09) TH 2

bruk,,

hah!!

saat menoleh kebelakang fran dibuat terkejut karna ars tiba tiba pingsan

"sepertinya dia jauh lebih membutuhkan bantuan"ucap abim

fran bergegas menghampiri ars"gimana caranya gue bawa ars pulang kalau kayak gini kondisi nya?"tanya fran bingung

"kenapa emangnya? bilang aja kalau ars pingsan di hutan"jawab sanda

"nggak semudah itu sanda,kemarin gue sudah dapat peringatan karna ngajak ars kerumah abim,bisa habis nyawa gue kalau pak elzo tahu gue ngajak ars ke hutan"jelas fran

"nggak mungkin ada orang yang sebegitu kejam nya"ucap rian

"ada,bokap ars contohnya.sebelum gue ada orang lain yang menjaga ars dan akhirnya orang itu di bunuh karna sudah berani melanggar aturan yang di tetap kan oleh bokap ars yaitu jangan pernah ngajak ars ke hutan"dengan sabar fran menjelaskan kata demi kata agar mereka bisa mengerti

"rian lo tadi ngebuly ars tadi"bisik ali

rian melotot mendengar bisikan ali"diam!"bentak nya

rian langsung berkeringat dingin"mampus gue"pikirnya

"ars tolong bangun"mohon fran

"coba gue lihat"abim memeriksa tubuh ars

"dia baik baik saja,dia cuma syok aja"jelas abim

"syukurlah"ucap fran

yang lainnya juga ikut merasa lega

"ma,mama!"tiba tiba ars berteriak sambil mengulurkan tangannya

"mama clara kenapa mama melindungi nest,kenapa!!? seharus nya pisau itu menusuk tubuh ku bukan tubuh mama! kenapa mama membuat keputusan secara sepihak seperti itu!"ars meracau sambil berteriak teriak

"clara? pisau?,,

racauan ars membuat semua orang tertegun

"hiks,,geby,kamu juga kehilangan nyawa karna aku,tolong maafin ketidak berdayaanku!"ars sampai menangis sesenggukan

"rayhan kamu juga! kenapa kamu menerima serangan gerald kenapa?!"ars terus saja meracau

"azka,kenapa kamu membuat ku tetap hidup,kenapa tidak membuat ku mati dengan tenang"setelah itu ars langsung tertidur lagi

abim termenung"rayhan anak ars,clara ibunya ernest dan geby,dia istri ars,sedangkan azka dia dia om azka"gumam abim"sangat rumit"pikir abim,ia belum bisa memberitahu diego tentang hal itu

tak lama kemudian akhirnya ars terbangun

uhuk,,uhuk,,

huek,,

ars memuntahkan darah dari mulut nya

"aaa!!!

bruk,,

sanda kembali pingsan

plak!,,

abim menepuk jidatnya melihat itu

"ayo pulang"ars langsung berdiri

"ars lo abis muntah darah"ucap rian

"ya"jawab ars singkat

"takutnya nanti fran juga akan muntah darah kalau kami sampai telat pulang kerumah"ucap ars

"pulang!"fran langsung menggendong sanda di punggungnya

sesampainya di sekolah ternyata kepsek dan haris masih menunggu mereka

"sanda kenapa?"tanya haris

pingsan karna liat darah pak"rian yang menjawab

"darah? siapa yang terluka?"tanya kepsek

ars sama abim"jawab rian

"sini saya periksa"kepsek mendekati ars

ars langsung menjauh

"pak,ars nggak pernah kontak fisik sama orang asing"ucap fran

kepsek mengurungkan niatnya untuk memeriksa luka ars karna dilarang oleh fran

"abim biar saya saja yang periksa"haris langsung memeriksa abim

haris mengernyitkan dahi saat melihat luka abim"bagaimana vampire bisa terluka? bukan nya mereka bisa menyembukan diri mereka sendiri??"tanya nya dalam hati

"kotak obat!"pinta haris

ali bergegas mengambil kan kotak obat di ruang UKS lalu bergegas kembali lagi

tanpa mereka sadari dari kejauhan seseorang sedang mengawasi setiap gerak gerik mereka

