Bab 2

Bismillahirohmanirohim.

...Ingatlah, jangan memutuskan sesuatu dengan terburu-buru, pikirkan secara matang-matang. Karean sebuah penyesalan selalu datang diakhir....

Ingatlah, jangan memutuskan sesuatu dengan terburu-buru, pikirkan secara matang-matang. Karean sebuah penyesalan selalu ada diakhir.

Setelah keluar dari ruang kerja Hans, Ulya baru bisa bernafas lega. Menurutnya laki-laki yang entah siapa itu memilik wajah yang terlihat mengerikan.

"Untuk apa dia menyuruhku menjadi babysister Aditya. Lalu tadi dia bilang Aditya tidak gampang dekat dengan orang asing. Tapi aku merasa anak itu malah sangat rama," gumam Ulya.

Gadis itu sepanjang jalan menuju kamar rawat sang Mama terus saja mengoceh sendiri, sampai dia teringat akan satu hal. "inalilahiwainalilahirojiu'n, Astagfrullah ha-adzim!" Ulya menepuk jidatnya sendiri, dia sudah melupakan seorang. 

Gadis itu belum memberi kabar pada kakak laki-lakinya, jika mama mereka mengalami kecelakaan. Kadang gadis berparas ayu itu memaki dirinya sendiri, karena terlalu sering melupakan sesuatu bahkan hal penting seperti sekarang ini. 

Ulya segera mengambil handphonenya yang dia simpan di dalam tas selempang berwarna hitam miliknya yang sejak tadi berada di pundaknya.

Ibu Rida sendiri sudah dipindah di kamar rawat, selesai memberi kabar kakaknya Ulya sudah sampai di kamar rawat sang Mama mendekati brankar.

"Mama, kapan Mama mau buka mata. Maafkan Lia yang tidak bisa menolong Mama saat kejadian naas itu menimpa Mama," sesalnya menyalahkan diri sendiri.

Rasanya sungguh sesak bagi Ulya mengingat kejadian yang menimpa sang Mama dia lihat secara langusng.

Andai kala itu Ulya dapat menolong sang mama, mungkin semua ini tidak akan terjadi. Tapi Ulya tidak ingin selalu berandai-andai, dia tahu semua ini sudah rencana sang Maha Kuasa, jika terus berandai-andai sama saja Ulya seakan tidak menerima takdir Allah.

20 menit berlalu, seorang laki-laki bertubuh tinggi tergesa-gesa menuju ruang rawat  ibu Rida. Ada guratan khawatir yang terlihat jelas di wajah pria itu.

"Lia, Lia, kenapa coba baru kasih kabar." Kesal orang itu.

Karena sangat terburu-buru laki-laki itu tidak terlalu memperhatikan jalannya.

Bruk!

"Astagfirullah, maaf saya buru-buru," ucap Fahri-kakak Ulya. 

Sudah mengucapkan kata maaf pada laki-laki yang hampir ditabrak tadi, Fahri kembali melangkah mencari kamar rawat Mamanya. 

Akhirnya Fahri bisa dengan cepat menemukan kamar rawat Ibu Rida.

Ceklek!

Pintu kamar rawat dibuka oleh seorang, Ulya langsung menoleh pada pintu itu, dia tahu pasti kakaknya yang datang.

"Abang," ucapnya segera bangkit menghampiri Fahri yang masih mematung di tempatnya.

Tanpa basa-basi Ulya langsung memeluk kakaknya yang masih mematung di depan pintu. Mendengar suara tangis sang adik Fahri mengelus pucuk kepala adiknya sayang.

"Abang…maaf…hih…maaf…kan…Lia… Lia…nggak…bisa…jaga…mama…" Ucap Ulya terbata-bata karena menangis.

Padahal tadinya Fahri sudah berniat akan memarahi adiknya ini habis-habisan, baru memberi kabar keadaan mama mereka. Tapi melihat adiknya yang menangis tak karuan didekapannya membuat Fahri akhirnya mengurungkan niat untuk memarahi sang adik.

"Sudah jangan menangis lagi, tadi apa yang dokter katakan akan kondisi, Mama?" tanya Fahir melepaskan pelukan keduanya.

"Kata dokter, mama sudah melewati masa kritisnya. Tinggal menunggu mama siuman." 

Adik dan kakak itu berjalan mendekati brankar yang di tempati mama mereka. Wanita yang selalu memberi semangat pada kedua orang tersebut.

"Lia, cuman takut kehilangan mama, bang. Lia belum siap, apalagi setelah kepergian, papa," ucapnya tertunduk.

Fahri menatap iba pada adiknya, dia ingat betul seberapa terpuruknya sang adik saat tahu papa mereka sudah tiada. Fahri menarik tangan sang adik lembut untuk memberi ketenangan disana. "Percaya sama abang. Insya Allah semua akan baik-baik saja." Ulya mengangguk.

Ulya dan Fahri memutuskan untuk menjaga mama mereka di rumah sakit sampai besok, Fahri juga sempat pulang untuk mengambil pakaian ganti mereka.

****

Pagi-pagi sekali Aditya sudah berada di depan kamar rawat ibu Rida, dia ingin bertemu dengan Ulya. Aditya tidak bisa menunggu mbak Ulya datang sendiri ke kamar rawatnya, takut mbak Ulya telah lupa akan janjinya.

