Chapter 14

☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘

Mau tak mau laras pun membuatkan makanan untuk David,mereka makan berdua di meja makan. Laras menyiapkan semua nya didepan David,dia berusaha melupakan kejadian di kamar tamu tadi karena dia melihat wajah David yang tidak memikirkan hal itu.

"Masakan kamu enak,nanti setelah menikah dengan Sandres. Papa mau kamu memasak untuk kita ya " ucap David yang merasakan masakan yang dibuat Laras.

Laras memasak nya sendiri karena Karin dan mama nya malah pergi meninggalkan mereka berdua,makanya mau tak mau Laras memasak untuk David dan dirinya. Mana mungkin dia makan sendirian dan membiarkan David kelaparan atau melihat nya makan,dia ngak mungkin melakukan hal itu.

Setelah makan siang yang sudah kesorean, akhirnya David memilih untuk pulang. Sedangkan Laras masih merasa bingung,dia ingin sekali tinggal di rumah kedua orang tua nya tapi dia juga ngak bisa meninggalkan pekerjaan nya yang belum dia selesaikan.

Pernikahan yang buru-buru membuat nya merasa bingung,tapi ini adalah kesempatan yang langka. Belum tentu Sandres akan mau menikah dengan nya lagi ,Laras malah takut jika nanti nya Sandres memilih menikahi wanita lain.

"Pa....aku ikut pulang juga" ucap Laras dengan tegas,dia sudah mengambil pakaian miliknya yang memang sempat dia turunkan baru saja.

"Lho? Kok malah pulang sih kak? Kita kan belum banyak cerita sih " tanya Karin yang merasa masih merindukan kakak nya ,sudah cukup lama karin tidak bertemu dengan kakak nya ini .

"Nanti saat aku menikah,kau harus ambil cuti yang panjang agar bisa main dan menginap dirumah kami " jawab Laras dengan santai,dia sudah memeluk kedua orang tua nya secara bergantian.

Walaupun papa dan mama nya enggan melepaskan anak nya ,tapi mereka tidak bisa menahan nya juga. Mereka akan mendoakan yang terbaik untuk Laras,mereka ingin laras bahagia.

David masuk kedalam mobil nya, kemudian laras ikut masuk ke dalam juga. David menjalankan mobil nya dan sesekali menatap ke arah Laras,dia masih ingat bagaimana tubuh nya melekat pada tubuh Laras tadi. Dia jadi penasaran dengan bentuk tubuh Laras yang menempel tadi,bisa dipastikan ukuran dada laras cukup besar .

Laras masih menatap jalanan,dia masih memikirkan akan menginap di hotel lagi. Dia akan memesan via online saja, karena dia yakin kalau mereka akan sampai di kota larut malam.

Laras mengambil ponsel nya ,dia hendak mencari hotel terdekat yang berada disekitar perusahaan nya atau mungkin di tempat dia menginap kemarin saja.

"Mulai sekarang kau tinggal dirumah saja,ngak usah di hotel. Apalagi minggu depan kalian akan menikah, jadi ngak masalah kalau kau menginap dirumah" ucap David dengan tegas.

"Tapi pa,apa ngak merepotkan nanti nya ?" tanya Laras dengan pelan,dia ngak mau membuat David ngak nyaman. Atau lebih tepat nya ,dia lah yang ngak nyaman karena harus satu rumah sama David. Dia sudah mulai gugup dan canggung lagi jika berduaan dengan papa mertua nya ini ,dia bingung bagaimana harus menghadapi nya lagi.

"Mana mungkin merepotkan,malahan kau bisa memasak makanan untuk kami setiap hari nya . Papa malah merasa untung " jawab David dengan santai.

"Oh ya ampun pa,ternyata disuruh jadi babu toh " ucap Laras tanpa sadar.

"Ha....ha.....ya ngak lah ,kamu koki nya . Nanti papa kasih uang belanja nya ,kamu tinggal masak aja . Bila perlu papa gaji ,sesuai dengan gaji koki . Gimana ? " jawab David yang sudah tertawa dengan keras.

Sudah lama sekali David tidak tertawa sekeras ini,dia merasa terhibur melihat wajah nya laras. Dirinya seperti hidup kembali dengan keberadaan laras,baru beberapa kali dia bertemu dengan laras. Dia sudah merasa nyaman,dia bersyukur karena ada laras di kehidupan nya nanti .

Walaupun bukan dirinya yang menikah dengan laras ,tapi dia yakin jika laras akan bisa membuat hari-hari nya semakin berwarna. Dia jadi ingin mempercepat Sandres menikahi Laras,andai saja ada wanita seperti Laras lagi. Mungkin dia akan menikahinya,begitu lah yang terpikir dibenak nya saat ini.

David menggelengkan kepala nya saat sadar apa yang sudah dia pikirkan ,kenapa dia jadi memikirkan hal-hal yang ngak masuk akal seperti itu. Kemudian dia kembali fokus ke jalanan,dia tidak ingin memikirkan Laras lagi.

Entah kenapa David jadi sering memikirkan Laras? Mungkin karena seharian ini bersama laras,makanya dia masih memikirkan wanita yang masih duduk manis disamping nya ini.