"ahhh!"sanda terbangun

"di mana ni?"tanya nya

"menurut lo?"tanya kenny

sanda di bantu oleh kenny berjalan ketempat abim di obati

"uhuk,, uhuk,,

ars tiba tiba batuk lagi sambil memegang dadanya yang terasa sangat sakit

"ars tolong jangan lagi,gue udah nggak sanggup"pinta sanda

byurrr!!

meskipun sudah menahan nya ars tetap saja tidak bisa menahan nya

"lo lo"ucap sanda terbata bata

"maaf"sahut ars,kemudian ars langsung pingsan

bruk,,

sanda jatuh pingsan untuk yang kesekian kali nya

diego merasakan ada yang tidak beres,dan buru buru datang ke sekolah

"apa yang terjadi?"tanya diego sambil berjalan cepat menghampiri ars

diego langsung mengangkat ars dan membaringkan nya di lantai

srek,,

diego membuka seragam sekolah ars

mata diego terbelalak melihat luka memar di dada ars"kalian benar benar membuat saya kecewa"ucap diego

diego mengeluarkan darah yang sudah di kemas kedalam botol lalu meminumkan nya kepada ars

setelah itu diego langsung mengintrogasi abim dan fran

"katakan apa yang terjadi?"tanya nya

Tadi anak buah julio menyerang kami,tapi kami berhasil menghabisi mereka"jawab abim

"lalu bagaimana ars bisa terluka?"tanya diego lagi

"itu"abim tidak bisa menjawabnya

ars terkena serangan vampire karna berusaha melindungi abim

"katakan!"diego mengalihkan tatapan nya kearah fran

fran langsung menunduk"sebenarnya ars berusaha melindungi abim"jawab fran jujur

"abim,kamu harus di beri pelajaran agar tidak ceroboh"ucapan penuh ancaman dari diego sukses membuat abim tertunduk lemas

"baik bang,gue terima apapun hukuman nya"ucap abim pasrah

"dan kamu fran,apa kamu mengira nyawa kamu cukup tangguh? kenapa kalian tidak lari saja? kenapa harus menghadapi mereka!!"marah diego

"mereka pingsan"jawab fran sambil melirik rian dkk

"sangat memalukan"cicit rian

"haish,,

"fran sebaiknya kamu cari alasan yang tepat agar kamu tidak di hukum oleh orang tua ars"ujar diego

"baiklah"sahut fran

"sejujurnya untuk saat ini aku nggak bisa mikirin cara apapun "cicit fran

beberapa saat kemudian akhirnya ars sadar dari pingsannya

deg,,

ia terkejut melihat baju nya sudah terbuka

tatapan ars beralih ke diego"sejak kapan dia ada di sini?"tanya ars kepada fran

"sejak tadi"jawab fran

ars mengerlingkan mata mendengar jawaban fran

diego langsung duduk di hadapan ars"tolong jaga diri,jangan melakukan hal yang gegabah lagi"pinta diego dengan sopan

ars mengangguk

"kamu juga abim,jangan melakukan sesuatu yang membuat fran terkena masalah"diego kembali memarahi sang adik

"iya bang iya"sahut abim,sejujur nya dirinya sudah mulai bosan mendengar ocehan sang kakak

diego menarik kaki abim lalu membuka perban yang di balut oleh haris tadi"senjata yang di pakai beracun,apakah kamu berencana mengamputasi kaki mu?"tanya diego dengan nada rendah namun sedikit menusuk di hati

"anggap saja begitu"jawab abim saking jengkelnya kepada sang kakak

"saya yang mengobati nya tadi,tapi saya tidak tahu kalau dia terluka karna senjata beracun"ucap haris jujur

"tidak apa apa"sahut diego

diego menuangkan ramuan obat diatas luka abim,lalu membalutnya kembali

"untung saja racun nya masih bisa di tawarkan hanya dengan beberapa ramuan obat,kalau sampai racun itu berasal dari kuku julio maka tidak ada lagi harapan kamu untuk hidup"ucap diego sambil sedikit menekan luka sang adik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!