16) TH 2

deg,,

fran terpaku melihat vampire tadi berlari kearahnya"mungkin sudah waktunya,merubah ku menjadi vampire hanya bisa menunda kematian dalam beberapa waktu"dalam hati fran,ia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi

srek,,

darah memercik ke wajah fran

"lah,kok nggak sakit?"tanya nya,perlahan fran membuka mata

deg,,

"a ars!!"tenggorokan fran tercekat saat menyebut nama fran

"ars!!!!

tangis kania pecah seketika saat melihat ars terluka

ars langsung menutupi lehernya dengan telapak tangan"sial!"umpatnya

abim langsung menghajar vampire yang melukai ars,kemudian mengambil pisau yang tergeletak di tanah.sepertinya kesabaran abim sudah habis,ia menusuk tubuh vampire itu berkali kali hingga membuat nya langsung berubah menjadi abu

fran membantu ars berjalan menuju tempat duduk"maaf"ucapnya,fran merasa bersalah karna seharusnya dirinya yang terluka bukan ars

ars hanya diam sambil merasakan rasa sakit di bagian lehernya yang tambah lama bertambah sakit

maura membawa kotak obat untuk mengobati luka di leher ars"bang biar nau aja"naura mengeluar kain kasa kapas obat merah dan dll dari dalam kotak

"nggak usah!"ars menolak nya

para tamu sudah di minta meninggalkan kediaman,hanya tersisa genta,rian,ali dan kenny,selebih nya adalah keluarga orang orang yang mengetahui rahasia ars

rian dan ali ingin melihat luka di leher ars"mana luka lo biar gue lihat"ucap rian

mata ars langsung berubah,aroma darah pada tangan rian membuat nya sulit untuk mengendalikan diri

"jangan mendekat!!"ucap ars

"hah?"rian terkejut melihat reaksi ars

"aarrrghhh!!!!

ars mulai berteriak menahan rasa sakit di leher nya

fran menyodorkan lengannya di depan mulut ars"gigit aja"pinta nya

ars menggeleng

"aarrghhh!!!

ia kembali mengerang

"gigit!!"bentak fran

tanpa berpikir lagi ars langsung menggigit lengan fran

"aahh!!"fran menahan rasa sakit akibat gigitan ars

abim bergegas membersihkan luka di leher ars,

deg,,

"gawat!!"seru abim

"ars lepasin tangan fran!!"ujar abim

ars langsung melepaskan gigitannya pada lengan fran

racun mulai menjalar dan itu sangat menyakitkan bagi ars,ternyata mereka sengaja ingin melukai ars.mereka juga mengolesi kuku mereka menggunakan racun yang sangat mematikan

ars kembali melihat sosok yang sebelumnya pernah ia lihat"sa samuel!!"ucapnya dengan susah payah

"samuel??"tanya abim,abim berusaha mencari sosok yang di sebut oleh ars namun tidak melihat nya

hehe"ars terkekeh pelan"kenapa? kenapa harus kamu om?"tanya nya,sepertinya ars sudah mengerti sekarang

sosok yang di sebut oleh ars sebagai samuel langsung melarikan diri dari sana

"i ini sudah di rencanakan!"ucap ars lagi

"arghh!!! a ku sudah tidak bisa menahan nya lagi"ucap ars sambil menggeram menahan rasa sakit yang kian terasa

"ars tolong jangan"pinta elzi"tidak ada yang bisa mengendalikan mu disini"lanjutnya

sebelumnya hanya azka yang dapat mengimbangi kekuatan ars,sekarang azka sedang dikurung

elzi melotot melihat ars seperti akan berubah menjadi vampire,dengan cepat elzi langsung memeluk ars agar tidak ada yang melihat perubahannya

"please,tahan dek"pinta elzi lagi"jangan berubah disini"bisiknya

"ta tapi sa kit"jawab ars terbata bata

"lakukan apapun untuk menghilangkan rasa sakitnya!!"teriak elzi

"kenapa bang ars jadi kayak gini?"tanya maura

"kuku vampire itu sangat berbahaya,biasa nya orang langsung mati kalau terkena kuku iblis itu"jelas genta

