Chapter 12

💙💙💙💙💙💙💙💙

Ucapan papa nya membuat Laras merasa kesal ,dia menjadi sedikit tidak enak hati mendengar nya . Sekilas dia melirik ke arah Karin yang hanya tertawa mendengar ucapan papa nya,Karin tidak menanggapi nya .

Laras duduk disamping Karin dengan wajah cemberut nya,Karin mengernyitkan dahi nya cukup dalam . Dia belum tau kenapa kakak nya cemberut,mungkin karena ditinggalkan oleh Sandres yang pergi dengan Alex

"Kenapa? Karena di tinggalin kak Sandres ya? Sabar dong,minggu depan juga udah resmi kok" tanya Karin dengan nada menggoda nya.

Laras tersadar,dia malah memikirkan David yang dijodohkan dengan Karin bukan nya Sandres yang pergi dengan Alex. Kemudian dia menggelengkan kepala nya, dia ngak suka mendengar David dijodohkan dengan Karin.

"Papa bicara apa sih? Masak iya Karin jadi mama mertua aku ,kan masih keluarga pa. Iiihh....papa ngak iya banget sih " bentak Laras dengan kesal,karena papa nya menjodohkan David dengan Karin

"Kamu belum tau cerita nya ya?" tanya mama Laras yang penasaran dengan sikap laras,Laras menggelengkan kepala nya saja.

David menceritakan siapa Sandres saat mereka baru saja tiba di kota ini,Karin juga baru mengetahui nya tadi malam saat makan malam karena mereka ingin menjodohkan Karin dengan David.

"David itu bukan papa kandung nya Sandres,mana ada perbedaan umur delapan tahun orang tua dan anak nya " jelas mama Laras dengan tatapan lembut nya, dia tertawa dengan pelan .

"Kau tidak memperlihatkan wajah mereka berdua hhmm,mereka sama sekali ngak mirip " ucap papa Laras yang ikut menimpali ucapan istri nya.

Laras memperhatikan wajah David dan membayangkan wajah nya Sandres, memang tidak ada kemiripan sama sekali. Dua-dua nya memang tampan,tapi sangat beda tampan nya.

"Jangan terlalu memperhatikan papa David kak,nanti jadi naksir sama papa David dari pada kak Sandres hi hi hi " goda Karin sambil terkekeh kecil menatap ke arah Laras.

Laras mengalihkan pandangan nya ke arah Karin,dia melotot dengan wajah memerah. Entah marah atau pun malu,memang David sangat mempesona hanya saja mana mungkin dia menikah dengan David karena yang dia cintai adalah Sandres.

"Sebaiknya kamu istirahat dulu dikamar tamu,pasti capek mengendarai mobil selama lima jam " ucap papa Laras pada David.

"Ya....lumayan lah paman,kalau begitu aku tidur sebentar. Setelah itu baru kembali " jawab David dengan ramah .

Papa Laras menyuruh nya untuk memanggil nama atau kakak saja ,bukan paman. Tapi karena usia papa nya Laras hampir sama dengan papa dan paman nya, makanya David memilih untuk memanggil nya dengan sebutan paman.

Kedua orang tua Laras memang menikah lama,itu pun dijodohkan . Mereka juga memiliki laras setelah lima tahun pernikahan nya sehingga usia mereka terbilang tua buat David, makanya David lebih memilih memanggil paman dan bibi saja pada kedua orang tua Laras.

"Kau ingin pulang ? Kenapa ngak menginap disini saja ?" tanya papa Laras,dia senang kalau berbicara dengan David.

"Ngak bisa,besok ada rapat di perusahaan jadi harus segera berada di rumah malam ini " jawab David dengan tegas

Besok memang David akan melakukan pengecekan di perusahaan yang di kelola oleh Sandres,makanya Sandres juga harus pulang tadi. Tapi ngak harus terburu-buru seperti itu,mereka bisa beristirahat sebentar. Apalagi makan siang sebentar lagi,mama Laras dan Laras sedang menyiapkan nya saat ini.

"Ya sudah,istirahat lah. Nanti kalau makan siang sudah siap,paman akan menyuruh laras untuk membangunkan mu " ucap papa Laras,dia masih ingin david saja yang menjadi menantu nya bukan Sandres.

Kedua orang tua Laras bisa melihat kalau Sandres tidak begitu mencintai Laras,walaupun Sandres memperlihatkan kemesraan mereka tapi mama laras lebih mengerti semua sikap nya Sandres pada Laras hanya lah dibuat-buat saja

David memasuki kamar yang memang di khusus kan untuk tamu dirumah laras,dia juga pernah menginap disana saat dia berkunjung . Tapi saat itu Laras masih kuliah,dia berjalan menuju tempat tidur dan langsung merebahkan tubuh nya.

Mata nya langsung terpejam begitu saja,dia memang benar-benar merasa lelah hingga tak sempat lagi membuka kemeja dan kaos kaki nya. Dia sudah terlelap dengan damai,tidak tau lagi apa yang terjadi.

