deg,,
fran terpaku melihat vampire tadi berlari kearahnya"mungkin sudah waktunya,merubah ku menjadi vampire hanya bisa menunda kematian dalam beberapa waktu"dalam hati fran,ia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi
srek,,
darah memercik ke wajah fran
"lah,kok nggak sakit?"tanya nya,perlahan fran membuka mata
deg,,
"a ars!!"tenggorokan fran tercekat saat menyebut nama fran
"ars!!!!
tangis kania pecah seketika saat melihat ars terluka
ars langsung menutupi lehernya dengan telapak tangan"sial!"umpatnya
abim langsung menghajar vampire yang melukai ars,kemudian mengambil pisau yang tergeletak di tanah.sepertinya kesabaran abim sudah habis,ia menusuk tubuh vampire itu berkali kali hingga membuat nya langsung berubah menjadi abu
fran membantu ars berjalan menuju tempat duduk"maaf"ucapnya,fran merasa bersalah karna seharusnya dirinya yang terluka bukan ars
ars hanya diam sambil merasakan rasa sakit di bagian lehernya yang tambah lama bertambah sakit
maura membawa kotak obat untuk mengobati luka di leher ars"bang biar nau aja"naura mengeluar kain kasa kapas obat merah dan dll dari dalam kotak
"nggak usah!"ars menolak nya
para tamu sudah di minta meninggalkan kediaman,hanya tersisa genta,rian,ali dan kenny,selebih nya adalah keluarga orang orang yang mengetahui rahasia ars
rian dan ali ingin melihat luka di leher ars"mana luka lo biar gue lihat"ucap rian
mata ars langsung berubah,aroma darah pada tangan rian membuat nya sulit untuk mengendalikan diri
"jangan mendekat!!"ucap ars
"hah?"rian terkejut melihat reaksi ars
"aarrrghhh!!!!
ars mulai berteriak menahan rasa sakit di leher nya
fran menyodorkan lengannya di depan mulut ars"gigit aja"pinta nya
ars menggeleng
"aarrghhh!!!
ia kembali mengerang
"gigit!!"bentak fran
tanpa berpikir lagi ars langsung menggigit lengan fran
"aahh!!"fran menahan rasa sakit akibat gigitan ars
abim bergegas membersihkan luka di leher ars,
deg,,
"gawat!!"seru abim
"ars lepasin tangan fran!!"ujar abim
ars langsung melepaskan gigitannya pada lengan fran
racun mulai menjalar dan itu sangat menyakitkan bagi ars,ternyata mereka sengaja ingin melukai ars.mereka juga mengolesi kuku mereka menggunakan racun yang sangat mematikan
ars kembali melihat sosok yang sebelumnya pernah ia lihat"sa samuel!!"ucapnya dengan susah payah
"samuel??"tanya abim,abim berusaha mencari sosok yang di sebut oleh ars namun tidak melihat nya
hehe"ars terkekeh pelan"kenapa? kenapa harus kamu om?"tanya nya,sepertinya ars sudah mengerti sekarang
sosok yang di sebut oleh ars sebagai samuel langsung melarikan diri dari sana
"i ini sudah di rencanakan!"ucap ars lagi
"arghh!!! a ku sudah tidak bisa menahan nya lagi"ucap ars sambil menggeram menahan rasa sakit yang kian terasa
"ars tolong jangan"pinta elzi"tidak ada yang bisa mengendalikan mu disini"lanjutnya
sebelumnya hanya azka yang dapat mengimbangi kekuatan ars,sekarang azka sedang dikurung
elzi melotot melihat ars seperti akan berubah menjadi vampire,dengan cepat elzi langsung memeluk ars agar tidak ada yang melihat perubahannya
"please,tahan dek"pinta elzi lagi"jangan berubah disini"bisiknya
"ta tapi sa kit"jawab ars terbata bata
"lakukan apapun untuk menghilangkan rasa sakitnya!!"teriak elzi
"kenapa bang ars jadi kayak gini?"tanya maura