"apa!!!"maura tidak menyangka ternyata kuku vampire sangat beracun

kania menahan tangis melihat ars sangat menderita

"maaf!"ucap ars pelan

"ars!!"kania ingin mendekat namun di tahan oleh fran

"tolong jangan dekati ars bu"ucap fran

saat sedang sibuk diego tiba tiba datang,ia mengeluarkan sesuatu dari sakunya"cepat minum ini"ucapnya sembari menyodorkan botol berisi cairan beraroma aneh

tanpa pikir panjang ars langsung saja meminum nya

"bagaimana?"tanya diego

"cukup membantu"jawab ars jujur

diego membantu ars bangun

genta menjadi heran kenapa bisa bisanya ars masih hidup,seharusnya ars sudah mati sejak tadi karna tidak ada manusia yang kuat melawan racun kuku vampire

"obat itu hanya berlaku untuk sementara,sebaiknya kamu ikut saya dan saya akan mencoba membuat beberapa obat untuk menekan racun"ucap diego

elzi langsung menghampiri diego"lakukan apapun yang bisa membuat nya tetap hidup"pinta nya kepada diego

"bukannya kamu hanya manusia biasa,kenapa kamu sangat takut dia mati?"tanya diego dalam hati

kania dan yang lain ikut menghampiri ars

"sayang kamu harus kuat ya,jangan tinggalin mama"mimik wajah sedih yang di tunjukkan oleh kania membuat sangat sedih

"aku tidak pantas mendapatkan nya,dari awal kami sudah berbeda"gumam ars

ars mengangguk menanggapi permintaan kania

"bang,maaf kalau aku nggak mau nganggap bang ars sebagai abang aku,jujur aku sangat menyesal"maura memberitahu penyesalan nya karna tidak menganggap ars selama ini

ars membalas dwngan senyum tipis

"tidak apa apa,kamu jaga mama ya"ucap ars

kemudian diego membawa ars pergi,sanda dan abim juga mengikuti mereka

hanya fran yang tinggal,dia harus memastikan keselamatan kania dan yang lainnya di sana

bekas luka di leher fran membuat adnan mulai mencurigai fran,tanpa bertanya lagi adnan langsung menyentuh luka di leher fran

dengan gerakan cepat fran menepis tangan adnan"apa?"tanya nya

"fran jujur saja luka di leher kamu itu seperti luka bekas gigitan bukan??"tanya adnan balik

fran langsung menyentuh lehernya"ya,gigitan kucing"jawab fran asal

elzi juga mrncurigai fran,ia langsung menarik lengan fran lalu memeriksa denyut nadinya

deg,,

"sejak kapan?"tanya elzi

"tidak perlu tau"fran menarik kembali tangannya

fran berbalik menatap adnan"setelah semua masalah selesai aku harap kita tidak akan bertemu lagi"ucapnya

adnan terdiam,hatinya sangat sedih mendengar perkataan yang sangat menyakitkan hati dari anak kandungnya

fran melihat kelebatan beberapa makhluk di sekitaran rumah"mereka belum pergi"ucap fran,anak itu terlihat sangat lelah dengan semua yang terjadi

fran mengirim pesan ke ponsel ars

ars yang mendapatkan pesan dari fran langsung bergegas kembali

"mana mereka?"tanya ars sambil berlari masuk kepekarangan rumah

fran duduk berjongkok "mereka terus mengawasi kita,entah apa yang mereka mau"jawab nya

"aish!!"umpat ars kesal

"uhuk!!

ars tiba tiba terbatuk

byur,,

darah segar menyembur dari mulut ars

"ars!! "jerit kania dan maura serentak

aahh!!

orang lain merasa khawatir tapi justru ars merasa sedikit lega setelah memuntahkan darah itu

"tidak apa apa"ars mencoba menenangkan kania dan maura

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!