Sementara itu Laras,Karin dan mama nya sedang sibuk didapur. Mereka menyiapkan makan siang bersama,Karin terus saja menanyakan kakak nya untuk tetap memikirkan mengenai menikah dengan Sandres. Tapi pendirian Laras cukup kuat hingga dia tetap akan menikah dengan Sandres ,walau apa pun yang terjadi.

"Kau tau,david lebih baik dari pada Sandres " ucap mama laras yang terus membela David.

"Sudah lah ma, terima saja kalau kakak akan menikah dengan Sandres. Dia sudah di hipnotis oleh Sandres " jawab Karin yang sudah merasa kesal melihat kakak nya .

"Hah....ya sudah lah,sekarang aku mau panggil papa David dulu. Biar kita makan bersama setelah itu aku akan istirahat dulu ma" ucap Laras dengan senyuman mengembang di bibir nya .

"Laras,kau akan menginap kan ?" tanya papa Laras yang tiba-tiba datang dari arah depan.

"Belum tau pa,memang nya kenapa ?" jawab Laras

"David akan pulang setelah makan siang ,papa sudah menyuruh nya untuk menginap tapi dia ngak mau . Bagaimana kalau kau yang menyuruh nya ,pasti dia mau " jelas papa laras

"Tapi pa,mana mungkin papa David mau menuruti ucapan ku " ucap Laras yang langsung berjalan menuju kamar tamu

Ceklek

Pintu kamar itu tidak dikunci dari dalam,laras langsung masuk tanpa mengetuk nya lebih dulu. Dia melihat David yang tertidur dengan pulas nya hingga akhirnya dia berjalan dengan pelan menuju tempat tidur dan duduk dipinggiran nya ,dia melihat wajah David yang damai.

"Tampan " batin Laras sambil tersenyum,kemudian dia menggelengkan kepala nya.

Tangannya mulai bergerak menyentuh lengan papa mertua nya, dia ingin membangunkan David dan mengajak nya untuk makan siang lebih dulu.

"Pa....pa...." panggil Laras dengan cukup kuat sambil menggerakan lengan David

Greep

Bukan nya bangun,david malah menarik tangan Laras yang menyentuh lengan nya hingga tubuh laras jatuh di atas dada bidang milik David. Tubuh mereka menempel dengan sangat dekat,laras tidak berani menggerakan tubuh nya lagi .

"Pa....pa....bangun lah,ayo makan siang " ucap Laras yang mulai mendorong dada bidang milik David tapi David malah mempererat pelukan nya, membuat Laras sulit untuk melepaskan diri.

Laras hanya bisa diam dan memperhatikan wajah David yang tertidur dengan tenang,hingga lama kelamaan dia pun ikut tertidur dan memejamkan mata nya di atas tubuh David .

Bersambung

Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘

Terpopuler

Comments

Nimas Bin Udin

Nimas Bin Udin

eeh gimna sih ceritanya Uda aja Laras sama davit

2025-01-03

0

Meyke Joyce Rantung

Meyke Joyce Rantung

Laras sudah mulai ada rasa sama papa David nih😅

2024-12-29

0

Afrilho

Afrilho

memperhatikan thor bukan memperlihatkan 🤦🤦

2024-12-25

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 chapter 24
25 Chapter 25
26 chapter 26
27 chapter 27
28 chapter 28
29 chapter 29
30 chapter 30
31 chapter 31
32 chapter 32
33 chapter 33
34 chapter 34
35 chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 Chapter 54
55 chapter 55
56 chapter 56
57 Chapter 57
58 chapter 58
59 chapter 59
60 chapter 60
61 chapter 61
62 Chapter 62
63 chapter 63
64 chapter 64
65 chapter 65
66 chapter 66
67 chapter 67
68 chapter 68
69 chapter 69
70 chapter 70
71 chapter 71
72 chapter 72
73 chapter 73
74 chapter 74
75 chapter 75
76 chapter 76
77 chapter 77
78 chapter 78
79 Chapter 79
80 chapter 80
81 chapter 81
82 chapter 82
83 chapter 83
84 chapter 84
85 chapter 85
86 chapter 86
87 chapter 87
88 chapter 88
89 novel baru
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
chapter 24
25
Chapter 25
26
chapter 26
27
chapter 27
28
chapter 28
29
chapter 29
30
chapter 30
31
chapter 31
32
chapter 32
33
chapter 33
34
chapter 34
35
chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
Chapter 54
55
chapter 55
56
chapter 56
57
Chapter 57
58
chapter 58
59
chapter 59
60
chapter 60
61
chapter 61
62
Chapter 62
63
chapter 63
64
chapter 64
65
chapter 65
66
chapter 66
67
chapter 67
68
chapter 68
69
chapter 69
70
chapter 70
71
chapter 71
72
chapter 72
73
chapter 73
74
chapter 74
75
chapter 75
76
chapter 76
77
chapter 77
78
chapter 78
79
Chapter 79
80
chapter 80
81
chapter 81
82
chapter 82
83
chapter 83
84
chapter 84
85
chapter 85
86
chapter 86
87
chapter 87
88
chapter 88
89
novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!