"Pa....papa ngak apa-apa kan?" tanya Laras yang dari tadi memperhatikan wajah David memerah dan tiba-tiba kepala nya menggeleng,dia merasa bingung dengan semua yang terjadi pada papa mertua nya ini.

"Papa sakit ?" tanya Laras yang tiba-tiba menempelkan tangan nya di kening David,membuat David mengerem mendadak. Untung saja tidak ada mobil dibelakang mereka ,sehingga tidak terjadi tabrakan.

Laras pun tersentak kaget,dia menatap wajah David yang kebingungan dan semakin memerah. Laras bukan nya diam saja ,dia malah semakin khawatir. Tubuh nya mendekat ke arah David dan tangan nya meraba leher David,karena dia merasa kalau kening David tidak lah panas .

"Ngak demam kok,apa tubuh nya ada yang sakit pa?" tanya Laras yang masih merasa khawatir.

Tin....Tin....

Mobil yang dibelakang mereka mulai membunyikan klakson,karena mereka berhenti di tengah jalanan. David yang tersadar langsung meminggirkan mobil nya ke tepi,kemudian dia mematikan mesin mobil dan menatap ke arah Laras sambil tersenyum.

"Papa ngak apa-apa kok,hanya teringat sesuatu saja tadi. Makanya menggelengkan kepala ,sesuatu yang ngak mungkin " ucap David yang membuat Laras bernafas lega.

"Syukur lah,aku khawatir papa sakit tadi " ucap Laras dengan menghela nafas nya dengan pelan.

"Terima kasih karena sudah khawatir sama papa,kamu baik sekali. Bersyukur Sandres mendapatkan istri seperti mu,jika nanti Sandres melakukan sesuatu yang tidak baik. Kamu beritahu papa ya,hhmm...." ucap David dengan senyuman yang lebar dibibir nya.

David merasa senang,laras sangat pengertian dan perhatian sekali pada nya padahal dia hanya lah mertua nya saja bukan suami nya . Ah....Lagi-lagi david memikirkan hal yang tidak-tidak,dia kembali menjalankan mobil nya menuju rumah nya . Karena dia ngak mau nanti nya malam semakin kemalaman sampai dirumah,apalagi besok dia dan laras harus bekerja .

David menjalankan mobil nya dengan hati yang senang sekali,sedangkan laras sudah tertidur saat satu jam perjalanan menuju rumah. Karena memang dia bingung harus ngapain,jadi dia memilih untuk tidur saja

Bersambung

Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘

Terpopuler

Comments

Laurensia Listianawati

Laurensia Listianawati

ya mungkin jodoh nya Laras pa2 mertua 🤣🤣🤣

2024-11-26

0

Vivi Afyanti

Vivi Afyanti

sama papa mertua ajalah /Casual//Casual/

2024-11-28

0

Nyonya Rai

Nyonya Rai

Buat readers yg msih xberhenti menanyakn tentang perbezaan umur sandres n David..bgini laa abaikn n ikutla kenyamanan kalian.. as a readers novel sy lbh suka ikut kenyamanan sy sesuai imaginasi sy jika ada pon kekurngn dlm sebuah crita itu sy cukup tegur tp tdk menghujat,menghiba atau mengkritik scara kasar kpd penulis kerna sy ckup menghargai n sgt berterima kasih kerna mnghasilkn sebuah karya yg org lain xboleh buat...so saran sy just enjoy d storyline of novel.. Nikmati shaja xsuka ignore(abaikan)...

2024-12-17

14

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 chapter 24
25 Chapter 25
26 chapter 26
27 chapter 27
28 chapter 28
29 chapter 29
30 chapter 30
31 chapter 31
32 chapter 32
33 chapter 33
34 chapter 34
35 chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 Chapter 54
55 chapter 55
56 chapter 56
57 Chapter 57
58 chapter 58
59 chapter 59
60 chapter 60
61 chapter 61
62 Chapter 62
63 chapter 63
64 chapter 64
65 chapter 65
66 chapter 66
67 chapter 67
68 chapter 68
69 chapter 69
70 chapter 70
71 chapter 71
72 chapter 72
73 chapter 73
74 chapter 74
75 chapter 75
76 chapter 76
77 chapter 77
78 chapter 78
79 Chapter 79
80 chapter 80
81 chapter 81
82 chapter 82
83 chapter 83
84 chapter 84
85 chapter 85
86 chapter 86
87 chapter 87
88 chapter 88
89 novel baru
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
chapter 24
25
Chapter 25
26
chapter 26
27
chapter 27
28
chapter 28
29
chapter 29
30
chapter 30
31
chapter 31
32
chapter 32
33
chapter 33
34
chapter 34
35
chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
Chapter 54
55
chapter 55
56
chapter 56
57
Chapter 57
58
chapter 58
59
chapter 59
60
chapter 60
61
chapter 61
62
Chapter 62
63
chapter 63
64
chapter 64
65
chapter 65
66
chapter 66
67
chapter 67
68
chapter 68
69
chapter 69
70
chapter 70
71
chapter 71
72
chapter 72
73
chapter 73
74
chapter 74
75
chapter 75
76
chapter 76
77
chapter 77
78
chapter 78
79
Chapter 79
80
chapter 80
81
chapter 81
82
chapter 82
83
chapter 83
84
chapter 84
85
chapter 85
86
chapter 86
87
chapter 87
88
chapter 88
89
novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!