertua hingga akhirnya giliran mereka bayar.

Kemudian mereka keluar dan berjalan menuju parkiran mobil,Laras membawa belanjaan nya kedepan. Dia duduk dengan tenang dan membuka makanan ,dia melahap nya dengan tenang dan sesekali dia melirik ke arah wajah David.

"Tampan juga,kenapa aku ngak memperhatikan papa David dari dulu ya ?" batin Laras yang menyadari betapa tampan nya David.

Terlihat lebih dewasa dan sangat gagah,dia juga memperhatikan tubuh David yang atletis apalagi David hanya memakai kaos saja . Kemeja yang akan dia pakai nanti sudah dia gantung di bangku belakang ,karena dia ngak mau kepanasan didalam mobil walaupun ada AC .

"Ada apa ? Apa ada sesuatu di wajah papa ?" tanya David dengan pelan,dia tau kalau dari tadi Laras memperhatikannya.

"Hah...ngak ada kok pa,itu cuma mau nawarin ini. Papa mau ?" ucap Laras dengan pelan,dia merasa malu karena harus ketauan memperhatikan wajah sang mertua.

"Boleh,tapi papa ngak bisa makan nya . Nanti saja saat jalanan sepi" jawab David yang masih memperhatikan jalanan nya, entah kenapa hari ini begitu ramai jalanan menuju luar kota.

Laras mengangguk dan tersenyum,dia mulai mendekatkan duduk nya. Dia memberikan suapan dari tangan nya ke arah bibir David,dia ingin menyuapi David membuat david dengan refleks membuka mulutnya . Dia merasa kalau dirinya saat ini sedang dimanja oleh Senna,dia melirik ke arah Laras dengan cepat dan kembali ke arah jalanan lagi .

"Terima kasih sayang " ucap David membuat Laras terkejut dengan panggilan sayang dari mulut David.

"Eh....maaf,papa jadi ingat mendiang istri papa. Dulu kami juga sering melakukan hal seperti ini,maaf ya. Papa ngak sengaja" jelas David yang merasa ngak enak hati pada Laras,Laras menganggukan kepala nya saja .

"Ngak apa-apa pa,jadi papa sudah lama menduda ? Kenapa ngak cari istri lagi saja ? Agar ada yang merawat dan mengurus papa " ucap Laras dengan lembut.

"Ngak ada yang sama seperti Senna,semua wanita yang datang dan mendekati papa hanya melihat Fisik juga harta papa saja. Tidak tulus seperti kamu yang benar-benar mencintai Sandres,Sandres bersyukur mendapatkan cinta mu. Semoga kau bahagia bersama dengan Sandres ya,kalau dia macam-macam. Katakan saja pada papa,papa akan menghukum nya nanti " jelas David dengan tenang

Laras menganggukan kepala nya ,dia juga ngak tau kalau dia bisa begitu mencintai Sandres. Mungkin karena saat itu dia merasa kalau Sandres lebih dewasa dan lebih menjaga nya, makanya dia begitu cepat jatuh cinta pada Sandres.

Laras merasa nyaman berdekatan dengan David,mereka membicarakan mengenai kehidupan pribadi masing-masing. Sehingga kedua nya merasa lebih dekat, Laras tidak lagi merasa canggung dan gugup. Mereka malah terlihat seperti sepasang kekasih,saling berbagi rahasia pribadi masing-masing tapi tidak secara mendetail.

Tak lama mereka sampai didepan rumah kedua orang tua Laras,disana sudah terlihat mobil Sandres terparkir. David memang menjalankan mobil nya dengan pelan,karena dia ngak ingin melewati waktu berdua dengan Laras sebentar saja.

Ternyata Sandres datang bersama Alex,mereka juga baru saja tiba beberapa menit disana. Karin sudah menatap dengan kesal ke arah Sandres dan Alex dari tadi ,kalau saja papa nya menyuruh nya untuk tidak ikut campur. Mungkin saja dia sudah memberikan tendangan maut pada Sandres dan Alex tanpa diminta ,dia merasa kesal karena Sandres bukan nya datang besama kakak nya tapi malah dengan selingkuhan nya.

"Kalian sudah tiba?" tanya David,dia terkejut melihat Alex berada disana. Ingin sekali dia memarahi Sandres, tapi tidak mungkin di depan semua orang.