"kuku vampire itu sangat berbahaya,biasa nya orang langsung mati kalau terkena kuku iblis itu"jelas genta
"apa!!!"maura tidak menyangka ternyata kuku vampire sangat beracun
kania menahan tangis melihat ars sangat menderita
"maaf!"ucap ars pelan
"ars!!"kania ingin mendekat namun di tahan oleh fran
"tolong jangan dekati ars bu"ucap fran
saat sedang sibuk diego tiba tiba datang,ia mengeluarkan sesuatu dari sakunya"cepat minum ini"ucapnya sembari menyodorkan botol berisi cairan beraroma aneh
tanpa pikir panjang ars langsung saja meminum nya
"bagaimana?"tanya diego
"cukup membantu"jawab ars jujur
diego membantu ars bangun
genta menjadi heran kenapa bisa bisanya ars masih hidup,seharusnya ars sudah mati sejak tadi karna tidak ada manusia yang kuat melawan racun kuku vampire
"obat itu hanya berlaku untuk sementara,sebaiknya kamu ikut saya dan saya akan mencoba membuat beberapa obat untuk menekan racun"ucap diego
elzi langsung menghampiri diego"lakukan apapun yang bisa membuat nya tetap hidup"pinta nya kepada diego
"bukannya kamu hanya manusia biasa,kenapa kamu sangat takut dia mati?"tanya diego dalam hati
kania dan yang lain ikut menghampiri ars
"sayang kamu harus kuat ya,jangan tinggalin mama"mimik wajah sedih yang di tunjukkan oleh kania membuat sangat sedih
"aku tidak pantas mendapatkan nya,dari awal kami sudah berbeda"gumam ars
ars mengangguk menanggapi permintaan kania
"bang,maaf kalau aku nggak mau nganggap bang ars sebagai abang aku,jujur aku sangat menyesal"maura memberitahu penyesalan nya karna tidak menganggap ars selama ini
ars membalas dwngan senyum tipis
"tidak apa apa,kamu jaga mama ya"ucap ars
kemudian diego membawa ars pergi,sanda dan abim juga mengikuti mereka
hanya fran yang tinggal,dia harus memastikan keselamatan kania dan yang lainnya di sana
bekas luka di leher fran membuat adnan mulai mencurigai fran,tanpa bertanya lagi adnan langsung menyentuh luka di leher fran
dengan gerakan cepat fran menepis tangan adnan"apa?"tanya nya
"fran jujur saja luka di leher kamu itu seperti luka bekas gigitan bukan??"tanya adnan balik
fran langsung menyentuh lehernya"ya,gigitan kucing"jawab fran asal
elzi juga mrncurigai fran,ia langsung menarik lengan fran lalu memeriksa denyut nadinya
deg,,
"sejak kapan?"tanya elzi
"tidak perlu tau"fran menarik kembali tangannya
fran berbalik menatap adnan"setelah semua masalah selesai aku harap kita tidak akan bertemu lagi"ucapnya
adnan terdiam,hatinya sangat sedih mendengar perkataan yang sangat menyakitkan hati dari anak kandungnya
fran melihat kelebatan beberapa makhluk di sekitaran rumah"mereka belum pergi"ucap fran,anak itu terlihat sangat lelah dengan semua yang terjadi
fran mengirim pesan ke ponsel ars
ars yang mendapatkan pesan dari fran langsung bergegas kembali
"mana mereka?"tanya ars sambil berlari masuk kepekarangan rumah
fran duduk berjongkok "mereka terus mengawasi kita,entah apa yang mereka mau"jawab nya
"aish!!"umpat ars kesal
"uhuk!!
ars tiba tiba terbatuk
byur,,
darah segar menyembur dari mulut ars
"ars!! "jerit kania dan maura serentak
aahh!!
orang lain merasa khawatir tapi justru ars merasa sedikit lega setelah memuntahkan darah itu
"tidak apa apa"ars mencoba menenangkan kania dan maura
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments