Chapter 16

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Plaaak

David tersentak merasakan punggung nya di pukul oleh Sandres dari belakang, Sandres tersenyum melihat papa nya yang hanya diam saja didepan pintu dapur.

"Papa ngapain disini? Ayo sarapan,sebentar lagi kan rapat. Papa jadikan memeriksa laporan keuangan hari ini ?" tanya Sandres yang tidak menyadari kalau dari tadi papa nya memperhatikan laras dari jauh.

"Ngak ada ,hanya menunggu mu. Ayo kita sarapan " jawab David yang berusaha menyembunyikan perasaan terkejut nya ,dia berjalan lebih dulu dari Sandres menuju meja makan.

Sandres mengernyitkan dahi nya menatap ke arah Laras,dia tidak menyangka jika laras sudah ada disana. Dia pikir laras akan menginap di hotel lebih dulu sebelum pernikahan mereka, tapi ternyata sudah ada didepan nya saat ini membuat nya merasa bingung .

"Papa yang menyuruh Laras untuk menginap disini ,apalagi hanya tinggal menunggu hari saja kalian sudah resmi menjadi suami istri " ucap David dengan tenang ,tadi melihat wajah bingung Sandres saat ini makanya dia langsung menjelaskan tanpa menunggu Sandres bertanya lebih dulu .

Sandres menganggukan kepala nya, kemudian dia duduk disamping kursi papa nya . Laras hanya tersenyum saja menanggapi ucapan papa nya Sandres,dia menyiapkan nasi goreng di dua tempat .

"Ini sarapan kakak " ucap Laras yang meletakan piring berisi nasi goreng didepan Sandres membuat Sandres kembali mengernyitkan dahi nya,dia tidak terbiasa sarapan nasi jika pagi hari dan dia juga belum pernah mencoba nya hingga akhirnya dia mendorong piring pemberian Laras.

"Aku ingin makan bubur saja seperti biasa,aku ngak bisa makan nasi jika pagi " jawab Sandres yang langsung menarik mangkuk bubur ayam yang berada tak jauh dari nya .

Laras merasa kesal tapi dia langsung menampilkan wajah nya yang sudah tersenyum,David tau kalau Laras kesal sehingga dia merasa ikut kesal juga melihat sikap anak nya itu. Dia ingin sekali memberikan pukulan di kepala Sandres seperti biasa jika mereka sedang berdua saja,tapi saat ini ada Laras mana mungkin dia melakukan nya .

"Oh....ya sudah ngak apa-apa,hhmmm papa mau bubur juga?" ucap Laras yang merasa bersalah karena sudah mengambil keputusan sendiri mengenai menu sarapan ,dia akan berusaha mengikuti semua nya saja dan tidak akan merubah apa pun yang ada dirumah itu .

Harus nya Laras sadar diri,dia hanya lah pendatang dan tak baik merubah apa yang biasanya dilakukan oleh Sandres dan david. Begitu lah yang dia pikirkan saat ini,dia akan mencoba menjalani semua nya dengan baik .

"Papa ingin nasi goreng saja,Bolehkan ?" jawab David sambil tersenyum manis,Sandres tidak memperlihatkan sikap David. Dia hanya menghabiskan bubur nya saja ,dia tidak memperdulikan sekitar nya saat ini .

"Ini pa,semoga suka ya pa. Ini masakan ku " ucap Laras dengan senyuman mengembang dibibir nya ,entah kenapa dia suka melihat senyuman dibibir David. Membuat nya merasa nyaman dan dapat mengembalikan mood nya yang buruk tadi,kemudian dia mulai memberikan piring yang tadi dia berikan untuk Sandres.

"Hmmm.....Masakan mu tetap yang paling enak,papa suka " jawab David yang langsung melahap nasi goreng buatan Laras,dia tidak mengada-ada karena memang masakan laras sangat enak.

Mendengar hal itu,Sandres melirik ke piring laras dan David. Nasi goreng yang dimakan oleh kedua nya terlihat begitu menggoda nya, tapi dia yang sudah merasa gengsi karena sudah menolak nya memilih untuk menghabiskan bubur ayam nya saja .

Setelah selesai sarapan,Sandres mendekati Laras . Dia akan mengajak laras untuk pergi bareng dengan nya, sebenar nya dia tak mau mengajak laras barengan karena memang perusahaan papa nya yang dia kelola bertolak belakang dengan perusahaan keluarga Laras yang ada disini. Tapi perusahaan keluarga David sejalan dengan perusahaan laras,tapi karena paksaan dari papa nya membuat Sandres mau tak mau mengajak laras ikutan juga.

"Laras...kau sudah siap? Biar aku antarkan kamu ke kantor,biar sekalian jalan " ucap Sandres membuat Laras mengernyitkan dahi nya, kemudian dia tersenyum lembut dan menggelengkan kepala nya.