David ngak suka melihat Alex bersama dengan Sandres,makanya dia pernah melarang Sandres untuk membawa Alex kerumah nya. David ngak pernah mengijinkan Alex untuk mendekati rumah nya,jika Alex berkunjung kerumah nya maka David tidak pernah membiarkan pria jadi-jadian itu memasuki rumah nya dan menyuruh Alex untuk menunggu diluar saja .

Sandres tidak pernah merasa tersinggung,dia bahkan menyuruh Alex untuk tidak lagi datang kerumah nya karena papa nya yang memang tidak menyukai Alex dan Alex memaklumi nya. Dia bahkan pernah ingin mencoba mendekati David saat mereka berpas-pasan di dalam ruangan kantor milik Sandres,tapi David langsung menjauh dan menghindari Alex karena dia ngak mau nanti nya dia tidak bisa menahan untuk tidak menghajar Alex dengan tangan nya.

"Kami baru tiba pa,kenapa papa dan Laras lama sekali ?" ucap Sandres dengan sopan dan ramah

Belum lagi David menjawab nya , kedua orang tua Laras berjalan mendekati David. Papa nya Laras memeluk tubuh David dan David pun membalas nya ,dia membisikkan sesuatu di telinga David.

"Harus nya kau yang jadi calon suami laras,aku sangat setuju sekali "

David terkejut tapi hanya sebentar, kemudian dia melepaskan pelukan papa nya Laras. Dia menggelengkan kepala nya sambil menatap ke arah papa Laras dengan lembut,dia merasa tersanjung harus menikahi gadis cantik dan mandiri seperti Laras tapi hal itu ngak mungkin akan terjadi.

Mereka tidak saling mencintai, jadi David hanya bisa tersenyum dan merangkul papa Laras. Membawa papa nya Laras masuk kedalam rumah mereka, Sandres dan Alex mengikuti nya sedangkan Laras dan Karin sudah saling merangkul. Mereka juga ikut masuk kedalam rumah ,tatapan Karin masih menatap wajah Alex yang terlihat senang sekali.

Karin tau kalau senyuman di wajah Alex penuh dengan sebuah misteri,Karin yakin kalau pria itu memiliki sesuatu rencana yang ngak baik untuk kakak nya.

Bersambung

Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘

Terpopuler

Comments

Yuliati Soemarlina

Yuliati Soemarlina

duh laras saingan sama kaum pelangi...

2024-12-18

0

Kamsia

Kamsia

di sini ulet bulunya cwok hati" laras

2024-11-22

0

Nimas Bin Udin

Nimas Bin Udin

lanjuut

2024-12-29

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 chapter 24
25 Chapter 25
26 chapter 26
27 chapter 27
28 chapter 28
29 chapter 29
30 chapter 30
31 chapter 31
32 chapter 32
33 chapter 33
34 chapter 34
35 chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 Chapter 54
55 chapter 55
56 chapter 56
57 Chapter 57
58 chapter 58
59 chapter 59
60 chapter 60
61 chapter 61
62 Chapter 62
63 chapter 63
64 chapter 64
65 chapter 65
66 chapter 66
67 chapter 67
68 chapter 68
69 chapter 69
70 chapter 70
71 chapter 71
72 chapter 72
73 chapter 73
74 chapter 74
75 chapter 75
76 chapter 76
77 chapter 77
78 chapter 78
79 Chapter 79
80 chapter 80
81 chapter 81
82 chapter 82
83 chapter 83
84 chapter 84
85 chapter 85
86 chapter 86
87 chapter 87
88 chapter 88
89 novel baru
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
chapter 24
25
Chapter 25
26
chapter 26
27
chapter 27
28
chapter 28
29
chapter 29
30
chapter 30
31
chapter 31
32
chapter 32
33
chapter 33
34
chapter 34
35
chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
Chapter 54
55
chapter 55
56
chapter 56
57
Chapter 57
58
chapter 58
59
chapter 59
60
chapter 60
61
chapter 61
62
Chapter 62
63
chapter 63
64
chapter 64
65
chapter 65
66
chapter 66
67
chapter 67
68
chapter 68
69
chapter 69
70
chapter 70
71
chapter 71
72
chapter 72
73
chapter 73
74
chapter 74
75
chapter 75
76
chapter 76
77
chapter 77
78
chapter 78
79
Chapter 79
80
chapter 80
81
chapter 81
82
chapter 82
83
chapter 83
84
chapter 84
85
chapter 85
86
chapter 86
87
chapter 87
88
chapter 88
89
novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!