"Astagfirullah, adik kecil ngapain disini?" tanya Fahri, dia baru saja akan membeli sarapan untuk dirinya dan sang adik.

"Mbak Ulya," ucapnya dingin seakan tidak senang melihat  keberadaan Fahri.

"Lia sini, ada yang nyari," panggil Fahri pada sang adik. Tanpa bertanya pada kakaknya siapa yang sedang mencari dirinya, Ulya langsung saja menghampiri Fahri.

"Ada apa, bang?" Fahri tidak menjawab melainkan menunjuk Aditya.

"Masya Allah, Aditya kenapa disini? Mbak Ulya kan sudah bilang, Mbak sendiri yang akan mengunjungi Aditya."

"Aditya, takut mbak Ulya lupa," ucapnya sedih.

"Tidak mungkin lupa, Aditya." Ulya mengelus lembut pucuk kepala Aditya, keduanya sama-sama tersenyum.

"Kalian berdua mengobrol lah dulu tapi nanti jangan lupa sarapan Lia, Abang sudah membelikan sarapan untukmu."

"Iya Bang nanti Lia pasti makan kok," jawab Ulya patuh pada sang kakak.

Kakak laki-laki Ulya itu beralih menatap Aditya dengan senyum khasnya, walaupun anak laki-laki di hadapan Fahri ini menunjukkan wajah datarnya berbeda ketika melihat Ulya.

"Adik manis saya tinggal dulu," ucap Fahri berlalu masuk ke dalam kamar rawat mamanya.

Setelah kepergian Fahri, Ulya mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh mungil Aditya menarik pelan boca itu agar berdiri lebih dekat dengannya.

"Kamu ini sudah disini saja, ada apa memangnya? Aditya ingin melihat sesuatu atau ingin bermain bersama Mbak Ulya?" 

Aditya menganggukkan kepalanya lalu dia juga menggelengkan kepala membuat Ulya tertawa akan tingkah Aditya.

"Begini Mbak, boleh Aditya jenguk Mama, Mbak Ulya, Aditya mau lihat? Lalu apakah boleh Aditya juga ikut memanggil Mbak Ulya dengan cebutan mbak Lia ceperti kakak tampan tadi." 

"Benar Aditya ingin bertemu Mama, Mbak Lia?" tanya Ulya memastikan masih tak bisa membenarkan ucapan Hans yang mengatakan Aditya sudah dekat dengan orang asing.

"Betul Mbak Lia, Aditya ingin melihatnya."

Dari tempatnya berdiri Hans terus memperhatikan interaksi Aditya dan Ulya. Dia merasa tidak salah pilih sudah meminta Ulya untuk menjadi babysiter Aditya, tinggal menunggu persetujuan dari Ulya saja harapan Hans semgoa Ulya menerimanya seperti apa yang dia katakan pada Ulya.

"Hans," seorang menepuk pundak Hans membuat empuhnya menoleh.

"Benar kata Eris, kamu meminta wanita yang bersama Aditya itu untuk menjadi babysiter Aditya?"

Dokter Dika entah datang dari mana sudah berdiri di sebelah Hans ikut memperhatikan interaksi Ulya dan Aditya. Kedua laki-laki dewasa itu memang tidak tahu apa yang Aditya bicarkan pada gadis berbalut hijab syar'i itu yang pasti Aditya terlihat sangat bahagia.

Aditya bersama Ulya masih berada di depan pintu kamar rawat ibu Rida. "Ayo kita masuk ke dalam, tapi tidak boleh lama Aditya juga harus istirahat, mengerti sayang." Ulya mengelus sayang pucuk kepala Aditya.

"Siap Mbak Lia, asalkan Mbak Lia menemani Aditya nanti boleh?"

"Boleh, Insya Allah Mbak Lia akan menemani Aditya."

Akhirnya Ulya membawa masuk Aditya ke dalam kamar rawat ibu Rida atas permintaan Aditya sendiri.

Terpopuler

Comments

Ira Rachmad

Ira Rachmad

ramah...koreksi

2025-01-18

0

Neulis Saja

Neulis Saja

aditya, you are comfortable with aunt ulya because she is a good girl 👍

2024-05-12

1

Sukhana Ana Lestari

Sukhana Ana Lestari

Assalaamu'alaikum wrwb..
Nenek hadir disini buat ikutan jagain Aditya cucu uthi.. Sehat" ya thor.. Barokallaah

2023-12-27

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3.
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11.
12 Bab 12.
13 Bab 13.
14 Bab 14.
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19.
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31.
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54.
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71.
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113.
114 Bab 114 (Promoi Season 2)
115 Bab 115 Kehormatan seorang perempuan
116 INTROVET LOVE
117 Fahri and Cia Back!
118 PROMOSI KARYA BARU PACARAN OR TA'ARUF
119 Namira's Hidden Identity
120 NIAT HATI
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3.
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11.
12
Bab 12.
13
Bab 13.
14
Bab 14.
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19.
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31.
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54.
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71.
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113.
114
Bab 114 (Promoi Season 2)
115
Bab 115 Kehormatan seorang perempuan
116
INTROVET LOVE
117
Fahri and Cia Back!
118
PROMOSI KARYA BARU PACARAN OR TA'ARUF
119
Namira's Hidden Identity
120
NIAT HATI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!