"Kan jalan nya beda kak,ngak usah. Aku bisa naik taksi saja nanti ,lagi pula aku harus membersihkan bekas makanan ini " jawab Laras dengan senyuman manis dibibir nya, begitu saja laras sudah merasa senang walaupun dia tak jadi diantar oleh Sandres tapi paling ngak Sandres mengajak nya untuk jalan bersama.

"Ngak apa-apa,biar aku antar kan saja. Sekalian kita jemput Alex lebih dulu ya " ucap Sandres dengan santai membuat Laras terkejut dan kembali menggelengkan kepala nya.

"Ngak usah kak,sebaiknya kakak pergi saja dulu. Aku takut kakak terlambat karena menunggu ku " jawab Laras lagi,dia ngak mau membuat Sandres terpaksa melakukan nya karena dia melihat gerak-gerik david yang melototi Sandres.

Laras yakin jika semua nya karena david yang meminta nya pada Sandres bukan karena kemauan pria itu, dia jadi merasa ngak enak sama Sandres karena harus mendapatkan kemarahan dari papa nya nanti makanya dia menuruti semua nya begitu saja.

Sandres menaikan kedua bahu nya ke arah papa nya ,kemudian dia berpamitan pada Laras dan David lebih dulu sebelum mereka pergi. David masih duduk dengan cantik di kursi kejayaan nya, dia ingin melihat laras menyelesaikan membersihkan meja makan.

"Kalau begitu aku pamit dulu pa,laras. Sampai ketemu nanti malam " ucap Sandres dengan santai, laras menganggukan kepala nya.

"Ya sudah,pergi lah. Biar papa saja yang antar Laras ke perusahaan nya, lagi pula kami satu arah " ucap papa David dengan pelan.

"Oh iya ya,perusahaan papa sama perusahaan Laras memang searah tapi papa kan mau ke perusahaan N dulu . Kita mau rapat pa" jawab Sandres yang melihat papa nya dengan bingung.

"Ada yang perlu papa ambil di perusahaan papa,setelah itu baru papa akan kesana " jelas David,dia hanya ingin mengantarkan laras ke perusahaan nya saja. Tidak ada maksud lain,tapi ngak mungkin dia mengatakan hal itu.

Lagi pula ,David yang menyuruh laras untuk tinggal disini. Makanya Laras jadi jauh untuk ke kantor nya, entah kenapa David merasa ngak bisa jauh dari Laras setelah keseringan bersama nya selama perjalanan semalam.

Apalagi bibir mungil Laras yang terasa manis,kini David seperti ingin merasakan nya lagi. Dia merasa ketagihan dengan bibir manis itu,David sudah memandangi nya dari tadi . Berharap bisa mencium nya kembali,tapi mungkin harapan itu hanya bisa di pikiran nya saja.

Bersambung

Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘😘

Terpopuler

Comments

Nimas Bin Udin

Nimas Bin Udin

cinta menantu dan mertua. 😀😀😭😭

2025-01-03

1

Laurensia Listianawati

Laurensia Listianawati

Ye David suka Laras mknya judul Gairah sang mertua...

2024-11-26

0

ZFS Billa

ZFS Billa

searah thor... bukan sejalan

2025-02-26

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 chapter 24
25 Chapter 25
26 chapter 26
27 chapter 27
28 chapter 28
29 chapter 29
30 chapter 30
31 chapter 31
32 chapter 32
33 chapter 33
34 chapter 34
35 chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 Chapter 54
55 chapter 55
56 chapter 56
57 Chapter 57
58 chapter 58
59 chapter 59
60 chapter 60
61 chapter 61
62 Chapter 62
63 chapter 63
64 chapter 64
65 chapter 65
66 chapter 66
67 chapter 67
68 chapter 68
69 chapter 69
70 chapter 70
71 chapter 71
72 chapter 72
73 chapter 73
74 chapter 74
75 chapter 75
76 chapter 76
77 chapter 77
78 chapter 78
79 Chapter 79
80 chapter 80
81 chapter 81
82 chapter 82
83 chapter 83
84 chapter 84
85 chapter 85
86 chapter 86
87 chapter 87
88 chapter 88
89 novel baru
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
chapter 24
25
Chapter 25
26
chapter 26
27
chapter 27
28
chapter 28
29
chapter 29
30
chapter 30
31
chapter 31
32
chapter 32
33
chapter 33
34
chapter 34
35
chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
Chapter 54
55
chapter 55
56
chapter 56
57
Chapter 57
58
chapter 58
59
chapter 59
60
chapter 60
61
chapter 61
62
Chapter 62
63
chapter 63
64
chapter 64
65
chapter 65
66
chapter 66
67
chapter 67
68
chapter 68
69
chapter 69
70
chapter 70
71
chapter 71
72
chapter 72
73
chapter 73
74
chapter 74
75
chapter 75
76
chapter 76
77
chapter 77
78
chapter 78
79
Chapter 79
80
chapter 80
81
chapter 81
82
chapter 82
83
chapter 83
84
chapter 84
85
chapter 85
86
chapter 86
87
chapter 87
88
chapter 88
89
novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!